Indonesia
NovelToon NovelToon
Twins Love Story

Twins Love Story

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:521.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: ismiati

Biasakan tekan Like setelah membaca.


Menceritakan kisah cinta si kembar yang tak lain adalah Rio dengan Tio.

Kalau ada yang baca novel ku yang Benih Tuan Muda Kejam pasti tahu Rio dan Tio yang tak lain adalah adik kembar dari Arin istri sang tuan Abraham.

Saat Tio sedang berjalan menyongsong masa depannya, justru Rio mendapati kenyataan yang membuatnya terpukul.
Sang kekasih tega mendua dan membuat Rio marah dan memutuskan jalinan cintanya.


Yuk kepoin lanjutannya....

Disini cerita tentang Rio, Tio dan keluarga kecil tuan Abraham juga ya.
Tetapi lebih banyak Rio ya gaes🙏.




Kisah ini hanya khayalan author saja, apabila ada salah kata atau typo mohon di maklumi, author juga manusia biasa🤣🤭.
Gak suka skip saja🙏.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Sedangkan di tempat berbeda.

Nisa sudah berada di dalam kereta, dia duduk di dekat jendela pandangan mata nya lurus ke depan menyapu ke luar jendela dengan berkaca-kaca.

"Selamat tinggal teman-teman ku, maaf aku pergi tanpa pamit," guman Nisa menyeka sudut matanya yang tiba-tiba berair.

Dia tiba-tiba merasa sedih mengingat teman-teman yang baik selama ini kepadanya. Dia tak tahu harus kemana, pulang ke keluarganya pun tak ingin dia lakukan. Keputusan terakhir Nisa adalah pergi ke kota lain untuk memulai kehidupan baru.

Nisa terdiam, dia mengingat kejadian tadi pagi. Dia hanya meninggalkan sepucuk surat perpisahan untuk teman-temannya yang berada di tempat kost, Nisa pergi dini hari dimana orang-orang masih sibuk menarik selimutnya.

Nisa juga tidak sempat berpamitan dengan Lilis teman satu kerja nya itu.

Nisa memilih pergi di pagi buta untuk berjaga-jaga, entahlah sejak kejadian kemarin Nisa memilih waspada takut-takut pria itu datang menemui dirinya. Apalagi dari data yang sempat Nisa lihat kemarin itu terlihat pria itu bukan pria biasa.

"Eh nona permisi, apakah aku boleh duduk di sini?"

Lamunan Nisa buyar kala mendengar suara pria yang terdengar santun, Nisa pun menoleh ke samping dan mendapati seorang pemuda tampan tersenyum manis meminta izin untuk duduk di dekatnya.

'Ha pria itu tampan juga ya,' batin Nisa terpesona untuk sesaat.

"Hay nona," pria itu menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah Nisa karena tak mendapatkan jawaban dari wanita di sebelahnya saat ini.

"Eh bo-leh," kata Nisa tergagap karena kaget.

Nisa begitu malu karena ketahuan melamun.

"Terimakasih Nona," jawabnya tersenyum manis membuat wajahnya semakin tampan.

Pria itupun menaruh tas ransel miliknya ke atas, setelah itu dia duduk manis di samping Nisa.

Nisa sekilas melirik pria di samping nya saat pria itu entahlah mengeluarkan sesuatu dari bungkusan plastik yang di bawanya sedari tadi.

"Mau..." Dia menyodorkan sebungkus roti untuk Nisa.

"Tidak terimakasih," tolak Nisa dengan lembut, jujur dia ragu menerima pemberian dari pria yang tak di kenal nya itu.

Pria itupun membuka bungkus roti itu dan memasukkan roti itu ke dalam mulutnya dengan lahap.

Tak lupa dia membuka botol kecil berisi air mineral.

5 menit...

"Alhamdulillah," guman pria tampan itu merasa kenyang meskipun dengan sebungkus roti dan sebotol air putih.

Sedangkan Nisa sibuk menatap ke samping ke arah jendela, memilih menikmati pemandangan di luar.

"Oh ya kenal kan aku DENIS," kata pria tampan itu mengulurkan tangannya.

"Eh..." Nisa tersentak kaget.

Nisa pun menoleh dengan cepat karena mendengar pria di samping nya itu menyebutkan nama nya.

"Annisa, kamu bisa memanggilku Nisa," kata Nisa menjabat tangan Denis tak lupa senyum manis .

"Nama yang cantik seperti orangnya," kata Denis membuat wajah Nisa bersemu.

Denis terkekeh dalam hati melihat wanita cantik di samping nya.

'Cantik,' batin Denis saat semakin lama mencuri pandang ke arah wanita di sampingnya.

Perjalanan cukup panjang membuat keduanya terdiam karena canggung dan memilih untuk menyibukkan diri nya masing-masing.

...----------------...

Jam 8 pagi di tempat berbeda....

"Uhhh dari tadi aku tak melihat pria tampan kemarin ya," guman Lilis menguap berkali-kali karena masih mengantuk, Lilis bergadang menonton film kesukaan nya sampai larut malam.

"Oh pria yang di kamar 408 kan?" Tanya teman di samping nya itu memastikan.

"Ha... Apa?" Lilis kaget saat mendengar nomor kamar pria yang sedari kemarin dia kagumi.

'Bukan kah itu nomor kamar pria mabuk yang ku antar dengan Nisa kemarin,' batin Lilis memastikan ingatannya.

"Iya pria tampan itu yang kemarin di kamar 408, dia sudah pergi tadi pagi. Eh kamu tahu gak?" Kata temannya itu meminta Lilis mendekat untuk membisikkan sesuatu.

Lilis mengelengkan kepalanya, jujur dia masih kaget di buatnya. Namun karena rasa penasaran Lilis pun mendekat ke arah temannya itu.

"Pria kemarin katanya mencari seorang yang mengantarkan dia saat mabuk ke dalam kamar, dia bilang kalau dia kehilangan barang di kamarnya. Pokoknya kemarin rame banget karena pria itu juga sempat marah-marah dan meminta rekaman CCTV juga," jelas temannya dengan berbisik di telinga Lilis.

Mata Lilis membulat sempurna mendengar cerita dari temannya itu.

'Apa pria itu sudah tahu tentang Nisa, hmmm.... Aku harus cari tahu secepatnya. Aku tak ingin tambang emas ku hilang apalagi pria itu ternyata pria yang ku sukai. Kenapa kemarin saat membantu Nisa memapah pria itu, aku tak memperhatikan wajahnya dengan seksama,' guman Lilis di dalam hati tentunya.

"Terus apa kamu tahu siapa yang di cari pria itu?" Tanya Lilis memastikan.

"Huuu aku tak tahu, kalau orang itu sudah ketemu tentunya kita tak akan repot seperti ini," keluh temannya itu dengan wajah di tekuk.

"Maksudnya bagaimana?" Lilis binggung tak tahu maksud dari temannya itu.

"Ya kalau sudah ketemu tentunya kita tak perlu di interogasi satu-satunya sama pak Haris kemarin," kata temannya itu bersungut-sungut kesal.

"Di interogasi...." Beo Lilis menatap ke arah temannya.

"Ya iyalah, kemarin sore pas kamu sudah pulang pak Haris mengumpulkan kita semua dan marah-marah karena pria di kamar 408 itu mengaku kehilangan barang berharga, fyuhhh entah siapa yang mengambil nya," jelas temannya itu.

'Masa Nisa mengambil barang pria itu, tetapi tidak mungkin Nisa melakukan itu. Nisa juga tidak cerita apa-apa ke aku kemarin,' batin Lilis.

'Haisssssss kenapa jadi ribet begini sih, kalau aku cari pria itu dan berpura-pura menjadi Nisa tentunya dia akan menuduhku mengambil barang miliknya, kalau aku diam di sini juga tandanya aku buang kesempatan emas. Daripada pusing mending ikuti alur aja lah, lihat nanti saja siapa tahu besok-besok bisa nemu ide bagus,' batin Lilis tersenyum namun senyum penuh obsesi.

"Eh pak Haris sudah datang, ayo kita kembali ke tempat kita," kata temannya heboh saat dari kejauhan melihat atasannya itu.

Lilis dan temannya pun kembali ke tempat nya masing-masing, keduanya berpura-pura sibuk.

"Pagi pak," sapa keduanya serempak ke pada pak Haris yang baru saja datang.

"Eh Nisa mana?" Tanya temannya itu.

"Sudah berhenti bekerja," saut Lilis.

"Kok kamu baru bilang sih," protes temannya yang bernama Rani itu.

"Kan kamu kemarin gak tahu apa?" Tanya Lilis.

"Engak, he he he he he he pantas kemarin aku lihat ada anak baru pasti dia gantiin Nisa," kata Rani cengengesan.

"Sudah ayo kerja," tegur Lilis.

Jujur dia tak ingin membahas tentang Nisa, dia tak ingin teman-teman nya itu curiga ke pada Nisa, bukan karena takut sesuatu terjadi dengan Nisa namun Lilis tak ingin Nisa bertemu dengan pria itu bisa-bisa kesempatan emas di depan mata nya itu hilang.

Bersambung.....

1
loura cahya
blm lanjut lagi ya thor
kaylla salsabella
ayo di tunggu lanjutannya
Hadijah Nadia
🌹🌹🌹🌹🌹👍👍👍👍👍
Mariah Ulfah
bagus.sy suka ceritsnya
Omi Rohimah Omi
Luar biasa
Sophia Aya
mampir thor
Qorie Izraini
bukti ny udah di depan mata
begitu ardimas mengabari Renata sakitkras lNgsungkabur melihat ny
istri sendiri lg sakit di yinggal
hatoooo.mau ngeles gimana lgbukti udah nyata terjadi
Qorie Izraini
terkadang pemikiriantak sejalan dengan perasaan dan hati.
apalagi swtelah taukenyataan ny
Qorie Izraini
cinta yg di barengi dengan ke tidak jujuranakan berdampak bueuk
bersiaplah Rio
menerima akibat ny
Coretan Penaku
MasyaAllah
Oh aku baru bergabung jadi penulis, bagi yang ingin membantu aku,, like, coment, karya ku.. dengan judul Quotes islamic.. /Rose/
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Eli Karman
Luar biasa
ririn adnan
ceritanya masih menggantung.. tp udah di buat end
ℋℐᎯτυs: author lg buntu ide jadi end dulu
total 1 replies
Pak Yan
IZIN MASUK THOR..... AKU MAU IKUTAN BACA BOLEH KAK OTHOR .....?????? AKU SUKA SAMBUNGAN CERITAMU INI THOR ...... CERITAMU MANTULLLLL KAK !!!!!! 🤔🤔🤔😲😲😲😲☝☝☝☝☝☝🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒🖒
ℋℐᎯτυs: belum selesai kak
total 1 replies
Tunirah
Biasa
Tunirah
Kecewa
Azzira Wani
Ok baik
Qorie Izraini
senjata makan tuan
ingin menjebakslah terjebak.
blom cukup ilmu gsk osah banyak tinfkah
lilis...oh lilis maut lo datangi.
nyahok sendiri lo kan...😀😀😀
Qorie Izraini
dasar jog ..
mimpi y mo jd nyonya 😀😀😀
Qorie Izraini
nisa ingat gak y..
dengan orang yg melaku kan one nigh dengan ny...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!