Indonesia
NovelToon NovelToon
Pria Idiot Itu, Suami Ku!

Pria Idiot Itu, Suami Ku!

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:23k
Nilai: 5
Nama Author: balqis

Keadaan memaksaku harus menikahi
seorang tuan muda idiot.
Aku harus menuruti perintah ibu tiri ku untuk menerima pinangan keluarga pak Darmawan seorang pengusaha ternama. dengan alasan balas budi karena telah membesarkan ku.
Apalagi dengan ancamannya akan menyiksa ayahku, aku tak bisa menolak.

Namun seiring waktu, aku bisa berdamai dengan nasibku, apalagi setelah meninggalnya pak Darmawan dan istri dalam sebuah kecelakaan. Hal itu membuat suami idiot ku kehilangan pegangan. banyak orang ingin melenyapkannya karna dia pewaris tunggal kekayaan orang tuanya.
Hanya akulah satu-satunya orang yang dekat dengannya.

Satu persatu misteri terkuak. Di antaranya, kematian mertuaku ternyata ada hubungannya dengan ibu tiriku.
Sanggupkah aku mempertahankan rumah tanggaku bersama suami idiot itu?
ikuti kisahnya...


Hy semua..!
Aku datang lagi dengan cerita yang agak beda dikit dari biasanya. Mohon dukungannya terus ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon balqis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Aku agak kesulitan membujuk Wisnu yang tidak mau makan. Ia terus meratap Karena di tinggal orang tuanya.

"Nu, ayo makan dulu..!"

"Nunu tidak mau makan, papa dan mama disana pasti kelaparan juga."

"Tidak begitu, orang meninggal sudah tidak bisa merasakan kenyang dan lapar. Lain dengan kita yang masih hidup." aku jelaskan dengan sabar. Dan akhirnya dia mau aku suapi.

"Biik... !" terdengar teriakan keras dari kamar bawah.

Setelah aku intip ternyata Yudis sedang memarahi Bik Sari.

"Aku sudah bilang, tidak kopinya jangan terlalu manis.ctapi kenapa tidak mendengar perintahku ha?"

Bik Sari ketakutan.

"Maaf, Den. Bibi tidak sengaja."

Tante Rasti datang karena mendengar keributan itu.

"Kenapa lagi?"

"Ini Mam, Bik Sari mulai bertingkah setelah pak De dan Bu De tidak ada." Yudis mengadu pada mamanya.

"Jangan begitu, dong Bi. bagaimanapun, papanya Yudis sekarang yang mengatur rumah ini. Jadi hargai dong Yudis sebagai tuan muda yang baru." ucapnya pelan.

Aku yang ikut mendengar merasa muak dengan senyum munafik nya.

Sangat jelas kalau mereka hendak menguasai harta Wisnu.

Aku membawa piring kotor kebelakang.

Yudis yang sedang duduk, tak sengaja melihatku.

Iya sengaja mencegat langkahku.

"Nara, kau yakin masih mau melayani si idiot itu? Buat apa? Mending sama aku, sudah tampan, dan yang jelas sekarang aku kaya raya."

Aku sangat marah oleh ucapannya.

"Apa pantas kau berkata begitu tentang kakakmu? Wisnu adalah suami ku. bagiku, dia lebih baik seratus kali dari pada kau." ucapku ketus.

Bukannya marah, pemuda itu malah terkekeh.

"Aku tau, kau masih malu mengakuinya. Lagian siapa sih yang tahan dengan pria dewasa yang berjiwa anak-anak? Ayolah sayang... Aku yakin bahkan kau belum pernah merasakan malam pertama." Yudis meraih tanganku. Dengan cepat kutarik dan aku tampar pemuda jurang ajar itu.

"Jangan samakan aku dengan wanita penghibur di luar sana. Aku wanita yang bersuami. Apapun keadaan Wisnu saat ini, dia adalah suamiku."

Aku berlalu meninggalkan Yudis yang memegangi pipinya. Ia terlihat sangat marah padaku, mungkin juga dia tersinggung karena ucapanku. Masa bodo lah, tugasku hanya satu di rumah ini. yaitu melindungi Wisnu dari kejahatan keluarganya sendiri.

Hati ku masih sangat kesal saat Tante Rasti datang ke kamarku.

"Nara, tolong buka pintunya,!"

Saat ku buka pintu, nongol wajah wanita yang yang sedang memasang senyum palsunya.

"Boleh Tante masuk?"

Aku mengangguk saja. Ia menebarkan pandangannya ke seluruh ruangan.

"Begini, mengingat kau baru disini dan belum terlalu mengenal seluk beluk rumah ini, bagaimana kalau Tante saja yang menegang kunci itu...?" ucapnya dengan senyum lebar

Walau sempat terkejut, aku berusaha bersikap tenang.

"Owh kunci itu? Itu dia masalahnya .. Waktu itu Wisnu memintanya dan aku kasi, eh malah dia menghilangkannya. Aku juga sedang bingung bagaimana caranya agar dia ingat, dimana dia meletakkan kunci itu."

Aku lirik wajahnya sekilas tampak kecewa,

"Sayang sekali, kenapa kamu berikan pada Wisnu?"

"Ya, kupikir toh itu juga miliknya, jadi ya .. ku kasi saja."

"Ya sudah. Tante permisi dulu."

Wanita culas itu berhasil aku kelabui.

Padahal kunci brankas itu masih ada di tempat yang kurasa cukup aman.

"Rasain kau benalu, pasti dia kalang kabut mencarinya." aku tersenyum puas.

Dengan malas aku melihat keluar saat mendengar suara ribut di bawah.

Astaga Wisnu?

Sontak aku berlari turun. Ku lihat Tante Rasti sedang memarahi Wisnu.

Wisnu tampak ketakutan, dia segera bersembunyi di belakangku.

"Kenapa Tante memarahinya?" tanyaku tak suka.

"Sudahlah, Nara... Jangan sok jadi pembela."

"Aku tidak sok, aku memang akan membela Wisnu. Memang apa yang sudah dia lakukan?"

"Dia makan es krim dan belepotan di mana-mana. Tante hanya menegurnya."

Aku menggeleng heran.

"Tante... Kalau cuma itu kenapa harus membuatnya ketakutan begitu? Kan bisa menyuruh bibik untuk membersihkannya."

Tante Rasti melenggang pergi.

Aku menenangkan Wisnu yang masih ketakutan.

Mulai saat itu, permusuhan di antara kami semakin kentara. Aku dan Wisnu lebih suka makan di kamar saja. Tidak pernah lagi duduk semeja dengan mereka.

Entah kenapa pula, Wisnu sangat ketakutan kalau melihat Om nya. seperti trauma yang aku sendiri tidak tau

"Nu, aku mau pulang menjenguk ayahku. kau tidak apa-apa, kan?"

"Nunu mau ikut..! Nunu takut kalau tidak ada Nara." ucapnya polos.

Memang sangat berbahaya membiarkan Wisnu di sini. Bisa saja dia akan di jahati lagi oleh Yudis.

Tapi kalau membawanya juga aku merasa risih. Semua tetanggaku pasti akan bergunjing.

"Nu, aku hanya sebentar saja, kok. Nunu diam bersama Bik Sari, ya."

Setelah ku beri pengertian, akhirnya Wisnu mengerti.

Setelah menitipkan Wisnu pada Bi Sari. Diam-diam aku pergi dari rumah menggunakan sepeda motor.

Niatku hanyalah menjenguk ayah.

Ayah sangat gembira melihat kedatanganku. Ia langsung bangkit dari tempat tidurnya.

Ayah sendirian saja di rumah. Bu Marni dan anaknya tidak kelihatan

"Keterlaluan sekali mereka, membiarkan ayah yang sedang sakit sendirian begini." aku menggerutu sendiri.

Aku pergi kedapur, niatku hendak membuatkan bubur untuk ayah. Tapi saat melewati kamar Salsa. langkahku terhenti. Ada suara ******* yang saling bersahutan. ******* yang siapapun pasti bisa menebak sedang apa pemilik suara itu sendiri.

Apalagi buat gadis yang seusiaku. Walaupun belum pernah merasakannya, tapi aku tau.

lalu siapa yang ada di dalam kamar itu saat ini? ah tentu saja Salsa.

Aku berjingkat lebih mendekat

Dari lubang kunci aku bisa melihat sedikit.

Dadaku berdebar kencang. Disana aku melihat Andri sedang bergumul dengan seseorang. Dan aku bisa menebak dengan siapa Adri saat itu, pasti Salsa. Yang ku tau Andri adalah pacarnya Salsa.

Aku pikir buat apa mencari masalah dengan adil tiriku itu. Aku terus melangkah kedapur.

Setelah membuatkan ayahku bubur, terus. Aku antarkan ke kamarnya.

Sengaja aku tidak memberitahu ayah tentang apa yang aku lihat barusan.

Ayah makan dengan lahap. entah karena lapar atau karena aku yang menyuapinya.

"Ayah, Nara mau balik dulu ketempat Wisnu, kasian dia sendirian. Semenjak papa dan mamanya meninggal, hanya aku temannya. Memang ada keluarganya yang lain, tapi mereka memperlakukan Wisnu seperti orang asing."

"Iya, Nak. Pergilah.. Ayah sudah tidak apa-apa." ayah tersenyum memeluk ku.

Aku keluar dari kamar Ayah. Saat itu aku kaget melihat Bu Marni keluar juga dari kamar Salsa merapikan rambutnya yang berantakan.

Ia cukup kaget saat menatapku.

"Kau kapan datangnya?" tanyanya berbasa basi.

"Sudah tadi, bahkan aku sudah membuatkan bubur untuk ayah." ucapku acuh.

Wajah Bu Marni terlihat ketakutan.

"Oh, ya? Aku pikir ibu pergi, tapi ternyata di rumah." aku sengaja pura-pura tidak tau apa yang terjadi di kamar Salsa.

"Salsa, ada? Aku Mau bicara sesuatu."

Aku hendak masuk ke kamar itu namun tangan Bu Marni menahan ku.

"Salsa sedang tidur, sebaiknya jangan di ganggu, ya! Ibu pikir juga dia masih kesal pada kejadian di rumah Wisnu."

Aku tau, dia menahan ku pasti karna masih ada Andri si bajingan di dalam.

"Ya, sudahlah kalau begitu. Aku pulang dulu, Bu.."

Aku langsung pergi begitu saja. Bu Marni terlihat menarik nafas lega.

Aku keluar dari halaman rumahku dengan wajah kesal. Aku marah karena ayahku sudah di khianati. Aku marah karna rumah suci kami telah di kotori oleh perbuatan bejat Bu Marni.

Di tikungan jalan depan rumah, aku berpapasan dengan Salsa yang terlihat baru pulang dengan seorang temannya.

Aku tidak tau apa yang terjadi kalau Salsa sampai tau kalau ibu dan pacarnya sudah menikamnya dari belakang.

1
Mey Ambarita
jelek
Mey Ambarita
makin aneh
Mey Ambarita
ceritanya jelek
Mey Ambarita
Feminin
Nunung
Aku kira sudah TAMAT Thor tau masih berlanjut toh....
Nunung
Alhamdulilah kalian berdua selamat .....terimakasih Jaja berkatmu semua kebohongan keluarga Ridwan dan Marni akhirnya terbongkar....aku seneng banget Thor terimakasih see you ❤️❤️❤️ tetap semangat 💪💪
Nunung
Itu bohong Rasti memang itu anaknya Ridwan....dan kamu Yudis dasar gak tau diri sudah numpang serakah pula....makasih dah up....see you lopyou untukmu sekebon.
balqis: mantap👍❤️❤️
total 1 replies
Nunung
Semoga kamu bisa menyadari ketulusan Nara....dan Nara bisa menyelamatkan Nunu dari keluarga serakah itu ....salsa kamu akan kena karma dan semoga kebohongan kamu akan cepat terbongkar. see you ❤️❤️ semangat 💪💪 thor
Nunung: Masama cantik
total 2 replies
Nunung
Kok Nunu makin egois ya...dan salsa makin semena mena ke Nara....makin runyam ya masalah mereka akumah ikut kamu aja lah Thor....yg penting alur ceritanya bagus. pusing tetap semangat ya Thor see you ❤️❤️
balqis: kasi masukan Bun.. editor bilang, kepenulisannya masih kurang🙏🙏
total 1 replies
Nunung
Aku jadi gemeezzz sendiri Sama Wisnu apa dia gak punya perasaan...aku jadi 😕😕😕😕 bagaimana kedepan nya rumahtangga seperti itu...,semangat 💪💪💪 ya Thor
balqis: 💞💞💞💞💞❤️🙏
total 1 replies
Nunung
Lama lama aku kurang resfek ya sama Wisnu kok jadi egois begitu sama Nara ..kasihan Nara sabar ya Nara semoga Wisnu cepet sadar atas keegoisan nya dan kamu salsa moga karma cpet menghampirimu dan kehamilanmu cepet terbongkar bahwa itu anaknya Ridwan ....lopyou ❤️ semangat 💪💪 ya thor
balqis: mantap👍
total 1 replies
Wik Annie
pergi saja Nara...suami dungu di pertahankan...gak sadar akan perjuanganmu selama ini🙄🙄🙄
kalo AQ SDH kabur...besarkan anak...sudah...sokor2 mau SM Jaja...org baik luar biasa dan selalu siaga untukmu
Kinza Alham
biarkan Nara pergi untuk menenangkan pikirannya Thor, biar anaknya lahir dengan selamat dan Wisnu bisa menyadari kesalahannya.
Nunung
Jangan jangan salsa hamil anaknya Ridwan ya Thor .....kebangetan kamu salsa semoga kamu dapat karma dan ketahuan anak siapa yg kamu kandung...sabar ya Nara semoga kamu dan anakmu di lindungi oleh Allah SWT Aamiin...see you ❤️❤️
Nunung
Ya pengacau datang satu lagi kasihan Nara makin tertekan hidupnya ,... lopyou ❤️❤️❤️ Thor makasih dah mau up moga sehat selalu Aamiin 💪💪
Frisnand
itu pelajaran bg Wisnu.. biar terbuka pikirannya. lanjut thor
Frisnand
ceritanya bagus
El_fathan Radinka
hiyyyaaaacttttt bikin gemess😬😬😬😬
Nunung
Salsa dasar kamu rubah 🦊🦊 berkepala ular 🐍🐍 aahh aku gemess banget Thor ma salsa pengen getok kepalanya pake golok....biar dia sadar siapa dia sebenarnya...aku mau Nara untuk sementara pergi dulu 😕😕 dari kehidupan Nunu biar dia sadar siapa itu salsa dan Rasti....see you ❤️❤️ moga selalu sehat Aamiin.
Nunung
Kasihan Nara selalu terzalimi ...sabar ya Nara suatu saat nanti kebohongan mereka pasti terbongkar....makasih Thor dah mau up..see you ❤️❤️.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!