Indonesia
NovelToon NovelToon
Monica'S Magic!

Monica'S Magic!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Akademi Sihir
Popularitas:539
Nilai: 5
Nama Author: Bintang star_nrl22

​Bagi Monica dan kelompoknya, ini bukan sekadar tugas biasa—ini adalah perjuangan untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi.

​Di tengah kepungan musuh dan bayang-bayang naga hitam, mereka terus melangkah maju. Tetapi tidak semua orang bisa pulang. Ketika tabir misteri akhirnya terkuak, darah dan air mata telah tercurah, meninggalkan hanya dua orang yang berdiri di antara puing-puing pengorbanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang star_nrl22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan di Akademi Sihir

Langkah kaki Monica bergema di sepanjang koridor berbatu Akademi Sihir Grandoria. Sinar matahari pagi menembus jendela-jendela kaca patri berukir, memancarkan bias warna-warni yang indah di atas jubah seragam birunya. Di genggaman tangannya, ia memeluk erat sebuah buku mantra tebal dan tongkat kayu cendana berhiaskan kristal safir yang masih baru.

Hari ini adalah hari pertamanya menapakkan kaki di akademi terbaik seantero kerajaan. Sebagai seorang gadis yang memiliki impian besar untuk menjadi penyihir hebat, dada Monica bergetar hebat antara rasa gugup dan antusiasme yang meluap-luap.

"Awas! Seseorang tolong tahan bola api itu!"

Sebuah teriakan melengking dari arah halaman tengah memecah keheningan. Sebelum Monica sempat menoleh penuh, sebuah bola api berukuran cukup besar meluncur deras ke arahnya. Refleks, Monica mengangkat tongkat sihirnya dan menghentakkan kakinya ke lantai.

"Shield of Arcana!" rapai Monica cepat.

Sebuah kubah cahaya biru tembus pandang tercipta tepat di depannya. Bola api itu menabrak perisai sihir Monica dengan dentuman keras sebelum akhirnya padam menjadi berasap tipis. Monica mengembuskan napas lega, meski tangannya sedikit gemetar menahan getaran sihir tadi.

"Wah, pertahanan yang sangat cepat!" seorang gadis berambut cokelat panjang yang tergerai indah berlari mendekatinya dengan panah kayu di tangannya. Matanya yang berwarna hijau zamrud berbinar kagum. "Maafkan kawan kami ya, dia masih sering lepas kendali kalau latihan sihir elemen. Aku Elena!"

"Aku Monica," jawabnya seraya tersenyum tipis dan menurunkan perisainya.

"Hei! Kau tidak apa-apa?" seorang pemuda berambut biru berlari menyusul dengan wajah penuh penyesalan. "Aku sungguh minta maaf! Aku tadi mencoba merapal mantra tingkat dua, tapi fokusku terpecah. Namaku Kazuma."

"Tidak apa-apa, sihirmu cukup kuat," balas Monica jujur.

Tak berapa lama, dua murid lainnya mendekat. Seorang pemuda berbadan tegap dengan armor latihan besi tebal menyeringai lebar sambil menepuk bahu Kazuma hingga pemuda berambut biru itu tersungkur pelan. "Sudah kubilang kan, Kazuma! Latihanmu itu bahaya kalau tidak ada aku yang memegang tameng di depanmu! Namaku Reno, calon kesatria pelindung terbaik di akademi ini!"

Sementara itu, di dahan pohon besar di pinggir lapangan, seorang pemuda lincah dengan dua belati kayu melompat turun tanpa menimbulkan suara sedikit pun. "Dan aku Danis. Jangan dengarkan Reno, dia cuma menang badan besar saja," gurau pemuda itu seraya terkekeh.

Melihat tingkah kocak keempat orang di hadapannya, rasa gugup yang tadinya menggelayuti perasaan Monica perlahan sirna. Di bawah naungan pohon tua di halaman akademi, kelima anak muda itu duduk bersama dan saling menukar cerita tentang impian serta alasan mereka berada di sana.

"Tujuan utamaku belajar di sini adalah ingin membasmi seluruh musuh kegelapan dan menjaga kedamaian," ujar Monica tegas, jemarinya menggenggam erat tongkat sihirnya seraya membetulkan ikatan rambut kuncir kudanya.

Elena tersenyum hangat. "Kalau begitu, anggap saja kita sudah ditakdirkan bertemu. Bagaimana kalau kita membentuk satu tim latihan resmi?"

Reno, Kazuma, dan Danis langsung menyambut ide itu dengan sorakan antusias. Di hari pertama sekolah itu, di tengah kehangatan tawa dan impian yang membara, Monica dan keempat temannya meresmikan kelompok mereka. Mereka belum menyadari bahwa ikatan persahabatan yang baru terbentuk di akademi ini kelak akan membawa mereka ke dalam takdir pertempuran terbesar dan paling emosional dalam hidup mereka.

"Nanti kita musnahkan musuh-musuh yang tidak jelas itu ya! " ucap kazuma, lalu mereka semua tertawa pelan dan mengangguk setuju. Elena langsung melirik Monica, lalu Monica tersenyum, lalu Elena pun tersenyum.

1
Al Dede
novel ini srru bsnget mencrtkn tentsng anak yang pantanv menyerah+akademi sihir,sihir dia terkuat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!