Indonesia
NovelToon NovelToon
Su Yu Memberontak Takdir

Su Yu Memberontak Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Action / Epik Petualangan
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Dia bukan siapa-siapa di keluarganya sendiri. Dihina, dipukul, dan dianggap sampah oleh adik kandungnya sendiri, Su Yu hanya punya satu harga diri tersisa: kepatuhan. Ketika ia diperintahkan masuk ke Hutan Kelabu yang mematikan untuk mencari Tanduk Rusa Malam, ia tidak punya pilihan selain menurut.

Namun di dalam hutan, ia menyaksikan pertarungan antara dua makhluk dahsyat yang seharusnya tidak pernah ia lihat. Ketika seorang peri cantik terjatuh tak berdaya di hadapannya, Su Yu dihadapkan pada pilihan sederhana: pergi menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawanya untuk orang asing.

Ia memilih yang kedua.

Tanpa disadarinya, satu tindakan kecil itu akan mengubah takdirnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Kegagalan yang Menyelamatkan

Setelah berpikir cukup lama, Peri Cangle akhirnya mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah sebuah batu datar yang terletak tidak jauh dari mereka.

"Duduklah di sana, cepat."

Su Yu menoleh ke arah yang ditunjuk, lalu kembali menatap wanita itu dengan alis yang sedikit berkerut.

"Untuk apa, Nona?"

"Untuk kebaikanmu sendiri."

Mendengar jawaban itu, banyak pertanyaan muncul di dalam benak Su Yu. Namun, ia memilih untuk tidak membantah. Ia menghela napas, lalu berjalan menuju batu datar tersebut dan duduk bersila di atasnya.

Peri Cangle menyusul dari belakang, kemudian ikut duduk di hadapan Su Yu dengan jarak yang begitu dekat.

"Apa pun yang terjadi nanti, jangan melawan. Jika kau mencoba memberontak, kau bisa kehilangan nyawamu."

Su Yu menelan ludah dengan susah payah, kemudian mengangguk pelan.

"Baik, Nona."

"Sekarang pejamkan matamu dan fokuslah," perintah Cangle.

Su Yu segera menutup kedua matanya tanpa mengajukan pertanyaan lagi. Peri Cangle memandangnya sejenak, lalu sudut bibirnya tertarik membentuk senyum tipis.

'Maaf, bocah... sungguh disayangkan jika esensi Kunpeng yang begitu berharga justru bersemayam dalam tubuh seseorang yang tidak memiliki kultivasi. Itu sama saja dengan membiarkan harta tertinggi terkubur di dalam tanah. Daripada membiarkannya sia-sia... lebih baik saya mengambilnya.'

Pikiran itu melintas cepat sebelum kedua tangannya mulai bergerak.

Jari-jarinya membentuk rangkaian segel yang rumit. Setiap perubahan gerakan membuat aliran energi di dalam goa bergerak, lalu ketika segel terakhir terbentuk, Peri Cangle mengangkat telapak tangannya tepat di atas kepala Su Yu.

Cahaya putih muncul di udara.

Dalam beberapa tarikan napas, cahaya itu membentuk sebuah lingkaran besar yang berisi karakter-karakter kuno. Lingkaran formasi tersebut melayang tepat di atas kepala Su Yu dan berputar perlahan, sementara setiap karakter memancarkan tekanan yang semakin kuat.

Su Yu yang masih memejamkan mata merasakan tekanan itu menyentuh tubuhnya.

"Nona... apakah ini bagian dari proses yang Anda maksud?"

"Jangan membuka mata."

Su Yu segera diam.

Tanpa membuang waktu, Peri Cangle segera mengeluarkan esensi darahnya yang kini telah berubah menjadi esensi Naga Phoenix meskipun belum sempurna.

Setetes cahaya merah keemasan itu melayang dari dadanya, kemudian bergerak menuju formasi putih di atas kepala Su Yu.

'Dengan kekuatan ini... esensi Kunpeng yang bersembunyi di dalam tubuh bocah itu pasti akan terpicu. Selama ia muncul, aku hanya perlu menariknya keluar.'

Wanita itu melayangkan esensi tersebut ke dalam formasi. Begitu keduanya menyatu, formasi yang semula putih berubah menjadi merah keemasan.

Karakter-karakter kuno di sekeliling lingkaran berputar semakin cepat, dan tekanan yang keluar dari formasi langsung meningkat beberapa kali lipat.

Cahaya merah keemasan menyebar dari formasi di atas kepala Su Yu, kemudian membungkus seluruh tubuh pemuda itu.

Peri Cangle tidak memberi kesempatan bagi kekuatan tersebut untuk melemah. Kedua tangannya kembali bergerak dan membentuk segel terakhir.

'Makhluk agung yang telah kehilangan jalannya... kembalilah kepada jalan asalmu.'

Begitu suara batinnya selesai, kekuatan tarikan yang sangat besar keluar dari dalam formasi.

Tubuh Su Yu langsung terguncang keras. Punggungnya melengkung, kedua tangannya mencengkeram pahanya, dan wajahnya berubah pucat.

"ARGGHH!"

Teriakan kesakitan menggema ke seluruh goa.

Peri Cangle menggigit bibir bawahnya hingga darah tipis mengalir, tetapi kedua tangannya tetap mempertahankan segel. Ia tidak menghentikan formasi tersebut meskipun tubuh Su Yu terus bergetar.

"Jangan melawan... tahan sedikit lagi. Jika Anda menyerah sekarang, akibatnya akan jauh lebih buruk."

Sementara itu, di dalam kesadaran Su Yu, esensi Kunpeng telah diselimuti oleh aura merah dan ditarik paksa untuk keluar dari tempatnya. Namun sayangnya, esensi Kunpeng seperti memiliki kehendaknya sendiri. Ia melakukan perlawanan sengit terhadap tarikan tersebut.

Terlihat jelas esensi itu bergeser maju mundur, terjebak di antara tarikan paksa dan kehendak untuk bertahan.

Akibat dari pertarungan kedua esensi tertinggi tersebut, kesadaran Su Yu mulai retak di sekelilingnya. Retakan-retakan halus muncul seperti benang-benang cahaya yang menyebar ke segala arah.

Di luar, Su Yu memuntahkan darah segar dari mulutnya. Bahkan dari kedua matanya, darah mulai mengalir perlahan.

"Saya tidak kuat, Nona..." ucapnya lirih sembari menahan tekanan yang luar biasa. "Tolong berhenti..."

"Tahanlah sebentar lagi," jawab Peri Cangle tanpa membuka matanya.

"Saya benar-benar tidak kuat lagi..."

"Kalau begitu gunakan sisa kekuatanmu untuk bertahan. Jangan biarkan kesadaranmu runtuh."

Su Yu menggertakkan gigi. Kedua tangannya mencengkeram pahanya semakin kuat, tetapi tekanan yang menghantam tubuhnya terus meningkat.

Peri Cangle menambahkan satu lapis segel, guna memperkuat ke batas maksimal.

Cahaya formasi semakin terang dan berputar semakin cepat.

Di dalam kesadaran Su Yu, esensi Kunpeng kembali tertarik dengan paksa. Kali ini perlawanan yang diberikan tidak lagi mampu menghentikan tarikan tersebut.

Sebagian esensi kebiruan perlahan keluar dari tempat persembunyiannya.

Setengah dari gumpalan esensi itu telah muncul di sekitar bagian dalam kesadaran yang berhubungan dengan dahi Su Yu. Namun pada saat itulah perubahan mendadak terjadi.

Cahaya biru muncul dari dalam esensi Kunpeng, mengandung niat membunuh yang begitu murni.

Peri Cangle terkejut dan langsung membuka matanya.

"Apa...?"

Tidak ada waktu baginya untuk melakukan apa pun.

Satu tarikan napas kemudian... kekuatan biru itu meledak dari dalam kesadaran Su Yu.

BRRRZZT!

Cahaya biru memenuhi seluruh goa dalam sekejap, membutakan pandangan. Batu-batu kristal yang tertanam di dinding bergetar keras, sementara tubuh Peri Cangle terdorong mundur oleh gelombang energi yang menyebar tanpa arah.

Tidak berselang lama, terdengar suara benturan keras.

BRAK!

Setelah suara itu, suasana menjadi hening tanpa suara.

Satu tarikan napas... Sepuluh tarikan napas... Dua puluh delapan tarikan napas...

Cahaya biru perlahan terserap ke satu titik, dan begitu sinar itu mulai memudar, terlihat Su Yu berdiri tegak di tengah ruangan.

Tidak ada luka baru yang terlihat pada tubuhnya. Wajahnya juga tidak lagi menunjukkan rasa sakit seperti sebelumnya. Kedua matanya terbuka, tetapi pupilnya diselimuti cahaya putih yang membuat tatapannya tampak berbeda.

Peri Cangle sendiri terlihat tidak sadarkan diri, tubuhnya bersandar lemah di dinding goa. Di atas kepalanya, terlihat bekas benturan keras yang meninggalkan retakan pada batu.

Tidak berselang lama, saat cahaya biru itu terserap sepenuhnya, Su Yu seperti tersadar dari mimpi panjang. Ia berkedip beberapa kali, dan Cahaya putih di matanya langsung meredup hingga kembali seperti semula.

Kemudian ia mengangkat tangan dan menyentuh dahinya.

"Apa yang baru saja terjadi...?"

Pemuda itu menoleh ke kiri dan ke kanan. Ia mencoba mengingat kejadian sebelumnya, tetapi pikirannya hanya menyisakan rasa sakit yang sangat kuat sebelum ledakan tersebut terjadi.

"Tadi tubuhku terasa seperti akan hancur... kemudian ada cahaya yang sangat kuat. Setelah itu... aku tidak mengingat apa pun."

Su Yu menggaruk kepalanya, lalu pandangannya berhenti pada Peri Cangle yang bersandar diam di dinding.

"Nona?"

Tidak ada reaksi.,

Pemuda itu segera melangkah mendekat.

Kakinya bergerak melewati lantai batu yang dipenuhi serpihan kristal. Setelah berada di hadapan wanita itu, ia berjongkok, lalu menurunkan tubuh hingga satu lutut menyentuh lantai.

"Nona, anda kenapa?"

Peri Cangle tetap tidak bergerak.

Su Yu mengulurkan tangan dan mengguncang bahunya dengan hati-hati.

"Nona... bangunlah. Kenapa anda terluka?"

Tubuh wanita itu bergerak akibat guncangan tersebut.

Beberapa saat kemudian, kelopak mata Peri Cangle terbuka. Ia menarik napas panjang, lalu mengangkat tubuhnya sedikit dari dinding, sementara wajahnya terlihat pucat.

Su Yu segera mendekatkan wajahnya.

"Nona?"

Peri Cangle menoleh. Tatapannya langsung tertuju pada Su Yu. Namun hanya dalam satu pandangan, wajahnya berubah.

Ia mendapati Aura Kunpeng kini mengalir deras di dalam tubuh pemuda itu, seolah-olah esensi tersebut telah sepenuhnya menyatu dengan daging dan darahnya, hanya karena kecelakaan yang tidak disengaja.

Peri Cangle tersenyum pahit, lalu menyandarkan kepalanya kembali ke dinding goa.

"Sepertinya aku gagal..." katanya lirih. "Alih-alih berhasil, aku justru terkena serangan balik. Dan sialnya, Esensi Kunpeng jatuh ke tangan orang lain."

Ia memejamkan matanya, napasnya masih terdengar berat.

"Mungkin seharusnya aku tidak terlalu serakah..."

...*****...

...Beginilah Kunpeng. Versi Novel Ini. ...

1
iwakali
berenang dalam tanah
septian arista
👍👍👍👍👍
septian arista
malu nggak tuh😀😀😀
AAAAAA: Hehe/Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
septian arista
👍👍👍
septian arista
untuk mengelabuhi musuhnya Kenapa nggak lompat ke sungai terlebih dahulu baru masuk ke dalam tanah
AAAAAA: Sungai dibelakang musuh. Nanti lari ke musuh dong.
total 1 replies
septian arista
semoga novel ini benar-benar tamat sampai episode terakhir enggak kaya novel-novel yang sebelumnya
AAAAAA: Ya semoga aja/Grievance/
total 1 replies
septian arista
semakin bagus ceritanya
AAAAAA: Terimakasih/Determined/
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
septian arista
benar-benar menarik
Fajar Fathur rizky
bikin jika su yu sudah kuat bantai klan su sampai ke akar akarnya thor bantai tetua keempat yang menendang suyu itu dengan cara paling kejam pajang tubuhnya yang tidak bernyawa itu
Fajar Fathur rizky: thor bikin su yu tubuhnya yang baru tubuh lamanya hancur jiwanya masuk ke dalam tubuh baru yang menyimpan rahasia seperti novel sebelumnya thor tolong di jawab
total 2 replies
septian arista
apa novel yang satunya lagi nggak dilanjutin
AAAAAA: Enggak. Nanti mau di pindahkan ke tempat lain.
total 1 replies
septian arista
mau seperti apapun dia harus ingat istrinya yang sudah berjanji menunggu dia di benua Tengah
AAAAAA: Santay aja, aman/Smile/
total 1 replies
Agus Rose
Hmmm selalu ada aj perempuan muda yang belom apa2 sudah mengarah ke su yu ,semoga tidak ada kata "merah merona,menggigit bibir" karena kalo ada itu tanda2 😍❤️
AAAAAA: Enggak lah/Facepalm/
total 1 replies
septian arista
ini para pembaca yang lain ke mana ya
biasanya novel karyamu selalu mendapatkan atensi yang banyak🤔🤔🤔
septian arista
Ayo Terus lanjut👍👍👍
Fajar Fathur rizky
thor bikin su yu mendapatkan teknik untuk membuat klon thor bikin nanti yang ketemu istri peri cangle ketemu tubuh klone su yu
septian arista
semakin seru dan menarik Sayang kalau novel ini nggak sampai tamat
AAAAAA: Kita lihat nanti/Sweat//Cry/
total 1 replies
septian arista
ini berarti burung biru itu akan menjadi mentor bagi dia
AAAAAA: Aman itu. Nanti dapat teknik dia/Determined/
total 3 replies
septian arista
Kenapa istrinya tidak memberikan teknik beladiri kepada suaminya walaupun sedikit saja sebagai bekal
AAAAAA: Si Peri Cangle dari keluarga kelas SSS. Jadi dia gak punya teknik dasar yang normalnya manusia dana di benua Ming. Kalau author buat Cangle kasih teknik, cerita jadi gak menarik akibat Su Yu terlalu mudah nantinya. Jadi ini keputusan author aja sih. Nanti juga si Xiaotian sedikit banyaknya yang bimbing. Jadi santuy/Determined//Determined/
total 1 replies
septian arista
semoga dua novel yang baru ini nggak berhenti di tengah jalan atau dihapus lagi🥺🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!