Indonesia
NovelToon NovelToon
Ghost In Kos

Ghost In Kos

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Rumahhantu / Mata Batin / Kumpulan Cerita Horror / Horor
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: Thede Jr

Kos adalah sebuah kamar dalam sebuah rumah dan kamar tersebut disewakan selama berbulan-bulan atau setahun, tergantung ketentuan pemiliknya.

Berkisah tentang seorang remaja bernama Adit, yang dapat melihat hantu, meninggalkan desanya dan pergi ke kota untuk menuntut ilmu. Di perjalanannya ke kota, Adit berkenalan dengan Ica dan Adi yang juga mempunyai tujuan yang sama dengannya. sesampainya di kota mereka bertiga tinggal di sebuah kos-kosan yang kelihatan tidak terawat dengan baik. Nasib buruk untuk Adit, karena harus menghuni kamar kos yang di tinggali oleh sesosok gadis hantu bernama Indah yang memiliki emosi yang labil.

Ica yang dapat merasakan kehadiran mahluk gaib, memiliki tujuan untuk membantu para hantu kembali ke alamnya dengan tenang dan meminta bantuan kepada Adit untuk membantunya. Indah yang seorang hantu memiliki perasaan spesial kepada Adit dan tanpa Adit sadari dia juga memiliki perasaan yang sama, tapi itu membuat tujuan Adit menjadi goyah untuk memulangkan Indah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thede Jr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nenek Dan Seorang Gadis

Dengan suara lantang Adi mengatakan itu. Seketika orang-orang yang berada di sekitar kami pun menatap terkejut ke arah kami. Begitulah Adi yang merespon sesuatu terkadang berlebihan,, fikir ku Ica yang bakalan merespon seperti itu ternyata bukan.

"Baiklah aku akan membantu mu untuk membelikannya" jawab Ica dengan santai.

Akhirnya setelah perjalanan beberapa menit kami bertiga sampai di depan gedung sekolah yang akan kami masuk bersekolah besok. Kami bergegas menuju koperasi sekolah dengan begitu banyaknya orang.

"Wah? Banyak banget orangnya!. Kita seharusnya datang lebih awal" ucap Adi. Yah seperti kata Adi itu memang benar, aku merasa bersalah kepada mereka karena gara-gara aku, mereka berdua jadi ikutan terhambat.

"Maafkan aku karena aku kalian juga..?"sebelum menyelesaikan perkataan ku, Ica langsung memotongnya.

"Sudahlah jangan pikirkan itu, mending kita langsung saja masuk ke dalam" kata Ica dengan melihatku dengan senyumnya.

"Baiklah aku akan ke bagian seragam perempuan,kalau udah kelar siapapun yang duluan harus menunggu di depan gerbang" seperti saat di terminal Ica dengan sigap mengarahkan kami.

"Kalau begitu kita kumpul di warung bakso depan tadi,bagaimana?. Soalnya aku lapar belum makan juga tadi" kata Adi dengan senyumnya

"Ok, sudah di putuskan kita akan ngumpul di sana. Kalau begitu aku ke tempat seragam wanita. Sampai ketemu nanti"

Entah kenapa kami menyatukan tangan kami lalu melemparnya ke atas dan beraorak mengikuti ide Adi. Setelah kami berdua berpisah dengan Ica, Adi bertanya kepadaku, apakah aku mengenali perempuan yang tadi aku senyum mengarah ke kamarnya? Adi penasaran karena sudah dua kali dia melihat ku begitu.

Dia berfikir kalau aku orang yang mesum karena melihat kamar seorang gadis sambil tersenyum-senyum. Aku membiarkan dia berfikir tentang itu kepadaku ."lebih baik kau mencari apa yang kau butuh kan agar kita bisa cepat pulang" kata ku kepadanya.

Sembari aku melihat-lihat dan mencari apa yang ku butuhkan, tidak sengaja ku lihat Ica yang sudah kembali dari membeli seragam, mendekati perempuan yang  sedang kebingungan mencari apa yang dia butuhkan.

Ternyata perempuan itu adalah penghuni kamar yang ku lihat pagi tadi saat pulang membeli makanan dan saat akan berangkat ke koperasi sekolah ini. Aku baru tahu kalau dia adalah kenalan Ica.

Den setelah melirik ke arah belakangnya aku melihat nenek itu ternya Masi mengikuti nya. Mungkin Ica tahu sesuatu, jadi akan ku tanyakan dia nanti berhubung kami berasal dari desa yang sama, fikirku begitu.

"Adi apakah kau sudah selesai? Aku sudah selesai jika kau Masi lama aku akan keluar duluan menunggumu di warung bakso itu."tanyaku kepada Adi.

"Baiklah, kau duluan saja, aku masi memilih tas yang akan ku beli"

Setelah mendengar jawaban dari Adi aku langsung melangkah keluar meninggalkannya, sembari aku menuju ke tempat janjian, aku berpikir kalau mungkin akan membelikannya bakso nanti biar dia sedikit senang, berharap dia akan membereskan kamar dengan cepat.

Setelah sampai aku langsung memesan tiga porsi bakso satu ku makan di tempat dan aisa nya ku bawa pulanng, berhubung aku juga masi merasa lapar karena makanan ku di maknnya tadi.

"Adek besok sudah mulai bersekolah di sini yah?" Tanya Abangnya setelah mengantar pesananku.

"Iya bang besok hari pertama sekolah."

"Oh begitu ya dek?, Adek tinggal daerah sini yah?

"Iya bang aku tinggal di sekitaran sini di kos bambu.'

Abangnya pun terdiam sejenak menatapku dan mengatakan "oh di kos itu?" Lalu abangnya pergi.

Tanpa memikirkan apapun, aku langsung menyantap semangkok bakso yang ada di hadapanku.sembari menunggu mereka berdua kembali.

Setelah lima menit aku menunggu dengan mangkok bakso ku yang sudah kosong aku melihat mereka bertiga telah datang. Yah mereka bertiga bersama anak perempuan yang di hampiri Ica tadi saat di koperasi sekolah.

"Wah kau sudah selesai makan yah?" Sahut Adi menghampiri.

"Aku juga mau bang satu porsi!. Kalau kalian berdua juga mau?" Tanya Adi ke Ica dan perempuan di sebelahnya.

Aku melihat nenek yang berada di belakang perempuan itu yang lagi-lagi tersenyum kepada ku, dan dengan spontan pun aku membalas senyumannya.

Mengira aku tersenyum kepadanya perempuan itu langsung malu menundukkan kepalanya dan bergerak mundur. Menyadari apa yang ku lakukan dan dengan respon perempuan itu, Ica dan Adi langsung menatapku curiga.

"Apa kalian sudah saling kenal?" Tanya Ica kepadaku.

Dengan terbata-bata aku menjawab Ica "oh,ha!? Tidak aku baru bertemu dengannya"

"Bukannya dari tadi pagi kau sudah senyum-senyum ke arah kamarnya dia juga kan tinggal di kos bambu." Ujar Adi sambil tersenyum jahil.

Dengan mendengar itu perempuan itu jadi takut melihat ku. "Si mulut ember ini mengatakan hal yang membuat salah paham" bergumam di kepalaku.

"Tidak bukan begitu, jangan salah paham, aku tidak seperti yang kau banyangkan kok" aku menjelaskan kepadanya agar dia tidak merasah terganggu dengan diriku.

"Ica bukannya dia kenalan mu ? Aku melihat mu tadi menghampirinya di koperasi." Tanya ku langsung kepada Ica untuk mengalihkan pembicaraan.

"Aku juga baru kenal saat di koperasi tadi, dia terlihat kebingungan dn aku langsung menghampirinya dan membantunya. Setelah itu kamu berkenalan dan ternyata dia juga kos di kosan yang sama dengan kita. Dengan senyum Ica menjelaskan.

"Ngomong-ngomong perkenalkan anmanya Nadin dia  emang agak pemalu." Kata Ica memperkenalkannya.

"Iya tadi juga dia seperti itu pas melihat ku tadi" kata Adi menambahkan.

Nadin pun akhirnya menatapku dengan memperkenalkan namnya dan dia tinggal di kamar kosong empat, dan menundukkan kembali pandangannya.

Begitu juga dengan ku, aku memperkenalkan diri ku kepadanya berharap dia tidak takut lagi kepadaku setelah mendengar perkataan Adi tentang ku kepadanya.

Setelah kami berempat selesai makan, kami bergegas kembali pulang. Dengan Adi berjalan di depan keluar dari warung di susul dengan Ica dan nading beriringan dan terakhir aku yang mengambil pesanan ku yang akan ku bawa pulang.

Setelah aku selesai membayar dan ingin berbalik melangkah keluar, abangnya tiba-tiba menanyakan tentang kos itu.

"Dek?. Apa kau tau kalau tiga bulan yang lalu ada kejadian buruk yang menimpah kos itu?" Kata Abang nya dengan memelankan suaranya berbisik.

"Tidak bang?, Memangnya tiga bulan yang lalu ada kejadian apa?" Kata ku balik nanya.

"Tiga bulan yang lalu ada seorang gadis di temukan meninggal di salah satu kamar di kos itu".

Aku tidak tahu kejadian yang mana yang Abang ini maksud. Karena yang ku tau indah sudah berada di kosan itu sudah dua bulan lamanya.atau jangan-jangan ada seorang gadis sebelum indah di kosan itu? Dengan penuh tanya di pikiranku.

"Begituyah bang? Makasih bang sudah di beri tahu"kata ku ke abangnya.

Dan setelah pembicaraan singkat kami ixa pun kembali masuk memanggilku untuk bergegas pulang .

Adi berjalan di depan dan Nadin yang berada di belakangnya dengan nenek yang masi mengikutinya. Aku dan Ica berjalan berbarengan. Aku berinisiatif bertanya kepada Ica tentang apa yang kurasakan ke pada Nadin setelah melihatnya, tetapi Ica yang memulai percakapan.

"Adi! Aku ingin menanyaimu sesuatu?"

1
Ayano
Mesem mesem 😏😏😏
Ada bunga bunga ini
Ayano
Harapannya Bagus. Tapi sekarang agak sulit
Ayano
Samapi maksudnya sampai kali wak

Nanti kalau ada waktu boleh diganti
al-fatah
lupa kasih " kah
al-fatah
kenapa gak dikasih tau kontollll
Ayano
Isengnya berasa ngena langsung yak 😅
Ayano
Wak nanti mengcemaskan diganti jadi mencemaskan ya. Tipo
meihan
semoga seru.....
Ayano
Aku baca ini merasa kek ada.... bumbu-bumbu love love yang dikit-dikit mulai muncul 😏😏
Ayano
Kok jadi mendadak romance wak
Aku berasa kek nyamuk
Ayano
Ini... kek di manga shoujo ya malunya 😳😳
Saila Melinda
Aku udah mampir ya, Kak
Dede: makasih :')
total 1 replies
Ayano
Kepseknya nyebelin juga ternyata
Ayano
Sekalian sama yang ini kak. Terburu-buru maksudnya kali. Nanti tiponya boleh diganti kalau senggang
Dede: terimakasih sudah di ingatkan nnti kalau ada kesempatan ku ubah
total 1 replies
Ayano
Kak nanti kata dipikul diganti jadi dipukul ya. Tipo keknya
Ayano
Akhirnya dia yang dikira gila
Ayano
Mampus. Rasain lu
Ayano
Aku pengen banget Coki kena patah tulang kek apa kek. Wajahnya itu loh. Ngeselin banget
Ayano
Bisa kita santet Coki
Ayano
Kak nanti ganti kata masi jadi nasi ya. Tipo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!