Indonesia
NovelToon NovelToon
The Sibling'S Problem

The Sibling'S Problem

Status: tamat
Genre:Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bibliophileluv

Mengisahkan tentang keretakan hubungan kekeluargaan dan persaudaraan antara Alyna dan Ghea, dalam sebuah kisah problematik yang terjadi ditengah-tengah keluarga kecil mereka. Namun hidup Alyna yang terasing dari keluarganya terbantu karena kehadiran Don yang selama ini setia menjadi sahabatnya, meskipun tanpa Alyna sadari, Don jatuh hati pada Alyna yang diam-diam tengah berusaha melupakan seseorang yang dia sayangi namun tidak akan pernah dapat dia miliki karena suatu alasan yang tidak masuk akal bagi Alyna. Akan kah pada akhirnya Alyna justru jatuh hati pada Don sehingga perasaan itu terbalas? Bagaimana pada akhirnya hubungan antara Alyna dan keluarganya? 'The Sibling's Problem' akan menjadi sebuah kisah prahara keluarga yang sangat menarik untuk dibaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bibliophileluv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuh

Don tidak mampu mengucapkan sepatah katapun ketika Alyna telah selesai dengan semua ceritanya. Kedua alis pria itu terpaut karena rasa ibanya pada gadis yang kini masih mengusapkan tisu di wajah dan hidungnya yang basah. Don menggigit bibirnya, tangannya hendak menyentuh Alyna, namun dia urungkan lantaran tidak ingin membuat Alyna justru merasa risih dengan kontak fisik yang berlebih.

“Kamu baru menceritakannya sekarang. Kita sudah hampir lebih dari tiga tahun saling kenal, Alyna…”

“Aku tahu. Aku hanya mencoba kuat saja.” Potong Alyna. Terdengar seperti keras kepala ditelinga Don.

“Tidak semua masalah lebih ringan jika dipendam seorang diri.”

Alyna membungkam. Kedua matanya yang sayu menghadap ke depan, entah kemana.

“Wanita tadi kakakmu. Aku tidak tahu bagaimana kalian begitu terlihat seperti orang asing. Dia kakakmu sendiri. Kakak kandungmu.”

“…”

“Aku tidak mengerti cara seperti apa yang orang tua kalian lakukan untuk memisahkan kalian hingga kalian menjadi seperti benar-benar orang asing bagi kalian satu sama lain.”

“Tepat setelah hari kelulusan itu…kami…ah, aku sudah menjelaskannya padamu.”

“Alyna, mengapa kamu tidak menetap dengan ayahmu?”

“Untuk melihatnya membuka hari barunya dengan wanita lain? Tidak, aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu!”

Don menghela nafas, “Ibumu pasti sangat menyayangimu.”

“Tadinya kupikir begitu. Sempat sedih sebab akulah yang mendapat bagian untuk ikut bersama ayahku. Tapi pada malam itu…” Alyna mengatur nafasnya.

“…saat itu hujan. Aku masih ingat mesin kopi yang kudatangi di Hari Sabtu malam itu. Kami berada di supermarket yang dekat dengan kantornya. Aku bahkan masih ingat aroma cat baru dari dinding bangunan itu. Ya, disanalah hal yang meremukkan hatiku terjadi. Ibuku…dia mencium seorang laki-laki berjas panjang warna hitam yang tiba-tiba datang, mungkin selama aku berada didalam toko. Aku melihatnya, tanpa mereka ketahui.” Alyna berhenti. Suaranya kembali parau.

“…ternyata, wanita itu mengkhianatiku.” ucapnya, sambil tersenyum kecut.

Gadis itu benar-benar masih mengingat setiap kejadiannya dengan baik.

“Tapi sialnya, gelas kopi yang ku pegang terjatuh. Hingga moment romantis itu harus berantakan oleh seorang remaja berkuncir kuda yang berdiri mematung tak berdaya disana.” Alyna menertawakan dirinya.

“Setelah itu, aku memilih pulang sendiri. Meski ibu mengejarku. Dan juga laki-laki sialan itu.”

Alyna mengusap air mata yang jatuh dipipinya lagi, “Setelah itu, barulah aku menyadari. Kedua tempatku pulang selalu terasa berbeda. Aku merasa serba salah. Ayahku telah memiliki keluarganya sendiri. Dan aku merasa benci dengan apa yang telah ibuku lakukan. Lagi pula, ibu bukanlah bagianku.”

“Alyna, aku tidak tahu harus mengatakan apa…”

“Aku berusaha memaafkan mereka, andai saja aku bisa…”

“Ibumu tidak mengkhianatimu, tidak pernah.”

“Ya, tentu saja dia mengkhianatiku!”

“Tidak, dia hanya mengkhianati ayahmu, bukan berarti dia mengkhianatimu…”

“Dia mengkhianatiku, Don! Bagaimana bisa seorang yang selama ini menjadi panutan anatara aku dan Ghea, justru melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan ayah kami. Dia seharusnya tidak mendekati siapapun!” terang Alyna, dengan emosi yang meledak-ledak.

Matanya benar-benar memerah dan basah, sementara suaranya begitu berat dan parau. Don tak tega melihat hal itu. Direngkuhnya tubuh Alyna dalam pelukkannya.

Alyna membenamkan wajahnya disana. Membiarkan air matanya terus keluar membasahi kemeja abu-abu Don yang beraromakan maskulin.

“Aku menyayangi mereka dengan caraku…aku membiarkan mereka memiliki apa yang mereka inginkan…aku…menyayangi mereka meski aku sendiri harus terasing.”

Don mempererat pelukkannya, “Kamu masih punya aku, Alyna. Aku adalah teman baikmu.” bisik Don dalam rasa simpatinya.

Laki-laki itu mengusap-usap punggung Alyna. Mencoba membuat perasaan gadis itu tenang kembali.

~

1
Mukmini Salasiyanti
Salken, thor
boleh la ya nyimak☺
Luvia: Halo, salam kenal,
silahkan 😊✨
total 1 replies
Hanni
Klasik khas Author
Hanni
smngt thor
Luvia: terimakasih ya, jangan lupa terus dukung dan likenya kak, sama baca juga cerita lain dari aku ya, semoga aku segera bisa menghasilkan karya lagi dengan tajuk berbeda namun tetap nyaman untuk dibaca
total 1 replies
.
Baru terjadi padaku tadi malam 😢
Luvia: oh God:"(
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!