Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Tak Terduga (Sang Pewaris)

Pernikahan Tak Terduga (Sang Pewaris)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Cinta Terlarang / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Meldy ta

Emily tidak sengaja menemukan seorang pria terbawa arus sungai dalam keadaan lemah. Berusaha menyelamatkan seorang pewaris besar, dan takdir membawa mereka saling terpikat.

Namun sayangnya, tak selamanya Joshua bisa berada dekat dengan Emily meskipun rasa nyaman telah bersemayam. Kenyamanan singkat itu membuat hati Joshua tersentuh, namun harapannya harus kandas saat mengetahui bahwa Emily di bawa pergi untuk pindah ke kota.

Tanpa sengaja mereka bertemu di sebuah bar ketika Emily sedang menjadi pelayan. Pekerjaan yang acap kali membuat wanita itu sering dipandang sebelah mata. Bahkan label wanita kupu-kupu malam tersemat di akhir namanya.

Dapatkah Emily mendapatkan hidup dan cinta dalam pernikahan yang lebih sempurna? Begitupun dengan Joshua, apakah cinta yang dulu membuat Joshua terpikat masih tersisa setelah ia tahu bahwa Emily bukan wanita dari kalangan yang sederajat dengannya? Lalu dapatkah sang pewaris bertahan hidup dengan statusnya ketika pengkhianat berada di dekatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meldy ta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Buruk Yang Menguntungkan

Mengantarkan dua gelas kopi ke dalam sebuah ruangan, dan betapa tidak Emily duga bahwa ternyata di dalam ruangan tersebut ada Joshua.

"Ya ampun, katanya seorang klien. Lalu kenapa bisa bersama dengan Tuan Muda Joshua di sini juga? Ah sudahlah," batinnya Emily dalam perasaan hatinya yang terasa tidak nyaman.

Walaupun merasa tidak nyaman, namun Emily berusaha untuk bersikap percaya diri meskipun hanya sekedar untuk mengantarkan kopi. Ia pun berharap kopi buatannya bisa dinikmati dengan nikmat.

"Silahkan, Tuan," ucap Emily dengan ramah, dan segera dijawab oleh seorang klien dari perusahaan tersebut.

Awal mulanya Joshua tersenyum ketika melihat cara Emily yang baru pertama kalinya, tapi sudah memberikan kesan yang manis dengan keramahan wajahnya, dan partner kerja Joshua tersebut mencoba mencicipi kopi buatan Emily.

Seketika matanya terpejam dan menumpahkan kopi yang sudah ia teguk, sontak membuat Joshua merasa terkejut.

"Anda tidak apa-apa, Pak?" tanya Joshua dengan berusaha tetap profesional.

"Tidak apa-apa bagaimana? Dia itu mau meracuni saya ya dengan membuat kopi pahit seperti ini. Padahal, selama kita memulai rapat bisnis selalu saja hidangan kopi manis yang saya minta," kesal pria tersebut, dan sekaligus membuatnya berdiri.

"Sa-saya minta maaf sekali, Pak. Kebetulan karyawan saya ini baru magang, dan mungkin dia belum begitu paham. Sekali lagi saya mohon atas ketidaknyamanan ini, kalau begitu saya akan minta supaya menggantikan kopi yang lain untukmu, Pak," sahut Joshua dengan berusaha menimbulkan kesan baik.

Akan tetapi, raut wajah dari partner kerjanya itu sama sekali tidak terlihat senang, dan hanya menatap tajam kearah Joshua bersama dengan Emily yang masih berusaha berada di tempat tersebut.

"Sudahlah tidak perlu minta maaf karena ini bukanlah kesalahan darimu, Tuan Joshua. Sebaiknya kita undur saja rapat penting kita hari ini, dan nantinya kita akan jadwalkan dilain waktu saja. Pakaian saya juga sudah kotor, jadi sudah tidak ada semangat lagi untuk membahas bisnis kita ini. Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu."

"Ah, ya baiklah, Pak. Sekali lagi saya minta maaf." Masih tetap membuat Joshua menundukkan kepalanya sembari diikuti oleh Emily yang sama sekali tak berkutik karena merasa ketakutan.

Emily Masih terus menunduk sekalipun pria itu telah pergi, namun Joshua dengan tiba-tiba menarik bahunya dengan sedikit kasar.

"Hey, ke sini kau."

"Ampun, Tuan Muda. Aku tidak tahu kalau kalian tidak suka kopi pahit," ucap Emily dengan berusaha membela dirinya.

"Kau tidak tidak? Bahwa klien yang tadi adalah orang penting untukku, tapi dia sudah menungguku di sini dengan sangat baik. Lalu kamu membalas kebaikan klien penting dengan kopi busuk mu ini. Ya ampun ... Emily, bagaimana jika sampai dia membatalkan perjanjian kami? Padahal, aku sudah berusaha keras untuk mendapatkan klien sebaik dia." Joshua merasa kesal hingga membuatnya duduk tidak tenang.

Ketakutan yang Emily rasakan memang membuatnya tidak berani menatap wajahnya Joshua, namun ia tahu bahwa semua ini bukanlah salahnya. Emily teringat bahwa dirinya tiba-tiba saja diminta untuk membuatkan kopi pahit.

"Tunggu dulu, Tuan Muda. Semua ini bukanlah salahku, sungguh."

"Kau ingin membela diri di saat sudah nyata kamu bersalah? Sudahlah aku masih punya pekerjaan penting," sahut Joshua dengan tegas sembari ia ingin bergegas pergi.

Akan tetapi, Emily masih berusaha untuk tidak membuat Joshua pergi tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu. Ia pun dengan sengaja menahan kepergian dari Joshua dengan menarik tangan pria itu dengan kuat hingga tubuh Joshua ikut terjatuh bersamaan dengannya.

Tatapan mereka saling menatap, dan Joshua tahu bahwa saat itu hatinya tiba-tiba saja berdetak cepat. Begitupun dengan Emily yang memang sudah mulai merasa aneh akan dirinya sendiri ketika ciuman pertamanya terjadi.

Tidak ingin terus berlarut dalam situasi yang nyaman seperti ini, Joshua segera bangkit, namun tidak berusaha untuk membantu Emily berdiri.

"Tuan Muda, tunggu dulu, sungguh bukan aku pelakunya!" Emily berusaha berbicara dengan keras dalam keadaannya yang masih berada di lantai.

Membuat langkahnya Joshua terhenti, dan ia membantu Emily untuk berdiri. Sebab, mengingat dengan kebaikan hatinya Emily yang sudah menjadi penyelamat baginya dulu hingga membuat Joshua akhirnya memilih mengalah.

"Ya sudah katakan apa yang sebenarnya terjadi?"

"Sejujurnya setelah aku ke luar dari ruangan mu, Tuan Muda. Sekretaris Alona mencoba untuk mengajak ku ke dapur, dan di sana dia berusaha untuk meminta aku membuatkan kopi pahit tanpa gula. Namun, aku berpikir bahwa dia tidak sedang menipu, dan ternyata dia telah menipuku," ucap Emily akan kejujurannya.

"Kurang ajar." Dua kalimat, tapi cukup membuat Joshua paham dengan maksud dari perkataan Emily.

Lagipula mana mungkin seorang karyawan magang harus menjadi pelayan perusahaan di saat baru memasuki dunia kerja, dan belum mengetahui apapun. Memang ada sedikit yang janggal, dan Joshua menyadari akan hal itu. Tetapi, karena rasa kesalnya akibat klien penting menghentikan rapat tiba-tiba hingga membuatnya merasa tidak bisa berpikir jernih.

Dengan cepat meninggalkan Emily yang masih terduduk di lantai, tapi membuat Emily takut jika ada masalah. Ia segera bangun, dan mencoba mengikuti langkahnya Joshua.

"Alona, Alona! Cepat kemari!" Joshua memanggil nama Alona dengan suara yang lantang di luar ruangan. Sampai membuat para karyawan yang lainnya ikut terkejut dengan suara tuan mereka yang tidak biasanya terlihat marah besar.

Begitupun dengan Emily yang merasa sangat ketakutan, namun tiba-tiba saja ia dikejutkan oleh temannya—Santi dari arah belakang.

"Em, ada apa sebenarnya ini?" tanya Santi dengan berbisik-bisik.

"Aku merasa takut, nanti saja aku ceritakan," sahut Emily dengan tidak kalah berbisik-bisik.

Hatinya sekretaris Alona begitu merasa ketakutan saat namanya dipanggil keras oleh Tuan Muda. Ia berniat untuk tidak datang, namun bagaimanapun juga amarah dari Tuan Muda tidak akan diam jika belum mendapatkan apa yang dia inginkan.

Berjalan dengan percaya diri meskipun hatinya sudah merasa ketakutan, namun saat itu Tuan Muda tidak segan-segan melemparkan sebuah buku tebal yang ia ambil sembarangan tempat kearah wajahnya Alona.

Saat itu Alona merasa dipermalukan di depan banyak orang yang sedang menontonnya. Namun, semua itu atas kesalahannya sendiri.

"Apa benar kau yang sudah meminta kepada Emily untuk mengantarkan kopi pahit kepadaku dan klien penting kita? Jawab aku!" Joshua tidak bisa tidak meninggikan suaranya.

"A-aku tidak melakukannya, Tuan Muda, tapi justru-" Alona sampai tidak bisa berkata-kata hingga ucapannya dihentikan dengan tiba-tiba.

"Kau masih juga tidak mau mengakuinya? Baiklah tidak apa. Aku sudah mengganggap kamu sebagai salah satu karyawan terbaik di sini, dan sekaligus penolongku dalam setiap ada masalah pekerjaan. Namun hari ini, kau telah membuat perusahaan ku dipandang buruk oleh klien kita, padahal klien kita sudah berkali-kali berkunjung ke sini, tapi kamu dengan sengaja meminta agar Emily membuatkan minuman yang buruk. Memangnya kenapa? Kau takut posisimu jadi terancam karena kehadiran karyawan magang ini?"

1
Rita Purwanti
makin asyik dibaca👍💕
Rita Purwanti
makin dibaca makin ok
Rita Purwanti
lanjut thor makin penasaran👍💕
Rita Purwanti
han kok tidak setia
pecat saja josh
Rita Purwanti
lanjut thor penasaran lagi nich
Rita Purwanti
lanjut thor semakin penasaran👍
Cyberworrior
Thor, please bagi tips gimana caranya biar bisa keren gini ceritanya!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!