Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Sang Mafia

Istri Rahasia Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Bad Boy / Mafia / Romansa / Roman-Angst Mafia / Persaingan Mafia
Popularitas:53.5k
Nilai: 5
Nama Author: Zidny Maurin

Terpaksa, ya itulah satu kata yang harus dirasakan oleh seorang gadis berparas cantik bernama Zarin Anastasia.

Gadis berusia 20 tahun itu kini terpaksa harus terjebak dalam sebuah pernikahan balas dendam sekaligus menjadi istri rahasia seorang pria yang terkenal sebagai seorang mafia kejam bernama Andreas Alexandro yang berusia 15 tahun lebih tua darinya.

Mampukah Zarin bertahan dalam menjalani kehidupan pernikahannya dengan seorang Mafia kejam seperti Andreas?

Apakah benih-benih cinta itu akan tumbuh di dalam pernikahan mereka? Atau malah akan ada banyak duri di pernikahan mereka sehingga dapat semakin memunculkan rasa dendam itu?

Simak terus kisah Zarin yang harus dijadikan istri balas dendam sekaligus istri rahasia Andreas, hanya di ISTRI RAHASIA SANG MAFIA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zidny Maurin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Jangan Memancingku Lagi !

Zarin terlihat terdiam termenung setelah apa yang dilakukan Andreas padanya kemarin, apalagi sejak kemarin wanita yang biasanya terlihat ceria dan terus berusaha menggoda Andreas itu nampak hanya terdiam saja, bahkan wanita itu lebih banyak mengurung diri di ruangan yang merupakan kamar pribadinya yang memang sengaja terpisah dengan kamar Andreas.

Tok-tok-tok-tok...

"Hei wanita hama! Aku malam ini ada urusan keluar, apa kau mau ikut?" Ucap Andreas dari balik pintu kamar Zarin.

Mendengar hal itu Zarin yang tengah merebahkan dirinya sambil menonton televisi yang ada di kamarnya sambil sesekali merenungi apa yang telah terjadi pada dirinya itu pun sedikit menoleh.

Namun setelah beberapa saat wanita itu masih terdiam tidak menjawab ucapan yang sebenarnya sekaligus ajakan Andreas itu, sejujurnya Andreas sedikit merasa bersalah telah melakukan permainan ranjang yang cukup kasar itu pada Zarin, apalagi ia tahu jika apa yang dilakukannya adalah pengalaman pertama Zarin, ia juga tahu jika wanita itu pasti akan sedikit shock.

Andreas mendengus karena ia sudah menunggu jawaban cukup lama di depan kamar Zarin, namun tidak ada suara sama sekali dari wanita itu, hingga akhirnya ia memilih untuk beranjak dari tempatnya dan kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap karena waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam.

Saat Andreas sudah melangkah pergi, tiba-tiba saja Zarin perlahan membuka pintu kamarnya secara perlahan dan mengeluarkan sedikit kepalanya dari balik pintu untuk melihat ke sekitarnya yang ternyata sepi karena Andreas sudah tidak ada di depan kamarnya dan pasti sudah kembali ke kamar yang aneh itu.

Wanita itu lantas masuk kembali ke dalam kamarnya dan memilih untuk segera menanggalkan semua pakaiannya karena ia berniat untuk berendam di dalam bathtub yang ada di kamar mandi dengan ukuran yang cukup luas itu.

Sebelum masuk ke dalam bathub, Zarin melihat pahatan indah tubuhnya dari pantulan cermin yang cukup besar yang ada di dalam kamar mandi itu, ia melihat ada beberapa luka lebam yang ada di beberapa bagian tubuhnya akibat sisa permainan liar Andreas kemarin.

"Milikmu memang candu, apalagi permainan itu, tapi asal kamu tahu And, aku tidak suka dengan caramu kemarin, itu terlalu menyakitkan untukku, tapi bodohnya aku, kenapa aku tidak bisa menolaknya?" Guman Zarin lirih pada dirinya sendiri sambil menyentuh dibagian bekas lukanya itu dan sesekali meringis merasakan sedikit rasa sakit.

Ya, permainan Andreas kini memang terasa candu untuk Zarin, namun sumpah demi apapun ia takut jika pria itu akan memperlakukannya seperti kemarin, permainan yang begitu membuatnya shock karena beberapa kali Andreas melakukan tindakan kasar padanya saat permainan itu berlangsung, apalagi tanpa seizinnya, pria itu memasukan benda asing seperti sebuah alat yang entah apa fungsinya ia sendiri juga tidak tahu ke dalam inti tubuhnya dan membuatnya sempat meringis merasakan sensasi baru yang terasa aneh.

Setelah beberapa saat, Zarin tidak mau semakin hanyut dalam ingatannya itu lagi, ia sungguh ingin melupakannya, dan segera beranjak untuk merendam tubuhnya di dalam bathtub.

Sedangkan di sisi lain, Andreas kini sudah berada di depan cermin dengan menggunakan pakaian casual tidak seperti biasanya yang selalu mengenakan jas dan pakaian serba hitam, karena malam ini ia hanya akan bertemu teman lamanya di sebuah bar mewah yang ada di pusat kota meskipun nantinya ia juga akan membicarakan masalah bisnis penting dengan temannya itu.

Entah kenapa tiba-tiba saja Andreas kembali memikirkan sosok Zarin, bayang-bayang tubuh indah Zarin dan bagaimana rasa nikmatnya inti tubuh Zarin terus melekat dalam ingatannya dan sesekali membuatnya bergidik merinding seolah selalu menginginkannya lagi dan lagi, namun kini yang membuatnya teringat pada sosok wanita itu adalah karena perubahan sikapnya yang cukup mencolok dan cenderung mendiamkan dirinya.

Ada sedikit keinginannya untuk meminta maaf pada Zarin atas sikapnya kemarin, namun jika dipikir-pikir lagi tentu saja ia tidak bisa melakukan hal itu karena ia tidak mau kehilangan wibawanya di depan Zarin.

"Hah, membingungkan! Dasar wanita!" Guman Andreas lirih sambil merapikan jaket jeans yang ia kenakan dan kemudian beranjak keluar dari kamarnya.

Andreas lantas melangkah menuruni anak tangga untuk segera pergi ke tempat tujuannya, bahkan tanpa menoleh sedikit pun ke arah kamar Zarin karena ia tahu wanita itu sepertinya sedang marah padanya.

"Boss, ada beberapa laporan yang ingin saya berikan termasuk dengan beberapa bisnis ilegal Ronny yang ternyata tidak kita ketahui, tapi tenang saja saya sudah berhasil membuatnya jatuh." Ucap Ricard yang tiba-tiba saja datang dan langsung menghampiri Andreas yang baru saja menuruni anak tangga.

"Duduk, kita bicarakan ini sebentar sebelum aku pergi." Ucap Andreas.

Patuh, Ricard lantas mengikuti langkah Andreas dan akhirnya keduanya duduk di sebuah sofa panjang yang ada di ruang tamu, keduanya kemudian membicarakan beberapa hal penting termasuk tentang Ronny -- Ayah Zarin, namun sebenarnya Ricard sedikit ragu membicarakan tentang pria itu di ruang terbuka, karena ia takut jika nantinya Zarin akan mendengar pembicaraan mereka.

"Dia tidak akan tahu, dia sedang mengurung diri di kamar." Ucap Andreas yang seolah mengerti apa yang dirasakan Ricard.

Ricard hanya mengangguk, dan kemudian kembali menjelaskan tentang pencapaiannya dan tentang berbagai masalah yang berkaitan dengan Ronny.

Hingga setelah beberapa saat, keduanya telah selesai membicarakan hal penting itu dan secara bersama-sama beranjak untuk pergi ke tempat tujuan mereka masing-masing.

"And... Aku ikut." Sahut seorang wanita yang baru saja menuruni anak tangga dengan balutan dress seksi yang memiliki bagian dada cukup rendah.

Siapa lagi jika bukan Zarin, penampilan wanita itu malam ini sungguh membuat kedua pria yang baru saja beranjak dari tempatnya itu terkejut dan bahkan terpesona dengan kharisma serta pesona Zarin yang memang begitu memikat.

Kedua pria itu kini seolah tidak bisa lagi berkedip melihat kecantikan Zarin yang begitu terpancar, apalagi bibir ranum dengan polesan lipstick merah nyala itu, sungguh membuat siapapun semakin mengagumi kecantikannya.

"Heh kau, apa yang kamu lihat! Sana pergi!" Sahut Andreas sambil mendelik sinis ke arah Ricard.

Tentu saja hal itu seketika membuat lamunan Ricard langsung membuyar, ia lantas meneguk salivanya sambil mendengus dan kemudian beranjak pergi.

Sungguh ia merasa sikap bosnya itu semakin hari semakin aneh saja, apalagi jika sudah berkaitan dengan wanita satu itu.

"Dasar mata keranjang." Desis Andreas lirih sambil melirik ke anak buahnya yang berangsur-angsur pergi.

"Kenapa And? Sepertinya sedang kesal?" Sahut Zarin yang sebenarnya mengerti apa yang ada dipikiran Andreas, ia bahkan juga tahu jika suaminya itu sepertinya tidak suka jika ada orang lain yang mengagumi kecantikannya.

Ucapan Zarin cukup membuat Andreas sedikit terkejut, pria itu dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk bersikap biasa saja.

"Tidak ada. Tidak ada apa-apa." Balas Andreas sedikit kikuk meskipun sudah berusaha semaksimal mungkin untuk biasa saja.

Zarin hanya manggut-manggut, ia kemudian meraih lengan kekar suaminya dan merangkulnya dengan begitu hangat.

"Ayo kita pergi. Aku ingin ikut bersama mu." Ucap wanita itu dengan lembut, bahkan wanita itu tidak segan menempelkan tubuhnya di tubuh Andreas, hingga membuat adrenalin pria itu lagi-lagi terpancing.

Entahlah, tapi saat berada di dekat Zarin dan apapun yang dilakukan wanita itu selalu saja bisa membuat adrenalinnya terpacu, bahkan terkadang juga memancing adik kecilnya untuk bangun seperti yang sudah-sudah dan membuatnya akhirnya dua kali melakukan hal itu pada Zarin.

"And,kamu kenapa? Sepertinya kamu terlihat gugup? Apa kamu sakit?"

"Ah ti-dak. Aku biasa saja." Timpal Andreas dengan cepat.

Namun tiba-tiba Zarin menghentikan langkahnya dan menatap lekat ke arah wajah suaminya, bahkan ia juga meraih wajah suaminya dan semakin mendekatkan wajahnya.

"And, aku ingin...."

deg!

Sial, jangan memancingku lagi wanita hama! ini bukan saat yang tepat! huh!

*

*

*

1
🍏A↪(Jabar)📍
lanjut
charming
nice
🍏A↪(Jabar)📍
up up
🍏A↪(Jabar)📍
lanjut
🍏A↪(Jabar)📍
up
Noor Sukabumi
lanjut thor
Noor Sukabumi
g bisa berkata apa2
Noor Sukabumi
andreas sengklek
Noor Sukabumi
jantung aman andreas😍😍😍
Noor Sukabumi
tenang pokonya mah lowpun othor bkn yg panas2 mn udara disini panas bnget lg untung g mendidih juga😆😆😆😆🙏🙏
Noor Sukabumi
the best bnget alur ceritanya
Noor Sukabumi
bibirmu Zarin yg bkn andreas g focus mp nabrak Mobil didepan
Noor Sukabumi
km Salah sasaran Chris n km g tau siapa andreas jd g usah soksoan pamer punya anak buah sebelum tuh nyawa eklayang
Noor Sukabumi
bisa j andreas low ngmong ngebanding2in Dada Zarin Sama olive
Noor Sukabumi
mknya low g mau disangka bodyguard jln bareng m istri 😄
Noor Sukabumi
siapa perempuan yg maen nyeonong j jg2 c laura
Noor Sukabumi
kalian berdua nih yaaa low dah berantem mp bathtub j disalahin bnr2 pasangan yg serasi😁
Noor Sukabumi
buahahaaaa itu andreas c Zarin yg km bilang g bkn ulah gmn sekarang mumet2 tyh kepala ngeliat yg tidur keenakan dibath tub🤣🤣🤣🤣🤣
🍏A↪(Jabar)📍
up up
Noor Sukabumi
hadeeeeuh nasib2 jd tawanan ya Zarin cuma bisa ngelamun j dimension g ngapa2in
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!