Indonesia
NovelToon NovelToon
Air Mata Di Ujung Penyesalan

Air Mata Di Ujung Penyesalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mabuok Hape

Arga Pratama adalah suami yang selama ini dikenal dingin, pekerja keras, dan mencintai istrinya sepenuh hati. Demi memenuhi semua keinginan sang istri, Nabila, ia rela bekerja siang malam hingga menjadi pengusaha sukses.

Namun, di balik kesibukannya, Nabila justru menjalin hubungan terlarang dengan Reza, sahabat terbaik Arga sendiri.

Pengkhianatan itu terbongkar pada hari ulang tahun pernikahan mereka.

Alih-alih langsung menceraikan, Arga memilih diam.

Ia mulai menyusun pembalasan yang begitu rapi, membuat semua orang yang telah mengkhianatinya kehilangan kehormatan, harta, dan kepercayaan satu per satu.

Tetapi di tengah balas dendam itu, muncul seorang wanita sederhana bernama Aisyah yang perlahan mengubah hati Arga.

Akankah Arga tetap menjadi suami yang kejam, atau memilih memaafkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mabuok Hape, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penguasa yang Terluka

Malam merayap makin dalam, membungkus ibu kota dalam keheningan yang dingin. Dari balkon lantai teratas apartemennya, Arga berdiri menatap hamparan lampu-lampu kota yang berkelip bagai ribuan permata di atas kain beludru hitam. Angin malam bertiup perlahan, memainkan helai demi helai rambutnya dan menyusupkan rasa dingin ke balik kemeja kasual yang dikenakannya.

Di jemarinya, Arga menggenggam sebuah gelas kristal berisi air putih. Ia tidak meminumnya. Matanya menatap jauh ke luar, meresapi setiap detik dari pemandangan yang membentang di hadapannya.

Di mata dunia bisnis, Arga Pratama adalah sosok penguasa sejati—pria yang berhasil merebut kembali takhtanya, menghancurkan musuh-musuhnya hingga tak berbekas, dan memperluas imperium bisnisnya ke berbagai kota. Nama Pratama Group kini dihormati dan disegani. Namun, di balik seragam kekuasaan yang ia pakai dengan begitu sempurna, ada sebuah sudut tersembunyi di dalam jiwanya yang malam ini mendadak terusik.

Sebuah sudut tempat bersemayamnya

Penguasa yang Terluka.

Pemicunya sederhana: sore tadi, Bimo menyerahkan laporan akhir mengenai pemusnahan total sisa-sisa aset tersita milik Reza dan pembatalan hak hukum Nabila. Tugas Bimo selesai. Secara administrasi, tidak ada lagi satu pun berkas yang menghubungkan Arga dengan masa lalu itu. Namun saat melihat nama Reza dan Nabila tercetak dingin di lembar laporan resmi tersebut, dada Arga mendadak terasa dihantam oleh sebuah kehampaan yang tak terduga.

Bukan karena Arga masih mencintai Nabila, bukan pula karena ia menyesali keputusannya menghancurkan Reza.

Rasa sakit itu adalah bekas luka lama yang mendadak berdenyut kembali—sebuah ingatan emosional tentang bagaimana rasanya dikhianati oleh dua orang yang paling ia percayai di dunia ini. Kemenangan mutlak di atas kertas tidak serta-merta menghapus sejarah bahwa hatinya pernah dirobek sampai tak berbentuk. Menguasai dunia bisnis tidak otomatis membuat seorang pria lupa bagaimana rasanya menangis sendirian di dalam mobil setelah menyadari bahwa rumah tangganya hanyalah panggung sandiwara.

Arga memejamkan matanya, menghembuskan napas panjang yang terasa berat.

"Kemenangan memang tidak pernah benar-benar menghapus luka, kan?" bisik Arga pada dirinya sendiri, suaranya nyaris tenggelam oleh deru angin malam.

Langkah kaki yang teratur dan tanpa suara mendekat dari arah pintu kaca balkon yang terbuka.

Kirana melangkah keluar. Ia tidak memakai pakaian formalnya; wanita itu mengenakan kardigan rajut hangat berwarna cream. Kirana tidak langsung berbicara. Ia memahami dinamika emosi Arga tanpa perlu mendengar seribu penjelasan. Dengan gerakan yang sangat anggun dan alami, Kirana berdiri tepat di samping Arga, menyandarkan lengannya di pagar balkon, membiarkan kehadirannya menjadi pelindung tak kasatmata bagi Arga.

Chemistry di antara mereka berdua malam ini terasa begitu dalam, begitu intim, dan matang. Kirana tidak hadir sebagai sosok penyelesai masalah seperti dulu saat di ruang sidang. Kirana hadir sebagai ruang aman di mana seorang penguasa boleh menanggalkan mahkotanya dan menjadi manusia biasa yang memiliki luka.

"Laporan sore tadi dari Bimo?" tanya Kirana pelan, suaranya mengalun seperti bisikan yang menenangkan.

Arga menoleh, menatap wajah Kirana yang diterpa pendar lampu balkon. Ia menyunggingkan senyum tipis—senyuman yang jujur, tanpa ada kepura-puraan.

"Bagaimana kamu selalu tahu?" sahut Arga halus.

"Karena aku mengenalmu, Arga," jawab Kirana seraya menatap lurus ke dalam iris mata Arga. Tangannya terulur perlahan, mendarat hangat di atas tangan Arga yang memegang gelas kristal. "Aku mengenal Arga yang tangguh di depan para investor... dan aku juga mengenal Arga yang menyimpan luka-lukanya sendirian."

Sentuhan Kirana yang hangat dan kata-katanya yang murni bagaikan penawar racun yang langsung menyerap ke dalam dada Arga.

Arga meletakkan gelas kristalnya di meja balkon, lalu memutar tubuhnya menghadap Kirana. Ia memegang kedua tangan Kirana, meremas jemarinya yang halus dengan kelembutan yang teramat sangat.

"Malam ini, Kirana... aku merasa aneh," ujar Arga, mengalirkan apa adanya isi pikiran dan hatinya tanpa takut terlihat lemah. "Semua orang melihatku sebagai pemenang. Aku memenangkan hukum, aku merebut kembali hartaku, dan aku membuat mereka membayar setiap sen dari dosa mereka. Tapi saat Bimo menyerahkan berkas terakhir itu... ada bagian dari diriku yang teringat betapa dalamnya rasa sakit saat pertama kali aku tahu bahwa aku dibodohi."

Arga menghentikan kalimatnya sejenak. Suaranya bergetar halus oleh emosi yang nyata. "Aku menyadari bahwa sebesar apa pun kekuasaan yang kupunya sekarang... aku tetaplah pria yang pernah terluka parah."

Kirana mendengarkan setiap suku kata itu dengan pendar mata yang berkaca-kaca oleh empati yang mendalam. Ia tidak memotong, tidak pula memberi nasihat klise yang menggurui.

Kirana melangkah satu tapak lebih dekat, mengikis seluruh jarak di antara mereka. Ia mengulurkan kedua tangannya, melingkarkannya di pinggang Arga, lalu menyandarkan kepalanya di dada tegap pria itu.

Arga terpaku sejenak, sebelum akhirnya membalas dekapan itu dengan erat. Ia merengkuh tubuh Kirana, menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher wanita itu, menghirup aroma lembut lavender yang menenangkan dari rambut Kirana.

"Tidak ada yang salah dengan merasa terluka, Arga," bisik Kirana tepat di dada Arga, tempat detak jantung pria itu bergelombang hangat. "Menjadi penguasa bukan berarti kamu harus menjadi batu yang tidak bisa merasakan sakit. Luka itu adalah bukti bahwa kamu punya hati yang tulus saat mencintai dulu... dan luka itu juga yang membawamu menemukan kebenaran hari ini."

Kirana mendongak, menatap Arga dari dalam dekapannya dengan tatapan yang begitu teduh. "Kamu tidak perlu berpura-pura sempurna di depanku. Biarkan dunia luar melihatmu sebagai penguasa yang tak terkalahkan... tapi di sini, bersamaku, kamu boleh menjadi Arga yang biasa. Pria yang pernah terluka, tapi memilih untuk tumbuh dan mencintai lagi."

Kalimat itu menghantam jiwa Arga dengan dorongan emosional yang luar biasa dahsyat. Dinding pertahanan terakhir dalam jiwanya yang kaku runtuh sepenuhnya. Logika narasi kehidupannya menemukan pembebasan sejati: pengakuan atas lukanya bukanlah tanda kekalahan, melainkan puncak dari kedewasaan karakter seorang pria.

Arga menatap Kirana, meresapi betapa beruntungnya ia memiliki wanita yang tidak hanya mencintai kejayaannya, tetapi juga memeluk erat sisa-sisa luka masa lalunya.

"Terima kasih, Kirana..." bisik Arga dengan suara yang amat dalam, menangkup kedua pipi Kirana dengan jemarinya yang hangat. "Terima kasih karena sudah menjadi tempatku berlabuh."

Arga mendaratkan sebuah kecupan lembut di dahi Kirana—sebuah gestur yang sarat akan rasa hormat, perlindungan, dan cinta yang murni. Kirana memejamkan matanya, menikmati kehangatan yang mengalir di antara mereka.

Angin malam masih bertiup di atas balkon, namun rasa dingin itu kini telah sepenuhnya sirna. Di bawah langit malam ibu kota, Arga Pratama berdiri bukan lagi sebagai penguasa yang dikendalikan oleh bayang-bayang lukanya, melainkan sebagai seorang pria utuh yang telah berdamai dengan masa lalu, menemukan kedamaian sejati, dan siap melangkah mantap menuju masa depan bersama wanita yang paling dicintainya.

1
Damay Yanti
kapan arga ketemu dengan aisyah nya
Mabuok Hape: entah lah .. author pun bingung 🤣🤣🤣
total 1 replies
aku
next kak
aku
msh baik si arga ya, incip dkit buat menghargai
aku
hancur semua 🤣
aku
mantap 😃
aku
oh alaaaah revisi kah? pantes bingung aq udh bab 36 kok balik ke awal 😃🙏
Pinkan Aritra
sukurin
Pinkan Aritra
kapok
Idefdenko Channel
semogah Arga membalas perbuatan istri nya
Idefdenko Channel
mantap, mendebarkan ...
Idefdenko Channel
mantap
partini
konflik nya masih lama ya Thor
laju dikit Thor biar gereget bacanya ini slowly Banggt
Mabuok Hape: ya KK, maklum lah baru belajar buat novel .. he he he, kadang salah, kadang alur entah kemana perginya, jadi harap maklum 🙏
total 3 replies
partini
cari buktinya susah banget ya ga aihhhh
partini
ayo ga bikin kejutan buat mereka berdua yg sadis yah
partini
Arga kan terzolimi Thor istri selengkong ko ada kata suami kejam ?
partini: oh sperti itu ok ,tapi bukan kejam sih menurut ku harga yg harus di rasakan istri nya karena berani selengkong
jadi ga kejam 🤭
total 2 replies
partini
kumpulan bukti sebanyak"nya cari momen acara yg penting di hadiri kedua keluarga dan tamu play lah tuh bukti like boom
#@.Ar.world(。・ω・。)
cerita nya bagus aku suka dan udah aku kasih like, yang semangat bikin novelnya 👍👍
Mabuok Hape: makacih😍
total 6 replies
partini
lain ini lelaki yg di selingkuhi,,aihhh jadi suami kejam Dong masa iya balik ke lobang yg sama plus terkontaminasi cairan orang lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!