Indonesia
NovelToon NovelToon
Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors

Status: tamat
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:11.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nnot Senssei

"Aku akan berusaha melawan badai yang akan menerpaku kapanpun itu. Aku siap menerima serangan badai yang besar sekalipun. Aku tidak takut kepada besarnya badai, aku tidak gentar terhadap ganasnya badai. Aku juga tidak akan menyerah walau badai itu terus menggulungku. Aku akan berusaha berdiri di atas badai itu. Aku akan menghadapi badai itu. Aku akan melawan badai itu. Aku akan menari diatas badai itu pula. Hingga pada akhirnya, badai itu bisa menyatu dengan diriku. Aku adalah badai dan badai adalah aku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nnot Senssei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan di Hutan Tak Berpenghuni

Ma-maksud senior? Kenapa Anda penasaran dengan junior ini?" tanya Shin Shui yang semakin kebingungan menghadapi situasi ini. Jelas bahwa dia tidak mengerti sama sekali apa yang dimaksud sosok misterius itu.

"Aku penasaran denganmu, siapa namamu? Dan darimana kau berasal?" tanya pria tua itu kepada Shin Shui.

"Namaku Shin Shui, aku berasal dari daerah yang berdekatan dengan hutan larangan senior," jawab Shin Shui.

"Hmmm …" tatapannya menjadi sangat tajam. "Lalu, darimana kau mendapatkan pakaian serta pedang itu?" tanyanya lagi. Dia mulai mengeluarkan sedikit hawa pembunuhnya untuk mengintimidasi Shin Shui.

"A-aku mendapatkan pakaian dan pedang ini dari guruku senior," tubuh Shin Shui merasa sedikit tertekan oleh hawa pembunuh pria tua itu.

"Hmmmm," tatapannya menjadi lebih tajam. Angin mulai bertiup kencang tak tentu arah. Dari balik tubuh pria itu mendadak kelaur cahaya emas.

Tiba-tiba pria tua itu menyerang Shin Shui dengan mengibaskan tangan kanannya. Kibasan itu menghasilkan deru angin yang tajam, beberapa pohon tumbang akibatnya.

Shin Shui yang tidak siap dengan serangan dadakan itu ikut terpental dan menabrak beberapa pohon di belakangnya hingga tumbang. Darah sedikit mengalir dari sudut bibirnya. Segara saja dia menyeka darah tersebut.

"Kekuatannya sungguh mengerikan. Kibasannya saja sedahsyat ini. Apalagi pukulannya." Shin Shui bergumam sendiri sembari meringis menahan sakit di dadanya.

"Maaf senior, apa kesalahan junior sehingga diserang seperti ini?" tanya Shin Shui. Meskipun dia sudah terpancing amarah, namun tentu saja dia tidak mau bertindak gebabah. Apalagi setelah mengetahui kekuatannya.

"Sudah kubilang kau tidak mempunyai kesalahan, aku hanya ingin menguji kekuatanmu sampai mana. Keluarkan apa yang kau bisa, aku ingin melihatnya," sektika sosok itu melesat ke arah Shin Shui dengan sebilah pedang bermotif naga.

Tak mau mengambil resiko, Shin Shui langsung berniat menyambut serangan yang akan datang ke arahnya. Dia langsung mengeluarkan Pedang Halilintar miliknya.

Dua pusaka tingkat tinggi itu beradu, suaranya menggema di hutan itu. Angin kencang seakan mendukung pertarungan tersebut. Sosok pria tua itu menyerang Shin Shui dengan ganas. Gerakannya sangat cepat dan sulit untuk ditangkis.

Dia menyerang ke setiap bagian vital, jelas bahwa Shin Shui kelabakan menerimanya. Seiring berjalannya waktu, gerakan pedangnya semakin cepat dan setiap sabetannya menghasilkan cahaya emas.

Meskipun dari awal Shin Shui sudah mengeluarkan jurus Tarian Pedang Halilintar, namun tetap saja dia tidak bisa melukai lawan. Jangankan melukai, menembus pertahanannya pun sangat sulit.

Sosok pria tua itu kembali menyerang Shin Shui, kali ini gerakan pedangnya mirip seperti kibasan ekor yang menyabet mangsa kesana kemari. Cepat, rumit, dan tentunya mematikan.

Hingga pada akhirnya, paha sebelah kiri Shin Shui terkena serangan sosok pria tua itu. Darah mulai keluar, luka sayatan yang dia terima cukup dalam.

Pria tua itu mundur beberapa langkah. Pedangnya ditancapkan, matanya terpejam sesaat. Hingga pada akhirnya, dia mencabut pedang itu dan mengangkatnya menunjuk ke atas langit.

Sesuatu aneh terjadi, langit mendadak mendung. Hawa kematian mulai terkumpul ditempat itu, Shin Shui masih menahan sakitnya.

"Tebasan Naga Emas …"

Dia mengibaskan pedangnya ke arah Shin Shui berada. Seketika itu juga, dari langit mendadak muncul bayangan naga berwarna kuning emas dengan panjang ratusan meter mengarah kepada Shin Shui. Seolah naga itu terlihat akan menelannya bulat-bulat.

Naga itu melaju dengan sangat cepat ke arah Shin Shui. Semakin dekat, semakin dekat, dan tiba-tiba ….

1
dede eti wahyuni
berarti dekat cuma 2 hari jalan kaki melewati 5 kota besar
Bucekjohn.22 Bucekjohn
hadeh .. kantong spasi .. berisi harta .. dibiarkan sia sia, mangsa dibiarkan kabur bawa harta ... hambar hambar ...
Aura Ayu
MC model kek gini nih yang bikin emosi, masih sedikit naif, untuk apa coba ngasih senjata segala, dia yng nolong dia yang ngasih hadiah aneh😑setidaknya kasihlah ke orang yang menurut mu paling deket kelak, jangan asal ngasih, ya gw tau lu kaya skrng tapi kan itu, berkat pemberian guru, bukan mutlak jernih payahmu sendiri kan😑hedeh, tapi coba deh baca lebih lanjut, kalau terus gini tak ada ke naikan sikap, mending skip aja lah🥱
Asiana Tyas
bagus thor
long pu
novel sampah🤢
Aura Ayu: ra suka skip aja
total 1 replies
Zul Fiandi
kok jarang sayaliat tiap membunuh lawan nya jarang mengabil cicin penyimpanan lawan nya tor apa terlalu kaya guru nya zenzui itu😄
Rusdi Bintang
coba ikutin ceritanya dulu kalo hiatus mending tinggalin
⚔️ KING HELL ⚔️
Kirain ceritanya bagus, nggak taunya sampah juga 😁
⚔️ KING HELL ⚔️
Ceritanya ngelantur kemana-mana 😀
Eriksilvi
peran mcnya sangat tidak pas sangat tidak berperan seperti nya peran MC hanya sekedar saja. 🤭🤭😄
Aliff Aiman
next time buat novel kurangkan bercakap benda yang tidak perlu , sikit sikit okay . lama lama orang baca jadi rasa mahu maki saja 🐒
Aliff Aiman
ini lah masalah kalau dah ada perempuan , macam bodoh 🐒
Ferdy Palit
cara berperang bertele tele ya ...pendekar apaan..
Roni Sakroni
terima kasih atas cerita ini thour
Roni Sakroni
sudah tahu efek bertarungnya bisa menghaturkan sekitarnya. malah bertarung di lokasi istana.
Roni Sakroni
Yun mei lebai aaahhhh.....
Roni Sakroni
makan mlulu
Roni Sakroni
seharusnya sang Phoenix disuruh ambil jamur seribu hasiat itu. biar cepet selesai.
Roni Sakroni
emang KLO sudah lihat wanita cantik siapapun terlena.....
Roni Sakroni
apa karena cantik sehingga melawan dengan terpaksa sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!