Indonesia
NovelToon NovelToon
Journey Of Love

Journey Of Love

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: maheer qirani

Kesulitan hidup yang dialami Emily Adisti Rani selama pencarian ayahnya di kota Batam membawanya bertemu dengan Aditya putra Buana anak dari Pak Herry Buana


Meski pertemuan mereka dipenuhi konflik dan salah paham namun Aditya yang tidak tega akhirnya menolong kesulitan hidup Emily dengan menjadikannya sebagai asisten rumah tangga di apartemen tempat tinggalnya hingga benih cinta pun tumbuh seiring berjalannya waktu mereka bersama.


Mereka pun saling jatuh cinta sampai akhirnya Emily kembali ke Jakarta dan akhirnya Aditya tahu jika dia adalah pembantu di rumahnya sendiri.

Apakah cinta Aditya akan memudar pada Emily si gadis miskin?

Dan apakah kisah cinta mereka akan berjalan dengan baik dengan semua perbedaan strata sosial diantara keduanya?


Simak kisahnya yuk guys, jangan lupa subscribe terlebih dahulu ...

Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maheer qirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rihana tertangkap

Sepanjang perjalanan mereka terdiam, Emily tidak banyak bertanya begitu dengan Aditya karena dia sangat merasa bersalah. Pikirannya melayang sangat tinggi mengenai hatinya untuk Emily.

"Sekarang dia banyak menderita karena aku apalagi jika aku sampai bersamanya nanti? Aku tidak bisa membayangkan sesuatu yang lebih buruk lagi menimpanya? Apa aku harus merelakan dia kembali ke Jakarta dan meninggalkan aku?" Pikirnya terasa berat untuk melepaskan Emily.

Emily bertanya hendak kemana dia akan dibawa? Dan menemui siapa?

"Nanti kamu akan tahu sendiri?". Jawab Aditya.

Pintu kamar perlahan di bukanya, Emily sangat terkejut saat melihat Tama yang terbaring. Dia menoleh ke arah Aditya seakan segan untuk mendekati Tama karena takut Aditya tidak suka dengan itu. Namun senyum Aditya yang mengarah pada Tama membuatnya sedikit lebih tenang karena dia mengira jika Aditya baik-baik saja.

Saat itu Tama sudah sadarkan diri, dia melihat ke arah Aditya dengan membawa seorang gadis yang terluka. Tama melempar senyum ke arah Emily.

"Hai Tam... kamu sudah sadar? Bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Aditya

"Masih sedikit pusing pak" jawabnya dengan jujur dan memegang kepalanya. Melihat Emily yang terus melempar senyum padanya dan hendak bertanya, Tama mendahului bertanya pada Aditya siapa gadis yang dia bawa?

"Apa maksudnya? Mengapa ka Tama bertanya seperti itu?" Tanya hati Emily sambil melihat ke arah Aditya.

Aditya mengusap bahu Emily memberi dia kode untuk tidak bicara, pada saat itu Emily sangat mengerti dengan apa yang di pinta Aditya padanya hingga dia memutuskan untuk diam.

"Oh ya, perkenalkan dia adalah Emily asisten baruku tam?" Jawab Aditya memperkenalkan Emily sebagai asisten barunya.

Meski terkejut dengan pengakuan Aditya, Emily coba mengikuti alur yang dibawa Aditya dengan tersenyum ke arah Tama dan menyebutkan namanya pada Tama.

"Emily" sapa nya.

Tama ikut terkejut sejak kapan Aditya mengganti sekretarisnya? Karena setahu dia sekretaris lama juga bagus. Namun karena keadaannya yang masih lemah dia tidak banyak bertanya dan hanya membalas senyum manis Emily.

Aditya membuat sebuah keputusan mendadak pada malam itu juga mengenai Tama dan Emily, dia memberitahu Tama jika besok mereka akan melakukan rawat jalan di rumah barunya.

"Rumah baru? Dimana?" Tanya Tama.

"Nanti kamu akan tahu sendiri" jawabnya singkat.

Aditya memutuskan untuk pindah rumah mengingat keselamatan mereka di rumah lama sudah terancam setelah kejadian yang menimpa Emily tadi. Aditya tidak akan membiarkan semua itu terjadi kembali. Dia tidak ingin penyesalan yang berulangkali terus dirasakannya.

Setelah banyak berbincang mengenai kesehatan masing-masing, Aditya pamit pada Tama untuk mengantar Emily kembali ke kamarnya karena waktu memang sudah larut malam.

Setelah masuk kamar Emily coba berdiri untuk melangkah maju tanpa bantuan Aditya karena dia tidak ingin terus merepotkannya.

Namun saat dia hendak melangkah maju, tiba-tiba saja tubuhnya tidak stabil dan nyaris terjatuh untunglah Aditya dengan sigap menangkap dan memeluk tubuh Emily hingga keduanya kini saling menatap dalam.

Tatapan yang selama ini mereka rindukan.

Pandangan mereka seketika buyar kala suster datang untuk mengecek perkembangan kesehatan Emily,

"Mohon maaf tuan" ucap sang suster karena sudah mengganggu waktu berdua mereka.

Keduanya menepis ucapan permintaan maaf sang suster dengan mengatakan jika semua tidak seperti yang dia lihat.

Sang suster hanya tersenyum malu.

Suster akhirnya memeriksa Emily dan mengganti cairan infusnya yang sudah hampir habis.

Tidak lupa Emily bertanya kapan dia bisa diijinkan pulang?

"Nanti kalau keadaan nona membaik baru bisa pulang ya" jawab suster membuat wajah Emily murung karena dia sudah ingin pulang.

Aditya yang tidak tahan melihat wajah wanita yang dia sayangi itu muram lngsung bertanya dan meminta melakukan rawat jalan untuk Emily dan Tama.

"Oh kalau untuk masalah itu, tuan bisa lngsung bicara pada dokter nya" jawab suster.

"Terima kasih" Aditya.

***

Setalah suster pergi Emily memberanikan diri meminta ijin Aditya untuk menghubungi Doni di Jakarta karena dia ingin menanyakan keadaan kakak angkatnya.

"Apa aku bisa meminta ijin mu ka?" Tanya Emily pada Aditya.

"Hmmm katakanlah" Aditya.

Sesaat Emily terdiam dan berpikir apakah Aditya akan mengijinkannya menghubungi sahabatnya di Jakarta.

"Apa aku boleh menghubungi Doni? Aku mencemaskan keadaan kakak angkat ku disana?" Pinta Emily namun ternyata d tolak kasar olehnya.

"Ini sudah larut malam lebih baik kamu segera istirahat dan tidur"

Jawab Aditya tegas menolak hingga membuat Emily tidak bisa berkata lagi.

Aditya menambahkan jika dirinya akan tidur di sofa untuk menjaganya sebelum besok mereka menempati rumah baru. Namun Emily nampak gelisah dan tidak bisa tidur dia termenung dan duduk sendirian di atas pembaringan. Dari sofa Aditya menyaksikan semua itu dan berkata.

"Pasti kamu memikirkan tentang Tama? Mengapa dia tidak mengenalmu? Itukan?" Ucap Aditya

Emily menganggukkan kepalanya.

Aditya menjelaskan semua yang terjadi pada Tama pasca tertembak.

"Apa? Jadi Tama mengalami amnesia?" Ucap Emily terkejut.

"Ya tapi amnesia yang di derita Tama tidak menghapus semua ingatannya melainkan sebagian ingatannya terganggu hingga dia tidak bisa mengingat dan mengenal orang-orang yang baru masuk dan baru dia kenal. Itu sebabnya dia tidak mengenalmu tadi" jelas Aditya pada Emily membuatnya berpikir keras dan merasa ada yang janggal dari sikap Tama.

Setelah Emily mengetahui semuanya Aditya meminta dia untuk segera beristirahat. Emily kembali membaringkan tubuhnya dan menghadap Aditya yang duduk di sofa. Dengan sengaja dia menatap wajah tampan Aditya karena sudah lama juga dia tidak melihat dengan jelas wajah cool Aditya ketika tidur.

Aditya menyadari semua itu hingga dia sengaja membuka matanya dan melihat ke arah Emily yang langsung salah tingkah kala Aditya terbangun.

Emily langsung menutup matanya berpura-pura sedang tidur namun saat dia kembali membuka mata, dia tidak melihat keberadaan Aditya di sofanya. Hingga akhirnya dia terbangun dan terkejut karena Aditya kini ada di sebelahnya tepat di atas pembaringan yang sama dengan Emily.

Pembaringan pasien yang cukup pas untuk berdua.

"Hah... ka Aditya " ucapnya terkejut.

"Bukankah ini yang kamu mau? Jadi kamu tidak usah lagi berpura-pura tidur hanya untuk memandang wajah ku" ucapnya menggoda hingga membuat pipinya merah karena malu.

Emily pun lantas mendorong Aditya dari tempat tidurnya hingga keduanya kini justru saling bercanda tawa.

***

Keesokan paginya Rihana datang sangat pagi sekali untuk melihat keadaan Tama.

Meski hatinya masih takut atas insiden tabrak lari yang dia lakukan namun dia tetap berusaha untuk tenang. Karena preman bayarannya juga sudah berhasil diatasi oleh

Pengacaranya.

Saat sedikit lagi hendak sampai ke kamar Tama, hatinya bergetar hebat kala melihat ada tiga polisi yang berjalan ke arahnya dengan membawa berkas semacam surat perintah untuk menahan dirinya atas tuduhan tabrak lari dan penculikan yang terjadi pada Tama.

Dia sangat terkejut karena memang benar saja dua polisi itu berhenti tepat di hadapan Rihana dan langsung memborgolnya .

"Ada apa ini pak? Kenapa kalian menangkap saya? Apa salah saya?" Rihana berusaha membela diri dan melepaskan borgol di tangannya.

"Maaf anda kami tangkap atas tuduhan penculikan saudara Tama dan tabrak lari yang terjadi pada sedari Emily" jawab polisi gagah yang membawa pistol di sakunya membuat Rihana semakin gemetar.

Dia terus melawan dan membela dirinya jika seandainya dia bukannya orang yang menculik Tama atau Emily.

"Aku tidak tau apa-apa pak, saya tidak bersalah, saya tidak mengenal mereka! Lepaskan saya" jawab Rihana terus meminta untuk di lepaskan.

Suara gaduh Rihana membuat riuh gemuruh semua orang yang ada di dalam rumah sakit, bahkan satpam ikut serta mengamankan yang lain tidak gaduh dan akan mengganggu pasien lainnya yang sedang di rawat termasuk Aditya.

Dia datang dengan melihat ke arahnya langsung menampar Rihana dengan sangat keras hingga melukainya

Rihana menangis saat Aditya menamparnya di depan umum dia tidak menyangka jika semua akan berakhir seperti ini.

#hello reader tercinta terimakasih sudah stay tunggu up cerita nya.. Jangan lupa like vote dan komentar sebanyak-banyaknya ya, agar author lebih semangat lagi nulisnya . Terima kasih ..

🙏🏻🥰

1
Christina
lumayan bagus
maheer qirani: terimakasih ka 🙏🏻🙏🏻 semoga terhibur..🥰
total 1 replies
SUKARDI HULU
Jangan lupa like dan subscribe ya kk❣️🫰💪
maheer qirani: oke ..trimasij sudah mampir 🙏🏻
total 1 replies
kha liza
next
kha liza
sptnya ini awal dari konfliknya ya Thor ,? ,
kha liza
wahhh othor ini bisa aja ... sambil nulis aja kerjanya Alisa... biar dpt gajinya dobel 😄😄 brcnda Thor...

seru seru..
next ya
maheer qirani: 😁😁 bisa bisa ya .. 🥰 tnx for reading kaka ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!