Indonesia
NovelToon NovelToon
-

-

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:93.3k
Nilai: 5
Nama Author: inovelid

dihapus untuk kepentingan penjualan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inovelid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Setelah kejadian malam itu, Tinus benar-benar berhenti untuk menghubunginya. Namun entah karena sudah mulai terbiasa atau karena masih cukup uang di dompet, Antini masih belum kembali ke tempat pelacuran. Jujur saja ia mulai menikmati perlakuan Tinus terhadap tubuhnya saat berhubungan intim. Bisa dibilang kalau ia sudah mulai kecanduan. Jujur saja beberapa hari ini Antini mulai gelisah. Terkadang ia menanyakan kabar Tinus melalui sahabatnya Michele. Jadi pelacurnya saja sudah cukup membahagiakannya, pikir Antini. Ia sudah lebih dari bersyukur, meski terdengar sangat hina sekali dirinya itu.

Ponsel Antini tiba-tiba berbunyi. Terdengar suara isak tangis dari balik telepon masuknya. Terdengar suara Michele yang sedang menangis. Mencoba mengatakan sesuatu padanya tapi terhalang oleh suara tangisannya.

“Ada apa Cel?” tanya Antini dari balik ponselnya.

“Tolong aku Ar, aku bingung harus berbuat apa,” kata Michele.

“Kamu dimana sekarang? Biar aku ke sana!” kata Antini bingung.

“Aku sudah ada di depan kostan mu sekarang,” kata Michele.

Buru-buru Antini berlari keluar kamar. Menuruni anak tangga dan menuju gerbang depan. Sebuah mobil sudah terparkir di depan kostan Antini.

“Ya Tuhan Cel, kamu kenapa?” kata Antini sambil memeluk Michele.

Antini membawa Michele masuk ke dalam kamarnya. Mata Michele terlihat sembab.

“Aku di jodohkan oleh orangtuaku Ar,” kata Michele.

“Hah? Kamu tidak bercanda kan?”

“Tidak Ar, katanya perjodohan kami sudah dilakukan oleh orangtuaku sejak aku masih kecil. Bagaimana ini Ar?”

“Sudah lihat laki-laki yang mau di jodohkan ke kamu?”

Michele menggelengkan kepalanya. Lalu ia menundukkan kepalanya. Matanya mulai meneteskan air mata lagi.

“Memang ini zaman Siti Nurbaya?” kata Antini marah.

“Aku ingin kabur dari rumah saja Ar,” kata Michele.

“Tidak Cel, kau harus mengatakan perasaanmu. Katakan pada orangtuamu kalau kamu tidak menyetujuinya,” kata Antini.

“Bagaimana caranya Ar, kamu tidak tahu orangtuaku itu seperti apa keras kepalanya,” kata Michele

“Malam ini kamu menginap saja di sini. Besok kita temui orangtuamu. Aku akan bantu menjelaskannya,” kata Antini.

“Aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak aku sukai. Kamu tahu kan, aku sudah mencintai orang lain,” kata Michele.

“Maksudmu Tinus? Kamu sudah memberi tahu nya?” kata Antini.

Michele menggelengkan kepalanya. “Belum, aku takut dia akan menjauhiku,” kata Michele.

Dari lubuk hatinya yang paling dalam Antini berharap Tinus tahu kondisi Michele saat ini. Berharap ia membuang perasaannya pada dirinya dan mulai menerima ketulusan perasaan Michele.

***

Pagi itu Antini menemani Michele pulang ke rumah. Dengan langkah gemetaran

Michele memberanikan diri untuk pulang. Mobil mereka belum sampai halaman depan rumah Michele. Terlihat dari kejauhan sebuah mobil mewah diparkir di depan rumahnya. Antini berpikir mereka salah waktu jika harus pulang sekarang.

Mungkin karena mendengar suara mobil yang sedang di parkir di depan rumahnya. Orang-orang di dalam rumah keluar. Terlihat seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah. Usianya mungkin sudah kepala empat, tapi kecantikan wanita itu tidak pudar sedikit pun. Benar-benar mirip Michele yang selalu terlihat awet muda.

Michele keluar lebih dulu dari dalam mobilnya. Di susul dengan Antini. Tangis histeris tiba-tiba pecah. Rupanya Michele sama sekali tidak memberi kabar pada kedua orang tuanya kalau dia menginap di tempat Antini. Keluarga Michele sangat memanjakan Michele. Michele adalah anak terakhir keluarga itu. Dan dia satu-satunya anak perempuan di keluarga. Tidak ada pertengkaran sebelum Michele pergi. Bahkan Michele sama sekali tidak menolak atau marah saat ia diberitahu kalau harus menikah dengan laki-laki pilihan keluarganya. Jadi keluarganya berpikir Michele mungkin di culik.

Ibu Michele memeluk Michele dengan eratnya. Seakan mereka baru saja berpisah selama bertahun-tahun. Selepas itu Antini diajaknya masuk. Di dalam ada seorang laki-laki yang sedang duduk di kursi tamu. Berpakaian rapi bertubuh tinggi dan sedikit tampan. Antini mengamati wajah laki-laki itu. Ia familiar dengan wajah itu.

Antini duduk di depan laki-laki itu. Sekilas pandangan mereka saling bertemu. Selama beberapa menit belum ada yang berani memulai pembicaraan.

“Maaf Nona, sepertinya kita pernah bertemu,” kata laki-laki itu.

Akhirnya laki-laki itu membuka sebuah pembicaraan. Michele dan keluarganya masih sibuk dengan keharuan mereka di ruang keluarga. Ibu Michele menyiapkan beberapa suguhan untuk tamu mereka.

“Aku juga merasa seperti itu,” jawab Antini.

“Boleh tahu nama mu?” “Ardiani,” kata Antini.

“Ah, aku ingat sekarang. Kamu yang bersama kakakku waktu itu,” kata laki-laki itu.

Antini baru ingat, laki-laki itu adalah saudara Tinus. Antini mulai gelisah, apa janganjangan semua ini ada kaitannya dengan kejadian kemarin malam. Sejak kejadian malam itu, Tinus sama sekali tidak menghubunginya. Walaupun anehnya tiap hari ia melihat sejumlah uang di transfer ke rekeningnya.

Untunglah, Michele keluar memecah kecanggungan antara Antini dan laki-laki itu. Michele duduk di samping Antini dan memeluk tangan kanan Antini. Keluarga Michele juga sudah tahu kalau Antini sudah di anggap seperti saudara oleh Michele.

“Jadi begini Dek Ardia, Mas ini adalah perwakilan dari keluarga Suryatmaja yang akan membahas soal perjodohan Michele,” kata Ibu Michele.

“Perkenalkan nama saya Anggrianto Suryatmaja. Panggil saja saya Anggri,” kata Anggri.

“Jadi apa perjodohan yang dimaksud ini antara Michele dan Agustinus?” tanya Antini.

Michele bingung dengan pertanyaan Antini. Ia masih belum paham tentang situasi yang sedang di alaminya.

“Iya benar Dek, lah kok Dek Ardia tahu?” tanya Ibu Michele.

“Kami sudah pernah bertemu,” kata Antini.

Mendengar nama Tinus yang diucap Michele menangis terharu. Ia benar-benar tidak menyangka kalau selama ini dia sudah bertemu dengan jodohnya. Antini mengelus-elus pundak Michele. Michele masih menangis tersedu-sedu. Pada akhirnya niat Antini untuk membatalkan perjodohan itu pun tidak ia lakukan. Kali ini tinggal menunggu keputusan dari kedua belah pihak keluarga, sampai sahabatnya itu benar-benar akan menerima kebahagiaan.

***

Semuanya sudah selesai untuk Antini. Ia bisa melanjutkan kehidupannya lagi. Sebagai seorang ******* juga mahasiswi. Ia senang melihat Michele bersama dengan Tinus. Lagi pula Tinus benar-benar sudah berhenti menghubunginya. Sebaliknya ia selalu melihat Tinus jalan berdua dengan Michele. Ia mulai tidak peduli dengan keberadaan laki-laki itu. Untuknya ia kebahagiaan Michele lebih penting. Walaupun cukup aneh memang, sampai detik itu Tinus tidak berhenti mengirim uang ke rekeningnya. Antini ingin menanyakan alasannya. Hanya saja ia tidak mau mengganggu hubungan sahabatnya.

Malam itu Antini bersiap dengan dandanan super seksi. Gaun malam tipis dan sangat minim. Seorang pelanggan lama menghubunginya. Seorang direktur dari sebuah perusahaan cukup ternama. Om-om berduit yang dulu selalu menjadi pelanggan tegapnya tiap akhir pekan.

Sebuah mobil mewah berhenti di depan gang kostan Antini. Antini berjalan dengan sangat anggun. Highhills yang ia pakai membuat tubuhnya semakin bertambah seksi. “Malam

Om,” sapa Antini sambil tersenyum.

Laki-laki paruh baya dengan cukup banyak uban di kepalanya. Ia membukakan pintu untuk bidadarinya malam itu. Sedikit tangan nakal menyambar payudara Antini yang hanya ditutupi oleh selembar kain dari gaun merah tua yang sedang ia pakai.

“Malam ini temani Om ke pesta sebentar, terus kita lanjut main sampai pagi,” kata laki-

laki itu.

Malam itu mungkin akan menjadi malam yang panjang untuk Antini. Malam yang cukup mengkhawatirkan jika pergi dengan salah satu pelanggannya itu. Namanya adalah Om Reno, walaupun sudah cukup berumur tapi nafsunya tidak pernah surut, apa lagi melihat daun muda seperti Antini. Di ranjang dia juga sangat liar. Terkadang berhubungan intim dengan Om Reno sama sekali tidak membawa kenikmatan tetapi erangan kesakitan. Tapi mau bagaimana lagi. Om Reno berani membayar mahal untuk itu semua.

Mobil mereka berhenti di salah satu kelab malam. Om Reno menggandeng tangan

Antini mesra. Sedikit menarik tubuh Antini sampai benar-benar menempel di tubuh Om Reno.

“Kamu bersikap santai saja, di dalam semua teman dan kolegaku. Bersikap saja seolah kamu adalah istri mudaku,” kata Om Reno.

Om Reno memiliki banyak istri. Ada tujuh istri dan semuanya serba berkecukupan. Awalnya Om Reno berniat menjadikan Antini istri mudanya tapi dia menolaknya.

Dimana pun tempatnya sosok Antini selalu menjadi pusat perhatian. Malam itu di kelab malam mata-mata lelaki hidung belang liar menatap ke arah tubuh indahnya. Karena sudah terbiasa di perlakukan seperti itu, tak ada sedikit pun rasa risih yang muncul. Sebaliknya Antini malah membalas menggoda mereka dengan menunjukkan lekuk tubuhnya secara liar lagi.

Om Reno masih sibuk bercengkerama dengan kolega-koleganya. Antini di biarkannya duduk sendiri di sudut ruangan. Sambil menikmati satu gelas wisky dan sebatang rokok mild.

Antini di kagetkan dengan kehadiran suara laki-laki dari belakang tubuhnya.

“Aku tidak menyangka kamu bahkan mau di kencani oleh tua bangka.”

Antini menoleh ke belakang. Di lihatnya Anggri berdiri di belakangnya. Mengenakan setelan jas hitam. Antini kaget bukan main.

“Bukan urusan mu!” jawab Antini ketus.

“Aku akan melaporkan perbuatan mu ini pada Kakak ku,” kata Anggri.

“Laporkan saja sesukamu, kami sudah putus hubungan,” kata Antini.

“Benarkah? Syukurlah kalau begitu. Dengan begitu pernikahan Kakakku dengan teman mu itu tidak ada yang menghalangi lagi,” kata Anggri.

“Aku tidak pernah menghalangi mereka berdua. Kakak mu saja yang terlalu terbawa perasaan padaku. Kamu sudah tahu kan aku ini siapa sebenarnya. Jadi tolong tutup mulutmu dan segera lah pergi,” bentak Antini.

Antini mulai risih dengan kehadiran Anggri di dekat dia. Ia takut kalau-kalau Om Reno melihat mereka berdua.

“Kenapa aku harus pergi? Kelab malam ini milikku, dan Om Reno adalah pamanku,” kata Anggri.

Benar-benar sebuah kebetulan yang luar biasa pikir Antini. Antini berpikir kehidupannya hanya berputar-putar di sekeliling kehidupan Tinus. Dari mulai kenal adiknya, sahabatnya yang menjadi tunangannya dan sekarang adalah paman Tinus yang rupanya adalah pelanggan tetap nya.

Masih dalam keadaan kaget, Antini beranjak dari tempatnya. Menjauh dari Anggri dan menuju ke sekumpulan laki-laki tua yang sedang membicarakan bisnis. Mendekat ke arah Om Reno dan mulai memeluknya dari belakang. Seolah ia sengaja menunjukkan itu di depan Anggri. Berharap Anggri mulai mengerti posisinya dan segera pergi.

Tetapi sikap Anggri menunjukkan hal lain. Ia malah mendekat ke arah dirinya. Dengan percaya dirinya Anggri berbicara pada Om Reno.

“Paman boleh aku pinjam wanita mu ini semalam saja,” tanya Anggri pada Om Reno.

Antini benar-benar kaget. Apa yang ada di pikiran Anggri? Antini menatap Om Reno dengan tatapan memelas. Om Reno mengelus kepalanya lalu mengecup bibir Antini.

“Baiklah, bawa saja dia,” kata Om Reno.

“Om, kok gitu sih,” kata Antini mengeluh.

“Alah ikut saja, lagian kan sama saja. Kamu sama-sama dapat uang,” kata Om Reno.

Dengan pasrah Antini ikut Anggri. Anggri menarik tangan Antini dengan kasarnya. Membawa ia keluar dari kelab malam itu. Sebuah mobil mewah terparkir di tempat parkir depan. Dengan sangat kasar Anggri mendorong Antini masuk ke dalam mobil itu.

1
bartuQol
kurang seru
Wendi RR
hai
Bahrudin Udin
cinta segitiga
Bahrudin Udin
lelaki bejat
Bahrudin Udin
ada apa ya
Bahrudin Udin
penolong baik hati
Bahrudin Udin
pria pecundang
Bahrudin Udin
ayam campus
Bahrudin Udin
cewe aneh
Bahrudin Udin
coba lwnjut
Muhammad Ruslil Nu'am
bagus
RINA ARI
bener bngt thooor..,...bnyk yg msh terjebk di dlmnya ,,ada jg yg bs lolos menjdi kupu2 mlm...trima ksh thoooor
RINA ARI
kenapa yach ko gk ada yg komentar ,,,apa gr2 judulnya kupu2 mlm.....dr judul ini kt sebagai perempuan bs mengambil pelajarn dan bersyukur ..bnyk kupu2 mlm bertebaran di mn2 ,,,dengn alasan msng2...ttap semangat thooor dengn ceritamu ...
auroria wati
aku baru baca sedikit diawal,cerita awal ug menarik krn takut sad ending aku loncat ke bab akhir ternyata happy ending dan yg aku suka ceritanya ga panjang,smg sukses thor dan ttp semangat
Siska
semangat kak. mampir ya
@Ami_han0808
keren
DuckyYena
woww ceritnya memang the best thor !!! aku suka dengan karya mu ! 😭😭
DuckyYena
suka dengan ceritnya thor
Chodijah Ny
sadiss merinding baca ny
Chodijah Ny
cerita ny berasa nyata
kataholos.id: Diangkat dari kisah nyata kakak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!