Indonesia
NovelToon NovelToon
Menggenggam Asa

Menggenggam Asa

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:30.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Kesalahannya lah yang selama dia menikah yang harus menutupi jati dirinya dari istrinya menjadi awal kehancuran rumah tangganya.

Istrinya harus pergi dari hidupnya karena tidak menerima kebohongan yang selalu sering dilakukannya.

Kejujuran adalah pondasi dasar dari suatu hubungan. Jika tidak mampu untuk jujur setidaknya jangan pernah untuk berusaha menutupi kejujuran itu dengan berbagai kebohongan kecil.

Reza berharap dan terus berusaha untuk mendapatkan kesempatan kedua dari istrinya.

Riana memilih pergi dan mengjauh dari kehidupan suaminya. Memilih untuk bersembunyi dan terus menutupi jati dirinya dari siapa pun kecuali kakek dan asisten pribadinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 7

"Go go go keliling Berlin City gaess, gas poll," ujarnya Risma.

Mereka berjalan beriringan hanya bergandengan tangan tanpa ada drama peluk-pelukan. Seperti itulah kebiasaan mereka jika jalan bareng, karena bagi mereka tunangan itu bukanlah status sah sehingga mereka masih jaga sikap masing-masing.

Sepasang suami istri yang masih harus menahan hasrat dan keinginannya yang tertunda karena permintaan sang istri tercinta yang tidak akan melewati malam pertamanya jika, sahabat sekaligus kakak iparnya belum kembali bersatu dengan abangnya.

Mereka memulai perjalanan Brandenburg Gate, Brandenburg Gade adalah sebagai gerbang utama Berlin. Bangunan yang dibangun pada tahun 1800an, bangunan ini menjadi simbol persatuan Berlin Barat dan Berlin Timur yang punya nilai sejarah tinggi.

Banyak turis yang sengaja datang ke ikon Kota Berlin untuk sekedar berfoto dan berkeliling melihat kemegahan gerbang kota. Akan lebih indah jika turis dan pengunjung datang pada sore hari.

Sinar matahari terpancar dari sela-sela bangunan lawasnya, terasa lebih syahdu. Mereka menyempatkan berfoto bersama dengan berbagai gaya dan fose yang berhasil membuat othor iri loh hehehe.

Setelah melakukan perjalanan ke beberapa tempat yang ada di sekitar Berlin, Risma mencari Kafe yang terdekat dari tempat mereka sekarang. Ia menikmati kebersamaan bersama tunangannya. Kafe Anhal menjadi pilihannya untuk melepas dahaga dan laparnya.

"Mas kita masuk ke Kafe itu saja yah, Kafenya gak terlalu sepi amat jadi bisa berbaur dengan masyarakat asli Jerman sini," ucapnya Risma yang sudah berjalan mendahului Rudi.

Mereka tidak perlu memesan tempat terlebih dahulu, karena Kafe tersebut akan ramai pada malam hari, jadi Sore hari cukup lengang dan sedikit sepoi.

"Mas tadi siang aku melihat perempuan yang mirip dengan Mbak Riana," ucap Risma sambil sesekali meminum minumannya.

"A-pa!!, itu tidak mungkin dia lah," timpal Rudi yang tidak percaya dengan perkataan dari Risma.

Mimik wajah Rudi seketika pucat pasi dan tidak menyangka, jika Risma melihat Mbak Riana. Peluh keringat membasahi keningnya hingga ke pipinya.

"Gawat, semoga saja Mbak Riana tidak bertemu dengan Risma," gumamnya Rudi yang sudah gemetar ketakutan.

"Kamu kenapa Mas, apa kamu baik-baik saja?" tanya Risma yang keheranan sekaligus takut melihat keadaan suaminya yang tiba-tiba pucat seketika.

Risma tanpa disuruh langsung membantu menyeka keringat di wajahnya Rudi dengan tissue yang tersedia di atas meja.

"Mas tidak apa-apa kok, mungkin Mas hanya kepanasan saja, mungkin ac-nya bermasalah sehingga Mas keringatan begini," kilah Rudi yang beralasan berusaha menutupi perasaan gugupnya.

"Iya nih Mas, kok gerah yah untung mas ada di sini sehingga Risma tidak kepanasan ehhehe," gurau Risma.

"Tapi Mas, aku yakin kalau itu Mbak Riana, dan Saya sangat hafal dengan bentuk tubuhnya dan cara jalannya pun sampai detik ini saya sangat hafal Mas, makanya Saya sangat tidak percaya dengan kenyataan yang ada," ucap Risma.

"Mungkin kamu hanya salah lihat, jadi jangan terlalu dimasukin di hati apa yang tadi kamu lihat," terangnya Rudi.

"Aku yakin sekali dan sangat kalau itu Amairah sahabatku bukan orang lain," terang Maya dengan meninggikan sedikit suaranya.

"Sayang, mungkin itu pengaruh kamu yang terlalu merindukan kehadirannya, sehingga kamu sudah tidak bisa membedakan mana Mbak Riana dengan mana cewek lain," ucap Rudi yang berusaha untuk meyakinkan Risma.

"Mas tidak tahu betapa besar rasa rinduku ini padanya Mbak Riana itu lebih dari sekedar sahabat bagiku, bahkan dia sudah ku anggap Kakak aku sendiri, bahkan disaat aku mendengar kabar kehilangannya aku sampai drop dan sakit gara-gara berita itu," jelasnya.

"Aku tidak tahu harus berkata apa lagi di hadapan Risma, agar dia mau mengerti bahwa itu bukan Mbak Riana walaupun kemungkinan besarnya adalah Mbak Amairah sendiri," batinnya Rudi.

Rudi memegang ke dua tangan istrinya dengan penuh kasih sayang lalu mengecupnya dengan pelan.

"Mas, aku sudah masuk ke dalam kamar ruangan hotel itu tapi, saya tidak melihat Mbak Riana ada di sana, malahan perempuan yang saya anggap Mbak Riana yang ada di dalam ruangan itu," tuturnya Risma dengan kembali mengingat kejadian kemarin.

Air matanya menetes membasahi seluruh wajahnya. Kerinduan yang sangat di rasakan membuatnya terluka dan sedih. Risma sangat merindukan kehadiran sosok Riana kembali berkumpul bersama keluarga besar mereka seperti dahulu.

"Kamu sudah melihatnya langsung kalau dia bukanlah Mbak Riana, jadi apa lagi yang harus diragukan kebenarannya, dan itu sudah membuktikan kalau Perempuan itu bukanlah Mbak kita," pungkasnya Rudi.

"Tetapi, dia pasrah jika perempuan itu bukanlah Riana, dan Saya terus bersimpuh dan berdoa di hadapan Allah SWT agar segera bertemu dengan Mbak Riana, dan jika saatnya tiba maka dia akan sangat gembira dan bahagia menyambut kedatangannya kembali bersama kita semua," sebait doa yang dihaturkan oleh Risma.

Rudi menghapus jejak air matanya Risma yang masih setia mengalir membasahi pipinya.

"Ya Allah… bukakanlah pintu hatinya Mbak Maya agar segera kembali berkumpul bersama Kami, kasihan istriku kalau harus terus-menerus begini." Rudi membatin.

"Aku kasihan melihat Mas Reza harus terpuruk menahan rasa rindu dan penyesalannya," jelas Risma.

1
lantol
kadang Reza kadang Martin masih belepotan
Jeankoeh Tuuk
masih bingung
jln cerita nya
Krn secuil
Taty Hartaty
apasih Riana or Risma 🤔
lantol
baru awal2 dah bulepotan kadang Riana kadang akmaira
Zaini
Aku suka tokoh utamanya
Zaini
ceritanya bagus
Milea
cinta harus tulus
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
lanjut
Masitha Hamrud💗
harus berusaha kuat
Masitha Hamrud💗
Reza bego
Delia au kim
hubungan yang pernah putus karena kesalahan sebaiknya disambung lagi dan diusahakan untuk diperbaiki
Meirah
cinta dan memaafkan dua hal yang tak bisa dipisahkan
Fitry Resky 03
percaya lah akan indah pada waktunya
fania Mikaila B4
harapan itu pasti ada
Fitry Resky 03
seharusnya jujur dari awal
fania Mikaila B4
Reza bego tdk mau jujur
Daeng
next kk author
Daeng
aku yakin mereka akan kembali bahagia
Naila
cinta yang tulus
Han Nara
cinta butuh peejuangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!