Natasha Bleecker berusia 30 tahun seorang sekretaris CEO tampan bernama Dimas dijodohkan dengan Reza Permadi berusia 26 tahun. Natasha adalah cinta pertama Reza sewaktu kecil dulu. Sedangkan Dimas sangat terobsesi memiliki Natasha membuat jalan perjodohan mereka sedikit rumit. Kerikil kerikil tajam selalu datang dalam hubungan Natasha dan Reza.
Apakah mereka dapat berakhir bahagia seperti cerita pada novel novel romansa lainnya?
Dukung terus Author dengan Like, coment, fav & share. Dengan begitu memberi semangat Author untuk cepat menyelesaikan kisah Natasha dan Reza.
Terimakasih untuk teman teman penyuka noveltoon 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggraini Gita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6 : Setuju
POV Reza
Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi saat tau Natasha mengirim pesan ingin segera menjemputnya. Sudah pasti karena bosnya yang kurang ajar itu.
Sesampainya aku di kantor Natasha, aku dengan cepat mengirim pesan kalau sudah sampai.
"Natasha...aku sudah didepan. Cepat keluar" Aku mengirim pesan whatsapp pada Natasha.
"Iya Za, sebentar"
Aku menunggu cukup lama, kulihat jam yang melingkar ditangan kiriku. Aku takut terjadi sesuatu pada Natasha. Akhirnya kuputuskan untuk menghubungi Natasha, tapi lagi lagi diluar jangkauan. 'apa dia sedang di lift?' gumamku.
5 menit kemudian terlihat Natasha keluar dari lift bersama Bos mesum itu. Natasha berlari menuju arahku yang sedang berdiri menyender mobilku. Dia memanggilku dengan sebutan sayang. Aku tidak salah dengar.
"Rezaaaa...sayanggg" Natasha memelukku. Aku syok dengan panggilan sayang dan Natasha memelukku. 'Ada apa? kenapa?' tanyaku dalam hati. Lalu saat aku melihat Bos mesum itu, aku mengerti kenapa Natasha bersikap manja padaku memanggil sayang. Untuk menghindarinya.
"sayangg ayokk" ajak Natasha masuk ke dalam mobil. Aku hanya mengangguk, tersenyum tipis.
******
"Za..aku minta maaf. Jujur tadi aku memanfaatkanmu agar terhindar dari Dimas" Natasha menatap wajah Reza yang sedang fokus menyetir.
"its okey, aku paham kok. Bosmu itu mesum. hati hati Nat" Reza khawatir pada Natasha, benar benar khawatir.
"iya za" Natasha hanya mengiyakan, tak mampu menceritakan pelecehan yang dia alami. Natasha takut Reza kecewa. Berharap dengan Dimas tahu Natasha akan segera menikah, membuatnya berhenti bersikap diluar batas. Semoga.
Sesampainya dirumah, Natasha dan Reza segera menuju kamar masing masing untuk membersihkan badan dan bersiap siap bertemu dengan orangtua Reza. Reza memang sudah ijin menumpang mandi pada mama Dira dan papa Doni.
"Mama Papa..Natasha sama Reza berangkat dulu ya. Takut om sama tante sudah menunggu" Natasha berpamitan sambil mencium tangan mama papa.
"Assalammualaikum" salam Natasha dan Reza
"Walaikumsalam..hati hati ya nak. sampaikan salam untuk Mommy Daddy kamu za" mama Dira dan papa Doni melambaikan tangannya di teras rumah.
"Bye ma pa" ucap Natasha dan mobilpun menghilang dari pandangan orangtua Natasha.
******
Rumah Orangtua Reza
Rumah mewah dengan pagar hitam yang tinggi, sungguh luas dan besar. Natasha tak mengira kalau orang tua Reza sekaya ini. Yang Natasha tau dulu saat masih di Bandung, rumah mereka bersebelahan dan terbilang sederhana dibanding rumah mewah ini.
Mobil Reza memasuki halaman depan rumahnya. Reza turun dari mobil dan membukakan pintu kiri untuk Natasha lalu menutupnya. Berjalan menuju pintu rumah yang begitu tinggi dan besar.
Ding Dong
Bunyi bel pintu
Cekrekkk
"Assalammualaikum bik" sapa Reza pada bik Nah
"Walaikumsalam den Reza, mari masuk. sudah ditunggu ibu dan bapak di ruang tengah" bik Nah mempersilahkan masuk sembari melihat heran pada Natasha. 'kok mirip sama foto di kamar aden ya? apa ini neng Natasha cinta pertamanya den Reza?' bik Nah bergumam lirih.
"Mom Dad" Reza memeluk Mommy Daddynya bergantian.
"Tante Om" Natasha mencium tangan orangtua Reza.
"Hai Natashaku sayangg" Mommy Maya memeluk erat calon mantunya. Natasha tersenyum, ada rasa hangat dan bahagia.
"Mom..sudah sudah. ayok duduk dulu. Natasha ayok duduk" Daddy Jodi mempersilahkan Natasha duduk.
"Cantikkk...mommy udah kepengen banget ketemu sama kamu. akhirnya hari ini kita bisa ketemu ya. Mommy seneng bangettt" Mommy Maya terus memeluk Natasha erat.
"Maaf tante, Natasha baru sempat datang"
"jangan panggil tante dong, panggil mommy aja"
"i i ya tan..eh mommy"
"nah gitu dong..mantu mommy emang cantik kan dad, za?" Daddy Jodi dan Reza mengangguk mengiyakan dengan tersenyum lebar. Natasha tak dapat menyembunyikan pipi merahnya.
"Cantikkk...kamu mau kan menikah dengan Reza? mommy bener bener udah jatuh cinta banget sama kamu" mommy Maya memang selalu ekspresif.
"kok mommy sih yang jatuh cinta sama Natasha? harusnya kan Reza mom" protes Daddy Jodi.
"kalau Reza gak usah ditanya dad, sudah pasti cintanya banget banget sama Natasha dari dulu" ledek mommy pada Reza.
"Mommm.." Reza malu dengan Mommy Maya yang membocorkan rahasianya.
"emang bener kan za? udah gak usah malu"
"gimana cantik? mau kan? ya ya ya??" Mommy Maya tak sabar mendengarkan jawaban Natasha.
"emm..mom. i-ya Natasha mau" Natasha mengangguk menandakan setuju.
"yeayyy...makasih ya cantik sudah mau menikah dengan anak mommy. mmuah mmuah mmuah" Mommy Maya terlampau bahagia dan mencium pipi Natasha terus menerus.
"Mom..jangan diciumin terus dong. aku kan jadi pengen" celetuk Reza sambil meringis menampakan giginya.
"hahahahaha....makanya buruan dihalalin" ledek Mommy Maya, Daddy Jodipun ikut tertawa bahagia. Lagi dan lagi pipi Natasha merona seperti kepiting rebus.
******
Meja Makan
"Cantik..ayok dimakan. Atau mau Reza suapin?" mommy Maya memang selalu meledek Natasha dan Reza.
"Momm..." Reza malu dengan ulah mommynya.
"gak perlu Mom, Natasha bisa makan sendiri kok" Natasha tersenyum.
"kok aku gak ditawarin Mom?" Daddy Jodi merajuk.
"come on dad..kenapa jadi manja?"
"okay darl, mau makan pakai apa?" mommy maya menawarkan Daddy Jodi makanan yang tersaji diatas meja.
"ini ini ini" tunjuk Daddy Jodi.
"Okey" mommy Maya mengambilkan makanan yang dipilih suaminya.
"Thanks sayang"
"Your welcome darl"
Walaupun mereka sudah di usia yang tak muda lagi namun keromantisannya tetap masih ada. so sweet. Natasha dan Reza menatap keromantisan Mommy Daddynya, menatap bahagia.
'semoga nanti aku dan natasha juga bisa seperti mom and dad' batin Reza lalu mengalihkan tatapannya ke Natasha. Mereka berdua saling menatap penuh arti.
"Mom dad..sudah malam. Reza harus mengantar Natasha pulang" pamit Reza pada orgtuanya.
"oke sayangku...ah mommy udah gak sabar kalian cepat cepat menikah. mommy udah kepengen cucu" Natasha dan Reza membelakakan matanya karna syok dengan kata kata mommy.
"Sudah mom, jangan meledek terus. kasian tu anak anak, pipi mereka sudah kayak kepiting rebus" kata Daddy Jodi menyudahi ledekan ledekan istrinya yang tak kunjung usai.
"baiklah..hati hati cantik. mommy pasti rindu. sering sering main ya"
"iya mom dad" jawab Natasha
"Assalammualaikum" salam Natasha dan Reza
"Walaikumsalam"
******
Seperti biasa, Reza membukakan pintu untuk Natasha lalu menutupnya dan berbalik ke pintu kemudinya. Hal kecil yang terbilang romantis.
"sebentar Nat" Natasha bingung pada Reza. tiba tiba Reza mendekat dan sangat dekat ke wajahnya, hembusan nafas dan aroma tubuh Reza tercium. Harummm membuat candu.
Ceklikk
suara seatbelt terpasang
'Astaga...apa yang aku pikirin sih? udah mikir yang aneh aneh' gumam Natasha dalam hati.
Reza melihat pipi merah Natasha, sambil menggigit bawah bibirnya membuat Reza gemas dan merasa terusik.
"I Love you" bisik Reza ditelinga Natasha dan hanya dibalas anggukan.
'sial..kenapa gw harus mengangguk? itu artinya iya? arghh..' gumam Natasha yang masih didengar Reza. Reza hanya tersenyum.
Reza langsung melajukan mobilnya mengantarkan Natasha sembari tangan kirinya memegang erat tangan Natasha dan mencium lembut. Natasha terlihat bahagia.
"Makasih ya Nat, sudah mau menerima perjodohan ini"
"iya za" Natasha menatap Reza tersenyum.
******
Rumah Natasha
Mobil Reza sampai didepan rumah Natasha, tapi Reza enggan melepaskan tangan Natasha digenggamannya. Terus menciumi tangan putih mulus calon istrinya itu.
"za, udah ya. udah malam. aku harus masuk" mata Reza sayu karna tak mau berjauhan terlalu lama dari Natasha.
Natasha membuka seatbelt dan siap membuka pintu mobil. Diraihnya tangan Natasha oleh Reza.
"Minggu depan kita menikah ya? aku tidak mau terlalu lama menunggu Nat"
"kita harus bicarakan dulu dengan orangtua kita za. sabar ya sayang"
'whatt??? sayang? oh tidakkk...ada apa sama mulut gw? apa gw emang suka sama Reza?' batin Natasha.
"apa?? aku gak denger" ledek Reza. Padahal jelas jelas dia mendengarnya.
"apaan sih za"
"bukan reza..apa tadi?"
"bukan apa apa...wle 😜"
"ayolah...apa tadi? serius aku gak denger"
"huffttt...baiklah. sayang..sayang..sayangku Reza Permadi. puas?? udah denger jelas?"
"ah bikin gemesss deh" Reza mencubit pipi Natasha.
"awww sakit sayang" Natasha mengerucutkan bibirnya.
"maaf maaf sayang..yaudah masuk, udah malam. i love you"
"oke...bye" Natasha malu untuk membalas kata kata Reza.
"kok gak dibales sih yang" Reza ngambek.
"malu ah..udah bukan abg"
"yangggg...." Reza merajuk, manja.
"oke oke...i lo-ve you too. dahhh" Natasha langsung membuka pintu mobil dan berlari masuk ke dalam rumah. Malu sungguh malu.
Reza di dalam mobil tersenyum bahagia. Finally cinta pertamanya terbalaskan.
Tak jauh dari mobil Reza, ada satu mobil yang terparkir tepat menghadap mobilnya. Menatap dengan amarah sejak tadi. Dengan mata kepalanya melihat keromantisan Reza dan Natasha.
"Tunggu permainan dariku" kata kata Dimas terlontar dari mulutnya dan menggenggam erat kemudi. Lalu menyalakan mesin mobil dan menyorotkan lampu jauh yang amat menyilaukan mata Reza.
"orang gila, silau woy" teriak Reza membunyikan klakson mobilnya.
Dimaspun menjalankan mobilnya dan pergi.
Bersambung...