#bebas promo euy!!!🥳🥳🥳
#yang mampir wajib like..komen dan vote ya..😎
##
(Season 1)
Haniza Tiara Putri..
seorang putri konglomerat yang rela berpenampilan seperti Betty La Fea hanya untuk terbebas dari sikap protektif sang ayah dan kakak laki-laki nya. Mempunyai sifat keras kepala.
Mencoba mencari cinta sejatinya diantara bayang-bayang masa lalunya.
#Aldian Reza Kusuma
seorang pengusaha muda nan sukses. Namun menyimpan seribu duka dihatinya. Mulai dari penghianatan sang kekasih hingga fitnah keji yang mengikuti setiap langkahnya.
Akan kah kali ini takdir menghadirkan cinta tanpa duka untuk Reza?
Sanggupkah dia menggenggam cinta nya walau berbagai rintangan melanda?
ikuti cerita seru Reza-Tiara ya gengs.... 😘
🥳🥳🥳telah hadir season 2 nya juga di karya ini ya zeyeng ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kalung senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku cuma mau bilang maaf dan terima kasih
"Huft, syukur si bibik Markonah eh bibik Minah udah keluar." Dengan cepat Tiara mengunci pintu kamarnya. Dan mengambil handphone nya untuk melihat tahapan menghilangkan mata bengkak dengan tip yang pertama.
Dilihatnya kembali artikel itu.
#1. Kompres dingin
##Jika Anda ingin meredakan mata sembap dengan cepat, Anda bisa mengompres dingin area sekitar mata. Kompres dingin bertujuan untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi.
##Caranya, gunakan waslap atau handuk kecil yang telah dibasahi dengan air dingin, kemudian letakkan waslap dingin tersebut di bagian sekitar mata yang bengkak selama beberapa menit. Biasanya mata sembap akan mereda setelah beberapa saat diberi kompres dingin.
Setelah paham, Tiara mengambil baskom kecil yang dibawa oleh bik Minah, lalu memasukan batu es yang sudah diambilnya dari lemari es tadi. Tiara berjalan ke kamar mandi untuk menambahkan beberapa air ke dalam baskom yang berisi batu es tadi. "Hemm, segini aja cukup kayaknya." Tiara merendam handuk kecil yang sedari tadi dipeganganya, lalu berjalan kembali ke arah tempat tidurnya. "Bagusnya, gue tiduran aja kalinya?" Pikir Tiara, dan mengambil handuk kecil itu dari dalam baskom, memerasnya sedikit lalu membaringkan tubuhnya ditempat tidur. Kemudian Tiara meletakan handuk kecil itu di matanya. "Alamak!! Dinginnya!" Pekik Tiara dalam hati. Dan memejamkan matanya.
Tiara merasa sangat nyaman dengan kain lap dingin di matanya. Hingga tak terasa, hari sudah menunjukan pukul 7.30 pagi dan Tiara masih tertidur pulas.
Di meja makan, ayah, bunda dan kak Dimas sudah berkumpul.
"Bunda, Tiara mana? Dia gak ngantor hari ini? Biasanya, tuh anak yang paling tergesa-gesa setiap pagi!" Ilham bertanya dengan heran ke istrinya, karena tidak seperti biasanya, putri kesayangannya belum kelihatan batang hidungnya.
"Sebentar, biar bunda panggilkan!Apa dia masih tidur ya? Atau jangan-jangan dia sakit? Karena tadi malam dia juga tidak ikut makan malam!" Seru sang ibu mulai cemas dengan keadaan Tiara.
Ketika Diah akan berdiri dari kursinya, Dimas segera berdiri dan berkata, "Biar, aku aja bund yang liatin di adek di atas." Tanpa menunggu persetujuan dari sang bunda, Dimas langsung pergi menuju kamar Tiara. Dimas sebetulnya sudah tahu mengenai insiden pemberhentian magang Tiara di Boa dari sahabatnya, Putra yang menelponnya sore kemaren. Putra cemas akan keadaan Tiara memutuskan untuk menelpon Dimas dan menceritakan semuanya. Untunglah Putra tidak mengetahui keseluruhan kejadian hari itu sehingga Dimas pun hanya tahu kalau adeknya hanya dimarahi dan diberhentikan.
"Dek! dek! ini kakak! Bukain pintu!" Panggil Dimas dari luar kamar Tiara.
" Dek! Kamu gak ngantor! Dah jam 7 nih!" Lanjutnya.
"Deeee.... "Pintu tiba-tiba terbuka ketika Dimas akan mengetuk pintu itu sekali lagi.
Tiara berdiri dengan posisi kepala yang hampir di ketuk oleh Dimas. Dengan wajah bantal dan mata kodok, Tiara bertanya" Ada apa kak? Aaaaaakkkhhhh" Tiara menguap di depan kakaknya.
'Iiish.. bau tau?! Dasar cewek jorok!!" Dimas menutup hidungnya, dan memukul kepala Tiara. Dia memperhatikan wajah dan mata adeknya. Terlihat adeknya seperti habis menangis semalam. Namun dia tidak ingin membahas hal itu, karena tidak ingin membuat Tiara kembali merasa sedih. Dimas tahu kalau adeknya ini tipe tipe cewek melankolis.
"Ough!" Jerit Tiara. "Sakit tahu, kak!!" Sungutnya, dan memegang-megang kepala nya.
"Kamu gak ngantor?" Tanya Dimas.
" Gak, lagi malas!!" Jawab Tiara, enteng.
"Iih.. anak magang mah gak boleh malas! Ntar di pe.. caaaaaaat... loh!" Dimas sengaja menekankan kata pecat pada Tiara
"Kalau aku dipecat, aku tinggal pindah magang aja ke kantor ayah! Wek, apa susahnya!!" Ujar Tiara, menutup pintu kamar.
"eitts! eiiits! main tutup aja!" Dimas menahan daun pintu itu dengan tangannya agar pintu itu tidak tertutup.
"Apalagi kak?"Tanya Tiara, dengan malas.
"Kamu dipecat?" Dimas pura-pura bertanya. Awal nya dia tidak mau menyinggung perkara ini, tapi karena Tiara sendiri yang memulai, akhirnya Dimas tidak tahan untuk bertanya. Dia ingin melihat reaksi adek nya. Apakah adek nya akan jujur padanya soal pemberhentian di perusahaan itu atau tidak.
"Gak kak!! Aku nya aja bosan magang di sana!" Elak Tiara, masih ingin menutup pintunya.
"Terus? Kamu ngundurin diri?"
"Hemm... aku cabut gitu aja!" Jawab Tiara asal. Dan mendorong pintu lebih kuat
"Eiits! tunggu dulu dek!!" Dimas juga mendorong pintu itu lebih kuat. Sehingga akhirnya Tiara mengalah dan membuka kembali pintu itu.
"Apalagi kakak ku sayang??!" Tanya Tiara, dengan mata melotot.
"Jadi kamu ber.... "
"Ntar aku jelasin semua nya di bawah, kakak turun aja. Aku mau cuci muka dulu." Potong Tiara.
"Ooh.. oke. Aku tunggu di bawah ya. Buruan!" Dimas pergi meninggalkan kamar Tiara dan kembali ke ruang makan.
Diah yang melihat Dimas turun sendirian, heran. Kenapa Tiara tidak turun sekalian dengan mereka. "Adek mu mana?" Tanya Diah, pada putranya.
"Dia baru bangun, bund. Bentar lagi juga kan turun!" Jawab Dimas, dan duduk di kursinya.
"Tuh, orangnya!" Tunjuk Dimas pada Tiara yang sedang menuruni tangga.
Ilham melihat ke arah putrinya. Ditatapnya heran Tiara. " Tumben, gak pakai baju jirah?" Ledek sang ayah pada Tiara.
"Perangnya telah usai yang mulia raja." Jawab Tiara asal. Dan duduk di samping bundanya. "Bunda, adek mau nasi goreng! Pakai telur dua! Laper!!" Tunjuk Tiara pada perutnya, dengan ekspresi wajah memelas.
Diah mengambilkan nasi goreng permintaan Tiara, dan meletakan dua telur dadar di atasnya. "Makanya, lain kali jangan melewatkan makan malam. Begini nih jadi nya!" Kata sang ibu, dan meletakan nasi itu di depan Tiara.
"Terima kasih, bunda ku sayang!!" Seru Tiara, dan langsung memakan nasi gorengnya.
"Bussyeet! Kelaparan non!" Ledek Dimas, yang melihat adeknya tanpa babibu langsung memakan nasi goreng nya.
Tiara seakan tidak peduli. Karena pertama dia memang sangat lapar akibat tidak makan malam. Yang kedua, sebenarnya Tiara sedang berpikir bagaimana cara nya menjelaskan alasan dia berhenti. Karena subuh tadi setelah menempelkan handuk dingin itu di matanya, Tiara tertidur pulas.
"Lihat tuh ayah! Khusuk banget ni anak makannya!" Sindir Dimas. Namun Tiara tetap meneruskan makannya. Seakan-akan dia tidak mendengar ucapan kakaknya.
"Hemm.. kamu buruan makannya! Jangan liatin adek mu saja!" Seru Ilham.
Dimas pun melanjutkan makanya.
Tidak lama kemudian, Tiara menghentikan makannya. Tiara berdehem untuk menarik perhatian semua orang di maja makan itu."Hemm, mulai besok, adek mau magang di kantor ayah!" Ucapnya dengan wajah innocent nya.
"Apa ayah tidak salah dengar? Bukannya kamu sedang magang di Boa?Kenapa tiba-tiba minta pindah magang ke perusahaan ayah!"
Dimas hanya diam dan memperhatikan drama Tiara pagi ini.
"Aku malas aja magang di Boa lagi, yah! Soalnya kerjanya gak berhenti-berhenti. Pesanan dari client di divisi ku tuh datang nya silih berganti. Aku jadi capek banget yah!" Rengek Tiara.
"Bukannya waktu itu, kamu sendiri yang minta agar ayah mengizinkan kamu untuk magang di Boa!"
"Iya!! Aku kira gak akan selelah itu ayah! Nih coba lihat!" Tiara menunjuk ke matanya yang sembab. "Mata adek jadi kayak gini karena kurang tidur!" Alasan Tiara. Pada hal mata nya sembab karena alasan yang lain. Tapi dia ingat artikel yang dibaca tadi kalau mata sembab juga bisa disebabkan oleh kurang tidur atau kurang istirahat.
"Ya udah. Kalau gitu keputusan kamu. Mulai besok kamu magang di perusahan ayah. Tapi selesaikan surat pindah magang mu dulu di Boa." Ujar sang ayah. Dan melanjutkan makannya.
" Adek malas kembali ke Boa lagi ayah!!!" Rengek Tiara sekali lagi. "Iih.. ntar teman-teman adek yang ngizinin adek keluar!" Alasan pada sang ayah.
" Adek cabut gitu aja ya..?!" Tiara mencoba membujuk ayah nya dengan tatapan mengiba.
"Gak bisa gitu, dek! Ntar Boa akan ngirim nilai E ke Universitas kamu di Singapore."Jelas Ilham pada anaknya.
"Adek gak mau tau gimana cara nya!"
"Ya sudah!" Seru Ilham, disertai oleh senyuman yang terbit dengan sempurna di wajah Tiara.
"Dimas, coba kamu urus persoalan magang adek mu ini.Pandai-pandai kamu aja.Pusing ayah mikirinnya."Perintah sang ayah pada Dimas.
Dimas yang sedari tadi pura-pura cuek dengan pembicaraan antara adek dan ayahnya, akhirnya angkat bicara.
" Bukannya Dimas gak mau bantu, yah. Tapi apa ayah lupa, kalau Tiara itu ada ya... semacam taruhan gitu sama kita sebelum magang di Boa?" Ucap Dimas, sambil tetap fokus pada makanannya. Dan tersenyum penuh makna pada adeknya.
"Mati gue!!" Batin Tiara
"Perjanjian apa ya? Kok adek lupa ya!! Tiara pura-pura lupa dengan perjanjian kodal kadil yang dibuatnya dengan Dimas.
" Alaaaaah! Jangan pura-pura lupa dek!! Ada ayah tuh saksinya.!Iya kan ayah!"
"Hemm..!" Jawab sang ayah. "Berani membuat janji, berani bertanggungjawab!" Lanjut Ilham, kemudian. Dan mengelap mulutnya.
"Huft! Iya deh.. iya deh!!!" Ujar Tiara kesel, karena mulai pagi besok dia harus mengiklaskan jiwa raga terhadap semua keprotektifan kedua laki-laki ini. Memikirkan nya saja membuat kepala Tiara pusing tujuh keliling.
Tiba-tiba muncul ide gila di kepalanya.
"Ayah! boleh ya, Tiara magang di tempat ayah tapi penampilan Tiara kayak gini aja!!!! Gak usah di ubah-ubah. Terus satu lagi, jangan bilang ke orang-orang kalau Tiara ini adalah anak ayah!!Tiara mau magang dengan tenang." Pinta Tiara
"Sesuka kamu saja sayang!" Ilham berdiri dari duduknya, dan mencium kepala putrinya. "Ayah tunggu kamu di kantor besok!" Ilham mengelus kepala Putriya. Kemudian dia beralih ke wanita cantik disamping Tiara. Segera Ilham mencium kening istrinya, dan berkata, "Aku pergi dulu sayang, kamu disini aja bersama putri kita."
Diah mengangguk, dan berkata, " Hati-hati sayang!"
Ilham pun berjalan keluar, dan diikuti oleh putranya segera setelah dia pamit pada ibunya.
Setibanya di dalam mobil,.
"Ada yang mau kamu ceritakan ke ayah soal magang adek mu?" Tanya Ilham, dengan nada serius pada Dimas.
Dimas yang sudah menduga tidak mungkin ayahnya tidak menyuruh seseorang untuk memata-matai Tiara di Boa,tersenyum sinis pada sang ayah! "Apa aku perlu bercerita lagi tentang pemberhentian Tiara dari Boa ke ayah! Aku yakin ayah pasti lebih mengetahui tentang hal itu dari diriku!" Ujarnya, dan melirik sekilas ke ayahnya.
"Apa kamu tau, dia hampir kena lemparan bola oleh bosnya!" Seru Ilham, menatap tajam ke depan. Tangannya mengepal menahan amarah di dadanya apabila dia mengingat semua laporan dari informannya. Terbayang oleh Ilham wajah dan mata putri yang sembab tadi pagi.
"Apa??!! Bosnya melempar Tiara dengan bola???!!" Dimas pun mengepalkan tangannya. "Akan aku kasih pelajaran Boa saat ini juga! Berani sekali dia bertindak seperti itu pada Tiara!!" Dima segera mengambil handphone disakunya. Namun segera dicegah oleh Ilham. "Apa kamu tidak liat sandiwara adek mu tadi pagi? Ayah yakin, dia mau melindungi Boa dari amarah kita."
"Ayah benar!"
"Shi*t!! Awas kamu Reza Aldian Kusuma! Akan aku balas kamu nanti!!" Seru Dimas, sambil memukul jendela mobilnya.
"Kamu tenang dulu. Kita akan punya kesempatan membalasnya nanti. Untuk saat ini, kamu suruh seseorang untuk membatalkan perusahaan tujuan magang Tiara di Universitas nya, buat seolah-olah tujuan magang dia dari awal memang adalah Diamond R Company." Perintah Ilham.
"Baik ayah."
***
Sementara itu hari sudah menunjukan pukul 8 pagi, Reza dan Ardi yang sudah berangkat dari rumah sejak pukul 6.30 pagi, kini sedang duduk gelisah menunggu kabar dari orang-orang kepercayaan Ardi yang diperintahkan untuk melacak keberadaan Tiara di kantor hari ini.
"Apa belum ada kabar dari bagian HRD?" Tanya Reza, bolak balik melihat jam tangannya.
"Belum,Za!" Jawab Ardi.
"Lalu, apa lo jadi tadi suruh orang untuk mengecek keberadaan nya di ruangannya! Mana tahu tuh anak amnesia dan lupa kejadian kemarin." Tanya Reza sekali lagi.
"Udah, Za! gue udah suruh orang untuk mengawasi ruangan design. Dan belum ada kabar juga dari mereka. Lo tenang aja. Gak mungkin tuh anak ngilang gitu aja tanpa jejak! Dia pasti tidak mau kita mengirimkan nilai gagal ke Universitasnya!" Ardi mencoba menenangkan Reza.
"Ya, lo benar!" Reza kini bisa sedikit tenang dan kembali ke mejanya. "Lo bisa kembali keruangan, lo! Dan jangan lupa segera kabari gue kalau anak itu datang ke perusahaan."
"Oke!" Ardi keluar dari ruangan Reza dan menuju ruangannya yang terletak disebelah ruangan Reza.
Reza membuka beberapa berkas yang menumpuk di atas meja nya. Di baca nya berkas itu satu persatu, sambil sesekali melihat ke arah jam nya. Waktu terus berjalan, tapi tidak ada kabar mengenai gadis itu sedikit pun.
Reza menarik nafas panjang. "Dimana kamu! Aku cuma mau bilang maaf dan terima kasih!" Diusapnya wajah nya dengan kasar. Dia sungguh menyesali perbuatannya pada Tiara.
Semua amarahnya yang berlebihan pada Tiara saat itu, bermunculan diingatkannya. Menambah rasa bersalah nya pada gadis yang sudah menyelamatkan hidup putra yang sangat dicintainya. Reza benar-benar tidak menyangka takdir dapat mempermainkan nya seperti itu. Gadis yang dibenci mati-matian malah menjadi penyelamat sang putra.
Dihelanya nafas dengan berat, "Aku pasti akan menemukan mu, dan meminta maaf serta berterima kasih pada mu."
***
wah.. wah.. wah.. ada yang sedang nungguin seseorang nih?? hehehe...
akankah Reza dapat bertemu Tiara lagi setelah Tiara meninggalkan Boa?
mau tahu kelanjutannya...
tungguin otor pulang dari alam khayal otor sambil bawa episode berikutnya...
jangan lupa terus dukung kegilaan hayal otor dengan cara like, komen dan vote ya...
perhatian mu sungguh amat berharga bagi otor si penghayal ini... 🤣🤣🤣
love you all..
see you in next episode... bye...! 🖐
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🤣🤣🤣🤣
lsng minta d kelonin