Empat pemuda terpopuler di sekolah yang selalu menjadi idola para gadis serta di segani oleh para pelajar lainnya, mereka di agung agungkan meskipun sikapnya buruk suka mengancam dan membully siapapun yang tidak di sukai oleh mereka
Seorang gadis dari keluarga kaya terpaksa menyamar untuk masuk ke sekolah impiannya demi menjaganya dari musuh bebuyutan sang ayah, Permusuhan diantara gadis tersebut dengan ketua geng pemuda terpopuler itu berawal dari ketidaktahuan sang gadis yang memicu kemarahannya
Setiap anak yang dia bully mulai melawan setelah gadis itu muncul, hingga keempat pemuda itu bertaruh untuk mengeluarkan gadis itu dan menjebak sang gadis dalam sebuah pertaruhan agar dapat takluk pada mereka, Dari sanalah kisah cinta mereka di mulai..
Namun, dendam keluarga membuat mereka harus ikut mengusut semua permasalahan kedua keluarga untuk dapat bersama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ai laelasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 35
"Aku pergi ma.. mama dan papa jaga kesehatan, aku akan merindukan kalian'' Raina memeluk kedua orang tuanya bergantian
" Kau yang harus jaga diri, jangan sibuk pacaran sebentar lagi kau akan masuk Universitas " ucap sang ayah
"Papa bicara apa? siapa yang pacaran? "
"Benarkah? lalu kenapa wajahmu memerah" goda sang ayah
"Sudah sudah.. kau ini senang sekali mengganggunya, lihatlah wajah anakku sudah semerah tomat" ucap Sherina
"Mama juga sama" kedua orang tuanya terkekeh melihat sang anak yang malu malu kucing
"Itu dia teman mu sudah datang" Arga menekankan kata teman untuk menggoda Raina
"Iya teman hanya teman" ucap Raina
"Selamat sore paman, bibi" ucap Sky
"Selamat sore, kalian mau langsung pergi? bagaimana kalau mampir dulu sebentar? " ucap Arga
"Bole... " Sky hendak menjawab tapi Raina segera menyergah
"Tidak perlu.. kita langsung pergi saja" Raina mencium pipi ayah dan ibunya lalu menarik tangan Sky pergi
"Anak kita sudah dewasa" ucap Sherina seraya menyandarkan kepalanya di bahu Arga
"Apa kita tidak akan mempunyai Raina yang lain? " Ucap Arga sambil memeluk Sherina
"Kita sudah tua"
"Kau meragukan kemampuan ku? aku bahkan bisa memberikan 10 Raina kecil untukmu" Sherina hanya menanggapi suaminya dengan tertawa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Foto gadis itu sudah saya kirim tuan" Ucap mata mata yang di tempatkan di rumah Arga
"Aku belum lihat, aku benar benar sibuk saat ini jangan melakukan apapun amati saja mereka" ucap Arthur lalu mematikan sambungan teleponnya
Arthur benar-benar disibukan dengan pekerjaannya dia tidak sempat melihat foto yang di kirim anak buahnya, mungkin untuk beberapa hari Arga dan keluarganya akan aman sampai pekerjaan Arthur selesai
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sky belum kembali? " tanya Caitlyn yang baru saja datang
"Belum.. mungkin dia sedang bersama Raina" jawab Eliezer sambil menatap layar ponselnya
Saat Caitlyn hendak menelpon Sky tiba-tiba pintu terbuka, Sky dan Raina berjalan bergandengan tangan masuk kedalam
"Sky kau dari mana saja? kenapa kau tidak pulang? Ibumu khawatir teleponnya juga tidak kau jawab"
"Bukan urusanmu" Jawab Sky sambil berlalu membawa Raina ke kamar
"Sky... " Caitlyn hendak membuka pintu kamar namun pintunya di kunci
"Sudahlah Caitlyn, Sky tidak akan menyukaimu lebih baik kau bersamaku saja" celetuk George
"Tutup mulutmu atau sepatu ini akan melayang ke kepalamu" ucap Caitlyn membuatnya ditertawakan oleh Eliezer dan Stuart
"Kalian sama sama menyebalkan " ucap Caitlyn lalu keluar
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Beberapa hari kemudian Arthur kini melihat siapa anak Arga yang selama ini di sembunyikan, Sebuah kebetulan Karena Arthur berniat memisahkan Sky dengan Raina
Saat di sekolah Raina di panggil ke ruang guru di ikuti Sky dan ketiga temannya, Sky ingin ikut masuk namun di tahan membuat Sky tidak tahu apa yang di bicarakan guru dan Raina di dalam sana
Raina keluar dengan wajahnya yang sedih membuat Sky khawatir, Sky menarik Raina ke dalam pelukannya lalu menepuk nepuk punggungnya
"Ada apa? " Tanya Sky
"Tidak ada... ayo ke kelas" Raina menarik Sky pergi dari sana
Tampaknya Raina sedang menyembunyikan sesuatu dari Sky, Sky menahan tangan Raina lalu berdiri berhadapan seraya memegang kedua bahu Raina
"Katakan apa yang terjadi? jangan membuatku Khawatir"
"Tidak apa apa Sky, Aku hanya di peringatkan agar terus belajar untuk mempertahankan beasiswaku" ucap Raina
"Kau orang berada kenapa harus mengandalkan beasiswa? kau bisa membayar dan jangan pusing pusing belajar dengan keras"
"Kau tidak tahu saja Sky, aku ingin tetap mempertahankan beasiswa ini sampai aku masuk Universitas bahkan sampai lulus " ucap Raina
"Kau mempersulit hidupmu sendiri"
"Tidak apa apa.. aku puas dengan kerja kerasku, aku harus mampu berdiri di atas kakiku sendiri, itu yang ayahku katakan" ucap Raina
Saat malam hari Sky tertidur setelah makan malam bersama, Raina diam diam masuk ke dalam kamar Sky saat tengah malam
Di pandangnya wajah Sky sambil duduk di tepi ranjang, Sky yang tidur nyenyak tidak terganggu sama sekali saat Raina membelai wajahnya
"Maaf Sky aku tidak menceritakan semuanya padamu" ucap Raina lalu keluar dari kamar Sky
"Bagaimana keadaan papa? " tanya Raina saat menelpon mamanya
"Aku pulang sekarang, lagi pula beasiswaku sudah di cabut.. mama jangan khawatir aku bisa bekerja untuk membantu papa, mama jangan terlalu stres" ucapnya
Raina diam diam memasukkan semua bajunya kedalam koper lalu kembali ke kamar Sky untuk meletakkan sebuah surat di mejanya, Raina keluar dari asrama itu tanpa di ketahui oleh siapapun
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Papa Raina terbaring di rumah sakit dalam keadaan stroke bersamaan dengan dikeluarkannya Raina dari sekolah saat itu juga perusahaan papa Raina bangkrut total
Mereka mempunyai sedikit tabungan namun akan dihabiskan oleh perawatan papa Raina di rumah sakit, semua perhiasan mama Raina sudah di jual untuk menutupi kebutuhan hidupnya
"Mama... " Raina membuka pintu kamar dimana ayahnya di rawat
"Apa yang sebenarnya terjadi? " tanya Raina
"Entahlah.. sepertinya kolega papa berbuat curang dan menjadikan papa sebagi kambing hitam, dari awal mama sudah curiga dengan kerjasama itu sekarang kita tidak memiliki apapun lagi"
"Sudah ma.. aku akan mencari pekerjaan dan mama hanya perlu menjaga kesehatan dan merawat papa"ucap Raina
" Sayang... " papa Raina terbangun, bicaranya tidak jelas dengan bibir yang tidak simetris
Sebelah bagian tubuhnya mati membuat papa Raina hanya bisa berbaring dan duduk di kursi roda, papa Raina menangis air matanya begitu deras keluar menandakan bahwa dia begitu sangat sedih
"Tidak apa apa.. jangan bersedih yang terpenting kita masih bisa bersama" Raina memeluk papanya begitupun mamanya ikut memeluk Raina dan papanya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Sky pagi pagi sudah bersiap untuk pergi ke sekolah, Seperti biasa dia akan masuk ke kamar Raina untuk membangunkannya
Saat pintu terbuka Sky mencari Raina di setiap sudut kamar tersebut, pasalnya hanya ada Caitlyn yang sedang tertidur sendirian
"Raina.. Raina.. "
"Kau mengejutkan ku Sky" Caitlyn terlonjak saat Sky meneriakkan nama Raina
"Dimana Raina? apa kau melihatnya? " Tanya Sky
"Aku baru saja bangun, seingat ku dia semalam tidur lebih awal"
"Dimana dia" Sky kebingungan mencari Raina ke setiap ruangan
"Apa Raina kabur? " Ucap Eliezer
"Kabur? tapi kenapa? " gumam Sky
Sky kembali ke kamar Raina dan membuka lemari pakaiannya, Semua bajunya kosong begitupun buku bukunya
Sky mengambil kunci mobilnya dan berlari tak menghiraukan teman temannya, Dengan kecepatan tinggi Sky pergi menuju rumah Raina
Tepat di depan rumah besar tersebut terdapat tulisan rumah ini di sita, Sky kembali melajukan mobilnya menuju rumah bibi Mon
Sky mengetuk rumah wanita paruh baya tersebut dengan tidak sabaran, Ketika pintu terbuka Sky langsung menerobos begitu saja
"Dimana Raina? " tanya Sky
"Nona.. nona.. "
"Cepat katakan" ucap Sky
"Di rumah sakit.. "
"Apa? " Sky berteriak dengan raut wajah terkejut