Indonesia
NovelToon NovelToon
Classic Love Story

Classic Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:42k
Nilai: 5
Nama Author: silvinaoktariani

Adibah adalah seorang gadis cantik yang baik hati, mudah bergaul, dan cerdas tentunya. Masa remajanya berjalan normal seperti remaja pada umumnya. Saat dia menginjak kelas XI dia terpaksa harus berpindah sekolah atas permintaan Bundanya (Dinda). Kepindahan nya pun tidak mempengaruhi kehidupannya, semuanya tetap berjalan normal, bahkan dia bisa menjumpai cinta pertama nya di sekolah barunya, yaitu (Steven)

Hingga pada suatu kesempatan Adibah bertemu dengan sang Ayah yang sudah sangat ia rindukan, selain itu Adibah juga mengetahui kalau ia memiliki seorang saudara tiri yang merupakan cinta pertama Steven (Sella) yang ternyata memiliki dendam masa lalu kepada Adibah dan Bundanya, dan semenjak itu kehidupan Adibah di penuhi dengan masalah masalah yang Adibah sendiri tidak mengerti apa penyebab dan bagaimana cara menyelesaikannya.


penasaran dengan akhir ceritanya ?

yuk langsung baca ceritanya, happy reading 😉

Jangan lupa Follow, like, Vote, and coment ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon silvinaoktariani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelas XII

Pagi hari yang cerah menyapa, matahari yang bersinar menghangatkan penghuni bumi. Gadis cantik sudah siap dengan seragamnya hari ini adalah hari pertama ia menginjakan kaki di kelas XII. Gadis tersebut turun kelantai satu untuk melaksanakan aktifitas sarapan pagi.

" Morning bunda...cup " Adibah mencium pipi Dinda

" Morning sayang, sudah mendingan " tanya dinda disela sela sarapannya.

Seminggu yang lalu, tepatnya sepulang adibah bertemu heri, adibah jatuh sakit karena hujan hujanan malam itu. Namun adibah tidak bercerita yang sebenarnya kepada Dinda. Ia terpaksa berbohong bahwa ia hujan hujanan bersama steven.

Adibah tidak ingin Jika Dinda tahu pasti dinda tidak akan mengizinkan adibah untuk bertemu heri lagi, dan dinda juga pasti akan marah dengan steven.

" udah dong bun, lihat nih dibah udah ceria gini " ucap adibah memutar tubuhnya.

" iya deh percaya, sarapan gih ntar telat " ucap dinda, adibahpun duduk disamping dinda dan melaksanakan perintah dinda.

Setelah selesai Adibah berpamitan untuk berangkat kesekolah.

" Bun dibah berangkat ya, Assalamualaikum " Adibah mencium punggung tangan dinda.

" waalaikumsalam kamu bareng steven ?" tanya dinda, sontak adibah menghentikan langkahnya.

" eeh gak bun, dibah bareng pak hadi aja, steven....ada urusan " alibi adibah.

" kalian gak lagi berantem kan ?" selidik dinda melihat gerak gerik adibah yang mencurigakan, pasalnya adibah itu jarang sekali berbohong dan jika ia berbohong tidak akan bertahan lama pasti ketahuan.

"eeeh, aduh dibah berangkat ya ntar telat, bye bun " adibah langsung berlari menghampiri pak hadi.

Pak hadi kaget melihat adibah yang terlihat ngos ngosan saat menghampirinya.

" neng dibah kenapa ? maraton kok pake seragam " pak Hadi sedikit terkekeh.

" ih pak Hadi, berisik udah aa ayo anterin dibah ke sekolah " titah adibah.

" den steven mana neng ?" tanya pak hadi penasaran.

" mati, ayo pak " perintah adibah lalu memasuki mobilnya diikuti oleh pak hadi.

" ntar mati beneran neng dibah nangis lagi " ledek pak hadi.

" ih pak hadi sekarang nyebelin.... udah jalan aja " rajuk adibah.

Pak hadi hanya terkekeh melihat tingkah anak majikannya ini yang moodnya suka berubah ubah. Pak hadipun menjalankan mobilnya. Suasana dimobil hening adibah menatap jalanan yang ramai dilalui pengendara mobil, motor, kendaraan umum,dan beberapa pejalan kaki. Adibah masih teringat kejadian malam itu dimana ia mengetahui bahwa sella adalah saudara tirinya, dan steven yang menghianatinya, Adibah masih tidak menyangka Steven bisa setega itu kepadanya. Hingga tanpa sadar mobil mereka sudah tiba didepan sma bakti mulia.

" Neng...neng dibah udah nyampe " ucap pak hadi membuyarkan lamunan adibah.

" eeeh, iya pak, ntar pulang sekolah jemput ya pak " ucap adibah yang diangguki oleh pak hadi, lalu adibah turun dari mobil.

Adibah melangkahkan kakinya menuju koridor sekolah, banyak pasang mata yang memperhatikannya, adibah hanya membalas senyum ramah. Tiba tiba seseorang mengagetkannya.

" woii dedek dibah udah sembuh nih ?" tanya fajar menepuk bahu adibah.

" ih fajar kaget tahu " adibah mengerucutkan bibirnya.

" udah ngomel ngomel tandanya udah sembuh beneran guys " ucap fajar pada Tasya dan alex dibelakang mereka.

" Berisik lo, awas ntar adibah sakit lagi gara gara denger ucapan lo yang unfaedah " Tasya maju kedepan dan mendorong pelan tubuh fajar agak bergeser.

" resek lo huhh " ucap fajar lalu pindah kebelakang berjalan beriringan dengan alex.

" lo yang resek " ucap alex sarkas.

" depan belakang salah, bunuh aja gue guys bunuh " ucap fajar dramatis.

" Berisik " teriak adibah, Tasya dan alex berbarengan membuat fajar terdiam.

" anjim kompak amat " fajar meneguk salivanya.

Melihat wajah konyol fajar membuat Adibah, Tasya, dan Alex tertawa. Mereka terus berjalan menuju kelas baru mereka, mereka saling bercanda dan tertawa bersama. Indahnya persahabatan.

Tanpa mereka sadari dibelakang mereka ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka. Yang satu menatap penuh kebencian dan yang satu menatap senduh kearah mereka. Mereka berjalan mendekati adibah dan...

Brukkk.....

" Ups...sorry gak sengaja " ucap gadis tersebut setelah berhasil membuat adibah terjatuh.

" lo gak punya mata ya, koridor luas kali mesti banget sampe ngedorong adibah " omel tasya sambil membantu adibah berdiri.

Adibah membersihkan seragamnya yang sedikit kotor karena terjatuh beruntungnya jatuhnya tidak terlalu keras. Adibah menatap sella menggandeng tangan steven membuat ia teringat akan kejadian malam itu, adibah menarik nafas dan menghembuskannya untuk menutupi rasa sakit dihatinya.

" gue gak sengaja, adibah juga gak kenapa kenapa kan " ucap sella tanpa rasa bersalah, ya mereka adalah steven dan sella.

" loh steven pacar lo jatuh bukannya dibantuin malah gandengan sama mak lampir " sambung fajar.

Steven bukan tidak berniat membantu adibah, namun saat ia ingin membantu adibah tadi sella langsung menahan pergelangan tangannya.

" sorry ya mulai sekarang steven pacar gue " ucap sella dengan bangga.

Adibah menatap steven dengan pandangan yang sulit diartikan, Hati steven serasa tercubit melihat tatapan adibah. Sesungguhnya steven tidak tega melihat adibah seperti ini tapi apa boleh buat ia telah berjanji kepada heri ayah adibah dan sella.

" gak usah halu " ucap alex keki.

" kalau gak percaya kalian tanya aja sama steven " ucap sella bangga yang membuat semuanya menatap steven.

Steven yang ditatap tidak tahu harus berkata apa, ia bingung andai perjanjian sialan itu tidak ada, pasti ia tidak akan terjebak seperti ini.

" Udah gue mau kekelas " ucap steven langsung berlalu meninggalkan adibah dkk, diikuti oleh sella yang tersenyum sinis kepada Adibah.

" Dib lo baik baik ajakan ? " ucap tasya.

" i am oke " adibah tersenyum pilu.

" lo hutang cerita kekita " ucap alex berjalan lebih dulu.

" maaf " lirih adibah.

" its ok, kita selalu ada buat lo kok dib " ucap fajar bijak yang membuat tasya cengok.

" lo salah minum obat ?" tasya menempelkan punggung tangannya kejidat fajar.

" apaan sih lo " fajar menepis tangan Tasya.

" sakit elah tapi tumben lo bijak " sindir tasya mencebikkan bibirnya.

" suka suka gue lah " balas fajar keki.

" santaii dong "

" apa lo mau berantem, hayoo... siapa takut " Tantang rajar.

Tasya sudah mengambil ancang ancang untuk menggebuki fajar. Namun niatnya harus tertunda karena larangan adibah.

" ih udah udah ayo kekelas udah mau bel, upacara sebentar lagi dimulai " adibah menarik tangan tasya berjalan lebih dulu.

" urusan kita belum selesai " ucap tasya sebelum meninggalkan fajar sendirian.

" woii kok gue ditinggalin sih " teriak Fajar mengejar adibah dan tasya. Saat di ujung koridor tiba tiba adibah ditabrak seseorang yang membuatnya kembali terjatuh.

" Astaghfirullah nasib banget deh baru pagi udah dua kali jatuh " kesal adibah.

" dib ngapain duduk dibawah " tanya Tasya.

" jatoh tasya pinter " kesal Adibah pada tasya yang hanya melihatnya tanpa berniat membantu.

" oh kirain jadi suster ngesot " Tasya menertawakan adibah.

" Resek lo bantuin kek " ucap adibah yang menerima uluran tangan Tasya.

Adibah kembali membersihkan seragamnya yang kotor, dan beralih kepada orang yang menabrak adibah.

" kalo jalan hati hati " peringat adibah kepada laki laki yang berdiri dihadapannya saat ini.

" Lo...."

" kamu...."

1
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
semangat terus
Aris Pujiono
semangat hor
Aris Pujiono
semangat kak
Вet¡¡πа ♡
mampir Thor. semngat
Aris Pujiono
aku bacanya nyicil kak ya
Novellette (akun thor hiatus)
semangat thor,moga suka karyaku genre fantasi timur lg br dipubliksh, kalo suka kilk profilku, maaf gak sopan
Silvina: siap kak
total 1 replies
~°•●Dee_K●•°~
mmpir kk. nnti lnjut lagi ya
Silvina: siap kak
total 1 replies
Watilaras
like like kak
🌹Dina Yomaliana🌹
like sudah mendarat 😘🖤 semangat terus kakak🖤🖤
🥀|bINInYa MaKnAe|🥀
semangat terus thor, mampir nic🤗
Silvina: siap kak
total 3 replies
🎩Dina Rhea🐝⃞⃟𓆊🏚️🎯™
Semangat terus author buat novelnya

tetap berkarya selalu like done 👍🏻
Silvina: Terimakasih sudah mampir kak 😊
total 1 replies
TK
next up Thor 👍
TK
Anne dan Anna hadir 👍
Silvina: Terimakasih sudah mampir kak 🙏
total 1 replies
aje
aku mampir
Silvina: ok kak
total 1 replies
🌹Dina Yomaliana🌹
9 like mendarat😘😘😘
Silvina: Terimakasih kak 😊
total 1 replies
🌹Dina Yomaliana🌹
semangat up kakak😘😘😘
Apple
aku dah mampir kak😘

semangat 👍
Je Moeljani
Annyeong👋👋👋
✓mampir lagi
✓10 like lagi
✓5 bintang
Sukses selalu buat kakak Author yang keren ini❤️❤️❤️
Jangan lupa dukung karyaku ya.. makasih kak🙏🙏🙏
From 'Hope for Happy Ending'
Silvina: ok kak terimakasih 😊🙏
total 1 replies
Susi Ana
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!