Kisah seorang gadis yatim piatu yang berusaha melarikan diri dari sang paman yang hendak menjualnya, hingga membuatnya bertemu dengan seorang lelaki asing yang akhirnya membuat wanita itu kehilangan mahkota paling berharganya.
Kejadian satu malam yang terjadi antara Kenzo dan Zahira meninggalkan bekas yang tak bisa dilupakan dalam kehidupan seorang gadis yang bernama Zahira.
Beberapa minggu setelah peristiwa itu Zahira dinyatakan hamil.
Kini Zahira harus kehilangan pekerjaan dan mengandung anak dari seseorang yang sama sekali tidak ia kenali.
Entah kemana harus mencari seorang yang hanya ia kenal dalam kisah satu malamnya itu.
Bagaimana nasib Zahira dan anak dalam kandungannya? dan akankah Zahira mempertahankan kehamilannya tanpa Kenzo?
~Yuk ikuti Kisah Zahira dan Kenzo~
~By A.dinart~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.dinart, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06.Menemukan tempat tinggal Zahira.
Di sebuah ruangan nampak seorang pria sedang berdiri dibalik dinding kaca seraya menatap jalanan ibukota. Hilir mudik kendaraan terlihat begitu jelas dari dinding kaca besar dalam ruangan yang berada dalam sebuah gedung bertingkat.
Pikirannya sedang berkelana memikirkan sosok wanita yang telah berhasil mengusik hatinya namun kini menghilang entah kemana dengan keadaan hamil dari hasil hubungan satu malamnya. Sudah hampir seluruh tempat didatangi oleh para orang suruhannya, namun tak sedikitpun membuahkan hasil.
"Zahira! Kemana kau pergi dan bagaimana kondisi anakku?, apa dia masih berada di dalam perutmu, atau jangan-jangan kau malah membuangnya! Tidak, tidak, Zahira tidak seperti itu. Aku yakin wanita itu pasti membiarkan anak tidak bersalah itu tumbuh dengan baik didalam rahimnya." Kenzo terus berbicara sendiri. Hingga akhirnya terdengar ketukan pintu lalu munculah sekretarisnya yang bernama Teo itu memasuki ruangan.
"Tuan, salah satu anak buah-ku menemukan rumah sewa yang ditempati nona Zahira yang terletak di kota B," ucap Teo pada Kenzo.
"Kota B?, bukankah itu kota kecil yang mayoritas penghasilan masyarakatnya adalah Pabrik milik kita?" sahut Kenzo
"Ya, Tuan."
Sedikit rasa lega kini menyelimuti hatinya karna akhirnya ia mendapatkan titik terang tentang keberadaan wanita yang telah berhasil membuat pikirannya kacau akhir-akhir ini.
"Batalkan semua meeting hari ini! Dan siapkan mobil Kita berangkat sekarang juga!"
Tanpa ada bantahan sedikitpun, Teo langsung menghubungi beberapa orang untuk menunda meeting di hari itu.
Kini Kenzo dan Teo sedang dalam perjalanan menuju kota B, yang jarak tempuhnya memakan waktu sekitar empat jam perjalanan.
"Apa tidak ada jalan lagi selain jalan ini Teo?" Keluh Kenzo saat mendapati jalanan sempit yang juga macet parah.
"Tidak ada Tuan, ini adalah satu-satunya jalan menuju kota itu."
"Jika seperti ini akan berapa lama kita bisa sampai ke sana!" Kenzo menghembuskan napasnya dengan kasar.
Sementara Teo tetap fokus mengemudikan mobilnya dalam kondisi jalanan yang begitu macet.
"Teo!"
"Ya tuan."
"Apa yang aku rasakan saat ini adalah karma? Karna selama ini aku telah banyak menyakiti wanita. Tapi aku melakukan semua itu, karna semua wanita yang mendekati dan aku dekati itu semua bekas orang lain. Sedangkan aku ingin menjadi satu satunya lelaki pertama yang menyentuhnya. Tapi kenapa setelah aku mendapatkan justru kini dia menghilang."
Teo tidak berkata apapun, teo tahu saat ini tuannya tidak butuh jawaban apapun, tuannya hanya butuh didengarkan.
Satu jam lebih mereka terjebak macet. Sampai akhirnya kini mereka telah memasuki sebuah perumahan sederhana yang tak jauh dari jalan raya.
Teo memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah yang disewa oleh Zahira.
Tok tok tok
Kenzo mengetuk pintu dengan begitu antusias.
Namun tak kunjung ada jawaban dari dalam rumah tersebut.
"Cepat cari tentang pemilik rumah ini!" titahnya kemudian.
Saat bersama seorang ibu paruh baya muncul dan berjalan dengan angkuhnya.
"Kalian siapa, apa kalian ingin menyewa rumahku?" tanya ibu tersebut setelah melihat kedua lelaki sedang berdiri di teras rumah yang batu saja kosong.
"Memangnya kemana penyewa rumah ini nyonya?" tanya Teo padan sang pemilik rumah.
"Oh, wanita malam itu baru saja pergi meninggal rumahku, lagian aku juga sudah geram dengannya karna hamil diluar nikah. Semua tetangga disini menyalahkan ku karna telah menampung wanita malam yang bahkan sedang hamil tanpa suami!" tuturnya dengan nada mengejek.
"Jaga ucapan anda nyonya, wanita yang menyewa rumah anda ini adalah calon istri dari pemilik pabrik besar satu-satunya yang berada di kota kecil ini!" ucap Teo memperingatkan pada perempuan paruh baya yang menurutnya mulutnya begitu pedas.
"Apa maksud anda Tuan? Jadi Zahira itu?" wanita itu tidak melanjutkan kata-katanya karna kini dagunya telah dicengkeram oleh Kenzo.
"Jika sampai terjadi apa-apa dengan anak yang ada didalam kandungan wanitaku habislah kamu!"
"Ma...maaf tuan," ucap wanita itu dengan terbata.
"Sekarang katakan padaku kemana Zahira pergi?" Kenzo menatap tajam
"Sa... Saya tidak tahu tuan, tolong maafkan saya. Ini kunci rumahnya dan didalam sana ada banyak barang milik Zahira." wanita itu dengan tangannya yang gemetar memberikan kunci karna Zahira pergi dengan meninggalkan banyak baju-baju hasil jahitannya yang tidak laku ia pasarkan secara offline maupun online.
Kenzo mengernyitkan keningnya saat mendengar penuturan sang pemilik rumah lalu dengan cepat ia menyambar kunci, membuka rumah itu dan melihat barang apa yang ditinggalkan oleh Zahira didalam sana.
Saat pintu terbuka nampak seperangkat mesin jahit lengkap dan tumpukan baju yang dikemas satuan dengan rapih.
Jadi ini yang kau lakukan setelah kepergian mu. Apa kau menggunakan uang yang aku tinggalkan malam itu untuk semua ini. Tapi kenapa kau meninggalnya disini, bagiamana cara kau bisa hidup diluar sana jika semua kamu tinggalkan. Batin Kenzo dalam hati.
Ada rasa sesak yang menyeruak dalam hati Kenzo saat melihat barang - barang yang Zahira tinggalkan begitu saja.
"Tuan setelah saya selidiki ternyata tadi pagi ada yang berusaha melecehkan Nona Zahira, itulah sebabnya Nona Zahira tiba tiba pergi dengan meninggalkan semua barang jualannya."
Penuturan Teo membuat darah seorang Kenzo mendidih seketika. Amarahnya kini telah berada diujung tanduk.
"Siapa orang itu?! Bawa kehadapan ku sekarang juga!" titahnya pada Teo dengan penuh amarah dan tatapan matanya yang begitu tajam.
"Itu orangnya tuan." Teo menunjuk ke arah anak buahnya yang baru saja datang seraya menyeret lelaki yang telah berusaha melecehkan Zahira.
"Arman anakku" ucap wanita paruh baya itu dengan rasa terkejutnya.
Kenzo mengepalkan tangannya dan siap melayangkan bogeman pada lelaki itu
"Tolong tuan, jangan sakiti anak saya, saya minta maaf atas nama anak saya!" wanita itu bersimpuh seraya memohon tepat dihadapan kaki Kenzo. Namun Kenzo yang sudah dipenuhi amarah itu sama sekali tidak menghiraukannya.
"Ibu dan anak sama saja, ibunya menghina anaknya melecehkan!" Teo tersenyum sinis seraya menyeret dan menjauhkan wanita itu dari hadapan Kenzo.
"Bawa dan kurung wanita itu Teo, jangan dilepaskan sebelum aku bisa menemukan wanitaku!!"
Bugh
Suara teriakan wanita itu bersamaan dengan pukulan yang melayang ke wajah anak lelakinya yang telah berusaha melecehkan Zahira.
"Berani sekali kau menyentuh wanitaku apalagi melecehkannya!" Kenzo terus menghajarnya bertubi tubi, setelahnya baru ia menyerahkan pada Teo dan anak buahnya.
"Ampun, tuan. Saya tidak tahu jika wanita itu adalah milik anda!" ucap lelaki itu dengan penuh ketakutan
"Tidak ada ampun bagi orang yang telah berani membuat wanitaku menderita dan pergi. Gara gara kau aku kembali kehilangan jejaknya!"
Bugh
Lagi dan lagi Kenzo memukul wajah pria itu dengan membabi buta.
"Kurung mereka ditempat yang terpisah, jangan biarkan dia lolos sebelum aku menemukan Zahira!"
Teo dan anak buahnya membawa ibu dan anaknya itu kesebuah markas yang tak jauh dari sana.
Setelah kedua orang itu terkurung. Kini Teo dan Kenzo akan kembali mencari Zahira, dengan harapan wanita itu masih ada disekitar sini.
Kenzo merasa sangat marah karna harus kehilangan jejak wanita yang selama ini ia cari itu.
"Stop!" ucapnya pada Teo saat mobil sedang melaju kencang.