Indonesia
NovelToon NovelToon
Nafkah Yang Kurang

Nafkah Yang Kurang

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:32.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Sekti

Menerima dengan ikhlas pemberian nafkah dari suami sudah dia lakukan. Namun, kebutuhan hidup semakin mahal dan merangkak naik secara berangsur-angsur.

Dia adalah Laras Maharani seorang Ibu Rumah Tangga yang mempunyai anak satu yang masih BALITA. Dalam sepekan, Laras hanya diberi nafkah oleh suaminya 'Banu' senilai lima puluh ribu rupiah. Padahal Banu adalah seorang Manajer tetapi dia tega memberi nafkah kepada istrinya dengan nominal yang sangat kecil.

Zaman sekarang, uang lima puluh ribu rupiah mana cukup untuk digunakan dalam sepekan? Laras hidup dalam dunia modern yang tidak bisa disamakan dengan kehidupan Nenek Moyang dahulu yang walau uang itu nilainya sedikit namun bisa untuk membeli kebutuhan hidup dalam jumlah banyak.

Jadi, nafkah yang disebutnya di atas, digunakan dalam sepekan tidaklah cukup. Untuk menutupi kekurangan hidupnya, Laras tidak hanya duduk bertopang dagu di rumah. Dia sudah berusaha bekerja di rumah tetangganya.

Ikuti cerita selanjutnya di bab berikutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Sekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gamis Kondangan

Sore hari, Laras menginterogasi suaminya 'Banu' karena di leher suaminya terdapat tanda merah berbentuk bibir. Dia curiga suaminya melakukan hal terlarang dengan wanita lain yang bernama Janet saat acara reunian tadi. Emosi Laras kini memuncak dan habis rasa kesabarannya hingga dia dengan lantang menginterogasi suaminya.

Banu duduk di tepi ranjang dan bingung mau berkata apa. Nasi sudah menjadi bubur. Laras sudah melihat tanda merah di lehernya dan tidak bisa dibohongi dan akhirnya dia berkata,

"Jadi kamu ingin Mas jujur kepadamu, Dek. Oke Mas akan jujur tapi kamu jangan menyesal mendengar pengakuan dari Mas. Mas telah tidur dengan Janet karena kita terbawa suasana. Dan kamu Laras! Kamu tidak bisa memuaskan seperti apa yang telah dilakukan oleh Janet! Mas sangat puas dengannya. Jadi, jangan halangi Mas untuk berhubungan dengan dia, mengerti! Kamu cukup mengurus rumah dan Vano dengan cantik. Dan jangan berbuat macam-macam karena jika Ibu tahu masalahnya akan besar!"

Akhirnya Banu mengakui hubungan terlarangnya dengan Janet. Dia menjelaskan secara detail kepada Laras tanpa ditutup-tutupi lagi. Namun, dia sangat takut jika ibunya mengetahui karena dia sangat takut jika harus berdebat dengan sosok yang bernama ibu.

Plak plak!

Dua tamparan mendarat dari tangan Laras. Dengan reflek dia menampar suaminya sendiri.

"Mas! Kamu jahat sekali. Apa salahku selama ini hingga kamu tega selingkuh denganku. Sekarang juga, ceraikan saya Mas! Saya sudah tidak kuat. Hik hik!"

Setelah menampar sang suami. Laras mendorong Banu dan memukul-mukul pundak suaminya karena sangat geram dan kesal. Banu berdiri sambil terdiam dan menatap tajam sang istri.

"Tidak Laras. Sampai kapan pun, Saya tidak akan pernah menceraikan kamu! Pertama, Ibu pasti akan marah besar kepada saya. Yang kedua, saya tidak akan membiarkan kamu diambil oleh pria lain karena kamu itu cantik di mata Mas. Tapi Mas juga menyayangi Janet! Laras. Maafkan saya. Saya memang jahat."

Sungguh tamak lelaki yang bernama Banu. Dia ingin memiliki dua wanita sekaligus tanpa mau memilih salah satu.

"Oh. Enak sekali kamu Mas! Kamu memang egois Mas! Cepat ucapkan talak kepada istri tidak becus mu ini! Setelahnya, saya dan Vano akan pergi dari rumah ini. Buat apa mempertahankan rumah tangga yang sudah terkhianati seperti ini. Cepat katakan Mas!"

Laras menarik kemeja yang melekat di tubuh Banu. Dengan berkata nyaring, dia mendesak untuk memohon agar Banu mau mengucapkan talak kepadanya. Hati Laras sudah mati dan sudah tidak bisa mempertahankan rumah tangganya karena hanya ada satu alasan karena dia sudah terkhianati.

"Tidak Laras! Semakin kamu berteriak. Kamu semakin cantik. Tenangkanlah pikiranmu sayang. Sudah! Kamu jangan bersedih hati lagi ya?"

Banu berusaha memeluk sang istri karena merasa iba. Dia melihat, Laras seperti mengalami tekanan batin yang begitu hebat.

"Lepaskan tangan mu, Mas. Jangan mencoba untuk menyentuh diri ini lagi!"

Laras merasa risih dipegang oleh Banu. Entah kenapa, setelah Banu mengakui berhubungan dengan Janet, Laras merasa risih dipegang oleh Banu. Rasa cinta yang tertanam kepada sang suami, kini berubah menjadi rasa benci yang tidak bisa diubah kembali. Rasa cintanya selama ini sirna dan tidak berbekas lagi di hatinya.

Lalu Laras berusaha melepas tangan Banu yang berusaha memegangnya. Setelah lepas dari tangan suaminya Laras hendak keluar dari kamar itu. Dia berjalan cepat menuju kamar Vano. Namun, saat akan memasuki kamar Vano, tiba-tiba terdengar derap langkah seseorang yang berjalan dari ruang depan.

Beberapa menit kemudian, terlihat bu Wati mendekati Laras dan berkata,

"Laras! Di mana Banu. Saya mau bicara dengannya! Kamu kok seperti sedang menangis? Kamu sedang berantem dengan Banu 'kah?"

Ternyata bu Wati mencari Banu dan entah kenapa dirinya sedang mencari Banu. Bu Wati melihat wajah Laras yang beraut wajah sedih sehingga dia penasaran ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.

"Eh. Ibu. Mas Banu ada kok di kamarnya sedang istirahat. Saya tidak menangis Bu. Hanya kepedasan tadi Laras baru saja mengiris bawang merah jadi matanya terlihat sembab. Ada apa ya Bu kok mencari Mas Banu?"

Laras menyembunyikan masalahnya di depan mertuanya. Saat ini dia belum siap untuk menceritakan masalah yang dialami dalam biduk rumah tangganya yang kini sedang di ambang kehancuran.

Ceklek!

Tidak lama Banu keluar kamar dengan sendirinya. Dia sudah mengetahui suara ibunya sehingga dia bergerak cepat untuk menemui ibunya agar Laras tidak berbicara macam-macam. Banu sangat takut jika masalahnya akan ketahuan oleh kedua orang tuanya yang telah berjasa menyekolahkan tinggi Banu hingga dia bisa menjadi Manajer seperti saat ini.

Banu kini telah sampai di mana ibu dan istrinya sedang berdiri.

"Ibu datang ke sini? Ayo Bu, duduk di ruang sini. Dek, Ibu datang buatkan minuman dong? Jangan dianggurin?"

Banu berlagak manis di depan ibunya agar semuanya tentang masalah rumah tangganya terlihat baik. Banu menyuruh Laras untuk membuatkan minuman kepada sang ibu. Karena itu mertuanya, maka, Laras tidak membantah dan segera membuat sepoi teh manis dan mengambil beberapa gelas untuk disuguhkan kepada mertuanya. Tidak lupa dia menyuguhkan singkong goreng pemberian mertuanya yang hari ini baru ia sempat mengolahnya.

Laras kemudian berjalan menuju ruang keluarga dan ibu mertua serta suaminya sudah berada di ruang keluarga.

"Bu, ini teh manis sama singkong goreng,"

Laras meletakkan teh dan singkong goreng di atas meja dalam ruang keluarga dan ikut duduk bersama dengan ibu mertua dan suaminya.

"Iya, Terima kasih Ras. Begini, Ibu mau ke sini mau ngasih undangan pernikahan Mbak Nina. Besok Mbak Nina menikah dadakan di rumah barunya. Kalian nanti ikut ya? Jangan lupa ajak Vano. Banu, kamu jangan pernah menyakiti Laras. Jika itu terjadi, kamu tidak akan pernah mendapatkan warisan dari keluarga kami. Dan warisan itu saya berikan kepada Laras! Mengerti kamu! Soalnya Ibu mendengar gosip kalau kamu dekat dengan Janet!"

Mulut tetangga memang berbisa. Baru saja kemarin Banu ke rumah Janet, ternyata sudah ada tetangga yang menggunjing.

"Mulut tetangga itu 'kan belum tentu benar Bu. Saya tidak dekat dengan Janet kok. Itu resepsinya Mbak Nina besok pagi ya?"

Banu mengelak dari perkataan ibunya yang memang benar adanya. Bahkan bukan hanya dekat. Banu dan Janet sudah melakukan hal terlarang. Mereka. melakukan hubungan suami istri yang jelas-jelas mereka belum sah menjadi suami istri.

Nina adalah kakak Banu yang berumur 35 tahun. Nina anak pertama dari bu Wati dan Banu adalah anak terakhir dari bu Wati. Besok pagi akan diadakan acara resepsi pernikahan dadakan di rumah baru milik Nina dan bu Wati mengundang keluarga kecil Banu.

"Yasudah, kalau rumah tangga kalian baik-baik saja. Ibu tidak banyak waktu karena mau mengurusi acara resepsi Mbak mu itu, Banu. Jangan lupa, kalian besok datang."

Akhirnya, bu Wati percaya dengan omongan Banu yang berbohong jika rumah tangga mereka baik-baik saja yang pada nyatanya sedang terjadi masalah. Sambil menghabiskan teh manis dan menyomot singkong goreng, bu Wati buru-buru untuk ke rumah Nina. Rumah baru Nina terletak satu komplek dengan mereka namun beda RT. Dekat dengan rumah Janet.

Bu Wati sudah pergi. Kini tinggal Banu dan Laras yang masih terdiam satu sama lain. Laras masih sakit hati dengan suaminya. Sementara Banu, bingung mau berkata apa.

Beberapa menit kemudian, setelah kedua pasangan suami istri yang tadinya terdiam, kini Laras mulai angkat bicara,

"Mas, yang datang ke acara pernikahan Mbak Nina, Mas saja. Laras gak mau ikut."

Dengan nada ketus Laras menolak untuk datang ke acara resepsi pernikahan.

"Kok gitu sih Dek? Pokoknya kamu harus ikut! Mas tidak mau Ibu curiga dengan masalah kita. Dan Mas tidak mau jika harta warisan Ibu, jatuh ke tangan kamu Dek?"

Banu tersulut emosi kala Laras menolak untuk datang ke acara resepsi pernikahan Mbak Nina.

"Laras gak punya gaun yang pantas untuk resepsi. Laras tidak mau dipermalukan oleh keluarga besar dan tamu undangan nantinya. Laras gak mau seperti di kisah sinetron yang ngenes itu Mas!"

Laras memang tidak mempunyai gaun yang bagus untuk acara resepsi. Selama menikah dengan Banu, Laras tidak pernah diberikan gaun. Hanya satu, gaun putih pengantin saat pertama menikah dahulu. Itu saja, bu Wati yang mendesak untuk membelikannya untuk Laras Maharani.

"Pakai gamis kondangan yang kemarin saja bagus kok. Saya kasih tahu ya Dek, Kamu itu tidak usah dandan mewah dan terlalu cantik! Mas tidak mau kamu dilirik oleh pria lain, mengerti!"

Bukannya mengajak membeli gaun di Butik, tetapi, Laras malah disuruh memakai gamis kondangan yang sudah sering dipakai. Memang bagus, tetapi tetangga sudah sering melihat Laras memakai gamis tersebut. Itupun, gamis hasil pemberian dari Rosa tetangganya.

1
Ira Sulastri
Bu Wati seperti orang tak beriman, mudah terhasut dg orang yg baru 1x menolong drpd yg sudah hidup lama bersama😏
Uthie
Langsung diijabah banget harapan Ferdi 😂
Abu fatih Aljawi
Maaf pembaca, jika up nya lama saya lagi sakit ini. Sakit saya kambuh lagi. Semoga sabar menunggu.
Tiana
salah pilih suami
nita123
mampir kak
Uthie
Wadduuhhhh...... kenapa jd begitu yaa
Jamaliah
suami macam apa itu pelit amat Thor
Jamaliah: 😁😁😁😁 semoga aja yaa...
total 2 replies
Irma
kalau lista tau siapa Laras sebenarnya bisa mampus loo
Irma
semoga Laras tahu secepatnya kalau Banu mau menikahi lista dan Laras akan bercerai dengan Banu dan Bu Wati akan menyesal setelah tau siapa Laras sebenarnya biar mampus biar Bu Wati juga nyesel karna udah ngehina Laras dan lebih memilih lista untuk menjadi menantu nya kesel aku tuh /Panic//Panic//Curse//Curse//Curse/
Ria Nasution
pria plin plan
Abu fatih Aljawi: Hem. Lihat saja nanti up selanjutnya ya kk? Apakah Banu plin plan? Lagi direview.
total 1 replies
Ira Sulastri
Semoga Laras tahu dan punya bukti pernikahan siri Banu, bisa di laporkan ke polisi dan bs untuk bukti gugat perceraian
Irma
makin Weh lanjut lah Thor semangat
Uthie
Makin penasaran bagaimana alur ceritanya nanti 👍😁
Uthie
Cerita yg menarik disimak 👍👍👍
Uthie
Wahhh... ada kejutan baru niii dari status nya Laras 👍😁

Cuma maaf Thor... dari awal yg aga mengganggu itu adalah panggilan Vano ke Laras, "Emak" 🤭
Kenapa gak 'Ibu' atau bunda aja sihh 😁🙏

kalau emak kayanya terlalu kampungan banget gak sihhh buat nantinya status Laras yg ternyata orang no 1 di perusahaan nya . 😁🙏
Abu fatih Aljawi: Ckckck. Justru kampungan itu terkesan unik kk. Hehe bs saja authornya.
total 1 replies
Uthie
Kayanya Laras selama masih di lingkungan orang-orang yg hati nya busuk itu, bakalan terus ada ujian yg menghampiri nya dehhhh.....
Uthie
Jadi penasaran akhirnya nanti apakah tetap berpisah, jadi sama si Lista.. atau tetap dengan Banu yg seperti nya sdh berubah 😏😏
Uthie
wahhh... makin panas niiii kondisi 🔥😂😂
Ira Sulastri
Binun mau komen, tp kalau beneran Banu dg Lista. Semoga Laras mendapatkan calon suami yg lebih segalanya dr Banu
Uthie
jahatnya 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!