Di sebuah desa terdapat sebuah keluarga yang memiliki anak kembar Inka dan Inki. Kehidupan mereka yang sederhana mematahkan cita-cita Inka yang berperawakan tinggi,putih dan langsing menjadi seorang yang model. Sejak kecil ia selalu tertarik melihat poster-poster para model internasional. Tetapi dengan melihat kenyataan hidupnya, ia buang jauh-jauh keinginannya itu. Yang penting bisa makan saja, baginya cukup. Ia rela pulang hingga menjelang gelap malam untuk mengurus perkebunanya.
Berbeda dengan adiknya, Inki. Sifatnya yang manja, ogah-ogahan dan hobi menghabiskan uang, tidak pernah terbesit di dalam otaknya untuk membantu keluarganya. Ia memiliki cita-cita yang sama seperti Inka. Oleh karena itu, akan menghabiskan waktunya hanya untuk memanjakan dirinya.
Ikuti terus episode-episodenya dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Puji Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 35
"An, kamu siapkan Inka untuk acara makan malam bersama klien malam ini." titah Kevin secara dadakan.
"Dia harus terlihat cantik malam ini." imbuh Kevin.
"Yayaya..... Tetapi kenapa harus mendadak?" tanya Anthony.
"Karena aku dikasih tahunya juga mendadak." balas Kevin. Bahkan Kevin juga tidak tahu pembalasan apa yang akan dibahas nanti malam oleh tuan Brawijaya.
"Memang, inilah salah satu sifat jelek dari bos-bos." keluh Anthony.
"Apa kamu bilang?"
"Ga ada. Aku hubungi dulu nona Inka."
"Jangan sampai telat." ucap Kevin sedikit berteriak karena Anthony sudah meninggalkan Kevin. Tidak ada suara sahutan dari mulut Anthony. Ia terus melangkahkan kakinya hendak ke apartement Inka sambil menghubungi Inka agar mempersiapkan diri.
"Dua kali dalam setengah hari aku ke rumah Inka, seperti apel ke rumah pacar saja." celetuk Anthony dalam gumamannya. Hahahaha..... ia geli sendiri dengan celotehnya sampai menaikkan bahunya.
30 menit kemudian, sampailah ia ke apartemen Inka karena jalanan sedikit padat.
Ting tong......
Inka meninggalkan kegiatannya sejenak dan menuju ke pintu.
"Sebentar?" teriaknyanya. Inka menempelkan matanya di lobang pintu apartemennya untuk memantikan siapa yang datang.
"Sudah siap?" tanya Anthony.
"Sudah mas. Sebentar saya ambil tas saya dulu." Setelah 2 menit Inka mengambil tas ia kembali menemui Anthony.
"Sudah mas." ucap Inka bermaksud siap untuk berangkat. Anthony bangkit dari duduknya dan mengangguk tanda meng'iya'kan ucapan Inka.
Tidak ada percakapan di antara mereka di dalam mobil. Entah sungkan, entah tidak ada pembahasan, atau entah males. Inka tidak tahu harus memulai pembicaraan apa? Begitu juga dengan Anthony. Pandangan mereka sama-sama terarah ke depan mengikuti pergerakan mobil. Sesekali mereka saling melirik meskipun tidak ketahuan. Sesekali mereka melihat ke arah jendela sebelahnya. Ah, seperti pacar yang sedang bertengkar dingin saja. Hehehehe....
"Hmmmmm......" ucap mereka bersamaan untuk membuka pembicaraan.
"Kamu dulu...."
"Mas Anthony dulu saja yang bicara...."
"Sudah kamu dulu saja...."
"Ah, mas Anthony saja....." kini Anthony mulai menambah satu orang lagi yang mengajaknya berdebat.
"Saya lupa mau ngomong apa?" ucap Anthony.
"Yah....." Anthony tersenyum mendengar nada kecewa Inka yang ingin mendengar apa yang akan diucapkannya.
"Kalau begitu saya nggak jadi deh mas...." Anthony menoleh dan mengeryitkan keningnya. Seakan Inka juga tahu jika ia telah mengecewakan asisten bossnya itu tetapi Inka tidak berani menoleh ke arah Anthony.
Tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka hingga sampailah mereka di sebuah butik langganan Kevin.
"Tolong urus dia." perintah Anthony seakan seperti Kevin yang punya kuasa. Namanya juga asistennya. Hehehe...
Petugas tahu selera langganannya itu. Tentu saja ia tidak akan mengerjakannya dengan asal-asalan mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki Inka. Jika Kevin sampai protes tamatlah butik itu. Butik tersebut dipadukan dengan salon kecantikan sehingga pelanggan merasa puas. Tidak harus pindah-pindah tempat untuk mempercantik diri.
Terkadang keberuntungan berpihak kepada kita. Namun terkadang, ketidakberuntungan juga tidak berpihak kepada kita. Tergantung bagaimana caranya kita menyikapi. Masih bisakah tersenyum ketika ketidakberuntungan menghampiri? Masih bisakah rendah hati ketika keberuntungan berpihak? Jadilah pribadi yang berkualitas dalam keadaaan apapun.
Bersambung.....
❤❤❤❤🔆💦💤
Terima kasih atas dukungan readers....
Dukungan readers akan membuat author semangat berkarya...
mohon untuk meninggalkan jejak baik jempol, vote, komentar dan lain-lain....
happy reading....