Nadia, gadis berusia 20 tahun yang tidak tahu bahwa dirinya adalah reinkarnasi Sang Pelindung Teratai Biru, Putri Nadi.
Saat sedang menginap di sebuah penginapan milik seorang kakek tua, Kakek San. Secara tidak sengaja Nadia telah membaca sebuah mantra yang membuat dia dan keempat sahabatnya masuk ke sebuah dunia asing.
Saat sudah mengetahui bahwa dirinya adalah reinkarnasi Sang Pelindung, Nadia harus menyelesaikan tugasnya yang belum usai, mengembalikan keseimbangan Negeri Resyam seperti sedia kala.
Di bantu keempat sahabatnya dan petunjuk dari Buku Resyana, Nadia harus membentuk kembali Pedang Emas Sang Pelindung yang terpecah.
Melewati dunia yang penuh bahaya dan melawan monster mengerikan. Bukan hanya itu, akan ada banyak misteri yang akan terpecahkan
Dimulai dari Naga kejam Man Black di Hutan Hitam, Monster Silver Death Worm di Dunia Kebalikan, hingga musuh terbesar Sang Pelindung, Perdana Menteri Basilia yang licik dan tamak. Dialah yang mengambil paksa tahta ayah Putri Nadi dan mengambil keseimbangan di Negeri Resyam.
Akankah mereka berhasil?
Skuy Simak...Happy Reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GPS_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Petualangan Bermula(2)
EPISODE SEBELUMNYA
"A..cahaya apa ini?" herannya.
Nadia lalu menghampiri cahaya itu dan masuk kedalam ruangan tersebut.
"Aduh...silau sekali" kata Nadia.
Nadia mencari sumber dari cahaya itu.Kemudian ia melihat sebuah buku kuno tebal bercover merah marun dengan lambang kerajaan ditengahnya.
"Em...sepertinya dari buku ini" kata Nadia menghampiri sumber cahaya itu.
Nadia membuka buku itu.Seketika cahaya itu hilang entah kemana.
...THE BOOK...
Cerita sebuah kerajaan
Kerajaan yang mempunyai warga bahagia
Tertuang dalam sebuah lambang
...^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^...
"Eh, apa apaan ini?!..halaman pertama saja sudah sobek, tidak ada halaman selanjutnya lagi, huh!" katanya kesal pada buku itu tanpa membaca halaman buku.
Rio dan keempat temanya pun datang.
"Nadia..Nadia...Na" kata Rio masuk mencarinya ke ruangan itu.
"Ah, ternyata kau disini" kata Rio lega.
Nadia melihat ke arah Rio.Teman-teman mereka yang lain datang menyusul mereka.
"Mmm...ternyata kalian disini" kata Fikram.
"Sebenarnya sedang apa kalian ini?seperti main kejar-kejaran saja," kata Manda.
"Ya, membuat kita lelah saja, padahal beberapa menit lagi kita pulang" keluh Dina.
"Ya, Nadia kau sedang apa disini?" tanya Rio menghampiri Nadia.
"Emm...aku" kata Nadia.
"Eh, buku apa ini?" kata Rio membolak-balik buku kuno itu.
"Apa ini cuma satu halaman sobek, aku kira ini banyak halamannya" kata Rio.
"Ya kau benar..ini hanya tebal covernya saja"kata Fikram.
"Betul, kaya *tape.." kata Manda.
"Kok kaya tape, Da?" tanya Dina.
"Iya tape, seringnya kan tape cuma besar bungkusnya dalamnya cuma sesendok itu pun sendok teh, hahaha" tawa Manda.
"Hahahah...masa sendok teh..kecil kali itu" tawa Fikram.
Nadia tertawa kecil. Lalu tiba-tiba ia teringat gulungan kertas yang pernah ia baca dikamar.
"Gulungan itu juga sobek dibagian atas kan? apa..." kata Nadia melihat ke buku.
"Emm...coba aku baca, mungkin ada hubungannya," kata Nadia.
Nadia pun mendekat ke buku itu dan membacanya keras.
"Cerita sebuah kerajaan, kerajaan yang mempunyai warga bahagia, tertuang dalam sebuah lambang." bacanya keras.
Temannya yang lain mulai mendekat ke arah Nadia yang sedang membaca.
"Apa ini cerita?" tanya Fikram.
"Ya, mungkin saja" kata Dina.
"Ya itu memang sebuah cerita!!"seru seseorang yang tiba-tiba saja datang.
"Hah?! KAKEK SAN!" kaget mereka.
Kakek San tersenyum tipis.
"Kau sudah membacanya" kata Kakek San merentangkan tangannya ke depan.
Buku itu langsung tertarik ke hadapan Kakek San, ia pun mengeluarkan sebuah gulungan kertas.
"Hah? gulungan itu" kata Nadia heran.
"Apa yang akan Kakek San lakukan apa dia ada hubungannya dengan semua ini?" pikir Nadia.
Kakek San lalu membuka gulungan kertas itu dan menyatukan kedua robekan itu.
"Hah?! gulungan itu adalah robekan halaman itu" kata Rio.
"Apa-apaan ini?" pikir Nadia.
"Ya, gulungan itu. Sambung menyambung menjadi satu, itulah halamannya, haha" tawa Fikram.
"Haah..masih sempat sempat nya kau bercanda wahai Fikram Hasanudin" kata Dina.
"Biarin, biar kaga tegang" kata Fikram.
"Merusak suasana ae lu" kata Manda.
"Udah, balik lagi ke ceritanya" kata Fikram.
Semua khususnya Nadia terkejut melihat gulungan itu adalah kelanjutan dari halaman yang robek itu.
"Tunggu memangnya itu nyambung ya?" pikir Nadia sambil mengingat ingat.
"Hmm..Ramalan rembulan malam..
Seorang anak terlahir dengan kekuatan
Namun kejahatan berkuasa datang
Jiwanya tak tenang
Bertempat pada raga seseorang
memecahkan misteri yang belum selesai...jadi kalau ditambahkan dengan tadi...?" pikir Nadia mengingat-ingat.
"Maka jadinya...."
...Cerita sebuah kerajaan...
...Kerajaan yang mempunyai warga bahagia...
...Tertuang dalam sebuah lambang...
...Ramalan rembulan malam...
...Seorang anak terlahir dengan kekuatan...
...Namun kejahatan berkuasa datang...
...Jiwanya tak tenang...
...Bertempat pada raga seseorang...
...memecahkan misteri yang belum selesai...
"Ya itu jadinya.." kata Nadia.
"Hah!?" heran teman-temannya.
"Bagus-bagus kau sudah mengucapkan mantra wahai yang terpilih...sekarang selesaikan tugasmu" kata Kakek San mulai menghilang di bayangan kamar itu.
"Hah?! Kakek San pergi kemana dan siapa itu yang terpilih...apakah?" kata Rio melirik ke hadapan Nadia.
Semua menatap Nadia.
"Hey, aku?" kata Nadia kebingungan.
Tiba-tiba...
"Eee...teman teman" kata Dina.
Semua melihat ke arah langit-langit kamar itu.
Bersambung...
*tape* adalah jenis makanan dari beras ketan yang diberi ragi dan difermentasikan sehingga menghasilkan rasa yang manis.
masa baca juga sambil mikir artinya/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
/Smug//Smug//Smug/
senior galak hadir lagi , maaf lama tak mampir ..
biar syantik😍
kalau ada waktu luang mampir juga dikaryaku😅