Indonesia
NovelToon NovelToon
Labirin Hati

Labirin Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Romansa
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kenaya_10

"Umur Ruby tuh udah 25 tahun, Masko. Kalau Ruby sampai gak dapet-dapet jodoh…” ia berhenti sejenak, lalu menoleh ke arah Miko, “masko aja deh yang jadi suami Ruby!” Miko yang sedang menyeruput iced americano langsung tersedak dan tanpa sengaja menyemburkannya ke wajah Ruby. “MASKOOO!!!” teriak Ruby murka seketika, lalu memukul-mukul tubuh Miko bertubi-tubi. Miko justru terbahak sambil berusaha menangkis pukulannya. “Sorry! Sorry! Sengaja!” Iya, Ruby tahu! Ruby bukan tipe masko!” sungut Ruby kesal. Miko hanya terkekeh, lalu meraih tisu dan mengelap wajah Ruby dengan santai, seolah tak terjadi apa-apa. Ruby tidak tahu saja kalau, Miko itu justru telah menyukai Ruby sejak mereka masih kecil. Ruby selalu ada, menjadi saksi paling setia atas keterpurukan Miko, terutama di masa-masa setelah ia mengetahui bahwa perempuan yang selama ini ia panggil Mama ternyata bukan ibu kandungnya. Sejak itu, Miko seperti kehilangan pijakan. Ada amarah di dalam dirinya, tapi ia tak tahu harus menujukannya ke

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenaya_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Gue nggak punya satu pun memori tentang ibu kandung gue.

Sama sekali.

Ya gimana mau punya, gue ditinggal waktu umur gue baru tiga tahun.

Semua yang gue tahu tentang ibu gue cuma sebatas nama. Itu pun gue tahu dari Mama. Mama sempat hendak menunjukan foto bu Arini, tapi saat itu gue menolak. Gue bilang gak perlu. Dia sudah memutuskan untuk menghilang dan meninggalkan gue, Jadi, gue gak perlu tau apapun tentang dia.

Sejak ibu kandung gue pergi, Mama dan Ayah memang sepakat untuk nggak pernah membicarakan tentang dia. Bukan karena mereka mau menghapus keberadaan ibu kandung gue, tapi karena mereka nggak mau gue tumbuh dengan luka yang terlalu dini.

Ibu kandung gue benar-benar menghilang tanpa jejak. Bahkan seorang Bagas Atmodjo dengan segala akses, kekuasaan, dan relasi yang dia punya, nggak pernah berhasil menemukannya. Jadi Mama dan Ayah berpikir, lebih baik gue nggak tahu apa-apa, daripada gue tahu gue punya ibu, tapi selamanya nggak tahu dia ada di mana. Mereka pikir, itu akan lebih menyakitkan. Akan jadi trauma yang terlalu berat buat anak kecil.

Dan ironisnya, takdir tetap menemukan jalannya sendiri.

Gue akhirnya tahu kebenaran itu di usia sembilan belas tahun. Katanya, usia segitu udah cukup dewasa untuk nerima kenyataan. Tapi nyatanya, matang secara umur nggak selalu berarti siap secara hati. Fakta itu tetap melukai gue; dalam, pedih, dan meninggalkan bekas yang nggak pernah benar-benar sembuh.

Kapan-kapan gue ceritain, ya, gimana akhirnya gue tahu semuanya.

Sekarang ini, yang bikin gue bingung cuma satu hal: selama ini gue hidup tanpa satu pun ingatan tentang ibu kandung gue. Kosong. Seolah dia nggak pernah benar-benar ada di hidup gue. Dan anehnya, itu menyedihkan sekaligus melegakan.

Karena ketika gue nggak punya memori apa pun tentang dia, nggak ada satu hal pun yang benar-benar bisa melukai gue. Orang-orang bilang, kadang ingatan itu bisa jadi senjata paling tajam yang pelan-pelan mengiris hati kita dari dalam.

Tapi beberapa hari terakhir ini, gue mimpi sesuatu yang menurut gue… aneh.

Di mimpi itu, gue masih kecil. Hujan turun deras, petir menyambar-nyambar. Gue meringkuk ketakutan, memeluk erat sesosok yang gue yakini sebagai ibu kandung gue. Saat pelukan gue mengencang, sosok itu mengusap punggung gue pelan, lalu berbisik dengan suara lembut,

“Ssst… sayang, nggak apa-apa. Ibu di sini sama Miko. Selamanya ibu akan melindungi Miko… selamanya.”

Gue nggak tahu apakah itu cuma mimpi atau potongan kecil dari sesuatu yang benar-benar pernah terjadi.

Setiap kali gue terbangun, perasaannya selalu sama. Dada gue sesak. Mata gue panas.

Ada rindu yang gue sendiri nggak tahu asalnya dari mana. Gue pengin ngerasain pelukan itu lagi. Bahkan sampai sekarang, gue masih bisa ngerasain usapan lembut di punggung gue, seolah kejadian itu baru saja benar-benar terjadi.

Tapi rasa rindu itu selalu berbenturan dengan amarah. Amarah yang juga nggak tahu harus gue arahkan ke siapa.

Dan tahu nggak apa yang paling aneh?

Suara di mimpi itu…persis sama dengan suara Bu Andini.!

Gue nggak ngerti apa karena tiga hari terakhir interaksi gue sama beliau dan anak-anaknya cukup intens, ya?

Gue ditugaskan jadi sopir pribadi Zahra selama dia di Bandung. Hampir setiap hari gue melihat mereka bersama; hal-hal kecil, obrolan ringan, kebiasaan sederhana yang entah kenapa terasa begitu nyata.

Dan gue nggak bisa bohong. Melihat kebersamaan Bu Andini dan anak-anaknya bikin hati gue pedih.

Bu Andini mirip sekali dengan Mama. Lembut. Hangat. Penuh perhatian. Cara dia menyayangi anak-anaknya terasa tulus dan nggak dibuat-buat. Padahal Fathur bukan anak kandungnya. Tapi dari caranya menatap, dari nada suaranya saat bicara, dari perhatian kecil yang mungkin nggak disadari siapa pun… kelihatan jelas, Bu Andini menyayangi Fathur seperti anaknya sendiri.

Persis seperti Mama menyayangi gue.

Ma…

Miko kangen.

Tapi kenapa yang hadir di mimpi Miko justru dia, Ma?

Kenapa suara yang menenangkan Miko itu bukan suara Mama?

Kenapa yang hadir di pelukan mimpi Miko bukan Mama?

Mama marah kah sama Miko karena Miko terus kabur seperti ini?

Maafin Miko Ma...sebentar lagi. Sebentar lagi Miko pulang.

Miko janji.

*

Di lantai lima puluh lima kantor pusat Modjo Corp, Tony dan putri kesayangannya, Ruby, tengah berdiskusi serius mengenai strategi pengembangan Bara Creative. Grafik dan laporan terbuka di layar tablet ketika tiba-tiba telepon di meja kerja Tony berdering.

Tony menjawab telepon tersebut dengan menekan tombol loud speaker.

“Halo,” sapa Tony singkat.

“Siang, Pak. Ada Pak Marco di sini. Katanya sudah ada janji bertemu dengan Bapak,” ujar Agnes, sekretarisnya.

“Ok. Suruh dia masuk aja, Nes.”

“Baik, Pak.”

Sambungan terputus. Tak lama kemudian, terdengar ketukan di pintu ruang kerja.

Tok. Tok. Tok.

“Masuk,” ujar Tony.

Pintu terbuka. Seorang pria bertubuh tinggi besar melangkah masuk. Wajahnya keras, sorot matanya dingin. Marco adalah salah satu orang kepercayaan Tony. Di tangannya, sebuah amplop cokelat.

Ia berdiri tegap di samping kursi tempat Ruby duduk di depan meja Tony. Ruby kemudian melirik sekilas dengan tatapan malas. Dari penampilannya saja, Ruby tahu Marco bukan orang yang datang membawa kabar biasa.

“Gimana?” tanya Tony tanpa basa-basi.

Marco menyodorkan amplop itu. “Ini, Bos. Bos bisa langsung lihat.”

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada rendah namun penuh keyakinan,

“Ini benar-benar sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Saya jamin Bos bakal kaget… karena bukan hanya Bu Arini yang berhasil kita temukan.”

Alis Ruby mengernyit. Ia menoleh kembali ke arah Marco sekilas, lalu ke arah papinya yang sudah membuka amplop tersebut yang ternyata berisikan beberapa foto.

Mata Tony membelalak. Tangannya membolak-balik foto-foto itu dengan cepat, napasnya berubah berat. Wajahnya yang biasanya tenang kini perlahan memucat.

Ruby memperhatikan dengan jantung berdebar. Ia belum tahu apa yang dilihat papinya, tapi satu hal jelas, ini bukan kabar baik.

Tony akhirnya meletakkan foto-foto itu di atas meja. Ia bersandar ke kursinya, melonggarkan dasi, lalu memijat pelipisnya keras-keras.

“Ya Tuhan…” desahnya lirih.

Ruby tak menunggu lebih lama. Ia segera meraih foto-foto itu.

Terlihat seorang wanita sekitar seusia papinya. Ada foto wanita itu sedang sendiri. Ada foto bersama dua orang lain, yang jika dilihat dari gesture yang tertangkap kamera sepertinya sih anak-anaknya. Dan satu foto terakhir membuat napas Ruby tercekat.

Wanita itu berdiri berhadapan dengan Miko.

Shit.

Ruby menelan ludah. Dalam benaknya hanya ada satu pikiran: dia harus segera memberi tahu Miko. Papinya sekali lagi berhasil menemukannya.

Tapi tunggu.

Siapa perempuan ini?

“Pi,” suara Ruby terdengar lebih pelan dari biasanya, “perempuan di foto-foto ini… siapa?”

Tony menghela napas dalam-dalam, seolah kata-kata itu terlalu berat untuk diucapkan. Lalu dengan suara lirih yang hampir pecah, ia berkata,

“Dia… dia ibu kandung Miko.”

Kini giliran Ruby yang terbelalak.

1
💞Putri Chania💞
hhhmmm...spertinya Miko yg cocok utk donor... pertanyaan nya ..apakah Miko mau...???
💞Putri Chania💞
d tunggu up nya thor
Kenaya: besok ya hehe
total 1 replies
💞Putri Chania💞
emang enak d cuekin ko ...🤣🤣
💞Putri Chania💞: hiihii ..tau aja Thor..🤣🤣🤣
total 2 replies
Dewy Aprianty
lanjut thorr
Kenaya: besok yaa..😍
total 1 replies
💞Putri Chania💞
up lagi donk thor
Kenaya: hehehe besok ya
total 1 replies
falea sezi
Randy gk punya anak kah apakah Randy suka mira🤭
Kenaya: betuuul. Ongkel Rendy mantannya Mama Mira. Mereka pacaran pas SMA. Sekilas kisah mereka ada di pf lain jd aku gak bs up disini 🙏
total 1 replies
💞Putri Chania💞
nah lho....shock ga tuh koo....apa lagi nanti Ruby lupa ama elu koo...
Kenaya: ovt ya? hahahaha aman, aku gak sekejam itu sama ruby
total 3 replies
💞Putri Chania💞
thoor ... uo kg dini ...pengen tau k adaan Ruby pasca kecelakaan
Kenaya: muehehehe, sabar ya. ada kok 🤭🤭
total 1 replies
💞Putri Chania💞
aaiihh....thooor.....jangan bilang Ruby nanti amnesia pasca kecelakaan ya Thor.??Eeh tapi amnesia utk sementara tidak mengenal Miko ga pa" kali ya Thor..🤣
💞Putri Chania💞
tuuh akhirnya...kamu ngerasain sakit nya seperti sakit yg d rasain Ruby kan ko...tanya hatimu mu...marahmu karena apa..? cemburu..atau takut kehilangn Ruby....??
Kenaya: 🤣🤣
dah lah, Ruby kita sama fathur aja. gak kalah ganteng dari Miko. Lesung pipinya bikin mirip kim seon ho...nanti ku spill ya, muka fathur di profile
total 1 replies
💞Putri Chania💞
thoor..Iih...aku pengen daa Miko ga bisa sama Adisty...trus d cuekin Ruby secuek cuek nya...sampai Miko eliing....
Kenaya: Shipper-nya Miko-Ruby kayanya harus patah hati dulu baca beberapa bab ke depan 🫣🫣🫣
total 1 replies
💞Putri Chania💞
Iiiih...ko aku jadi kepikiran Miko nyusul Adisty k Bali...dan pergokin Adisty lagi kencan sama laki" lain atau balik sama suaminya ya...😄
Kenaya: btw aku baru sadar ini bab loncat loh. bab ini seharusnya Bab 68. 😭
Bab 67 yang asli kok keloncat ya..aku coba up ulang..mudah2an bisa ya kak🙏
total 2 replies
💞Putri Chania💞
mikooooo .....bukalah mata dan hatimu...lihat perjuangan Ruby utk menyelamatkan hidup mu dr kehancuran...tapi ga pa" Thor biarin Ruby cuek sama Miko...pengen lihat Miko sperti orang kebakaran jenggot d abaikan Ruby..😄
Kenaya
Seberjuang itu loh Ruby buat kamu, Ko....
hhhh🫠🫠
💞Putri Chania💞
tuuh bener kan Thor ...kasihan Ruby...😢😢
Kenaya: xixixixi🤭🤭🤭
total 5 replies
💞Putri Chania💞
aahh thoor...ga rela akuu lhoo miko sama Adisty...smoga aja yg d rasain Miko itu perasaan sesaat karena sama" pernah terluka...Rubiiiii.....how are you jika dirimu tau hal ini...pastii sakit bangeet ya bii...😭
Kenaya: muehehehehe...🤭 kita liat sama-sama ya
total 1 replies
💞Putri Chania💞
iiihh thoor.... kok aku ga rela ya klu Miko jatuh cinta sama Adisty...
kebayang sakit nya Ruby jika itu terjadi.. mencintai dlm diam..😢
Kenaya: iyaa sakit banget pasti! udah selalu bantuin miko dari dulu ya khaann? 😭
total 1 replies
Kenaya
Coba komen dong. Kalian Tim Ruby atau Tim Adisty? 🤭 kalau mau lihat imajiner karakter-karakter ini ada di postingan profile ku ya 🌹
Chala
makin seruuuuuu
💞Putri Chania💞
semangat Ruby.....bantu Miko..kasihan 😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!