Indonesia
NovelToon NovelToon
Meluluhkan Hatimu

Meluluhkan Hatimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: ibu ditca

Menjadi korban keegoisan orang tuanya pasca perceraian, membuat Auri lebih memilih mantan ART nya untuk menjadi walinya.

Perjalanan hidup Auri sejak masih kanak-kanak memang tak mudah. Bahkan kehidupan cintanya pun seolah tak berpihak padanya.

Namun sosok pemuda yang tak pernah ia sangka, hadir dalam hidupnya. Dan perlahan mengubah alur hidup Auri.

Ikuti perjalanan hidup Auri yukkk
Welcome di tulisan receh Mak Othor. Semoga Mak Othor bisa konsisten menulis lagi yakk...
Yang kemarin terpaksa hiatus.
terimakasih semua...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibu ditca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Auri melesat menuju ke tempat usahanya. Ia menuruni roda duanya dengan jalan yang tertatih pelan. Siti yang melihat bos nya datang pun menghampiri dan terlihat panik.

"Teh...teteh kenapa?'' tanya Siti. Auri tak langsung menjawab. Ia memilih duduk di bangkunya lebih dulu meski ada sedikit bantuan Siti yang tadi memapahnya.

"Hah! Alhamdulillah...'' kata Auri.

"Teteh beleum jawab! Ini teteh kenapa?'' ulang Siti.

"Tadi pas mau ke sini, ada mobil yang mau keluar gerbang. Tapi dia ga liat situasi, main mundur aja. Mau ga mau aku ngerem mendadak, dari pada nabrak body mobil kan....''

"Ya Allah teh...tapi ngga ada luka kan teh?'' Dadan menghampiri juga di susul oleh Budi.

"Kayaknya terkilir sih ini'' Auri melepas kaos kakinya untuk melihat kondisi pergelangan kakinya yang sakit. Benar saja, ada bekas memar berwarna biru keunguan di dekat mata kaki.

"Ya ampun teh! Ini kudu di urut, bisi kedalon!'' kata Siti.

"Kedalon apaan?'' tanya Budi.

"Maksudnya takut telat penangannya, malah terlanjur parah!'' sahut Dadan.

"Emang gitu artinya?'' tanya Auri pada Siti. Siti mencebikkan bibirnya.

"Bukan saatnya nanyain arti kata teh, pokoknya ini mah buru-buru di urut teh. Pulang we ah, Siti anterin yuk!'' ajak Siti.

"Maneh nganterin jeng naon Siti??"

"Pake motor atuh!'' jawabnya singkat.

"Bisa pake motornya?'' tanya Budi. Siti meringis.

"Ya kan teh Auri yang di depan...''

"Fungsinya kamu apaan nganterin? Terus yang bawa kamu balik ke sini lagi siapa ?'' Dadan tampak geregetan dengan temannya itu.

Siti menggaruk kepalanya yang mendadak gatal.

"Iya sihhh....''

Auri terkekeh pelan.

"Udah lah Ti. Ngga usah khawatir, nanti pulang dari sini di urut sama abah juga sembuh. Tenang aja! Sekarang kamu kerjain aja apa yang lagi kamu kerjain tadi'' pinta Auri.

"Iya teh...''

Auri membuka komputernya. Ia melihat file desain undangan milik Ikhsan dan calon pasangannya.

Di era digital begini, worth it ngga sih bikin undangan segini banyak? Batin Auri.

Perlahan Auri menyadari jika tidak ada alasan baginya untuk patah hati melihat mantan kekasihnya agan segera naik ke pelaminan. Auri hanya berpikir jika ia dan Ikhsan memang tidak di takdirkan untuk bersatu.

Lagi pula...Auri masih belum cukup yakin dengan yang namanya pernikahan. Meski umi dan abahnya tampak bahagia dengan pernikahannya, namun di hati Auri masih ada trauma dari perceraian orang tua kandungnya. Bahkan setelah ia ikut dengan umi pun, tidak pernah ada kabar yang ia dengar tentang kedua orang tuanya.

Pernah, itu tentang papanya yang memberikan sejumlah uang secara rutin untuk kehidupan dan pendidikannya. Namun setelah ia lulus kuliah, papanya berhenti mengirimi nya uang.

Apa Auri kecewa?

Tidak!

Ia mungkin cukup licik. Hanya menerima uang dari papanya tanpa ucapan terimakasih bahkan tak ada keinginan untuk bertemu dengan si donatur. Yang Auri pikirkan, itu semua kewajiban seorang ayah!

Lagi pula...andai kata ia dan Ikhasan melanjutkan ke jenjang serius, mau tak mau Auri butuh papanya untuk menjadi wali. Dan...Auri tak mau momen itu !

"Teh...teh...!'' panggil Dadan.

"Eh...naon Dan?''

"Itu, tadi ada transfer peunasan. Tolong di cek teh!''

Auri membuka aplikasi M-banking nya.

"Oh...iya Dan, sejuta dua ratus ya?''

"Iya teh. Ya udah teh, Dadan ke depan lagi.'' Auri menganggukkan kepalanya dengan pelan.

Ia meletakkan kedua tangannya di kedua sisi pelipisnya. Kejadian tadi cukup menggangu pikirannya.

Bisa-bisanya ada orang yang ngejudge kalo orang kampung sepertinya itu modus cuma karena mau uang??

Auri menggelengkan kepalanya dan berdecak pelan.

.

.

Candra dan Rino tiba di kantor pemasaran perumahan papanya. Keduanya terlihat profesional menghadapi orang-orang yang ada di sana.

"Selamat datang mas Candra'' sapa salah seorang pria yang berpakaian paling rapi di antara yang lain.

"Terimakasih!'' Candra tersenyum sambil menyambut uluran tangan lelaki itu.

"Mari silahkan masuk, kita bahas di kantor saja''

Candra pun mengikuti ucapan orang itu diikuti oleh Rino juga di belakangnya. Obrolan tentang bisnis itu pun berlanjut hingga Candra mendengar ada beberapa kendala yang belum terselesaikan.

"Jadi maksudnya mau ada pembebasan lahan atau bagaimana?'' tanya Candra.

"Sebenarnya tidak perlu adanya pembebasan lahan mas. Hanya saja, di depan sana ada bangunan sekolah swasta yang mungkin agak...apa ya...''

"Agak apa?'' tanya Candra.

"Sekolah itu murid-muridnya spesial mas. Jadi mungkin saja saat jam operasional kendaraan kita sedikit mengganggu mereka.''

Candra menaikkan salah satu alisnya.

"Mengganggu mereka kan? Bukan kita yang terganggu?'' tanya Candra. Rino menoleh dan menatap bos mudanya itu dengan tatapan yang tak bisa di deskripsikan.

"Maksud mas Candra?''

"Ya biar saja kendaraan kita beroperasi. Toh mereka juga sekolah di dalam kan? Ngga usah di bikin susah!''

"Bukan begitu mas, tapi....''

"Lanjutkan saja! Pembangunan perumahan ini sudah harus berjalan. Saya tidak mau tau! Semua harus selesai tepat waktu.''

"Tapi mas, murid-murid di sana...''

"Mereka kan di dalam sekolah. Lagi pula, anak-anak begitu mau ngapain sih? Mau menghadang truk yang mau masuk ke proyek? Ngga kan?''

Rino dan orang-orang yang ada di sana tak bisa berkata-kata. Sepertinya Candra memang cukup keras kepala!

Semakin cepat proyek ini selesai, gue makin cepat balik ke kota! Batin Candra.

.

.

"Hai mami!'' Angeline menghampiri Erina yang sedang menyiapkan makan.

"Hai sayang....cantik banget anak mami, mau ke mana?''

Angeline duduk dan mengambil sepotong nugget.

"Mau ke party baby showernya temen ku, Mam. Seru-seruan aja!'' jawabnya.

Damar yang baru bergabung pun tersenyum.

"Temen kamu udah mau punya anak tuh, kamu kapan ngenalin cowok mu ke papi heum?''

Angeline tertawa pelan.

"Ngga punya cowok Pi. Males di atur-atur ah! Baru pacar aja udah ngatur, gimana jadi suami.''

"Ya itu mantan kamu dulu. Kan ngga semua cowok begitu!''

Angeline mengedikkan bahunya.

"Oh ya An, kamu kenal sama Candra anaknya pak Mahesa?" tanya Damar.

Angeline menautkan kedua alisnya.

"Kenal banget sih ngga, cuma tau aja" jawab Angeline.

Papi ngga tau aja, gara-gara di tolak Candra aku jadi ngga pengen punya pacar! Batin Angeline.

"Oh...lain kali papi kenalin ke Candra secara resmi ya, siapa tau nanti kalian bisa dekat ya...lebih dari sekedar kenal."

"Maksudnya Pi?"

Damar mengulas senyum penuh arti. Tapi entah kenapa Angeline merasa jika papinya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

"Udah makan dulu Pi, bahas itunya nanti lagi" kata Erina. Papi mengangguk setuju. Angeline sendiri masih cukup bingung dengan perkataan papinya.

"Maksud papi ngomong gitu tadi tuh apa Pi? Mau ngenalin aku ke Candra?"

Damar tersenyum tipis.

"Ya papi harap kalian bisa dekat satu sama lain, An! Kalian kan sudah dewasa. Ya kan?"

Angeline mencerna ucapan papinya.

"Papi mau jodohin kamu sama Candra, semoga saja pak Mahesa setuju. Ya kan ,Mi?" Damar meminta persetujuan Erina.

Erina mengangguk pelan dengan senyuman tipisnya.

Di jodohin sama Candra? Siapa yang bisa nolak sih???? Batin Angeline.

Angeline begitu girang mendengar berita dari papinya tersebut.

❤️❤️❤️❤️

terimakasih 🫰🫰🤗

1
Asriani Rini
Iyu pssti kskaknya cadra
indy
Aamiin
Asriani Rini
Semsngat mak author semoga suaminya cepat sembuh
indy
Semangat kakak💪
Endang 💖
menarik,tp plisssss up tiap hari y thor
sakura
...
Asriani Rini
Aku kasih buga biar rajin up tiap hari
Asriani Rini
Lanju thor banyak banyakup nya biar kita enggak penasaran trrus 🙏🏻
Dhina Dindin
next yuk semangat ya Bun...selalu dinanti😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!