Indonesia
NovelToon NovelToon
Nanny Rasa Mami

Nanny Rasa Mami

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:157.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reetha

Setelah istrinya berselingkuh lalu pergi, Gamalio kembali ke dunia hitam yang dulu ia tinggalkan demi cinta. Ia pun harus mencari ibu sementara untuk putrinya yang berusia 3 tahun.

Harus membiayai pendidikan sang kakak di Luar Negeri, Vania harus berpikir ribuan cara untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan uang yang banyak.

Suatu ketika, ia mendapatkan sebuah penawaran kerja sebagai pengasuh seorang gadis kecil yang sedang dilanda trauma atas kepergian sang mama dari hidupnya.

Tak hanya dengan gadis kecil itu, ia juga terlibat dengan pria yang begitu protektif terhadap anak gadis kecilnya itu.

"Fokos saja merawat putriku, tidak lebih dari itu. Ingat, tidak boleh ada kesalahan!" Gama

"Ayah, bolehkah aku memanggilnya, mama?" Arin.

Bagaimana kah Vania menyikapi pasangan ayah dan anak ini? Mampukah ia memperlakukan Arin layaknya seorang ibu terhadap anaknya, diusia Vania yang baru menginjak 21 tahun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reetha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di introgasi Haris

Setelah makan malam usai, Gama dan putrinya berbincang tentang banyak hal. Mulut kecil Arin tak berhenti berceloteh sambil sesekali melempar pertanyaan pada ayahnya.

Tentang apakah ayahnya lelah bekerja, apa saja yang ayahnya lakukan hari ini, siapa saja yang ditemui ayahnya hari ini, anak kecil itu bertanya sesukanya.

Jangan lupa keberadaan Vania yang berdiri dengan jarak dua meter dari keduanya, dalam kondisi siap jika mungkin majikan memberi perintah. Ada pula sang asisten, Harris, yang fokus menatap televisi. Namun, pikirannya melayang kepada Vania dan hasil rekama video aksi gadis dalam mobil malam itu yang kini sudah ia kantongi.

"Dari mana datangnya gadis ini? Kenapa dia tiba-tiba menjadi pengasuh Arin? Apa mungkin... Dia ... Memgincar Gama?" Harris sibuk berperang dengan batinnya. Ia pun memikirkan cara agar jangan sampai Gama tahu tentang Vania. Harris berencana untuk mencari tahu lebih dulu, adakah motiv terselubung dari pengasuh baru nona kecil ini.

Malam mulai larut.

"Papa, Arin ngantuk."

Mendengar suara manja Arin mengatakan bahwa dirinya mengantuk, tentu membuat Vania merasa lega. Mungkin ini saatnya Vania harus masuk ke kamar dan segera meluruskan tubuhnya, menghargai waktu istirahat demi menjaga agar tubuh indahnya tetap fit esok hari. Bekerja memang boleh, tapi kesehatan harus lebih utama.

"Okelah sayang," Gama pun bangkit membawa Arin yang memang berada dalam pelukannya. Ia juga meminta Harris untuk menunggu di ruang kerjanya.

"Vania, tolong kamu tidurkan dia di kamarnya." Gama bermaksud memberikan putrinya untuk di gendong oleh Vania. Tidak sabar rasanya Gama ingin melihat hasil laporan penyelidikan dari Harris.

"Papa, Arin maunya Papa. Kak Va pasti sudah capek jagain Arin." sungguh anak yang pengertian, Vania bersorak kegirangan.

Gama memang tidak bisa menolak putrinya. Ia pun melangkah pergi bersama Arin. Dari gendongan ayahnya, Arin melambai dan memberi kiss night ke arah Vania yang masih menatapnya pergi. Tingkah yang cukup memggemaskan bagi Vania.

Bersyukur bahwa gadis kecil itu minta dikeloni ayahnya, jadi Vania bisa beristirahat lebih awal.

Di dalam kamar.

Entah ini hanya perasaannya saja, Vania merasa sedikit terganggu dengan gelagat pria yang dengan akrab dipanggil 'om Harris' oleh Arin.

Sejak pertama bertemu muka, Vania merasa kalau pria itu memberinya tatapan yang aneh. Sedangkan, Vania tidak ingat pernah bertemu dengan orang itu.

"Mungkin ini hanya perasaanku saja. Hmm... Orang ini cukup mengganggu." Vania berusaha mengusir rasa aneh itu dari pikiran dan perasaannya.

.

Keesokan hari, waktu menjelang pagi. Vania terbangun dengan tubuh yang terasa begitu segar. tak segera beranjak, Vania melakukan gerakan-gerakkan kecil demi mengumpulkan seluruh kesadaran.

Lembutnya kasur berukuran sedang yang menjadi alas tidurnya, Vania akui bahwa ini adalah pengalaman pertama baginya, bersentuhan dan menikmati sensasi kasur yang super nyaman.

"Rasanya aku tidak ingin beranjak dari kasur empuk ini." Vania kemudian menyibak selimutnya lalu melangkah ke kamar mandi setelah puas berguling-guling menikmati kenyamanan kasurnya.

Keluar dari kamar mandi, Vania menoleh ke arah jam dinding. Sekarang sudah menunjukkan pukul lima lebih tiga puluh menit. Artinya, sepuluh menit lagi ia harus membangunkan princes Arin, memberinya sarapan dan melakukan aktivitas bersama anak kecil itu, karena itulah bagian yang harus ia kerjakan.

Drrrt drrrt drrrt.

Langkahnya yang baru berjalan untuk keluar, membuat Vania harus berhenti.

MAMl memanggil...

Vania menjawab dengan setengah niat. "iya, mami..."

"Hei! Kamu lagi apa sayang?" terdengar begitu manis masuk ke pendengaran Vania.

"Lagi siap-siap kerja, mi..." menjawa apa adanya.

"Sayang, Rania bilang kamu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, ya? Selamat ya nak.." mami terdengar begitu bersemangat.

"Cuma pengasuh anak kok mi..." Vania merendah, mematahkan ekspektasi berlebihan dari ibunya.

"Ow, cuma pengasuh? Mami kira ... Em... Sudahlah tak apa, yang penting kamu sudah janji pada Rania kalau uang bulanan untuk kami berdua akan lancar setelah ini. Bekerjalah yang giat ya nak, soalnya biaya hidup di negara ini semakin tinggi."

"Iya mi..." pasrah Vania, sudah terlalu malas berbincang dengan ibunya sendiri, yang selalu saja membahas uang, uang dan uang.

Telepon berakhir.

Vania keluar dan meminggalkan ponselnya di kamar, setelah menghembus napas panjang.

"Selamat pagi, Bu Nina, mbak Ani, mbak Ina..." Vania menyapa ketiga wanita yang sedang bekerja. Sarapan telah siap, sajian yang berhasil mengundang rasa lapar. Vania berlalu menaiki tangga untuk membangunkan Arin.

"Siapa Kau sebenarnya?"

Tap,

Langkah Vania terhenti. Seperti terdengar suara dalam sedang menjegatnya. Vania pun menoleh.

Assisten Harris. Dialah orangnya, yang entah ada angin apa tiba-tiba mencegat Vania.

Melihat Vania berlagak polos, Harris mendekat dan menarik tangan Vania.

"Hei! Apa yang kamu lakukan?" Vania menpis namun tidak berhasil.

Di tempat sepi dan aman, Hartis pun melepaskan tangan Vania.

"Kenapa Kau belerja di tempat ini?" pertanyaan yang rancu menurut Vania, membuat dia mengerut kedua alis, tak mengerti.

"Haruskah aku menjawab? Apa urusannya denganmu? Jangan lancang ya, kita tidak saling kenal." ketus Vania, tidak setuju dengan lelancangan pria ini.

"Jangan berpura-pura bodoh, aku tahu, kamu mencoba mendekati tuan Gama, kan?" tuduh Harris tanpa sungkan. Berhasil membuat muka Vania memerah, tidak senang.

"Apa? Mendekati pak Gama?" tersulut emosi, Vania menarik leher baju Harris. "aku tidak mengenalmu. Bukankah terlalu kurang a*jar menuduhku sembarangan?"

Harris yang mendapat perlakuan kasar ini tentu saja tidak lolis dari rasa terkejut. Mana pernah ada wanita yang seberani ini pada dirinya.

"Em em...maksudku adalah... kau akui saja jika sebelumnya pernah bersembunyi di mobil Tuan Gama saat dia -" belum sempat Harris menuntaskan tuduhan berikutnya, secara tiba-tiba lagi Vania membekap mulutnya.

"Ssuuut!" Vania melepas bekapannya seraya melihat ke sekeliling. "Kau ta-tahu tentang itu?" wajah cantiknya terlihat begitu gugup, bahkan memucat.

Melihat reaksi Vania yang berlebihan, Harris menyunggingkan senyum usilnya. "Jadi benar kau adalah orang itu. Sekarang jujur padaku."

"Tunggu, jawab aku dulu, apa pak Gama tahu tentang ini?"

Harris menggeleng sebagai jawaban.

"Satu lagi, apa hubunganmu dengan pak Gama?" Vania ingin memastikan.

"Aku assisten pribadi sekaligus sahabatnya. Aku adalah orang kepercayaannya." dengan mantap Harris menjawab.

"Baiklah, begini... Aku, sedang buru-buru untuk membangunkan nona kecil. Ceritanya panjang dan waktu kita tidak banyak." Vania serius ingin segera ke kamar Arin, sebab ini sudah waktunya.

"singkatnya saja." Harris kembali menahan Vania.

Baiklah, agar Harris tidak salah paham, Vania coba menjelaskan sebisanya. "Begini, malam itu ada sekelompok orang hendak menjahatiku. Aku menumpang bersembunyi di dalam mobil. Percaya padaku, oke, aku pergi dulu." Vania pun bergegas pergi, sebelum ketahuan oleh Gama bahwa dia berani lalai, alias tidak tepat waktu membangunkan Arin.

Sebelum membuka pintu bercat putih milik Arin, Vania mengetuknya lebih dulu. Meskipun tidak ada sahutan, Vania membukanya perlahan.

Waw, pemandangan yang manis, sungguh menyejukkan mata. Dimana, Arin masih terlelap dalam dekapan ayahnya yang juga sama masih terbawa mimpi.

"Bagaiaman cara membangunkan dia?" Vania masih terpaku.

Dari pada hanya bengong, akhirnya Vania menemukan ide. Hal yang ia lakukan adalah membuka gorden jendela. Dalam sekali klik pada remot kontrol seperti yang telah diajarkan oleh bu Nina, Vania pun mempraktikkannya dan lihatlah kain jendela bergeser dengan sendirinya.

Sambil melihat hamparan bunga indah dari kamar Arin, Vania mulai menghayal. "Kapan ya, bisa memiliki tempat tinggal sebagus ini?"

.

.

Bersambung....

1
RahaYulia
lama tak jumpa thooor .... sampai aku lupa ceritanya bgmna bahkan miko tuh siapa aku jg jd amnesia😭😭😭
Hosniyah Niyah
mantap Thor ❤️❤️❤️💞💞💞😘😘😘👍👍👍👌👌👌
Reetha: Makaciii😍😍😍
total 1 replies
Endang Sulistia
piala bergilir katanya...🤣🤣🤣🤣
Nurminah
menyelesaikan ternyata biar nggak nangung
apakah bakal ada yg baru
Nurminah: ditunggu ya Thor
aku juga masih ada janji padamu yg belum terealisasikan/Tongue//Tongue/
total 2 replies
Nurminah
setelah lama Hibernasi
apa kabar Thor
Reetha: 🫣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Farhah Ali basebe
Ceritanya bagus Lanjut Thorrrrr
Farhah Ali basebe
Yahhhh Digantung THOR 😭😭😭😭😭
Nurminah
akhirnya muncul kembali
Reetha: Gercep sekali andaahhh😍
total 1 replies
MyPooh
Baru nemu novel ini, sblmnya baca karya author yg lain. ga nyangka ternyata update terakhir setahun lebih yg lalu... saking suka sama alur cerita di novel sebelumnya, aku ga ngeh kl novel ini blm End.. terlanjur baca dan ceritanya masih gantung.
MyPooh: aku tunggu up nya Thor, semangat
total 2 replies
MyPooh
Luar biasa
dita18
lolis apa ya thoorrr? 🙏
Reetha: Lolos😄😄😄
total 1 replies
dita18
baru mampir thoorrr
Reetha: Scerita ini masih menggantung. Ga usah baca dlu ya.. nanti aja klo aku balik nulis.🤔
total 1 replies
myumi
masa membiayai kakak nya yg kuliah di luar negeri sii..
Nurwati
lama banget up nya ya ampun 😪
Meywar
Mantap Thor
Meywar
Rasain lo Maya, seenak udele, pergi dn dtg ..Memang mantan suami dn anak tdk punya perasaan dimainkn begitu..
Nyesel pastinya ninggalin anak yg begitu cantik dn menggemaskn..smg nnti kena karmanya tdk bisa hamil lg..
Meywar
Dasar mak lampir /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Meywar
Sdhlh Vania trima aja cintanya duda beranak 1, toh anaknya jg udah nyambung, masa lalu kelam bpk lama2 jg akan berobah asal Vania bisa menjaganya, biar Gama g jajan diluaran lg..kemaren² suka jajan itu cuma dendam sm mantan istrinya..Miko gigit jari deh..jauh² sia² ya Mik..
Meywar
Hadeeuh Vania ngapain ladenin orang yg sdh memutuskn hubungan..pasti.ada maunya.. justru nnti. klo tahu Raina melarang Vania kerja si tmpt Arin..klo Gama tahualah dipecat. dr Kantornya ketja..
Meywar
Maminya Vania akan menyesal telah membuang Vania..
Reetha: 😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!