sebuah kisah dua orang asing yang ditakdirkan menjadi keluarga. tanpa tau bahwa pertemuan mereka akan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zean amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 35
keesokan paginya...
Zean bersiap siap pergi kesekolah. dia berjalan ke arah dapur untuk memasak. tetapi... disana sudah ada beberapa bungkus makanan.
Zean mendekati bungkusan itu, disampingnya ada sebuah kertas. di kertas itu tertulis
"Selamat pagi Zean sayangnya mama. mama sudah memberikanmu sarapan. makanlah sebelum berangkat sekolah😁mama pergi lebih dulu karena harus bekerja" isinya.
tik, lagi lagi air mata Zean jatuh tanpa izin. sambil menangis ia memeluk secarik kertas itu.
'Zean bingung ma. mama sebenarnya seperti apa'
setelah tenang, ia duduk dan memulai sarapan.
saat akan depan, ia mendengar suara bising dari luar,..
Zean membereskan semuanya, kemudian berjalan keluar. dapat ia lihat pekerja pekerja itu mulai memperbaiki rumahnya.
Zean menatap mereka dari bawah.. sampai sebuah suara menyadarkan nya.
"Zean. " teriak Arine.
Zean menoleh dan mendapati Arine yang tengah berlari padanya..
"huhh, huhhh (lelah, habis lari) Zean, kamu benar benar akan masuk? disana masih tetap kacau. aku takut kamu akan-" ucapan Arine terpotong saat Zean mengatakan,.
"Aku akan masuk Arine. sampai kapan akan terus lari seperti ini? Masalahnya nggak akan pernah selesai kalau kita terus melarikan diri. karena, sebesar apa pun masalahnya Arine, kita harus berani menghadapinya. Bukan bersembunyi, apalagi melarikan diri seperti ini." jawab Zean.
"hm? ayo" lanjut Zean. setelah itu, ia berjalan..
Arine yang melihatnya, ia kemudian tersenyum. dan menyusul Zean.
Zean dan Arine sudah sampai di sekolahnya. mereka berjalan masuk,
semua tatapan tertuju padanya. seakan ada yang menjadi kominfo, wartawan itu sudah ada disana menunggu kedatangan Zean.
mereka berlari dan mendekati Zean. Arine sudah ingin menghadang mereka, tetapi Zean melarangnya.
Zean maju dan berhadapan langsung dengan wartawan itu.
"Bagaimana tanggapan anda mengenai berita kecurangan itu? " tanya salah satu wartawan.
Zean tersenyum,
"Saya tidak pernah melakukannya. Saya mengerjakannya dari hasil belajar saya." jawab Zean.
"tapi, ada bukti dari kecurangan itu. bagaimana dengan itu? "
"bukti itu memang ada. Tapi,apakah keberadaan bukti itu otomatis membuktikan bahwa saya pelakunya?"
suasana sekitar mulai hening. Zean melanjutkan ucapannya.
"Kalau bukti itu hanya menunjukkan apa yang terjadi pada saat ujian, tanpa menunjukkan siapa yang sebenarnya melakukan atau mengaksesnya, maka kalian belum membuktikan bahwa saya benar-benar bersalah. Jangan samakan ada bukti dengan bukti yang membuktikan. Keduanya berbeda.
Seperti yang saya katakan tadi, saya tak melakukannya. dan tak akan pernah mengakui apa yang tidak saya lakukan. bahkan jika kalian bertanya sampai sepuluh ribu sekalipun" jawab Zean.
para wartawan yang mendengarkan nya tak bisa berkata apa-apa lagi. mereka yang mendengar jawaban dari Zean, sedikit tertekan.
setelah mengatakan itu, Zean berlalu sambil memegang tangan Arine dan berjalan melewati mereka.
dan dapat Arine lihat, wartawan itu mulai mempertanyakan kembali apakah buktinya itu palsu dan sudah direncanakan sebelumnya untuk dirinya. setelah itu, Arine beralih menatap Zean. dapat ia lihat wajah tegas Zean dan rambut emasnya membuatnya bercahaya.
tak hanya itu, Arine mendengar juga beberapa anak anak di sana meneriaki wartawan itu. diatas sana, bisa ia lihat Faris tersenyum kearah mereka.
'luar biasa. sekilas aku melihat sosok tante Clara di dirinya' batin Arine. ia sedikit terkejut. ia tahu bahwa Zean jenius dan lembut, tapi barukali ini ia melihat sisi lain Zean.
sesampainya dikelas, Zean belajar seperti biasanya. dan teman temannya tersenyum bangga melihat Zean melakukan itu tadi.
....
Di sekolah Gavin...
"Cukup itu saja pelajaran hari ini. pelajari dan pahami materinya. jangan sampai seperti ujian nasional kemarin" ucap guru itu. pasalnya, mereka terang terangan joki dan bahkan nyontek 😭😭kenapa ga viral? ditutup pakai uang tebel lah... setidaknya, walaupun ada kecurangan ga akan bocor kemana mana..
"Tapi ya, katanya yang tahun ini peringkat pertama beda orang loh" celetuk salah satu siswi disana.
"iya iya bener. ini beritanya. katanya ada bukti kecurangan" lanjut yang lainnya.
"tapi masa si curang? dia kan pernah ikut lomba di sini dan tembus juara 1 tuh"
"huh? yang bener? yang mana sih orangnya? " jawab siswi lain.
"Waktu reward ia ga dateng. karena sakit katanya. tapi yang ngerjain separuh lombanya itu bener bener dia" balas yang satunya.
dan lain lain deh.. mereka bergosip..
Ariel yang mendengar nya berbisik pada teman temannya.
"Kan apa kata gua, ga ada yang bener bener jenius disini. mitos itu" ucapnya.
nathan, bian, tian, dan Gavin yang melihatnya hanya mengedikkan bahu saja.
toh, bukan urusan mereka
....
hey! kalian terlalu fokus ya? aku typo loh yang Arine aku tulis Erine🤧gapapa sudah author perbaiki ih
jgn lupa mampirr di novelku juga yaa thorr..😍😍