2 sahabat yang memimpin kelompok mafia terkuat tiba-tiba mereka meninggal bersama pikir mereka tuhan akan menerimanya ke neraka atau surga tetapi kenyataannya tidak! mereka malah masuk dunia lain lalu takdir apa yang akan membawa mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kayes diamond, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
1 bulan penuh tidak ada yang membuat masalah kepada sikembar dan sikembar juga bersyukur bahwa tidak ada yang menganggu dan mereka juga tidak keluar dari istana bulan sakura lalu disisi putri kembar dan pelayannya telah melakukan latihan dan disinilah mereka yang telah selesai melakukan latihan beladiri selama 1 bulan
Setelah mereka berdua selesai makan dua pelayannya menyiapkan kereta kuda dan disisi lain putri kembar sedang menggambar sketsa untuk katana dan pedang sambil menunggu dua pelayannya
"pedang?" bingung esmeralda karena dia tidak meminta untuk membuat pedang tetapi katana
"buat mereka berdua, lihat lah di gagang pedang nya aku memberi nama keita dan seyni dengan warna perak dan pola lotus putih lalu untuk katana buat kita aku juga memberi nama cia dan cilla untuk aku katananya berwarna putih dengan pola bunga lily putih dan untuk kau berwarna merah dengan pola bunga mawar merah" penjelasan dari estafania
"kenapa kita memakai pola bunga lily putih dan bunga mawar?" esmeralda tidak paham dengan pemikiran saudara kembarnya itu
"entahlah" jawaban santai sambil memasang wajah konyol yang membuat esmeralda ingin menendang wajahnya dan berakhir helaan nafas
esmeralda menunggu kembaranya mengerjakan sketsa dan tibalah dua pelayan dan berkata
"nona kereta kuda telah siap"
"tunggu sebentar" jawaban santai dari estafania tanpa menoleh kearah pelayannya
"nona tadi sedikit ada masalah" seyni berkata dengan sedikit takut lalu esmeralda yang santai menunggu dan estafania yang fokus pada sketsa segera menatap dua pelayannya sambil mengangkat satu alis yang dipahami oleh dua pelayan
"tadi yang mulia putra mahkota mengatakan kenapa yang mulia putri mau memakai kereta kuda yang biasa-biasa aja dan putra mahkota mengatakan mau pergi kemana" penjelasan dari seyni dan langsung membuat putri kembar mengangguk lalu estafania melanjutkan sketsanya dan esmeralda berkata
"kalian tidak mengatakan pada erlando?"
"tidak nona kami mengatakan bahwa kami tidak tahu dan kami diminta yang mulia putri untuk menyiapkan kereta kuda yang terlihat sederhana saja" keita menjawab dari pertanyaan esmeralda dan dibales anggukan kepala
"selesai! ayo kita berangkat!" dengan antusias lalu estafania berdiri diikuti esmeralda dan dibelakang mereka ada dua pelayannya
mereka berempat melangkahkan kakinya menuju kereta kuda tetapi pada saat mau sampai disana mereka melihat ada putra mahkota yang salah satu tangannya memasuki kantong celana sambil menatap putri kembar
"salam yang mulia putra mahkota" salam putri kembar setelah sampai didepannya
"ya" jawaban dari putra mahkota erlando
"kalian berdua mau kemana? apa kalian sudah meminta izin dari raja?" disisi putri kembar mereka mengerutkan keningnya tidak paham
"kita hanya keluar sebentar yang mulia putra mahkota" estafania masih santai menjawab pertanyaannya
"walau begitu kalian harus meminta izin! dan apa-apaan ini kenapa kalian memakai kereta kuda yang jelek? Kalian ini putri mahkota kerajaan verohn!" terdengar kekehan lalu esmeralda maju kedepan berhadapan dengan putra mahkota sambil menatap dingin dan tajam lalu berkata
"bersikaplah seperti dulu! jangan pedulikan kita berdua! dan bukannya kita anak buangan walaupun kami putri mahkota yang mulia?" sambil ujung bibirnya terangkat tipis yang dilihat oleh putra mahkota dan seseorang yang menjaga putra mahkota
"jaga sopan santun anda yang mulia putri!" ajudan putra mahkota maju membela tuannya dan seyni yang melihat itu tidak terima lalu melangkah maju dan berkata
"kenapa? Bukannya benar? Apa yang di katakan junjungan saya?" ajudan putra mahkota dan dua pelayan pribadi putri kembar tersebut saling bertatap tajam esmeralda yang lelah segera mengakhiri perdebatan tersebut dan berkata
"sudahlah, sekarang jangan menghalangi kami kalau kau ingin beradu mulut kami tidak ada waktu banyak!" setelah mengatakan esmeralda menyenggol lengan putra mahkota dan segera masuk ke kereta di ikuti estafania lalu kedua pelayan memberi tatapan tajam kepada ajudan putra mahkota
segera kereta kuda yang ditumpangi oleh putri kembar dan dua pelayannya melangkah menuju pasar disisi putra mahkota menatap kereta yang ditumpangi adik kandungnya dengan tatapan yang sulit diartikan lalu pergi begitu saja diikuti oleh ajudannya dan putra mahkota segera memberi perintah
"riuse ikuti kedua adikku dan laporkan kepadaku" setelah putra mahkota mengatakan hal tersebut segera ajudan dari putra mahkota segera melakukan tugasnya
Didalam kereta kuda
"nona ini cadar yang anda minta" seyni berkata lalu putri esmeralda dan putri estafania menerima dengan senang hati segera mereka berdua memakainya lalu estafania berkata sambil tersenyum manis
"terima kasih seyni"
"sudah tugas hamba yang mulia" seyni menjawab dengan sopan lalu esmeralda dan estafania berdiam aura kecanggungan tersebar didalam kereta kuda yang dua tidak ingin berbasa-basi dan yang dua juga tidak tahu mau membicarakan soal apa
akhirnya kereta kuda yang ditumpangi putri kembar dan kedua pelayannya sampai lali seyni dan keita turun dan memberi bantuan kepada junjungannya untuk turun
"nona sekarang kita kemana" tanya seyni setelah mereka selesai turun dari kereta kuda
"tukang besi" esmeralda menjawab dan segera pelayan mengantarkan mereka ke tukang besi
setelah berjalan selama 10 menit akhirnya mereka telah sampai
KRING
KRING
Suara lonceng menandakan bahwa seseorang telah datang kedalam toko
"ada yang bisa saya bantu nona" seseorang pria tua sekitar berusia 35 tahun menyambut sambil menunduk kearah pelanggan dan dibalas deheman dari putri kembar segera estafania berkata
"apa anda bisa membuatkan kami ini" sambil menyerahkan sketsa buatannya dan pria tua itu mengangguk dan berkata
"i-ni, bisa nona tetapi bayarannya tinggi"
"tidak masalah saya akan memberi uang muka selebihnya setelah 4 barang ini selesai" setelah mengatakan estafania menyerahkan kantong biru kecil yang berisi koin emas punuh dan pria tua mengambil kantong itu
"i-ni terlalu banyak nona" mengatakan sambil gemetar
"tidak masalah, tetapi saya akan mengatakan bahwa setelah anda membuat 4 barang ini jangan pernah anda menjual lagi atau anda akan mendapatkan masalah" estafania menjawab dan menjelaskan dengan santai sambil mengeluarkan aura yang dingin membuat pria tua itu gemetar dan akhirnya mengangguk
"baik nona 7 hari akan selesai semuanya apakah saya yang mengantar kepada anda at-" sebelum pria tua menyelesaikan pembicaraan telah terpotong oleh estefania dan berkata
"biarkan pelayan ku yang dibelakang mengambilnya" lalu diangguki oleh pria tua segera melangkah masuk untuk memberikan kepada pegawainya untuk membuat barang yang ada di sketsa dan estafania melihat saudari kembarnya yang melihat isi toko lalu menunggunya
disisi putri esmeralda mengelilingi toko besi tiba-tiba matanya melirik dua belati yang sangat usang lalu esmeralda mengambil dua belati dan ternyata kalau di cermati dua belati itu ternyata ada bentuk pola naga dan phoenix merasa tertarik pada belati tersebut dan akhirnya mengambil lalu segera kembali untuk membayar belatinya setelah sampai estafania milirik ke saudarinya itu dan berkata
"sudah?"
"sebentar" esmeralda menjawab singkat segera melangkahkan kakinya tetapi estafania memotong
"kalau begitu aku akan keluar dulu, seyni kau disini sampai kakak ku selesai" setelah mengatakan itu estafania berbalik dan melangkahkan kakinya diikuti kieta dan esmeralda melirik sebentar dan melanjutkan langkahnya dan berkata
"berapa dua belati ini pak?" pria tua itu langsung menatap seseorang yang membeli belati usang itu dan berkata
"apa anda yakin nona?, ini belati sangat usang dan tidak ada yang tertarik dengan belati usang itu"
"tidak, saya tertarik sama belati ini jadi berapa koin untuk belati ini?" esmeralda bertanya dan pria tua itu akhirnya mengangguk dan berkata
"tidak usah nona, nona yang tadi sudah membayar lebih jadi benda itu bonus untuk kalian" dan akhirnya esmeralda mengangguk dan berbalik tetapi tiba-tiba berhenti lalu berkata
"turuti perkataan adik saya untuk tidak menjual sketsanya atau kalau anda melakukannya jangan salahkan saya untuk memberi hukuman pada kalian" sambil melirik tanpa berbalik ke arah pak tua yang saat ini bergetar hebat merasakan aura lalu akhirnya melangkahkan kakinya keluar dari toko itu
"mereka berdua bukanlah orang-orang biasa" batin pak tua yang merasakan kedua aura dari kedua nona tersebut aura yang sama mengerikan
"kita kemana lagi?" estafania bertanya setelah esmeralda keluar dari toko
"kembali" sambil melangkahkan kaki kembali ke kereta kuda diikuti oleh estefania di belakangnya diikuti oleh pelayan
mereka segera melangkahkan kakinya menuju ke kereta kudu untuk kembali tetapi ditengah jalan estafania menatap gantungan yang ada di samping segera menuju ke tempat itu di ikuti oleh esmeralda dan yang lainnya
"nyonya ini berapa koin?" tanya estafania
"5 koin perak nona" balasan dari nyonya pemilik
"baik saya ambil ini oh ya nona apakah ada warna lain tapi sama pola nya seperti ini?" estafania berkata
"tunggu sebentar nona saya mencarikan dulu tunggu sebentar nona" jawaban dadi nyonya pemilik segera mencarikan
"ini nona sisa ini saja" memberikan gantungan kepada estafania
"wah pas sekali, saya ambil ini juga nyonya" estafania mengatakan itu sambil melihat-lihat lagi dan menatap gantung yang menjadi satu dan bertanya
"ini?"
"oh ini nona gantungannya sepasang nona" nyonya pemilik menjelaskan
"saya juga ambil ini jadi berapa koin nyonya" putus estafania
"20 koin perak nyonya" dan segera estafania mengambil 1 koin emas
"i-ni kebanyakan no-" pembicaraan nyonya pemilik dipotong
"tidak apa nyonya ambil saja" estafania mengatakan sambil tersenyum
"terima kasih nona" nyonya pemilik sambil menunduk dan terharu dibalas anggukan oleh estefania sambil tersenyum manis setelah itu berbalik menatap ke arah saudara kembarnya
"buat kau" berkata dan menyerahkan ke esmeralda
"bagus, bisa dibuat untuk katana nanti, terima kasih" berkata sambil tersenyum manis dibalas anggukan dan senyuman setelah itu estafania menatap dua pelayannya
"buat kalian, ini gantungan sepasang jadi satu-satu dan terimalah jangan menolak" estafania berkata seperti itu karena melihat dua pelayannya mau menolak dan akhir dua pelayan segera mereka berdua mengambil gantungan itu
"terima kasih nona" sambil menunduk dan menatap ke nonanya dengan tatapan terharu dibalas anggukan dan senyuman segera mereka berempat melanjutkan langkahnya
"buatmu" di tengah langkah mereka esmeralda menyerahkan belati usang yang berpola naga ke arah estafania
"belati usang?" menatap saudaranya dengan kening mengerut
"liat baik-baik itu bukan belati usang biasa dan liat ini aku tidak tahu kenapa tiba-tiba pada saat aku menunggu mu membeli gantungan ini satu jari ku tiba-tiba mengeluarkan darah dan belati ini menjadi berwarna merah dan lihat disini ada pola phoenix" esmeralda menjelaskannya dan estafania sedikit terkejut dan akhirnya mencoba menggoreskan jarinya lalu darah keluar dari jarinya dan langsung diarahkan ke belati dan belati itu langsung berubah warna menjadi biru seperti perkataan dari saudari kembarnya dan tiba-tiba langit yang cerah muncul petir dan itu membuat semua orang terkejut termasuk putri kembar dan pelayanannya menatap ke arah langit yang cerah tiba-tiba ada petir setelah fenomena itu semua orang masih dalam keterkejutan lalu melanjutkan kegiatan masing-masing
"kenapa langit yang cerah tiba-tiba muncul petir?" batin putri kembar sambil menatap langit dua pelayan yang melihat nonanya masih menatap langit akhirnya salah satu berkata
"nona segera kita kembali ke kerajaan nona, kita keluar sudah sangat lama" membuat putri kembar terkejut tapi untungnya bisa mengontrol agar tidak kelihatan dan mengangguk lalu melanjutkan langkahnya
setelah mereka sampai didepan kereta kudu langsung masuk dan kereta kuda melangkah ke istana bulan sakura
disebuah ruangan putih
"kenapa langit mengguncang seperti ini?" tanyanya kepada seseorang
"hamba akan mencari menyebabnya yang mulia"
"segera"
"baik yang mulia" sambil menunduk dan mundur setelahnya kembali ketempat
"baiklah rapat selesai" seorang wanita setelah mengatakan langsung turun dan melangkahkan kakinya
"selidik apa ada masalah didunia manusia" mengatakan pada seseorang dengan tudung berwarna putih sambil menunduk
"baik yang mulia segera" setelah mengatakan itu seorang tudung berwarna putih menghilang dengan sinar cahaya
"semoga kalian berdua bisa menjaga diri sendiri" batin seseorang wanita segera setelahnya melangkah ke arah tempat istirahat
...HALO AKU UP SIANG MUMPUNG LAGI LIBUR HEHE...
Selamat membaca 🌸
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
tapi sayang salah sasaran ingin menjadikan si kembar selir jangan bermimpi
mau mencelakai si kembar maka cari mati
semangat thorr👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
sukses selalu thorr👍🏻