hiduplah seorang penyihir cantik yang bernama Elizabeth bertemu dengan raj vampir .dan dia diam" mngandung ada vampir . sampai dia Terusir oleh ayahnya sendiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Latief_ayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 16
Belum lama berselang sejak Raja Draven berbalik meninggalkan Carmilla yang masih tergantung lemah di udara, tiba-tiba seorang pelayan setianya datang melesat dengan napas memburu, wajahnya pucat dan penuh cemas luar biasa. Ia berlutut di hadapan Rajanya, suaranya bergetar menahan kepanikan:
"Tuanku!! Hamba membawa kabar sangat mendesak... Markus... Markus adalah Kepala Klan Kedua! Jika Tuanku membunuhnya, itu sama saja dengan menyatakan perang terbuka! Dan kini... Asosiasi Penyihir telah mengepung seluruh wilayah kita dari segala penjuru! Mereka datang dengan pasukan besar, siap menyerang kapan saja!"
Pelayan itu melirik sekilas ke arah Elizabeth dan Leon yang masih berdiri tak jauh dari sana, lalu kembali menatap Rajanya dengan pandangan penuh ketakutan, suaranya makin meninggi penuh peringatan:
"Mereka bersumpah... wanita itu TIDAK AKAN SELAMAT! Dan anakmu pun... anakmu itu TIDAK AKAN SELAMAT! Mereka tak akan berhenti sebelum mendapatkan darahnya, Tuanku! Seluruh kerajaan berada dalam bahaya maut!"
Keheningan yang mencekam seketika menyelimuti tempat itu. Raja Draven berdiri diam, punggungnya tegak namun tangannya terkepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya yang merah menyala memancarkan kilatan tajam yang tak terlukiskan .
antara amarah yang meluap dan beban berat yang kini menimpa pundaknya. Ia menyadari sepenuhnya: menyakiti Carmilla lebih jauh berarti memicu perang besar yang akan menelan korban tak terhitung jumlahnya, dan nyawa wanita serta anak yang baru saja ia temukan ini akan menjadi sasaran utama pembalasan dendam mereka.
Draven perlahan berbalik kembali menghadap Carmilla yang masih tergantung lemah di udara, wajahnya begitu dingin dan tajam hingga Carmilla seakan tak berani bernapas sedikit pun. Dengan satu gerakan tangan, rantai-rantai tebal yang melilit tubuh Carmilla seketika terlepas dan menghilang begitu saja. Tubuh Carmilla jatuh terhempas ke tanah yang masih basah, meringis kesakitan namun tak berani bergerak sedikit pun.
Draven melangkah mendekatinya, menatapnya dari atas ke bawah dengan pandangan yang begitu menusuk hingga membuat tulang sumsum Carmilla terasa membeku. Suaranya rendah namun penuh tekanan yang tak terbantahkan, bergema perlahan namun menggetarkan hati siapa pun yang mendengarnya:
"Kuhidupkan kau sekarang... bukan karena kau pantas dimaafkan, dan bukan pula karena aku tak berani melenyapkanmu. Tapi karena aku masih sanggup menahan amarahku... demi mencegah pertumpahan darah yang lebih besar.
Carmilla yang terduduk lemas di tanah tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, suaranya melengking penuh penghinaan dan kemarahan yang belum padam. Tawanya menggema liar di antara sisa-sisa badai yang baru saja mereda, matanya menatap tajam lurus ke arah Raja Draven dengan pandangan penuh kebencian yang membara.
"Ha ha ha ha ha... Draven!! Kau rela membiarkanku hidup... namun justru kau melindunginya?! Kau akan memilih wanita itu... dan bahkan rela membunuhku... DEMI WANITA PELACUR ITU?!"
Kata-kata yang meluncur dari bibir Carmilla itu begitu tajam dan menyakitkan, seakan belati yang menghunjam dada Elizabeth seketika. Darah seketika mendidih di dalam nadinya. Hatinya yang tadi masih penuh rasa syukur dan ketakutan, kini seketika dipenuhi amarah yang tak tertahankan. Ia menahan diri sedetik pun, namun mendengar dirinya disebut dengan kata yang begitu hina di hadapan putranya dan pria yang dicintainya itu... kesabaran Elizabeth akhirnya runtuh seketika.
Tanpa berpikir panjang, Elizabeth melangkah tegas mendekati Carmilla yang masih tertawa mengejek itu. Matanya yang lembut kini menatap tajam dan berkilat penuh kemarahan yang belum pernah terlihat sebelumnya. Saat Carmilla hendak melontarkan kata-kata hinaan berikutnya, Elizabeth melesat maju dan dengan sekuat tenaga mendorong dada wanita itu dengan kedua tangannya!
"DIAMLAH!!"