Ayana Adzkiya, seorang perempuan yang sangat dikagumi oleh hampir seluruh teman sekolahnya bahkan guru-guru juga mengaguminya sebab Ayana merupakan siswi yang aktif dan sangat berbakat dalam akademik maupun non akademik.
Tidak jarang juga ada orang yang cemburu dengannya sebab mereka iri dengan Ayana yang pandai dalam hal apapun. Hingga pada akhirnya ada orang yang mencoba mencari kesalahan Ayana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vina Melani Sekar Asih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Skip
Hari Sabtu
[Rumah Ayana]
Ayana menunggu diluar rumah karena hari ini teman-temannya akan menginap di rumah.
Sepuluh menit kemudian, teman-temannya datang.
"Guys! masukin aja motornya kedalam"
Teman-temannya menuruti apa kata Ayana.
"Ya udah ayo masuk!"
Mereka masuk kedalam rumah Ayana.
"Bibi!" panggil Ayana.
Tidak lama, bibi datang menghampiri Ayana dan teman-temannya.
"Ada apa, neng?"
"Bi, tolong bikinin makanan ya buat kita"
"Iya, neng" ucap bibi, lalu bibi pergi menuju dapur.
"Ya udah ayo ke kamar gue"
Ayana dan teman-temannya pergi menuju kamar.
[Kamar]
"Nanti sebagian tidurnya disini dan sebagian lagi tidur di kamar tamu ya"
"Udah semuanya disini aja" ujar Gita.
"Kalau disini nanti gak muat tidurnya"
"Tidurnya dilantai aja" ujar Gita.
"Dilantai?"
"Iya. Lo punya kasur lantai kan?" tanya Gina.
"Iya punya"
"Ya udah dilantai aja, biar adil semuanya" ujar Hana.
"Gue gak enak kalau lo pada tidur dilantai"
"Gak apa-apa, lagian kita semua udah terbiasa tidur dilantai" ujar Hana.
"Ya udah tas-tas kalian taruh aja disana" tunjuk Ayana pada meja yang berada diujung.
Mereka berempat segera menaruh tas-tas mereka dimeja.
"Guys, kalau mau minum ambil aja di kulkas ya"
"Iya" ucap teman-temannya.
"Ya udah kalau gitu gue ambil kasur lantai dulu ya"
"Gue bantuin bawa ya" ujar Gita.
"Oh iya"
Ayana dan Gita pergi menuju kamar tamu untuk mengambil kasur lantai.
"Ayana, orang tua lo mana?"
"Mereka lagi pergi ke luar kota"
"Mereka pergi keluar kota bukan karena kita datang kesini kan?"
"Bukan kok. Mereka keluar kota karena mau jalan-jalan aja"
"Kirain karena ada kita, makanya orang tua lo pergi"
"Enggak kok"
"Ya udah ayo bawa kasur lantainya"
Akhirnya Ayana dan Gita segera membawa kasur lantai tersebut ke kamar Ayana.
[Kamar]
Sesampainya di kamar, mereka berdua langsung meletakkan kasur tersebut dilantai.
"Ih mau minum dong" ucap Gita kepada Nadia.
"Itu ambil aja di kulkas, Git"
"Boleh?"
"Ya boleh lah"
Gita segera mengambil minuman dingin di kulkas.
"Enak banget ya kamarnya" ujar Fara.
"Ya iyalah, kan kamar orang kaya" sahut Hana.
"Enggak kaya kok"
"Guys, nonton money heist Korea yuk!" ujar Nadia.
"Emang money heist ada versi Korea nya?"
"Iya ada" ujar Nadia.
"Ya udah tunggu ya, gue mau ambil laptop dulu" ucap Ayana sambil berjalan kearah meja belajarnya.
Setelah mengambil laptop, ia kembali menghampiri teman-temannya.
"Nontonnya di Netfl*x ya?"
"Iya" ujar Nadia.
...****...
Tok...tok...tok
"Masuk aja, bi"
Cklek
"Ini makanannya" ujar bibi sambil meletakkan makanan di lantai.
"Makasih, bi" ucap semuanya.
"Iya sama-sama" ucap bibi, lalu setelah itu bibi pergi.
Ayana dan teman-temannya segera memakan makanan yang dibuat oleh bibi.
"Enak banget masakan bibi lo" ujar Fara.
"Iya, masakan bibi emang terbaik"
Trining...trining
Ayana segera mengambil ponselnya.
Ia tersenyum, lalu ia segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo, Do"
"Ayana, kamu lagi apa?"
"Aku lagi makan sambil nonton bareng temen-temen aku"
"Mereka jadi nginep?"
"Iya jadi"
"Aldo, kalau kamu mau main kesini boleh kok. Soalnya orang tua aku lagi pergi keluar kota"
"Berapa hari di luar kotanya?"
"Hmm...mungkin tiga hari"
"Kalau gitu besok kita jalan-jalan yuk!"
"Kemana?"
"Ke pasar malam"
"Ayo!"
"Ya udah besok jam 7 malam, aku ke rumah kamu"
"Oke"
"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya, soalnya takut ganggu kamu"
"Gak ganggu kok"
"Ya ganggu lah, kan kamu lagi main bareng sahabat kamu"
"Enggak ganggu, Do"
"Ya udah aku matiin ya" ucap Aldo, lalu ia segera mematikan panggilan teleponnya.
Ayana segera menyimpan ponselnya, kemudian ia kembali menghampiri teman-temannya.
"Aldo ya?" ujar Nadia.
"Iya"
"Pacar gue kenapa ya udah tiga hari gak telepon gue" keluh Gita.
"Udah gue bilang kalau pacar lo ada cewek lain" ujar Fara.
"Coba lo telepon aja, daripada overthinking kan"
"Iya, telepon aja" ujar Hana.
"Gak mau" ujar Gita.
"Gengsi lo tinggi banget ya"
"Namanya juga cewek" kata Gita.
"Kalau gue sih lebih milih nurunin gengsi daripada harus overthinking kayak lo"
"Ya udah deh gue telepon" kata Gita.
Gita segera menelpon pacarnya.
"Loudspeaker dong! gue pingin denger" kata Hana.
Gita mengaktifkan loud speaker.
"Hallo, ta" ucap pacaranya yang bernama Azmi.
"Mi, kamu kenapa sih tiga hari ini gak ngabarin aku"
"Aku sibuk, ta"
"Sibuk apa?"
"Aku sibuk karena tugas sekolah"
"Kamu sibuk karena ada cewek baru kali"
"Enggak sayang, aku sibuk karena banyak tugas"
Hana senyum-senyum sendiri, padahal Gita yang dipanggil sayang namun dia yang jadi salah tingkah.
"Beneran gak ada cewek lain?"
"Iya, gak ada. Kan aku cuma cinta sama kamu"
"Ya udah nanti aku kabarin ya, biar kamu gak overthinking"
"Janji ya harus terus ngabarin?"
"Iya, aku janji"
"Ya udah kalau gitu aku matiin ya teleponnya"
"Kok dimatiin?"
"Soalnya aku lagi main sama temen"
"Ya udah have fun ya"
"Iya" ucap Gita, lalu ia segera mematikan panggilan teleponnya.
"Tuh kan! kata aku juga apa, dia pasti lagi sibuk" kata Ayana.
"Positive thinking banget sih kamu" ujar Fara.
"Jadi orang kan emang harus positive thinking"
"Guys, kalian besok pulangnya jam berapa?"
"Paling sore" ujar Nadia.
"Emang kenapa ya, Ra? lo sibuk ya?" tanya Gita.
"Enggak kok, cuma besok malam gue mau main ke pasar malam sama Aldo"
"Emang dibolehin pergi malem-malem?" tanya Nadia.
"Sebenarnya gak boleh sih. Tapi karena orang tua gue gak ada, jadi gue ada kesempatan buat main keluar"
"Kalau misalnya orang tua lo besok tiba-tiba datang gimana?" tanya Gita.
"Ya gue batalin lah pergi ke pasar malam nya"
Ting
(Ponsel Ayana)
Ayana kembali mengambil ponselnya. "Hana!!!"
Keempat temannya menoleh kearah Ayana.
"Ada apa?" bingung Hana.
Ayana kembali menghampiri teman-temannya.
"Kak Juan chat gue"
"Chat apa?" tanya Hana.
Ayana membuka pesannya.
Kak Juan (ketos)
Tadi temen kamu kenapa manggil aku?
"Gue harus bales apa nih?"
"Bales aja kalau Hana naksir kak Juan" ujar Fara.
"Jangan lah!" ujar Hana.
"Terus bales apa dong?"
"Gini aja, tadi temen aku lihat ada serangga di kepala kak Juan. Makanya temen aku teriak" usul Hana.
"Terus kalau dia nanya kenapa Ayana nyebekap lo, terus harus dibales apa?" tanya Nadia.
"Hmm...bilang kalau lo bekap gue karena gue teriaknya terlalu berisik"
Akhirnya Ayana membalas pesannya dengan usulan Hana tadi.
salam dari WBULB 🥰