Indonesia
NovelToon NovelToon
Kontrak Naga

Kontrak Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Seorang gadis tanpa bakat.
Menjadi aib bagi sebuah keluarga sihir api yang berkuasa.
Sebuah pengkhianatan yang menjatuhkannya ke jurang maut.

Tapi di kegelapan jurang, takdir memilihnya.
Kontrak dengan naga kuno mengubahnya menjadi wadah dari seluruh elemen.

Dari sampah keluarga ... menjadi ancaman bagi dunia.
Dari yang dibuang ... menjadi yang ditakuti.

Ini kisah tentang kebangkitan.
Ini kisah tentang KONTRAK NAGA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24 Dua Putra Jenius Dan Gadis Aneh

Malam di kaki gunung selalu membawa hawa dingin yang menusuk tulang, tetapi panas dari kobaran api unggun di tengah-tengah mereka cukup untuk mengusir rasa beku.

Cahaya jingga menari-nari, memantulkan bayangan panjang pada formasi batuan di belakang. Keheningan malam hanya dipecahkan oleh suara kayu bakar yang berderak sesekali, memercikkan bara kecil ke udara gelap.

Eliya, Kael, dan Rayn. Mereka duduk melingkar, melepas lelah setelah perjalanan panjang melintasi perbatasan wilayah luar dan pertempuran menaklukkan inti sihir api di puncak gunung Drakhor.

Di sanalah mereka, di kaki pegunungan Terravon, sebuah kombinasi paling aneh yang pernah tercatat dalam sejarah baru di benua dunia Aethervan.

Kael, yang biasanya paling tidak bisa diam, menatap api unggun dengan pandangan menerawang sebelum akhirnya memecah kesunyian.

"Jadi," kata Kael lambat-lambat, seolah sedang menyusun teka-teki rumit di dalam kepalanya.

"Angin." Dia menunjuk dirinya sendiri dengan ibu jari, merujuk pada elemen sihir murni yang mengalir di dalam darahnya.

Pandangannya kemudian bergeser ke sisi kanan.

"Api." Dia menunjuk Rayn, si penyihir penghancur yang reputasinya sudah membakar setengah dari kerajaan besar Ignis.

"Dan kau ...." Kael mengalihkan telunjuknya tepat ke arah hidung Eliya, matanya menyipit penuh selidik, tapi ada binar kekaguman di sana.

"... semua elemen? Bagaimana bisa?" Kesunyian di antara mereka pecah.

Rayn tidak langsung merespons. Dia perlahan menyeruput air pegunungan dari cangkir bambunya, membiarkan hawa sejuk pegunungan menerpa wajahnya yang bergaris tegas. Setelah meletakkan cangkir bambu itu, bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang jarang terlihat.

"Menarik," sahut Rayn dengan suara beratnya yang khas. "Dua Putra Jenius dari dua kerajaan besar sekarang berkumpul. Dan di tengah-tengah kita, ada satu wanita yang berhasil membuat kita berdua terlihat seperti orang bodoh." Ia berdecak, bukan kesal.

Eliya spontan tertawa renyah, mencoba mencairkan atmosfer yang mendadak terasa terlalu dramatis.

"Jangan berlebihan. Aku ini hanya mantan karyawan lembur kantoran yang sialnya bereinkarnasi ke dunia aneh ini. Keterampilan utamaku di kehidupan lalu hanya bertahan hidup dengan kopi dan tumpukan dokumen pekerjaan. Kalian berdualah jenius yang sesungguhnya, lahir dengan bakat yang bisa meratakan gunung." Eliya berkata, matanya menatap kagum pada mereka.

Mendengar jawaban itu, suasana sempat menjadi canggung selama beberapa detik. Kael berkedip heran, sementara Rayn hanya menatap gadis itu lekat-lekat, mencoba mencerna istilah 'karyawan lembur' yang sering dilontarkan Eliya.

Namun, kebingungan itu tidak bertahan lama. Detik berikutnya, kecanggungan itu pecah menjadi tawa bersama. Kael tertawa lepas sampai bahunya terguncang, dan Rayn terkekeh pelan sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sementara Zharvion, tetap tenang di atas pundak Eliya. Mata kecilnya terpejam, tubuhnya meringkuk nyaman.

Rayn menatap lekat-lekat binatang kecil itu. Kecurigaannya timbul, dugaannya adalah kadal itu bukan kadal biasa.

"Eliya, di mana kau bertemu kadal itu? Kurasa aku pernah melihatnya di buku kuno di perpustakaan keluargaku," tanya Rayn, matanya semakin dalam menatap sosok kecil di pundak gadis itu.

Kael ikut melihat, dia tidak pernah menyadari keberadaan makhluk kecil itu. Tidak pernah bertanya meskipun sering melihatnya merayap di tubuh Eliya.

Eliya melirik, menyentuh kepala Zharvion dengan telunjuknya.

"Dia binatang sihir yang aku bangkitkan saat aku dibuang di jurang. Zharvion. Di sana juga aku mendapatkan sihir pertamaku. Sihir angin," jawab Eliya sambil tersenyum.

Ia tidak mengatakan bahwa Zharvion adalah naga kuno penjaga bintang sihir yang sudah tertidur selama ribuan tahun di jurang Lembaran Naga.

Kael tertawa kecil dan berkata, "Kau seorang jenius yang menguasai lebih dari satu elemen, hanya bisa membangkitkan seekor kadal kecil itu?"

Eliya tidak menyahut, tidak banyak yang tahu tentang naga tertidur itu. Tapi penyihir tua pasti tahu siapa sosok Zharvion.

Rayn tercengang mendengar nama yang sudah punah ribuan tahun lalu. Matanya berkedip-kedip tak percaya, bibirnya terbuka hendak bicara. Dia tahu tentang makhluk legenda itu, semua penyihir menginginkan kontrak dengannya.

"Kau mengikat kontrak dengannya? Bagaimana mungkin? Zharvion tidak pernah memiliki tuan. Begitu yang aku tahu dari buku kuno," ujar Rayn tak percaya.

Kael bungkam, mungkin ada kejutan lain yang belum dia ketahui dari sosok Eliya.

"Entahlah. Terjadi begitu saja," sahut Eliya tak acuh.

"Pantas saja dia memilihmu. Kau adalah wadah, Eliya." Rayn kembali bergumam, semakin membuat Kael merasa bingung.

"Tunggu, apa yang sedang kalian bicarakan? Bukankah itu hanya kadal?" Kael menatap mereka berdua.

'Zharvion, katakan! Apakah tidak semua penyihir tahu tentang keberadaanmu?'

Eliya bertanya melalui pikiran, ia kira semua tahu tentang legenda itu.

"Bagi penyihir seperti Rayn, tentu mereka tahu. Tapi, orang-orang seperti Kael tidak akan pernah mengingat namaku."

Zharvion menjawab, suaranya menggema di alam pikiran Eliya.

"Kael, apa kau benar-benar seorang jenius dari Venthora? Kau yakin tidak tahu siapa Zharvion? Aku meragukan kejeniusanmu," ujar Rayn sembari melipat kedua tangan di dada.

Kael melongo, menatap mereka dengan wajah bodoh. Tiba-tiba ia terdiam seolah-olah mengingat sesuatu.

"Tunggu, sepertinya aku pernah mendengarnya. Ingatanku tidak jelas," jawab Kael mengangkat bahunya.

Rayn menggelengkan kepala, kemudian bangkit berdiri. Lalu, bersimpuh di hadapan Eliya, kedua tangan ke depan dengan jemari yang saling bertumpu. Kepala menunduk, sikap hormat saat bertemu seorang penguasa.

Kael mengernyit, semakin bingung. Begitu pun dengan Eliya. Apakah Rayn memberikan hormat padanya, atau entitas yang membangkitkan wadah di dalam dirinya. Yaitu Zharvion?

"Aku tahu siapa kau. Sudikah Sang Agung menampakkan wujud mulianya di hadapan manusia lemah ini?" ucap Rayn membuat suasana berubah menjadi canggung.

"Kenapa dia melakukan itu, Zharvion?" tanya Eliya berbisik di dalam pikiran.

"Para manusia lemah memang sudah seharusnya melakukan itu ketika bertemu denganku." Jawaban Zharvion membuat Eliya membeku di tempatnya.

"Baiklah, manusia kecil! Aku akan menampakkan wujudku di hadapanmu," ucap Zharvion. Kali ini suaranya dapat terdengar oleh Kael dan Rayn.

Swoosh!

Sebuah angin besar melesat di antara mereka, memadamkan api unggun yang sejak tadi menyala. Hawa dingin menusuk tulang, gumpalan awan tercipta begitu saja di langit tempat mereka bernaung.

Ketiga orang itu mendongak, menatap sosok yang diagungkan oleh para leluhur penyihir di dunia Aethervan. Kael, bergidik ngeri merasakan kehadiran sosok legenda yang tak pernah ia duga.

Di langit, dari dalam gumpalan awan hitam, muncul sepasang mata emas raksasa yang menembus kegelapan. Perlahan, bayangan naga kuno berwarna emas muncul seiring awan terbelah. Sosok itu seperti makhluk asing yang datang dengan merobek waktu.

Rrrrrr!

Zharvion menggeram pelan, ia meliuk di langit dan turun dengan kecepatan luar biasa. Lalu, melilit tubuh Eliya dan meringkuk di dekatnya.

"Kau beruntung, Anak Muda. Di usia semuda kalian, bisa bertemu dan berbicara langsung denganku," ujar Zharvion.

Kepalanya yang besar berada di atas tubuh Eliya. Rayn mendongak, menatap takjub pada sosok legenda yang selama ini hanya dia lihat di kitab kuno di perpustakaan keluarganya.

"Terima kasih, Sang Agung. Sungguh kehormatan bagi kami dapat bertemu dengan legenda yang diagungkan semua orang," ucap Rayn penuh syukur.

Sementara Kael membeku di tempatnya. Menatap tak berkedip sosok naga emas raksasa yang muncul di tengah-tengah mereka.

"Sang penjaga bintang sihir. Apakah aku sedang bermimpi?" Kael berguman, ia tertegun saat mata Zharvion beralih padanya.

Aw!

Kael terlonjak saat sebuah cubitan cukup keras mendarat di lengannya. Artinya dia tidak sedang bermimpi. Lalu, ikut bersimpuh seperti Rayn.

"Hamba yang lemah memberi hormat pada Yang Agung," katanya dengan kepala tertunduk.

Tak ada jawaban, hembusan napas Zharvion menguar dingin dari kedua lubang hidungnya. Binatang kuno itu kembali menyusut, merayap di tubuh Eliya, dan meringkuk nyaman di pundaknya.

Kael meneguk saliva, semakin mengagumi sosok gadis di depannya itu. Mereka kembali duduk bersama meski sedikit merasa canggung. Cakar besar Zharvion terus membayangi pikiran Kael.

Di bawah langit bertabur bintang, ada debaran halus yang mendadak menyusup di dada mereka ketika tatapan ketiganya saling berpapasan.

Tatapan Kael yang hangat dan penuh rasa ingin tahu, berpadu dengan sorot mata Rayn yang intens dan protektif. Jalur romansa tipis tampaknya mulai mengintai di antara interaksi mereka.

Eliya berdeham pelan, menepis bayangan itu dari benaknya. Untuk sekarang, mereka adalah satu tim yang harus solid. Masa depan dunia Aethervan ada di tangan mereka.

"Eliya, bisa kau ceritakan bagaimana kau bertemu dengan Zharvion dan mendapatkan sihir elemen angin?" pinta Kael penasaran.

"Saat itu ...."

1
beybi T.Halim
kok yaa kasihan,kan ada 4 kerajaan apakah tak ikut bertempur?? atau malah sdh mati semua🙈
Aisy Hilyah: nah itu, udah ngilang semua itu
total 1 replies
beybi T.Halim
ceritanya sungguh bagus,sepanjang episode nahan nafas terus,karakter eliya sang badai benar2 tangguh,kuat dan tentunya ada sisi melow nya ,dikelilingi pangeran tampan dari 4 kerajaan, tak sabar untuk episode berikutnya👍👍👍👍👍semangat
Aisy Hilyah: terimakasih banyak 😍😍
total 1 replies
beybi T.Halim
keren👍
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Pena Quality
nice
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!