ada pertanyaan"ucap mas Azam setelah menerangkan materi tajwid dasar mengenai hukum nun sukun dan tanwin.
Tapi aku tak tertarik dengan hukum- hukum huruf tersebut.malah, aku merasa heran pada satu hal.
Aku mengangkat tangan kiri karena tangan kanan ku sibuk memegangi buku."mas Azam! kenapa alif yang berharkat fathah A. Itu kan Alif bukan Hamzah!.
"Tangan kanan"tegas mas azam.
"Oh iya,maaf"ucap ku Menganti tangan dan menjatuhkan buku yang aku pegang. Semua mata tertuju padaku "maaf-maaf!". Ucap ku lagi dan menaruh bukunya di atas meja kecil yang disediakan oleh pengurus musholla.
Mas Azam memijat keningnya. Mungkin sedikit riweh dengan kecerobohanku. Sejujurnya, aku tidak ceroboh. hanya saja hari ini aku sedikit melakukan kesalahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seftiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 7
Air mata ku menetes, dengan cepat aku mengelap nya.
"ini kecapnya" ucap emak memberiku mangkuk berisi kecap untuk mengolesi ayam tersebut.
namun air mataku semakin membanjir dan aku berlalu ke tepi pantai.
"kenapa?" tanya emak yang terdengar olehku.
"nangisin kamu itu pasti zam, dia ngefans sama kamu. lanjutnya
nggak ini bukan ngefans bayangin. aku jarang keluar rumah, sekalinya keluar rumah aku ketemu mas Azam.
dia ngajarin banyak hal yang sebelumnya aku nggak pernah tahu.
sekarang, mas Azzam mau pergi jauh! jauh banget walaupun nantinya kita ketemu lagi. aku nggak boleh bertingkah kayak dulu lagi Karena dia udah jadi suami orang.
air mataku terus mengalir, mau tidak mau aku mencuci wajahku dengan air laut. dan bodohnya, wajahku kini terasa kering dan lengket akibat air asin itu mataku juga terasa panas.
"tuh kan gue emang bego kenapa coba gue cuci muka pakai air laut padahal lagi nangis gini"gerutuku sambil nangis.
namun aku tetap menahan suaraku agar tak terdengar oleh manusia manusia yang sedang sibuk membakar ayam di sana.
"kalau mau cuci muka di sana ada toilet"kalimat itu membuatku menoleh.
mas Agam menyodorkan satu botol air mineral "aku nggak harus" jawabku dengan ketua sambil menahan tangis.
"buat bilas muka kamu"tegasnya menaruh botol air itu di dekat kakiku lalu kembali ke tempat membakar ayam.
tahu aja kalau muka gue lengket gini.
segera aku buka botol air mineral itu dan membilas wajahku. tiba-tiba aku tersadar akan suatu hal, kupandangi air botol mineral tersebut.
"kenapa mas Azzam nyuruh bilas muka? berarti dia merhatiin gue dari tadi? biar apa sih pura-pura perhatian kayak gini biar gue makin sedih kalau dia mau balik? Hiks"air mataku kembali menetes.
"nggak suka harusnya dia nggak peduliin gue! biar gue benci sama dia dan biarin dia baik dengan ikhlas kalau kayak gini kan gue jadi makin ngarep jadi istrinya. aduh hiks sakit dada gue diginiin"emailku.
**********
keesokan pagi aku, ustad Dani, bapak dan emak pengantar mas Azzam ke bandara. sepanjang perjalanan aku hanya termenung. untuk kali pertama aku merasa bingung hingga membuat otakku menjadi buntu.
aku tak mengerti akan apa yang aku rasakan saat ini. aku sedih, kesal, tapi aku juga turut bahagia jika mas Azzam merasa bahagia akan pernikahannya nanti. meski itu menyakiti hatiku.
mungkin akulah murid paling tak tahu diri di dunia ini. mas Azzam itu guruku mengapa aku seegois ini. kenapa juga dia harus menuruti kehendakku? kenapa aku memaksanya menjadi jodohku. apa karena dia mengajarkan banyak hal? bapak aku juga mengajariku lebih banyak dari mas Azam.
apa karena dia tampan? bapakku juga tampan.
aku tak menangis lagi, air mataku sudah habis menangisinya semalaman. aku hanya bisa termenung dan merasa bingung.
"semua perpisahan memang menyakitkan, biasakan dirimu wahai anak muda"ejek ustad Dani.
pria bersarung yang satu ini benar-benar menyebalkan dan kerap membuatku berniat ingin memukulnya. tapi sangat tidak diperbolehkan.
dia akan menjadi guru baruku, tapi dia mengesalkan.
"satu jam lagi zam" ucap bapak mengingatkan mas Azam.
"terima kasih banyak pak, Mak, makasih Yumi"ucapnya.
maaf ya teman-teman saya jarang upload soalnya lagi mikirin hidup yang begini-begini aja gak ada kemajuan hehehe.
besok besok saya rajin upload kok biar kalian tambah senang baca novelnya.