"Musuh kalian bukanlah orang asing, tapi orang terdekat kalian sendiri"
Suara itu terdengar begitu jelas di telinga tiga pemuda yang berada di sebuah kampung penuh misteri.
Akankah mereka bisa menemukan siapa musuh terdekat mereka itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hasutan Dahlia 2
"Siapa yang mengatakan itu! Itu kebohongan!" bentak Dahlia menendang Karman sampai terjengkang ke belakang.
"Ampun nyi, pohon keramat itu yang mengatakan pada saya nyi, saat saya mengantar Kenanga yang sekarat, pohon itu langsung mengobati Kenanga, dia bilang itu karena Kenanga jauh dari pasangannya" jawab Karman berbohong
"Dan kamu percaya begitu saja!"
"Saya percaya karena saya menyaksikan sendiri nyi, Kenanga bahkan bisa bicara di depan pohon itu" jawab Karman
"Aku akan tetap meneror wargamu Karman, aku ingin merusak nama Panca, dia menolak bekerja sama denganku, dia terlalu sombong" ungkap Dahlia
"Tapi dengan meneror warga itu justru akan membuat nak Panca semakin tidak menyukai nyi, dia semakin tidak mau bekerja sama dengan kita nyi" ucap Karman mulai mengeluarkan bujukannya.
"Maksud kamu apa Karman!"
"Maksud saya, saya tahu NYI ingin bersatu dengan Panca kan, dia adalah sumber kekuatan nyi yang baru karena saya sudah terlalu tua" ucap Karman
"Kamu memang pintar, Panca memang satu satunya lelaki yang memiliki aura satria dalam dirinya, tapi dia menyembunyikan itu, oleh karena itu aku ingin menyerap semua energi miliknya" ungkap Dahlia
"Tapi Panca selama ini selalu di dampingi orang yang NYI tau sendiri adalah orang yang begitu kuat" ungkap Karman
"Kamu salah Karman, sosok yang berdiri di samping Panca bukanlah manusia, dia itu jelmaan jin yang kesaktiannya melebihi diriku, dia jin yang mampu merubah dirinya jadi manusia bahkan punya bau khas manusia" ucap Dahlia membuat Karman terkejut
"Jin, Prama adalah jin?" tanya Kasman.
"Iya, dia adalah jin pelindung keluarga Panca, sudah ada sejak jaman dulu dan selalu ikut anak laki laki pertama di keluarga itu" jawab Dahlia yang sengaja mengatakan itu pada Karman, setelah dia mengunjungi Sudarso yang kalah dalam pertarungan melawan Liam, Lintang dan Hamka. Sudarso mengatakan pada Dahlia tentang Prama dan mengatakan kalau Panca adalah orang yang pantas untuk jadi pendamping Dahlia jika dia ingin punya raga manusia.
"Itu yang aku dengar dari Sudarso, dia kalah dengan melawan menantumu beberapa hari yang lalu Karman" jawab Dahlia kembali memejamkan matanya untuk tidur.
"Prama, dia baru ada bersama Panca saat Panca pulang dari kota, dia selalu bersama Panca sejak saat itu, apa iya dia aslinya jin, dia bahkan makan seperti manusia" gumam Karman pergi dari sana.
Kaki Karman sempat beberapa kali tersandung akar pohon saat dia hendak pulang, dia masih memikirkan perkataan Dahlia tentang Prama, jika memang Prama adalah jin, itu berarti ilmunya begitu tinggi sampai sampai dia bisa terlihat persis seperti manusia dan juga berjalan dan hidup seperti manusia.
"Aku harus percaya siapa sekarang, apa aku sudah gila karena tidak menyadari Prama adalah jin, tapi apa mungkin, dia benar benar terlihat seperti manusia" gumam Karman
Dahlia yang mengikuti Karman hanya bisa menyeringai, dia sengaja mengatakan itu agar Karman mengusir Prama dari kampung itu, Prama sebenarnya adalah manusia biasa, Dahlia sengaja menghasut Karman agar percaya padanya dengan mengatakan semua itu, apalagi dia tahu kalau selama ini Karman masih tidak tenang meski dia sudah menjadi seorang tetua utama di kampung itu, karena ada Panca yang jadi keturunan tetua terdahulu.
"Hahaha.. Kalian akan saling mencurigai dan saling membenci, dan saat itulah aku akan masuk ke dalam hati kamu Panca, tidak ada manusia berhati bersih, mereka tetap akan tergoda dengan yang namanya harta, tahta dan wanita" gumam Dahlia lalu kembali ke bukit Mahoni.
Karman sampai di kampung Mahoni tapi dia tidak langsung pulang, dia ke rumah Panca untuk memastikan sesuatu, dia tidak mau bertindak gegabah dengan meminta warga mengusir Prama, apalagi Prama juga punya pengaruh besar di kampung itu, dia sering membantu para warga yang rumahnya rusak.
"Mbah Karman, mari Mbah masuk" ucap Panca sopan mencium tangan Karman begitupun Prama yang memang selalu ada di sana karena mereka tinggal satu rumah bersama ibu dari Panca.
"Ada yang ingin Mbah tanyakan sama kamu" ucap Karman langsung karena dia takut ada yang mendengar obrolan mereka
"Ada pertanyaan apa Mbah, kalau bisa saya pasti akan langsung menjawabnya" ucap Panca
"Sejak kapan nak Prama ikut kamu di kota?" tanya Karman
"Sejak kami sekolah bersama Mbah, Prama ini adalah anak dari saudara jauh mendiang bapak, dia anak yatim piatu dan sekarang saya ajak tinggal di sini karena di sana dia tidak punya siapapun lagi" jawab Panca
"Jadi kamu sudah kenal Prama sejak lama?" tanya Karman lagi
"Iya Mbah, bahkan saya sudah sejak kecil dengan Prama, ketika bapak mengirim saya ke kota untuk sekolah" jawab Panca
"Kalau boleh tahu ada apa ya Mbah?" tanya Panca khawatir
"Ada gosip yang beredar di kampung bukit Mahoni, katanya Prama itu adalah jin pelindung kamu" jawab Karman jujur
"Apa! Siapa yang mengatakan itu?" tanya Prama kesal
"Sabar Prama, Mbah Karman adalah pemimpin kita, kamu harus sopan" ucap Panca tegas karena Prama terlihat marah pada Karman.
"Tidak apa apa, Mbah mengerti perasaan Prama, Mbah juga akan melakukan hal yang sama kalau di tuduh seperti itu, apalagi Prama ini wujudnya terlihat dan bahkan bisa berbaur dengan manusia" jawab Karman
"Tapi dari mana mereka mendengar berita itu awalnya ya Mbah?" tanya Panca
"Katanya dari Mbah Sudarso, yang tinggal di tebing Mahoni, dia mengatakan itu pada NYI Dahlia dan menyebarkan ke setiap warga di sana, mungkin warga sini juga akan segera dengar beritanya, tapi kamu tidak perlu khawatir, Mbah akan jelaskan semuanya pada warga kalau sampai itu terjadi di sini" jawab Karman
"Terima kasih Mbah, saya tidak tahu harus minta tolong pada siapa kalau sampai berita bohong itu menyebar di kampung ini, kasihan Prama dia tidak punya siapapun lagi" ungkap Panca
"Iya sama sama, kalau begitu Mbah permisi dulu, Mbah harus mengurus ternak Mbah" pamit Karman
"Iya Mbah, terima kasih sekali lagi" jawab Panca dan Prama
Setelah kepergian Karman, Prama langsung keluar dari rumah, dia marah dan ingin menemui Sudarso di rumahnya, tapi Panca menahannya dan tidak mengijinkan Prama pergi karena Panca yakin itulah yang di inginkan Dahlia.
"Kita hanya perlu menunggu Prama, ini adalah keinginan Dahlia, aku yakin, pasti terjadi sesuatu dengan Sudarso yang membuat dia ingin kamu ke sana dan menghabisi Sudarso" bisik Panca
"Maksud kak Panca?" tanya Prama
"Dahlia sedang mengatur rencana membuat kampung Mahoni ini rusuh, dia pasti punya tujuan lain melakukan itu, dan di antara tujuannya pasti ingin kita di usir para warga, dia tahu kalau kamu adalah pendukung pertamaku, jadi dia akan memulai mengusir kamu terlebih dahulu" jawab Panca
"Lalu aku harus diam saja sementara dia memfitnahku jadi jin pelindung kak Panca?" tanya Prama
"Kamu tidak punya pilihan lain, lakukan kegiatan sehari hari kamu bersama warga di sini, buat mereka menyukai kamu agar setiap berita buruk tentang kamu tidak akan mereka percaya" jawab Panca
"Mbah Pitra menawarkan anaknya padaku" celetuk Prama
Plak.
"Kenapa baru bilang, kalau begitu terima dia" kesal Panca menggeplak kepala Prama
"Tapi kan kita seorang muslim, bagaimana aku menerimanya, kak Panca saja masih sendiri karena menunggu orang yang seagama dengan kak Panca" jawab Prama
"Iya juga, kita tidak bisa sembarangan menikah di sini" gumam Panca.
#######