Indonesia
NovelToon NovelToon
Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bonggiw01

Aku Assasin Terkuat yang tak terkalahkan, bahkan setelah menjadi seorang kakek tua, tidak ada yang bisa membunuh ku.
"Hidup ku bosan. aku harap... aku bisa bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari ku..."
Tenyata keinginan ku Terkabul!

Setelah aku mati oleh serangan jantung, Aku di hidup kan kembali di dunia Murim... di dunia yang banyak sekali Petarung yang sangat kuat.

ini perjalanan ku sebagai Assasin Terkuat di dunia modern, sekarang hidup di dunia murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab5

Ryan berdiri di tengah arena, Tatapannya bergeser perlahan ke arah Leo dan Bella.

“Sebagai saran… lebih baik kalian maju berdua sekaligus. Aku tidak ingin membuang-buang waktu untuk menghajar kalian satu persatu” ucap Ryan.

Kata-kata itu membuat Leo tersinggung. “Jangan remehkan kami, Ryan! Kau pikir bisa mengalahkan kami berdua sekaligus?! Bahkan melawan aku saja kau belum tentu bertahan!” bentaknya.

Bella menoleh ke arah Leo. “Tidak, Leo. Aku setuju dengan sarannya. Sepertinya Kita harus serang dia bersama.”

Leo menatapnya tajam. “Apa? Jadi kau tidak percaya pada kekuatanmu sendiri?!”

Bella menggeleng pelan, namun matanya tetap tertuju pada Ryan. “Bukan begitu. Tapi Lihatlah dia. Dia terlalu tenang, dan ketenangan itu bukan karena dia sombong. Dia tahu persis apa yang sedang dia lakukan. Itu artinya dia benar-benar percaya pada kemampuannya.”

Dari atas batu besar, komandan Risman tersenyum tipis. “Aku mengizinkan kalian melawan Nomor 2000 secara bersamaan, Kurasa ini akan menarik.”

Leo mengepalkan tangan. ‘Sial! Apa dia pikir kami lemah hingga meminta maju bersamaan? Bagaimana bisa dia begitu yakin?! Ini benar-benar membuat ku kesal!’

Ryan hanya menghela napas seolah bosan. “Sudah kubilang, ini agar pemilihan pemimpin selesai lebih cepat. Tidak lebih.”

Leo menunjuk ke arahnya. “Baiklah Ryan!! Tapi kau jangan menyesal saat kau kalah nanti! Aku tidak ingin kau beralasan saat kami berdua Menghajar mu!”

Keduanya maju. Aura perseteruan semakin kental, membuat beberapa peserta di pinggir lingkaran tak sadar menelan ludah.

‘Bocah ini…’ pikir Risman sambil memperhatikan. ‘Dia ingin menunjukkan kekuatan nya di depan semua calon bawahannya. Dia melakukan ini bukan tanpa alasan. Ini pesan, bahwa orang yang mengkhianatinya adalah pilihan bodoh. Dia bukan sekadar kuat, dia pandai mengendalikan situasi.’

BOOOOM!

Aura merah pekat meledak dari tubuh Leo. aura itu panas, liar, bagaikan kobaran api. Ciri khas keturunan dari Clan Bulan Merah.

WUUUSSH!

Tak mau kalah, Bella melepaskan aura hitam yang berputar seperti pusaran angin malam. Ciri khas Clan Angin Hitam.

Ryan menatap mereka berdua dengan rasa ingin tahu. ‘Selama Lima tahun aku mencoba meniru kekuatan aura itu. Tapi aku tidak pernah berhasil. Apa ini karena darah mereka yang lahir di dalam Clan khusus? Atau aku belum menemukan cara nya?’

“Mulai!” teriak pengawas.

WUUUUSSHH!

Dalam sekejap, Bella bergerak ke kiri, Leo ke kanan. Mereka seperti dua harimau yang hendak menjepit mangsa.

‘Aku akan memanfaatkan Kecepatanku, aku akan membuatnya kewalahan,’ Bella mengatur napas sambil melesat.

WUUSSH! WUUSSH! WUUSSH!

Pukulan dan tendangan Bella meluncur seperti badai. 

Namun Ryan menghindar tanpa terlihat panik. 

Tubuhnya seakan hanya bergeser setengah langkah, namun selalu tepat keluar dari jangkauan serangan.

Dari belakang...

WUUSSH! WUUSSH! WUUSSH!

Leo menghujamkan tinju dengan kekuatan mentah yang mengguncang udara. 

Namun lagi-lagi Ryan bergerak seperti bayangan, menghindar dari semua serangan itu.

Bella dan Leo mulai menyatu dalam irama serangan. 

Keduanya menyerang dari dua arah, pukulan dan tendangan silih berganti tanpa jeda. Namun hasilnya tetap sama.

WUUSSH! WUUSSH! WUUSSH!

Setiap gerakan Ryan begitu efisien. 

Tidak ada langkah yang sia-sia, tidak ada napas yang terbuang.

Para penonton mulai berbisik. 

Bahkan mereka yang sudah menjalani pelatihan brutal bersama Ryan tidak pernah melihatnya bergerak seperti ini.

Komandan Risman mengangkat alis. ‘Luar biasa… bocah ini bahkan belum mengeluarkan setengah tenaganya... Namun Nomor 1 dan nomor 2 tidak bisa menyentuh nya!’

Di tengah rentetan serangan mematikan itu, Ryan menguap sambil menggeliatkan bahu.

“Kalian cepat… dan kuat,” ucap Ryan perlahan, suaranya tenang seperti seorang guru yang sedang memberi nasihat. “Tapi, entah apa yang ada di pikiran kalian? Mengapa kalian bergerak dengan cara yang tidak efisien? Seharusnya kalian memikirkan bagaimana membuat serangan kalian mengenai target, bukan hanya mengandalkan kekuatan dan kecepatan buta.”

Nada datar itu seperti tamparan di wajah Leo dan Bella.

Mereka bukan hanya lawan Ryan, mereka terlihat seperti murid yang sedang dipermalukan di depan puluhan orang.

WUUUSSH! WUUUSSH! WUUUSSH!

Mereka kembali menyerang, kali ini lebih cepat, lebih agresif. 

Namun hasilnya tetap sama, tak satu pun serangan yang berhasil menyentuh Ryan.

TAK! TAK!

Dalam sepersekian detik, Ryan memutuskan untuk bergerak. 

Tangannya melesat, menangkap pergelangan tangan Bella dengan tangan kiri, dan pergelangan tangan Leo dengan tangan kanan. Lalu...

BUAAAAAK!

Dia menarik nya, seketika Kepala Leo dan Bella saling berbenturan keras. 

“AGGRH! BAJINGAN!” Leo meraung, lalu langsung meluncurkan tinju cepat ke arah wajah Ryan.

TAK! BUAK!

Ryan menangkis, lalu membalas dengan satu pukulan telak ke perut Leo.

"AHK!" Udara langsung keluar dari mulutnya.

Dari samping, Bella memanfaatkan celah.

TAK! TAK!

Namun Ryan tetap menangkis semua pukulan dan tendangan itu tanpa terlihat terdesak.

“Bella,” gumam Ryan tanpa mengalihkan tatapan, “kecepatanmu memang luar biasa. Tapi itu sia-sia jika musuhmu berhasil menangkapmu.”

TAK!

Ryan menangkis tendangan Bella, menggenggam kakinya, lalu memutar tubuhnya seperti melempar tombak.

WUUUSSH! DHUAR!

Tubuh Bella menghantam dinding batu dengan suara keras, debu beterbangan.

"Oohek! Oohok!" Bella terbatuk

Leo kembali bangkit, matanya membara. Dia menyerang lagi.

"Aku tidak akan kalah!" Teriak nya.

TAK! TAK! TAK!

Tinju, siku, tendangan, semua dengan kekuatan dan kecepatan penuh.

Namun Ryan menangkis setiap serangan dengan gerakan sederhana namun presisi sempurna.

“Leo… kendalikan emosimu. Pembunuh yang handal selalu bergerak dengan kepala dingin,” ucapnya santai, seperti sedang mengoreksi kesalahan latihan anak muda.

TAK! BUAK!

Satu uppercut ke perut Leo membuat tubuhnya terangkat sedikit dari tanah. lalu...

BUAAAAK!

Tendangan berputar menghantam wajahnya, menghempaskannya ke arah dinding batu yang sama.

DHUUAAAAR!

Batu retak. Tubuh Leo terkapar tak jauh dari Bella.

‘Sial! Bagaimana ini bisa terjadi?!’ pikir Leo dengan napas terengah. ‘Mengapa dia sangat kuat?! Seharusnya aku lah yang terkuat di sini!’ Tangannya menggenggam tanah, matanya menatap lantai, frustrasi.

Ryan berjalan mendekat. “Tidak perlu bersedih. Kau masih muda. Kau masih bisa berkembang di masa depan nanti. Anggap saja ini latihan untuk menjadi kan mu lebih tenang dalam bertarung nanti” Suaranya tenang, Terdengar seperti ucapan seorang kakek tua.

Bella yang masih memegang perutnya mencoba berdiri. “Ryan… aku menyerah. Kau terlalu kuat. Aku bahkan tidak bisa menyentuhmu sekali pun.”

Leo menghela napas panjang, wajahnya kesal namun matanya jujur. “Cih… aku juga menyerah. Kurasa aku belum sebanding denganmu.”

Komandan Risman tertawa pendek. “Bagus! Aku suka melihat anak muda yang bersemangat, Hahaha!”

Dia berdiri tegak di atas batu. “Aku tanya sekali lagi, apa ada yang berani melawan Nomor 2000?”

Sunyi. Tak ada yang bergerak. Bahkan napas pun terasa tertahan.

“Bagus!” Risman melompat turun, lalu berjalan mendekati Ryan. “Kita sudah menemukan pemimpinnya. Mulai sekarang, Nomor 2000, kau adalah pemimpin dari tujuh puluh orang yang berhasil melewati Pelatihan Kultus Iblis!”

Dari balik mantelnya, Risman mengeluarkan sebuah lencana emas berbentuk wajah iblis bertaring. Dia menyerahkannya pada Ryan. 

“Ryan, Berikan ucapan pertamamu pada semua bawahanmu,” ucap Risman sambil menepuk punggung Ryan dengan bangga.

Ryan menatap ke arah 69 pasang mata yang kini tertuju padanya.

“Dengar aku baik-baik. Kita bisa berdiri di sini sekarang bukan karena keberuntungan. Kita semua telah melewati Pelatihan neraka dan menjadi orang-orang kuat yang bertahan sampai akhir.”

Dia mengedarkan pandangannya. “Aku tidak peduli jika suatu hari nanti kalian berkhianat, atau menolak perintahku. Tapi yang jelas, mulai sekarang kita adalah teman. Dan teman harus saling membantu ketika berada di ambang kematian.”

Beberapa wajah yang semula kaku mulai melunak.

“Maka dari itu, jika ada di antara kalian yang kesulitan, beri tahu aku. Aku akan datang dan membantu kalian. Karena itulah tugas seorang pemimpin dan juga teman!”

Keheningan sejenak, lalu....

“Laksanakan, Pemimpin!” teriak semua orang serempak, lantang, penuh semangat.

Sejak hari itu, Ryan resmi di akui menjadi pemimpin wilayah 05.

1
Endi Tu Endy
dari awal lagi kah
Terserah
gass thor 🍻
V.MaryGrace
lanjut thorr
Terserah
ninggalin jejak dulu
Ed Troivan
update terus💪👍
The Rizki: kenalan yuk
total 1 replies
Ed Troivan
Lumayan ceritanya thorku 💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
xebeck D ron
awal lagi nih?
ZAHRANI
keren mantap jiwa thor👍👍
Heroik gg
katanya season 2 bang kok balik season 1
Anonim
👍
Betesyon Betesyon
ini cerita nya di mulai dari awal lagi kah?
RR
lagi pindahan atau lagi tes ombak nih bang😁, semangat terus pokonya dahh
ZAHRANI: bang jangan sampek hiatus😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!