Indonesia
NovelToon NovelToon
Suamiku Adik Dari Pujaan Hatiku

Suamiku Adik Dari Pujaan Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / CEO / Selingkuh / Diam-Diam Cinta / Pengantin Pengganti / Romansa
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Neyar

"Tasha aku bukan Roman Picisan yang setiap saat bisa menciptakan puisi romantis, aku juga bukan Shah Jahan yang sanggup membangun Taj Mahal hanya untuk mendeklarasikan cintanya. Tapi aku janji akan menjadi laki-laki se setia Qais pada Layla yang bahkan bisa mengenali debu dari sandalnya.

Tasha hiduplah dengan aku seumur hidup sampai sang pencipta langit dan isinya ini menjemput kita menuju keabadian"

cerita ini hanya fiktif, berdasarkan karangan dan khayalan penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

#jodogh dari langhit

"Maaf, nak Zulham. Saya rasa pembahasan ini sudah terlalu jauh. Poligami memang sunah, tapi kami menganut paham monogami dan menentang keras poligami." tolak Yusuf sebelum Dery sempat menjawab.

Zulham mengangguk paham, dengan tidak enak hati dia memberi isyarat pada Bunda Niswa agar membawa Nasyisah berdiri.

"Kami mengerti, om. Maaf atas kelancangan adik saya," ujarnya.

Setelah sedikit basa-basi, Zulham beserta keluarganya pamit. Nasyisah masih sulit dikendalikan karena tatapan tajamnya melayang pada Tasha yang masih terpaku di kejauhan.

" Ayo mbak" rengek Kaba sambil menarik-narik tangan Tasha.

Tasha tidak menjawab. Tatapannya lurus mengarah pada Dery yang belum menyadari keberadaannya. Laki-laki itu mengacak rambutnya kasar, terlihat seperti orang bingung.

"Ayo, Mbak kita ke kamar."

Tasha mengangguk, mengikuti langkah Kaba, seperti tujuan awal mereka, memeriksa oleh oleh pemberian Asiah dan Yusuf.

***

Nasyisah boleh saja merasa dirinya disayang dan semua keinginannya bisa terpenuhi. Kakak lelaki dan bundanya tidak akan berkomentar sebab kasih sayang untuk Nasyisah sebagai anak perempuan satu-satunya sungguh istimewa.

Pada kenyataannya, Nasyisah memiliki kakak sepupu yang bermulut pedas. Dia adalah anak dari adik lelaki almarhum ayahnya. Syakila menjadi yatim piatu dan ikut dengan keluarganya sejak 20 tahun silam.

"Apa hal seperti itu yang diajarkan oleh Kakak mu syah?" tanya Kila dengan nada dingin.

Perempuan itu sudah meminta izin pada Zulham dan Niswa untuk mengobrol berdua dengan Nasyisah selepas kepulangan mereka dari rumah keluarga Yusuf. Zulham juga meminta tolong padanya untuk menasihati Nasyisah dengan hati-hati.

"Memangnya apa yang salah, Mbak? Aku cuma memberi solusi untuk meminimalisir kerugian yang aku dapat. Asal Mbak tahu, perlu waktu yang lama sampai aku bisa membentuk keberanian meminta hak seperti itu," jawabnya sinis.

"Keberanian kata kamu? Mengemis perhatian laki-laki beristri untuk menjadikanmu istri kedua itu bukan keberanian namanya! Itu sikap tidak tahu malu dan kurang ajar."

"Mbak kan ustazah muda yang sudah hampir tiga tahun mengajar. Selama ini kita belajar bahwa poligami itu diperbolehkan. Lalu sekarang bagian mana lagi yang salah? Aku nggak minta Mas Dery menceraikan Tasha, cukup jadikan aku salah satunya aja karena aku sanggup berbagi, aku ini wanita Sholehah mbak, yang kucari itu surga."

Kila menutup kedua matanya. Menahan gempuran emosi dan panasnya udara di ruang tamu itu.

"Terserah kalau kamu memang mau cinta suamimu nanti terbagi. Tapi istri pertama Dery? Dia belum tentu ridho kan? Nggak semua perempuan ingin menjadi Siti Aisyah yang sangat dicintai Rasulullah meskipun beliau saat itu berpoligami.

 Banyak yang mendamba menjadi Siti Khadijah dan Siti Fatimah yang tidak dimadu. Kamu tahu Rasulullah dan Ali bin Abi Thalib baru berpoligami setelah meninggalnya istri pertama mereka. Masa monogami Rasulullah juga lebih lama yaitu 25 tahun dibanding masa poligami sepeninggal Siti Khadijah yang hanya 13 tahun."

"Kalau menurut aku kamu harus Ikhlas, Syah? Semua ada aturannya. Apalagi kalau si laki-laki punya cinta yang teramat sangat untuk istrinya. Pilihan untuk mendua itu pasti nyaris tidak pernah terlintas di hidupnya," imbuh Kila.

Nasyisah terdiam. Bibir perempuan itu tertutup rapat. Sejak tadi, dia sudah bersusah payah menjaga agar air matanya tidak tumpah lagi. Padahal menahan emosi dan tangisan dalam waktu yang bersamaan bukanlah hal yang mudah.

"Terus aku harus gimana, Mbak? Aku sakit hati. Ini semua terlalu nggak adil buat aku. Tasha mendapat ganti setelah merebut milikku, tapi aku nggak mendapat apa-apa dengan hanya diam seperti ini."

Kila paham. Nasyisah hanya ingin mengutarakan rasa patah hati yang menurutnya tidak adil. Sebagai sesama perempuan, Kila bisa menempatkan posisi di kedua belah pihak sekaligus.

Dia paham bagaimana perasaan Nasyisah, tapi juga mengerti bagaimana hancurnya Tasha jika suaminya berniat menikahi perempuan lain. Disisi lain Kelakuan Laras jelas tidak bisa dibenarkan.

"Jangan merendahkan dirimu sendiri. Ingat kamu sebagai panutan untuk para santriwati. Nasyisah yang cantik, cerdas, berkharisma, berani, dan sholehah. Tapi jangan salah gunakan semua kelebihan itu. Kamu hidup di lingkungan pondok pesantren di mana seluruh penghuninya diajarkan untuk bisa membedakan mana yang haq dan mana yang bathil."

Malam semakin larut. Sejujurnya Nasyisah sudah lelah fisik dan mental. Seharian hanya menangis ditambah dengan meluapkan emosi. Semua harus terbayar tuntas malam ini supaya besok dia kembali bisa menikmati dan mensyukuri hidup. Ya... meski harus dengan pidato Kila yang panjang.

"Kalau kamu cemburu dengan Tasha karena dia langsung mendapat ganti, cukup ingat siapa Tuhan-mu."

"Allah," timpal Nasyisah cepat.

"Nah itu tahu. Allah itu sebaik-baiknya perencana. Tasha lepas dari Husain dan mendapat Dery, begitu kan? Berarti kamu yang lepas dari laki-laki sebaik Dery, pasti gantinya akan lebih baik lagi. Jangan khawatir soal jodoh."

"Mbak kayaknya udah pro. Kapan nih dikhitbah?"

Kila tertawa kecil. Selalu saja dia yang dipojokkan menjadi perawan tua. Kila pandai menasihati orang lain perkara rumah tangga di saat dirinya masih sibuk menunggu jodoh yang masih di antah berantah.

"Bisa aja kamu. Doain aja secepatnya, hehe."

Nasyisah mulai beranjak, namun suara Kila terdengar kembali menginterupsi.

"Ikhlas, Syah?" tanya Kila memastikan.

Tak ada kata yang sanggup Nasyisah gunakan untuk menjawab pertanyaan Kila. Sejauh ini ia belum mengerti bagaimana sesungguhnya ikhlas itu. Namun sekuat hati, dengan membawa nama besar keluarga. Nasyisah akan mencoba untuk menerima keadaan.

Perempuan nyatanya memang pandai untuk berpura-pura. Seperti halnya Tasha yang pura-pura tidak tahu apapun, padahal tepat di depan matanya ada perempuan lain yang meminta untuk dijadikan istri kedua suaminya.

Hatinya akan lebih tenang andai saja ia juga

mendengar penolakan tegas Dery secara langsung. Tapi yang dilihatnya malah justru raut wajah sang suami yang terlihat bimbang.

"Mas?" panggilnya pelan.

"Hum?"

"Kamu nggak papa?"

"Nggak papa gimana?"

"Nasyisah tadi... Bicara apa aja sama kalian?"

Dery merapikan sajadahnya. Dia juga membantu melipat mukena sang istri dan menyimpannya di atas nakas.

"Nggak bicara apa-apa. Kan kamu sendiri ada di sana tadi," jawab Dery.

"Mana tahu ada hal serius yang kalian bicarakan waktu aku ikut Kaba."

Dery menggeleng. Dia jatuh dalam pelukan Tasha di saat perempuan itu masih bersimpuh di tempat terakhir dia shalat.

Dery menghela napas panjang. Guratan lelah terlukis di wajahnya, namun sekuat tenaga ia sembunyikan dari Tasha.

Bukan hanya Tasha yang dibuat kaget dengan kedatangan Nasyisah. Dirinya pun tidak kalah terkejut. Bayangkan dia yang sudah sangat-sangat lupa tentang Nasyisah tiba-tiba didatangi perempuan itu dan ditodong pertanggung jawabannya.

Beruntung, Tasha tidak tahu tentang permintaan terakhir Nasyisah. Pikirnya begitu. Dia juga tidak akan repot-repot memberitahu Tasha kalau hanya akan membebani pikiran sang istri. Toh jawabannya sudah jelas. Dia tidak akan menduakan Nadira, apapun alasannya.

"Nggak ada, Sayang. Cuma ngobrol biasa sampai mereka pulang."

"'Oh, gitu."

Tasha tersenyum getir dalam hati. Memaknai kebohongan sang suami dengan caranya sendiri.

Dia dan Dery sama-sama tenggelam dalam pemikiran masing-masing. Dery tidak ingin menyakiti hati Tasha meski harus dengan menyembunyikan hal sebesar itu, namun oleh Tasha malah dimaknai sebagai sebuah kebohongan.

"Kamu nggak akan kembali ke Nasyisah kan?"

"Kembali? Memangnya sejak kapan aku sama dia?"

"Bagaimana pun, dia perempuan yang hampir menempati posisiku sekarang. Dia wanita beruntung yang pernah dijodohkan dengan kamu. Dia juga perempuan yang sangat masuk kriteria menantu idaman Umi dan Abi. Aku takut kamu mempertimbangkan lagi rencana perjodohan itu jika memang tidak bisa dibatalkan."

Dery memejamkan mata. Dia suka leher istrinya. Selain wangi, kulit leher Tasha juga selalu hangat. Pundaknya nyaman dijadikan tempat bersandar dengan wajah menghadap leher.

"Lalu aku menjadikan kamu salah satunya? Kewajiban aku membahagiakan kamu, mewujudkan harapan seperti kebanyakan rumah tangga. Mana sanggup aku mewujudkan mimpi buruk kamu, Sayang? Kamu nggak mau di duakan dan aku paham."

Tasha membalas pelukan suaminya. Dia membisikkan sesuatu di telinga Dery. Sebua kalimat hamdallah.

Satu kalimat yang mampu menggambarkan betapa dia bersyukur memiliki suami seperti Dery.

1
Mawar_Jingga
semangat up k🤍
Mawar_Jingga
di tunggu up nya kak💪💪💪
Ichakim
gak ada kapoknya 🤣🤣
MasyaAllah
iya aku juga sering ingin menghilangkan toleransi dari polah pikir
MasyaAllah
iya juga ya😂
MasyaAllah
aku juga sering lupa kaya Tasha.
MasyaAllah
tidak akan pernah melewatkan kesempatan ini pulgoso.
MasyaAllah
ujung ujungnya
Ichakim
ini authornya gak bisa move on dari hussain 😭
Inasitinurhasanah
lanjut arthur ceritanya bagud bngt🥰🥰🥰
Ichakim
Hadeeuuh dery bikin salah paham aja
Anis Rohayati
maaf klu ada POLIGAMI GA bisa lanjut cerita ini bnr2 jenuhh dan mls buat lanjut pasti setiap baca novel karna pelakor lah karna ank lah karna poligami lah bnr2 jenuh aku
MasyaAllah
saya semakin dibuat penasaran dengan endingnya.
MasyaAllah
ayo kita Selami bersama lautan yang bernama Dery itu🤭
MasyaAllah
gininih kalau holang kayah
Hardi
sisakan untuk aku satu lelaki seperti Dery
MasyaAllah
aku juga suka banget Wangi melon.
Inasitinurhasanah
lanjut seru,,,deri cemburu kyanyà😁😁😁
Hardi
hihi senyum senyum sendiri bacanya
Hardi
ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!