Indonesia
NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: tamat
Genre:Saudara palsu / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:865.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerak Cepat

Saat yang lain hendak beranjak karena rapat ditunda, datanglah Ricky dengan tergopoh.

"Maaf .. Maaf ... Saya terlambat," ucapnya tanpa rasa bersalah.

Berlian menatap tajam Ricky yang merupakan kepala bagian keuangan. Tatapan Berlian seakan menguliti Ricky sampai ke bagian terdalam, sementara yang lain berusaha menahan tawa.

Ricky naik pitam, "Kenapa ketawa? Ada yang lucu?" kata Ricky emosi.

"Kalau mau menghadap atasan, perbaiki dulu penampilan anda tuan," bilang Maura, barulah Ricky mengamati dirinya sendiri.

"Oh, maaf...," Ricky mendapati kancing celana yang belum dinaikkan.

'Begini modelan staf ayahku. Gimana perusahaan mau maju?' batin Berlian.

"Karena anda sudah hadir, silahkan presentasikan laporan bagian keuangan tuan Ricky," sambung Maura.

"Saya?" Ricky menunjuk dirinya sendiri.

"Betul. Anda yang mempunyai kesempatan pertama tuan," lanjut Maura sopan.

Ricky maju dengan gugup. Mungkin belum ada persiapan karena semua serba mendadak.

"Makasih tuan Ricky," ucap Berlian saat Ricky menutup laporannya.

"Menurut anda semua yang hadir di sini, bisa paham presentasi barusan?"' tanya Berlian serius.

Semua diam.

"Anda-anda yang bekerja lama di sini saja tak paham, apalagi dengan saya. Saya minta benahi semua laporan. Besok pagi sudah ada di meja saya tanpa terkecuali," tandas Berlian.

Berlian meninggalkan ruang rapat diikuti Maura.

"Bos sok pintar. Laporan yang aku buat sudah jelas begini, masih tak paham. Tuan Adrian aja tak pernah komplain," gerutu Ricky.

"Kalau tak mau merubah, siap-siap aja besok direshuffle," kata Maya kepala bagian pemasaran.

"Belagu banget jadi bos. Bisa jadi direktur pasti hasil ngerayu tuan Dominic," olok Ricky.

"Hati-hati bicara, tembok pun bisa melihat dan mendengar sekarang," Maya mengingatkan.

Ricky tertawa.

"Jangan sebut nama Ricky kalau tak bisa bawa direktur baru itu ke ranjang," katanya.

"Terserah anda deh," balas Maya.

"Darimana barusan? Sampai lupa kencengin ikat pinggang?" telisik Maya.

"Kepo," Ricky terkekeh.

Sepak terjang Ricky yang suka main perempuan sudah jadi rahasia umum. Terutama karyawan baru, banyak yang menjadi korban Ricky.

.

Berlian duduk di kursi kebesarannya.

"Tahu sesuatu?" telisik Berlian saat Maura ikutan duduk di sofa ruang kerja Berlian.

"Akan ku selidiki," ucap serius Maura.

"Untuk makan siang, mau apa?" tanya Maura.

"Aku ikut kamu deh. Pesen online aja, males keluar," bilang Berlian.

"Oke, aku balik," Maura beranjak pergi ke ruang kerjanya, yang bahkan dari pagi belum ditempati.

Berlian menatap serius layar monitor sepeninggal Maura.

Helaan nafas panjang terdengar dari bibir Berlian.

"Gimana tak rugi, perusahaan kok minus dimana-mana?" Berlian menepuk jidatnya sendiri.

"Apa ini laporan yang disampaikan Ricky tadi?" gumam Berlian kala menemukan folder laporan.

Berlian meneliti angka demi angka yang tertera di sana.

"Alur kas masuk keluar amat kacau," Berlian dengan mimik serius.

"Hhmmmm, sebaiknya urusan internal aku perbaiki dulu," Berlian menemukan solusi.

.

Maura balik ke ruang kerja Berlian, membawa makan siang untuk mereka berdua.

"Temani aku makan," pinta Berlian.

"Oke, tapi jangan sering-sering. Sesekali aku ingin makan di kantin perusahaan, membaur dengan karyawan lain," bilang Maura.

"Sepertinya ide bagus," balas Berlian dengan senyuman.

"Kamu mau ikut makan di kantin?" tanya Maura memastikan.

"Tentu saja," ucap Berlian yakin

"Kirain setelah jadi bos, kamu akan seperti tuan Dom. Tak terjangkau oleh karyawan," ungkap Maura.

Berlian tertawa, "Kamu lupa? Aku juga karyawan nya Dominic Alexander," sambut Berlian.

Maura ikutan tertawa.

"Ada yang lucu?" Dominic duduk di tengah keduanya.

"Astaga naga," reflek Maura mengelus dada. Berlian pun kaget.

"Anda sudah ke sini lagi? Bukannya anda rapat dengan perusahaan W? " tanya Berlian.

"Kenapa? Tak boleh?" Dominic menyuap makanan yang barusan dimakan oleh Berlian.

"Saya pesankan lagi saja tuan," Berlian menggeser makanan menjauhi Dominic.

"Enak kok. Pelit amat," Dominic menarik kotak makanan yang digeser Berlian.

Maura dan asisten Brian hanya bisa saling tatap melihat ke uwu an big bos. Berlian merasa tak enak. Sementara Dominic tetap melanjutkan makan.

Kruk.... Kruk.... Berlian memegang perutnya. Malunya tak ketulungan.

"Kamu lapar? Mau ku suapin?" Dominic menyodorkan sesuap ke arah Berlian. Sengaja menggoda.

Blussss... Ada yang pipinya merona tuh.

"Anda sehat?" Berlian merasa aneh dengan tingkah sang bos seharian ini.

"Sehat banget," ucap Dominic tetap mengunyah makanan yang ada di mulut.

Berlian menatap asisten Brian menuntut penjelasan, sementara Brian hanya mengedikkan bahu tanda tak tahu.

"Brian, order kan lagi. Ada yang laper tuh," suruh Dominic.

"Siap tuan," asisten Brian membuka aplikasi di ponsel.

Maura ikutan menunda makan, menunggu yang lain.

Dominic menyilangkan kaki setelah acara makannya selesai.

"Ingat, masa iddah," celetuk Brian membuat semua menoleh ke arahnya.

"Ampun bos, hanya mengingatkan," seru Brian sambil mengacungkan dua jari membentuk huruf 'v'.

Tok... Tok....

Terdengar ketukan pintu.

"Masuk" suruh Berlian.

"Nyonya, ada yang mengacau di lobi," beritahu sekretaris Berlian.

"Apa di sini kekurangan tenaga satpam, hingga hal begini saja musti ke meja direktur?" hardik Dominic.

"Maaf tuan," sekretaris tak berani menatap Dominic.

"Siapa?" Berlian menengahi.

"Tuan Adrian dan Tuan Arya, nyonya," ucap sekretaris tetap menunduk.

"Haisss... Mereka lagi," tanggap Dominic kesal.

"Saya turun dulu tuan Dom," Berlian beranjak dan Maura akan ikut serta.

Dominic mengiyakan.

Teriakan tuan Adrian dan Arya terdengar saat Berlian dan Maura keluar lift.

Saat ini Berlian berhadapan langsung dengan ayah dan mantan suami.

"Ternyata benar dugaanku. Ada niat terselubung dalam jual beli perusahaan Wijaya," seru tuan Adrian.

Berlian heran, berita dia jadi pimpinan perusahaan Wijaya cepat sekali menyebar.

"Ada yang salah Yah?" tanggap Berlian.

"Itu namanya penipuan," tukas Arya menyela.

"Penipuan?" tanggap Berlian tak percaya jika ayah dan mantan suaminya beranggapan seperti itu.

"Benar, nyatanya saat ini kamu yang pimpin perusahaan Wijaya," respon Arya.

"Kalian pasti memanfaatkan kelengahan kami. Dari awal kamu pasti ada niatan merebut perusahaan ini," imbuh tuan Adrian.

"Hah? Apa aku tak salah dengar? Harusnya kalian bersyukur masih ada yang mau membeli perusahaan yang hancur ini," kata Berlian datar. Pakai emosi bikin capek fisik dan mental.

"Atau uang kalian hasil jual perusahaan ibuku sudah habis? Hingga nekad mengacau ke sini," ucapan Berlian membuat tuan Adrian emosi.

Tuan Adrian mendekati Berlian.

"Tutup mulutmu" serunya.

"Ayah, tuan Dominic lah pemilik sah perusahaan Wijaya sekarang. Ayah sendiri yang tanda tangan bukan?" tutur Berlian halus untuk menghormati orang tua di depannya ini.

"Anda berdua ke sini dalam rangka apa?" Maura menyela.

"Kecewa? Karena Berlian yang dipercaya memegang perusahaan ini?" lanjut Maura.

"Anda berdua memang naif. Tidak suka melihat orang lain sukses. Iri dengki kok dipelihara," ejek Maura.

"Kau....!" tunjuk Arya dengan tatapan marah.

"Kenapa? Tak terima?" tantang Maura. Arya mendekati Maura, tapi ekor mata Berlian memberi kode pada security untuk mencekal Arya dan tuan Adrian.

"Pergilah, sebelum kalian diusir paksa," kata Berlian sopan.

"Oh ya Arya, urus aja perusahaan kamu. Ntar kalau merugi bilang ke kami, biar tuan Dominic selesaikan," kata Berlian mengejek. Berlian balik kanan diikuti Maura

Arya mengepalkan tangan erat.

Tuan Adrian dan Arya hendak diseret oleh security.

"Lepas! Kami bisa pergi sendiri," keduanya meninggalkan perusahaan dengan rasa kesal yang luar biasa.

.

Di ruangan Berlian

"Berlian Putri Wiranata, lusa siapkan dirimu. Ikut kita rapat dengan perusahaan W," bilang Dominic.

"Hah?" padahal Berlian sudah ada agenda sendiri.

Dominic pergi tak menunggu jawaban dari Berlian.

1
Khairul Azam
perkataan tuan alexsander itu bukankah termasuk pelecehan
Khairul Azam
banyal fitnah karena km gak mau klo ayahmu mau mengumumkan klo km iti anaknya, itu jg termasuk dosa jg karena memboarkan orang lain berpikir biruk.
echa purin
👍👍👍
Ita Ita
novelnya sangar bagus dan menarik.
moenaelsa: makasih 🌟 kak
total 1 replies
Titien Prawiro
Diambang batas gk ada lanjutannya apa.
Yuliati Soemarlina
yeh berlian bukan morotin..itu perhiasan dikasih mertuanya..
Yuliati Soemarlina
ketabrak ga sengaja aja dipermasalahkan kinara...modus nipu nih 2 manusia cecunguk ??
Yuliati Soemarlina
pemain" drama saling bersinggungan...
ken darsihk
tuh Ayah sdh di sumpal oleh ibu nya si Intan , benar Berlian pelakor tetap sajah pelakor 😠😠
ken darsihk
Yahhh Berlian kenapa juga lari ke club , sudah gitu ketemu sama pecundang dan gundik nya
ken darsihk
Aq mampir
karya pertama nya author yng aq baca , seperti nya bagus
moenaelsa: makasih kak
total 1 replies
Yuliati Soemarlina
jgn nyela berlian..dengarkan ucapan dr..jgn sok tau...lama" nyebelin juga si berlian ini
Yuliati Soemarlina
lihat tanda" nya..kamu hamil berlian..
Yuliati Soemarlina
berlian n dom sama" ngebohongi ortu...kenapa thor ceritanya jelimet begini...rahasia"...teruuus🤭🤭🤭
Yuliati Soemarlina
berlian..rahasia teruuuuuus...cape deh...🤭
Yuliati Soemarlina
2 org licik bersekutu..apakah akan berhasil ?
Yuliati Soemarlina
klo ceritanya bagus tentu bagus komentarnya thor...
Yuliati Soemarlina
Dom cepat halalkan berlian...biar gak terus diganggu ulat keket si kinara
Yuliati Soemarlina
akibat berlian keras kepala..banyak fitnah..apa yg kamu pertahankan berlian..lemot banget otak peran utama ini
Yuliati Soemarlina
bungkam tuh mulut lemes si kinara..tunjukan pd dunia bahwa kamu anak tunggal wiranata..biar orang" tdk merenehkanmu..kesel juga baca cerita ini thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!