Indonesia
NovelToon NovelToon
Pelayan Cinta Tuan Mafia

Pelayan Cinta Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Pengawal / Hamil di luar nikah / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:48k
Nilai: 5
Nama Author: Mima Rahyudi

Giana Liam sejak kecil sudah hidup serba kekurangan. Sejak kecil hidup dengan ayahnya yang hanya seorang penjual rokok dikedai kecil, sedangkan ibunya sudah pergi meninggalkan dia dan ayahnya, dan memilih menjadi wanita malam juga simpanan para pejabat.

Setelah tamat SMA Giana memilih bekerja sebagai seorang asisten rumah tangga disebuah rumah besar milik Tuan Marcello Abraham, biasa dikenal dengan Ello Abraham, penguasa dunia bisnis di negara kecil Noreland, dengan segala lini bisnisnya. Noreland merupakan sebuah negara indah di pinggiran pantai Marine Bay.

Giana tidak menyangka jika pekerjaan yang dia dapatkan karena ulah ibunya yang ternyata menjual dirinya pada sang tuan rumah, dimana Giana harus menjadi pelayan cinta tuannya. Bagaimanakah nasib Giana setelah dia dijual oleh ibunya sendiri? Akankah hidupnya menjadi lebih baik atau justru semakin kacau?

Bagaimana juga dengan tuannya yang ternyata juga seorang mafia? Apakah akan memperlakukan Giana dengan baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mima Rahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah Kamu Siapkan Nama?

Ello kembali ke rumah sakit diwaktu sudah hampir pukul 2 pagi. Masuk ke kamar perawatan Giana dengan langkah nyaris tidak terdengar, supaya wanita cantik yang tengah terlelap diranjangnya itu tidak terbangun. Frans tampak masih terjaga sambil memainkan ponselnya.

"Kamu pulanglah," kata Ello dengan suara lirih, "Aku akan disini menjaga Giana."

"Sebentar Tuan, saya baru saja dapat informasi yang ... kurang bagus," balas Frans, "Ini sangat penting untuk saya sampaikan ke Tuan."

"Kita bicarakan diluar," kata Ello sambil kembali melangkahkan kakinya keluar lagi dari kamar Giana diikuti Frans.

"Ada apa?" tanya Ello sambil duduk di sofa yang diperuntukkan penunggu pasien.

"Ada kabar dari Korea, bahwa Tatia berhasil kabur, keberadaannya saat ini masih dicari," jawab Frans, "Dia berhasil mengelabuhi penjaga rumah hiburan dengan menyamar menjadi petugas kebersihan. Dia membunuh salah satu petugas kebersihan dan mengambil pakaiannya lalu kabur."

Ello memejamkan matanya, kembali dia dibayangi rasa takut, takut akan kembali kehilangan Giana karena ulah Tatia. Baru sebentar dia merasakan indahnya kebersamaan dengan Giana, dan sebentar lagi juga akan melahirkan putranya. Dirinya tidak mau sampai ada masalah lagi seperti dulu hanya gara-gara Tatia.

"Cari dia sampai ketemu, lalu habisi saja!" titah Ello, "Perketat penjagaan pada Giana, dimanapun. Jangan ada pelayan baru lagi dirumahku."

"Baik, Tuan. Yang ditakutkan, Tatia bisa saja merubah bentuk wajahnya hingga kita tidak mengenalinya," kata Frans

"Aku tahu, itu juga yang aku pikirkan, 3 hari lagi rencana operasi caesar Giana. Jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan. Pastikan semua dokter dan perawat yang benar-benar orang baik dan benar," balas Ello

"Kalau itu sudah dilakukan Dokter Eril," kata Frans

"Besok pagi aku akan menemui Eril." Ello bangkit lalu melangkah masuk lagi ke ruang perawatan Giana.

Kali ini pria itu tidak tidur di ranjang Giana, sudah terlihat sesak ranjangnya hanya untuk Giana, Ello tidak tega juga membangunkan Giana, sehingga pria itu hanya tidur dikursi sambil mengusap-usap perut buncit wanita pujaan hatinya. Tidak peduli jika bangun nanti badannya akan sakit semua. Baginya tidak sebanding dengan rasa sakit yang dirasakan Giana saat ini karena ada dua bayi kecil anak mereka didalam perutnya.

Esok hari, Giana sudah terbangun dulu, cukup terkejut melihat Ello tidur dalam posisi duduk dan kepala ditelungkupkan di sisi ranjang.

"Kak, bangun. Kenapa kakak tidur disini?" tanya Giana

Ello membuka matanya perlahan, lalu memposisikan diri duduk tegak sambil meregangkan tubuhnya.

"Aku tidak tega tidur disebelahmu, sayang. Ranjangnya sudah sesak," jawab Ello, "Aku siapkan air mandi kamu dulu."

Giana turun dari ranjang dengan dibantu Ello, tapi tiba-tiba ada air mengalir deras dari jalan lahir Giana.

"Kak, sakit," ringis Giana

"Astaga! Air apa ini!?" seru Ello terlihat panik

Bersamaan dengan kepanikan Ello, pintu ruang perawatan Giana dibuka, ternyata Raline dan suaminya yang masuk. Mereka baru saja datang dari China untuk ikut menyambut kelahiran cucu mereka.

"Ada apa, El?" tanya Raline yang melihat putranya tampak panik

"Ada banyak air keluar dari jalan lahir Giana, Mom," jawab Ello

"Ini air ketuban, El. Giana sudah mau melahirkan. Berbaring lagi saja lagi di ranjang. Kamu hubungi dokternya saja cepat!" seru Raline

Ello lalu membantu Giana berbaring lagi di ranjangnya, Kairo yang juga baru saja datang langsung menuju nurse station untuk memberitahukan keadaan Giana.

10 menit kemudian Stefani datang bersam beberapa perawat, memeriksa keadaan Giana.

"Siapkan ruang operasi segera!" titah Stefani pada perawatnya, "Ini biasa terjadi, El. Tidak usah panik. Kadang namanya persalinan ada yang maju dari perkiraan tanggalnya, berbahagialah. Sebentar lagi anak-anak kamu lahir."

Ello hanya menganggukkan kepala saja, tidak tahu harus berbuat apa, tangannya terus menggenggam tangan Giana yang mulai merasakan sakit pada perutnya, tetapi sebentar kemudian Ello merasakan keanehan sendiri dalam tubuhnya. Dia ikut-ikutan mulas dan harus ke kamar mandi.

"Ello kenapa? Kenapa dia jadi pucat begitu?" tanya Steven

"Entahlah, anakmu itu suka tiba-tiba aneh sendiri," jawab Raline

Sementara Ello didalam kamar mandi merasakan sakit yang hebat diperutnya juga pinggangnya.

"Astaga aku ini kenapa!?" keluh Ello, "Giana yang mau melahirkan kenapa aku yang sakit perut?"

Ello kemudian keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat dan berkeringat.

"Tuan tidak apa-apa?" tanya Kairo yang melihat Ello memang tampak berbeda

"Aku sakit perut, tiba-tiba mulas dan sakit pinggang begini," jawab Ello sambil meringis. Ello sampai berpegangan pada pundak Kairo karena sakit sakitnya.

"Kamu bisa menemani Giana di dalam ruang operasi tidak?" tanya Raline

"Aku mau menemaninya, Mom," jawab Ello, "Tidak apa-apa."

Giana akhirnya dibawa ke ruang operasi dan Stefani sudah mempersiapkan semuanya. Melihat Ello yang tampak pucat dan menahan sakit, tentu saja Stefani tampak bingung.

"Kamu kenapa?" tanya Stefani, "Sakit perut?"

"Mules," jawab Ello

"Dulu awal kehamilan Giana kamu yang ngidam, sekarang anakmu yang mau lahir, kenapa kamu yang sakit perut!? Kayaknya anak kamu punya dendam sama kamu, El," kata Stefani sambil tertawa

"Cerewet saja kamu, segera saja lakukan operasinya, aku tidak sabar mau lihat anak-anakku," balas Ello

Setelah Giana siap dan sudah mendapatkan anastesi, Stefani mulai melakukan operasi. Kurang dari 15 menit bayi pertama lahir dengan suara tangisan yang keras, bersamaan itu juga sakit perut Ello hilang, dan 5 menit kemudian bayi kedua berhasil dikeluarkan.

Ello yang melihat langsung bagaimana proses persalinan bayi kembarnya langsung menangis sambil memeluk Giana. Tidak menyangka jika Giana rela sampai harus dibelah perutnya demi bisa melahirkan kedua putranya, tidak terbayangkan bagaimana sakitnya nanti kalau pengaruh bius sudah hilang.

"Kak, anakmu sudah lahir, kenapa menangis?" tanya Giana bingung

"Terima kasih, sayang. Aku nggak nyangka bisa sampai sejauh ini merasakannya, bisa dipanggil Daddy sama anak-anakku," jawab Ello

Bayi-bayi itu dibersihkan kemudian diberi pakaian supaya hangat, dua bayi tampan dengan berat hampir sama, 2200 gram dan 2100 gram. Terlihat tampan, wajahnya nyaris seperti Ello semua.

Raline langsung menggendong salah satu dari mereka sebelum dibawa ke ruang perawatan bayi.

"Ya, Tuhan! Tampan-tampan sekali anak kamu?!" seru Raline.

"Kenapa Tuan menangis?" tanya Kairo, takjub. Baru pertama kali ini dalam seumur hidupnya melihat Ello menangis.

"Kamu akan merasakan kelak kalau punya anak," jawab Ello, "Makanya segera nikahi Elen. Jangan berantem terus kerjaannya!?"

"Apa hubungannya dengan Nona Elen!?" tanya Kairo sambil melotot jengkel pada tuannya

"Karena kamu cocok sama Elen, satu pendiam kayak gunung es satu bar-bar kayak preman," jawab Ello

"Kamu sudah siapkan nama untuk anak-anak kamu, El?" tanya Raline

1
Nana Lusiani
kok lama ndak update thor
Kistyy
kapan update Thor
Kistyy
kapan up lagi thor
Nana Lusiani
kok blm update thor
Kistyy
kok belom update thor
Danah
lanjut
Kistyy
semangat kak lanjut lagi seru nih 😇😀
Nana Lusiani
semangat ya thor nulisnya
mom'$ nji
lanjut thor semangat cerita nya seru
Kconk Jai
mantap
Kistyy
Hahaha lucu juga 🤣🤣
semangat Thor lanjut
Danah
aduh ello2 org keripik kaca bukn kaca beneran lanjut
Nana Lusiani
jan semakin seru up double dong kak
Kistyy
lanjut Thor dong
Danah
ngarep bgt si Tita pengn jadi nyoya
Nana Lusiani
wah jadi penasaran
Kistyy
lanjut thorr seru
Nana Lusiani
ayo thor lanjutan nya mana masak di fisso cuma sampai 23 bab yan di NT juga gitu
Cucun Cuntanigsih
lanjutan nya mna masa ngegantung /Sob/
INDRI
ada rahasia apa ya,kenapa ello. senang banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!