Indonesia
NovelToon NovelToon
THE TALE OF ZELVA

THE TALE OF ZELVA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Ichasthetic

Zelva Althea Bahran merupakan gadis berusia 15 tahun berparas cantik nan imut. Tapi jangan tertipu dengan wajahnya yang terbilang polos, karena itu hanya cover. Kelakuannya 180 derajat berbanding terbalik. Jahil, barbar dan absurd.

Gadis itu biasa dipanggil Zelva, tingkahnya mampu membuat siapa saja tertarik padanya, termasuk 4 Prince SMA Nusa Bangsa.

Memiliki dua kakak laki-laki dengan kepribadian yang berbeda.

Gadis itu juga mempunyai 5 sahabat. Mereka bersahabat sejak SMP.

Ini kisah seorang gadis cantik namun barbar yang harus menghadapi berbagai kejadian yang tak pernah terlintas dipikirannya. Kisah tentang percintaannya, keluarganya dan persahabatannya tertera di cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichasthetic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. GRAND INDONESIA MALL

Semua pasang mata mengarah ke tempat penjualan koper pada mall besar ini, Grand Indonesia Mall. Mereka tampak bingung saat melihat empat polisi berjaga di lapak tersebut. Apalagi dijaga ketat seperti itu. Terlebih lagi saat masuk harus memperlihatkan tanda pengenal atau identitas diri.

Ini adalah hari perdana para polisi menjaga tempat-tempat penjualan koper.

"Bisa perlihatkan KTP bapak," ucap polisi pertama. Saat seorang pelanggan pria paruh baya ingin melangkah masuk ke dalam toko itu.

Pria paruh baya itu menatap bingung kearah si polisi. Apa maksudnya? Hanya sekedar masuk ke toko yang menjual koper harus memperlihatkan identitas. Seperti di bandara saja. "Buat apa saya perlihatkan identitas saya?" tanyanya ketus.

Polisi itu menghela nafas, sabar. Maklum penjagaan ini mungkin membuat mereka risih. "Maaf Pak, tapi kami harus memeriksa KTP bapak, sebelum memasuki toko ini," jawabnya sopan.

"Tapi apa alasannya?" tanya Pria paruh baya itu lagi.

"Begini Pak, kami dari pihak kepolisian sedang menjalani sebuah tugas untuk mencari buronan. Buron ini pelaku pembunuhan yang menaruh mayat korbannya di koper. Jadi kami diharuskan menjaga setiap tempat-tempat yang menjual koper," jelas polisi itu.

Pria paruh baya itu mengernyit tak suka. "Jadi kalian pikir saya buronan, hah!" katanya ketus.

Polisi itu beristighfar dalam hati. Sabar, ini adalah orang tua. "Bukan begitu Pak..."

"Lalu apa?" tanya Pria paruh baya itu memotong ucapan si polisi. Wajahnya memerah menahan emosi.

Orang-orang yang berlalu lalang menghentikan langkahnya. Mereka menemukan tontonan seru yang tidak boleh dilewatkan, bahkan sudah mengeluarkan ponsel masing-masing untuk merekam kejadian tersebut dan akan diunggahnya ke sosial media. Memang zaman sekarang, hal itu sudah menjadi kebiasaan penting.

Polisi kedua, ketiga dan keempat mendekati rekannya yang terlibat masalah dengan seorang Pria paruh baya.

"Jangan mentang-mentang kau polisi, seenak jidat kau nyuruh-nyuruh saya, ya. Berdosa kau," kata Pria paruh baya itu naik pitam.

"Bapak tenang dulu. Disini kami tidak menuduh bapak. Kami hanya ingin memastikan," ucap polisi pertama menenangkan Pria paruh baya itu.

"Itu namanya kau sudah nuduh saya," balas Pria paruh baya itu ketus. "Saya ini cuma mau beli koper, kenapa malah dipersulit," sambungnya.

"Kami tidak mempersulit Pak. Hanya ingin melihat KTP bapak saja, apa itu yang dinamakan mempersulit?" tanya polisi ketiga. Ia sudah mulai jengkel dengan Pria paruh baya ini. Justru dialah yang mempersulit polisi dalam menjalankan tugasnya. Padahal hanya sekedar memperlihatkan tanda pengenal dan itu hanya sebentar.

"Ngomong yang sopan kau sama saya. Saya ini lebih tua dari kau. Apa ini yang dinamakan polisi?" tanya Pria paruh baya itu balik.

"Ka--"

"Jangan potong dulu. Saya belum selesai bicara," ucap pria paruh baya itu yang membuat keempat polisi menahan mati-matian kesabarannya. Padahal tadi pria paruh baya ini bertanya.

"Polisi tugasnya menjaga ketentraman dan keamanan masyarakatnya bukan mempersulit masyarakatnya yang membuat kami merasa risih," sambungnya.

Karena situasi mulai menegangkan. Polisi kedua sedikit menjauh dari sumber keributan dan mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Mencari kontak penting yang harus dihubunginya.

Berdering dan akhirnya panggilannya diangkat.

"Ada apa?" tanya seseorang dari seberang sana to the point.

"Maaf mengganggu komandan, tapi kami dari tim A3 mengalami kendala," jawab polisi kedua.

Polisi tersebut menghubungi Bagas, komandannya. Maksud dari tim A3 yaitu Tim A yang menjaga dari pagi hingga sore hari sesuai ucapan Bagas. Mengenai angka 3 dibelakangnya, artinya anggota A yang dibagi-bagi sebanyak 100 lebih bagian yang berisikan 4 enggota di setiap tim-nya yang berpencar di seluruh tempat-tempat penjualan koper di wilayah ini. Sama halnya dengan Tim B, tetapi tim B akan bertugas pada sore sampai malam hari.

Seperti Tim A1 berjaga di Toko Gloria Tas-Reparasi koper SAMSONITE, LOJEL, DELSEY & custom sarung koper. Tim A2 berjaga di pasar Tanah Abang. Tim A3 berjaga di Grand Indonesia Mall. Begitu seterusnya.

Bagas mengernyit dari seberang sana. "Kendala? Kendala apa?" tanyanya.

"Begini Pak, ada pria paruh baya yang menolak untuk diperiksa KTP nya. Kami sudah menjelaskan tujuan kami sebaik mungkin tapi bapak itu tetap menentang," jelas polisi itu.

"Orang-orang seperti ini yang membuat kinerja polisi terhambat." Terdengar decakan dari seberang sana. "Kalian bertugas dimana?" tanya Bagas. Tidak mungkin 'kan, Bagas bisa mengingat tempat-tempat bawahannya berjaga karena jumlah mereka yang sangat banyak.

"Grand Indonesia mall," jawab polisi itu.

"Saya akan kesana," ucap Bagas.

"Baik Pak."

Sambungan pun terputus.

Polisi kedua melangkah menuju keributan. Kali ini situasi lebih panas dari sebelumnya ditambah orang-orang mulai mengerubungi disekitar keributan.

Tanpa mereka sadari ada seorang pria berhoodie hitam dengan menenteng tas ransel langsung masuk ke toko tersebut. Karena keempat polisi sedang teralihkan untuk menjelaskan sekaligus menenangkan si pria paruh baya. Pria itu tersenyum miring.

Saat sudah mendapatkan koper yang dirinya inginkan, koper berwarna putih. Ia membayarnya dan melangkah keluar dari toko tersebut.

"Polisi-polisi bodoh," ucap pria berhoodie hitam itu pelan.

_______________

Bagas telah tiba di Grand Indonesia Mall. Kakinya terus saja melangkah menuju toko koper. Lalu matanya sedikit melirik kearah samping saat berpapasan dengan seorang pria berhoodie hitam membawa sebuah koper berwarna putih. Bagas tak melihat jelas wajah pria itu yang tertutupi tudung hoodie ditambah tangan pria itu yang meletakkan ponsel di telinganya karena sedang menelepon, otomatis wajah pria itu ikutan tertutupi. Tetapi Bagas tetap melanjutkan langkahnya tanpa merasa curiga sedikitpun, pikirnya pria itu pasti sudah menunjukkan kartu pengenalnya pada bawahannya.

Sementara si pria berhoodie hitam kembali tersenyum miring. Saat sudah menjauh dari Bagas. Ia menurunkan ponselnya. "Ternyata seru juga," ucapnya sembari terkekeh pelan.

Pria itu sudah berada di basemant tempatnya memarkirkan mobil.

Ia memasukkan koper putih tersebut kedalam bagasi. Lalu arah matanya mengarah pada sebuah cctv.

"Benda-benda seperti itu harus disingkirkan," katanya yang masih menatap cctv tersebut.

Pria itu membuka pintu mobilnya. Lalu masuk kedalam kendaraan beroda empat tersebut. Ia mengeluarkan laptopnya dari dalam tas ransel yang selalu ia bawa. Dibukanya laptop tersebut. Jari-jarinya lihai mengetik-ngetik di atas keyboard.

"Selesai," ucapnya setelah selesai berkutat dengan laptopnya. Ia kembali memasukkan laptop tersebut kedalam ranselnya. Lalu meletakkan ranselnya ke kursi samping. Tangannya merogoh saku celana, mengambil ponsel genggamnya. Ia mengetikkan sesuatu di layar ponselnya.

Saya sudah di mobil

Setelah pesannya terkirim. Ia menaruh kembali ponselnya kedalam saku celana. Tangannya memegangi stir mobil sembari menatap kearah depan. "Mari bermain-main, gadis cantik Nusa Bangsa," ujarnya menyeringai. Pria itu menghidupkan mesin mobilnya, mengemudikannya keluar dari basemant.

1
Luluk Atunnasihah
lanjutkan epsdnya
Noey Aprilia
Rain Anjasmara kli,kn inisialnya R A...
dia sngja msuk jd gru d sma,biar lbh gmpng nyri trget....jgn blng vava jg udh d incar?????
Noey Aprilia
Ya ampyyuuunnn....
cntik plus gmesin,tp mkannya buanyakakkk.....siap2 yg bkln jd pcarnya,mst tbel dong y dompetnya...isi dmpetnya trutama....
😁😁😁
Noey Aprilia
Waahhh.....
c kk lg bgus mood'ny y????up bnyk hr ni....mksh kk....lope sekebon y....
😁😁😁
Noey Aprilia
Rsiko jd cwek cntik....d klilingi cogan mlu jdinya,kn iri.....lg dtng blan aja khwatir udh ky skit para,bkin iri pra jmblo....trmsuk akohhh.. 🤭🤭🤭
Noey Aprilia
Jgn blng vava pnya sisi psikopat jg????atw mngkn mau jd psikopat??
Duuuhhh....jgn y,mndingn jd cwek imut aja...lbh mnggemaskn drpd jd psikopat....
Noey Aprilia
Alamaaakkkk.....
yg drama kn mreka,laahhh....yg bca ikutn bapeeuurrrr......
Noey Aprilia
Duuuhhh.....jd psing nihhh....
mngkn zelva bkn adik kndungnya zigas kli y????mngkn zelva cma ank angkat....mslhnya,dia jg amnesia...jd lupa kjdian d msa lalu,atw mngkn sngja d buat lupa....
Ada rhsia apakh????
Noey Aprilia
Rbutan terooosss.....
untng regan sm gevan plus antek2nya ga pd mncul,kl nongol pst ikutn gelut....emng y,kl jd cwek cntk tu bs bkin huru hara....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Hai kk....
crtanya seru pke bgt...bru nemu hr ni,lngsung ngebut buat baca....
btw...zigas,zaka,sm zelva tu saudra kndung bkn sih????ko zigas jth cnta sm adeknya????tp bkn cnta kya'ny,tp obsesi.....mna psesif bgt lg....
lnjut dong.......😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!