Bertahun-tahun setelah sebuah pembantaian menghapus keluarga Black Rose dari dunia mafia, Elena kembali dengan identitas sebagai seorang pelayan.
Tidak seorang pun tahu siapa dirinya atau alasan sebenarnya ia memasuki keluarga Bianchi.
Namun, putra pertama keluarga Bianchi, Leon mulai mencurigai wanita itu. Kebiasaan aneh dan tato yang wanita itu miliki, membangkitkan potongan ingatan dari masa lalu yang tidak pernah bisa ia pahami.
Sampai sebuah kesalahpahaman memaksa mereka untuk menikah.
Leon melihat kesempatan untuk mengawasi Elena lebih dekat. Sementara Elena menerima pernikahan itu demi satu tujuan yaitu membalas dendam.
Dua orang dengan tujuan tersembunyi terikat dalam satu pernikahan.
Dan, tanpa mereka sadari, pernikahan itu akan membuka rahasia yang menghubungkan masa lalu mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjagaan Yang Di Perketat
Sejak malam itu, suasana kediaman keluarga Bianchi terasa berbeda.
Rumah besar yang biasanya tenang kini penuh dengan ketegangan yang sulit dijelaskan. Para pelayan masih menjalankan tugas seperti biasa, tetapi langkah mereka terlihat lebih hati-hati. Percakapan yang sebelumnya terdengar di beberapa sudut rumah, kini hampir tidak pernah ada.
Yang paling mencolok adalah penjagaan.
Jumlah anggota The Raven yang berjaga di sekitar kediaman meningkat berkali-kali lipat. Beberapa penjaga berdiri di dekat gerbang utama, sementara yang lain ditempatkan di sepanjang halaman dan sisi belakang rumah.
Bahkan, beberapa penjaga baru terlihat berada di dalam rumah.
Mereka berdiri di ujung lorong, dekat tangga, dan di sekitar ruangan-ruangan penting.
Setiap orang yang keluar-masuk diperiksa dengan lebih ketat.
Kamera pengawas yang sebelumnya hanya terpasang di beberapa sudut, kini seolah memenuhi setiap bagian rumah, bahkan di lorong yang jarang di lewati..
Tidak ada satu pun sudut yang tampak luput dari perhatian.
Elena menyadari perubahan itu sejak pagi. Ia melihat dua anggota The Raven berdiri di depan pintu yang sebelumnya tidak pernah dijaga.
Elena memperlambat langkahnya. Tatapannya menyapu sekitar.
Satu penjaga berada di dekat tangga, yang lainnya berdiri di ujung lorong. Dan, seorang pria terlihat berbicara melalui alat komunikasi kecil yang terpasang di telinganya.
Elena tetap memasang wajah tenang. Ia hanya menundukkan kepala dan terus berjalan seolah tidak terjadi apa-apa. Tapi, di dalam pikirannya, ia mulai menghitung. Lalu, tatapannya sekilas mengarah ke kamera pengawas.
Elena menarik napas pelan. Mereka jelas sedang memperketat keamanan. Dan, dugaannya karena ia menyebut kata 'Mawar'
Elena menyeringai tipis. Itu artinya umpannya berhasil. Dan, sekarang ia hanya perlu berhati-hati.
Elena melangkah, mendekati jendela taman dan memandang halaman yang kini dipenuhi penjaga.
Angin pagi menggerakkan rambutnya perlahan.
"Sepertinya, dia mulai takut," batin Elena, tersenyum tipis.
Namun, senyum itu segera menghilang saat seseorang terdengar memanggil dari belakang.
"Nona Elena."
Elena menoleh, menatap penjaga yang berdiri beberapa meter darinya.
"Ada apa?"
"Tuan Victor meminta seluruh penghuni rumah untuk tidak keluar tanpa izin."
Elena mengangkat alis. "Kenapa begitu?"
"Maaf, Nona. Saya hanya menjalankan perintah."
Elena terdiam sesaat, sebelum mengangguk patuh. "Baiklah, aku mengerti."
Elena berbalik, hendak kembali ke kamar. Tapi, langkahnya terhenti saat suara seseorang memanggilnya.
"Elena!"
Elena menoleh lalu tersenyum tipis. "Nyonya?"
Maria memasang wajah masam. "Sampai kapan kamu akan terus memanggilku Nyonya, hah?"
Elena tersenyum kecil, lalu menundukkan kepala dengan sopan.
"Saya tidak berani memanggil Anda dengan sebutan lain, Nyonya."
"Hah, sudahlah!"
Maria menghela napas panjang. Wajahnya masih terlihat kesal, tetapi beberapa detik kemudian ekspresinya berubah. Matanya berbinar seolah baru teringat sesuatu yang penting.
"Oh, ya!"
Maria memberikan sebuah kartu undangan yang tampak elegan.
"Kita mendapatkan undangan untuk menghadiri pesta ulang tahun pernikahan rekan bisnis Victor besok malam."
Elena menerimanya dan membaca sekilas tulisan yang tertera di atasnya.
"Saya juga mendapatkan undangan?"
"Tentu saja." Maria tersenyum lebar.
"Bagaimanapun juga, sekarang kamu adalah istri Leon. Jadi, sudah sewajarnya kamu ikut bersama kami."
Elena terdiam sesaat. Tatapannya kembali jatuh pada kartu undangan di tangannya. Lalu, senyum tipis perlahan terbit di bibirnya.
"Baiklah, saya akan ikut."
Maria langsung terlihat senang.."Bagus!" Lalu, ia menggandeng lengan Elena tanpa ragu. "Kalau begitu, kita harus segera mencari gaun untukmu."
Elena sedikit terkejut. "Sekarang?"
"Tentu saja sekarang!"
Maria menarik Elena menuju tangga. "Kita tidak punya banyak waktu. Besok malam kamu harus tampil cantik."
***
Sementara itu, hal sama juga dirasakan oleh Leon.
Sejak pagi, ia menyadari perubahan mencolok di Markas The Raven.
Para penjaga terlihat lebih waspada. Akses ke beberapa ruangan dibatasi, sementara setiap anggota yang keluar-masuk markas diperiksa lebih ketat dari biasanya. Termasuk dirinya.
Ia merasa diawasi dan, itu cukup mengganggu kebebasannya saat menjalankan tugasnya.
Leon menyadari tatapan para penjaga yang mengikuti saat ia berjalan melewati lorong. Bahkan, saat masuk ke ruang kerjanya, ia mendapati seorang anggota The Raven berdiri tidak jauh dari pintu.
Leon berhenti. Tatapannya menajam.
"Sejak kapan ruangan ini dijaga?"
Pria itu tampak gugup. "Ma-maaf, Tuan. Ini perintah Tuan Victor."
Leon tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia hanya mengangguk dan masuk ke ruang kerjanya.
Tidak berapa lama, Sean ikut masuk dan menutup pintu rapat-rapat sebelum menghampiri Leon yang duduk di kursinya.
"Tuan, ada informasi jika semalam tuan Victor dan Tuan Daniel datang ke markas. Mereka membicarakan tentang dokumen penting," ucap Sean dengan nada pelan.
Leon mengeryit tajam. "Dokumen penting?"
Sean mengangguk cepat. Ia kembali menoleh, memastikan tidak ada celah untuk menguping pembicaraan mereka, sebelum beralih pada Leon.
"Sepertinya, dokumen itu berisi tentang tragedi dua puluh tahun yang lalu."
Leon diam beberapa saat. Pikirannya kembali pada kejadian semalam.
Kata mawar yang Elena ucapkan, reaksi Victor yang berlebihan. Dan sekarang, dokumen penting yang dirahasiakan..
Leon bangkit, lalu berjalan menuju jendela. Ia menatap halaman markas dari balik kaca.
"Jadi, semua ini karena Elena," gumam Leon.
Leon mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras.
Selama bertahun-tahun, Keluarga Bianchi sudah merawatnya, memberinya tempat tinggal, melatihnya, memberinya kepercayaan, bahkan mengangkatnya menjadi salah satu orang terpenting di The Raven.
Leon berutang banyak pada keluarga tersebut. Tetapi, semua itu tidak lantas menghapus kecurigaannya.
Terlebih setelah mengetahui bahwa ada dokumen rahasia tentang The Black Rose yang disembunyikan begitu ketat.
"Bagaimana jika benar Daddy terlibat dalam pembantaian keluarga Elena?"
Pertanyaan itu terasa seperti pisau yang menusuk dirinya sendiri.
Leon menggeleng pelan.
"Tidak. Daddy bukan orang seperti itu," gumamnya, menolak pikirannya sendiri.
Tapi, semakin ia mencoba menyangkalnya, semakin banyak pertanyaan yang muncul.
Jika Victor tidak terlibat, kenapa reaksinya seperti itu saat Elena menyinggung kata mawar?
Mengapa dokumen tentang tragedi itu disimpan seperti rahasia terbesar The Raven?
Dan, mengapa penjagaan diperketat tepat setelah Elena menyebut nama organisasi tersebut?
Leon menarik napas dalam.
Ia bisa saja mengabaikan Elena dan percaya pada Keluarga yang sudah membesarkannya. Tapi, entah mengapa setiap mengingat simbol mawar hitam, dan mendengar tentang tragedi dua puluh tahun yang lalu, membuat dadanya terasa sesak, seolah ada luka yang yang sudah lama mengendap.
"Ada apa denganku?" gumamnya.
"Oh iya, tuan. Saya hampir lupa," ucap Sean tiba-tiba, membuat lamunan Leon buyar.
"Ada apa?" Leon berbalik dan kembali duduk di kursinya.
"Ada undangan untuk anda." Sean meletakan kartu undangan di depan Leon. "Sepertinya, itu undangan ulang tahun pernikahan rekan bisnis tuan."
Leon mengerutkan keningnya. Ia melihat kartu undangan tersebut dengan heran.
"Tumben sekali. Biasanya, aku tidak di libatkan dalam urusan bisnis."
"Mungkin, karena anda sudah menikah," ucap Sean. "Saya dengar, semua anggota keluarga Bianchi mendapatkan undangan. Termasuk, Elena."
💖💖💖
nyogok biar dobel up🤭
huh benalu menyusahkan👊