Indonesia
NovelToon NovelToon
Anak Dari Seorang Pelakor

Anak Dari Seorang Pelakor

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College
Popularitas:75.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lusia Noviana

kisah sedih anak dari seorang pelakor yang sama sekali tidak diinginkan oleh ibunya sendiri dari kecil dia selalu dipukuli oleh sang ibu jika tidak bisa menghasilkan uang untuknya hingga saat dia masuk rumah sakit karena dipukul oleh sang ibu disitu dia tanpa sengaja bertemu dengan keluarga sang ayah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusia Noviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

Mawar dan pak Kades sangat terkejut dengan aksi Pelangi yang tiba-tiba saja masuk kedalam kamar dan juga membawa pisau ditangannya.

Mawar langsung menggulung tubuhnya menggunakan selimut sementara Pak Kades segera memakai celana boxer nya kemudian berkata.

"Eh ada Pelangi ternyata kanapa kamu kemari hemm...apa kamu juga mau ikut merasakan surga dunia hah tapi sebaiknya kamu meletakkan dulu pisaunya itu sangat berbahaya,"ujar Pak kades berusaha bicara dengan Pelangi.

"Cih sungguh kalian manusia yang tidak tau malu kenapa ibu malah meminta ku mati saja kenapa tidak kalian berdua saja yang aku bunuh !"ujar Pelangi yang terlihat sangat marah sambil mengacungkan pisau kearah pak Kades.

"Pelangi turunkan pisaumu itu dasar anak tidak tau diri,"ujar Mawar yang terlihat sedikit takut karena melihat Pelangi yang mengarahkan pisau nya ke pak Kades.

"Ya aku memang sudah gila dan itu karena ibuk, selama ini aku bisa tahan dengan ibu yang selalu memarahi dan menganiaya ku , tapi kini ibuk dengan tega ingin menikahkan ku dengan juragan Karso yang umurnya sudah tua, kenapa harus aku yang menikah dengannya kenapa tidak ibuk saja.. kenapa?dan aku sudah muak mendengar suara menjijikan yang berasal dari kalian berdua yang tengah melakukan dosa"ujar Pelangi yang terlihat putus asa dan masih mengacungkan pisaunya kearah pak Kades dan juga Mawar.

"Eh anak durhaka kamu itu anakku, sudah seharusnya patuh padaku, aku ini ibumu lagi pula juragan Karso itu suka padamu bukan sama ibuk, dan amit-amit deh ibuk nikah sama juragan Karso yang sudah bau tanah itu lagi pula ibuk sangat yakin kalau onderdil nya udah nggak mampu berdiri jadi kamu nggak usah khawatir,"ujar Mawar santai.

Pelangi tersenyum sinis kemudian berkata.

"Aku juga nggak akan mau menikah dengan juragan Karso buk, kalau ibuk tetap memaksa maka aku akan melukai wajahku agar terlihat jelek,"ujar Pelangi yang bersiap untuk menyayat wajahnya tapi pak kades yang berada dekat dengan Pelangi berusaha mengambil pisau yang berada ditangan Pelangi namun Pelangi tak mau melepasnya dia berusaha dengan kuat untuk mempertahankan pisau miliknya sehingga terjadilah tarik-menarik di antara mereka dan ..

Sreet...

Akhhh....

Pak kades berhasil mengambil pisau dari tangan Pelangi namun iya juga tanpa sengaja melukai wajah Pelangi.

Pak kades tak sengaja menggores wajah Pelangi dari bawah mata Pelangi hingga dekat bibirnya.

Pelangi yang merasakan sakit wajahnya tepatnya di pipi sebelah kanannya dia langsung saja memegangnya dan betapa kagetnya Pelangi saat dia melihat ada darah ditangannya dia langsung jatuh terduduk dan memegangi pipi kanannya yang terluka kemudian air matanya mengalir tanpa bisa dicegah, dia tidak tau harus bahagia atau sedih karena pastinya dia tidak akan menikah dengan juragan Karso tapi apakah nanti dia akan bisa menikah karena kemungkinan saat ini wajahnya pasti akan meninggal kan goresan yang cukup panjang.

Sementara Pak Kades langsung membuang pisau yang berdarah itu kemudian tak lama Mawar pun datang dengan kedua anak buah juragan Karso.

Pelangi pun langsung dibawa oleh kedua anak buah juragan Karso menuju puskesmas yang berada didesa Mekar Sari, tapi ternyata dokter sedang tidak berada di puskesmas karena dia berada dikota saat ini, dan perawat yang sedang berjaga menyarankan mereka untuk membawa nya kekota terdekat untuk mendapat perawatan secepatnya karena dia belum terbiasa menangani kasus luka yang serius seperti yang dialami oleh Pelangi.

Kemudian anak buah juragan Karso segera menelpon dan memberi tau majikannya tentang apa yang menimpa Pelangi dan Juragan Karso yang mendengar laporan dari kedua anak buahnya sangat marah sehingga dia memerintahkan kedua anak buahnya untuk pergi dan membiarkan Pelangi begitu saja dengan luka yang cukup parah wajahnya.

Anak buah juragan Karso mengikuti perintah majikannya dan segera pergi tanpa memperdulikan keadaan Pelangi.

Pelangi hanya tersenyum miris lihat saja dirinya kini mungkin telah berubah menjadi jelek sehingga baik ibunya dan juragan Karso menelantarkannya begitu saja.

Perawat yang kasihan melihat Pelangi yang terluka diwajahnya namun ditinggal kan begitu saja dengan orang yang membawanya, berusaha untuk membantunya.

"Dek mau kakak bantu untuk menghentikan darahnya biar nggak keluar lagi, maaf bukannya mbak nggak bisa merawat lukanya tapi karena kakak masih agak takut melihat darah yang terlalu banyak, lihat saat ini saja tangan mbak gemetaran makanya mbak dimutasi kedesa ini dan hanya ditugaskan untuk hal yang mudah saja, tapi kakak akan coba bantu ya "ujar sang perawat jujur dan memperlihatkan tangannya yang gemetaran kemudian dia kembali berbicara.

"Maaf kalau kamu mungkin berfikir itu mustahil karena mana mungkin seorang perawat takut melihat darah, tapi saya punya alasannya karena...,"ujar perawat itu terhenti bicaranya karena merasa sedikit ragu untuk melanjutkan ceritanya.

"Nggak usah cerita kak kalau itu membuat kakak tidak nyaman, terima kasih tawarannya kalau begitu saya permisi dulu,"ujar Pelangi yang beranjak dari duduknya dan ingin pergi namun perawat itu mencegahnya dan berkata.

"Dek tunggu mari ikut kakak saja, kakak akan membawa mu kerumah sakit dikota anggap ini sebagai permintaan maaf kakak karena tidak bisa mengobati lukamu itu,"ujar sang perawat tulus.

" Nggak usah kak saya nggak punya uang untuk membayar,"ujar Pelangi yang terlihat sedih sambil masih memegangi pipinya yang kini terasa ngilu.

"Kaka punya uang kok, ayo kakak antar kakak kasihan lihat kamu seperti ini tuh lihat pipimu itu masih mengeluarkan darah pasti sakit, dan kenapa orang yang mengantar kamu malah meninggal kan kamu disini, mereka tega sekali, lalu Dimana orang tuamu"ujar Perawat itu merasa kesal dan Pelangi hanya tersenyum saja tidak menanggapi perkataan perawat itu dan perawat itupun segera menutup puskesmas tersebut karena tidak ada pasien sejak pagi tadi, dan diapun segera membawa Pelangi untuk pergi kekota namun ternyata tidak ada satupun tukang ojek dan supir pick up yang bisanya kekota mau mengantar mereka entah karena apa dan Pelangi hanya tersenyum miris karena sudah tau siapa pelakunya.

Kemudian tiba-tiba saja sang perawat melihat ada sebuah mobil mewah sedang melintas tanpa berfikir panjang dia berlari ketengah jalan dan merentangkan tangannya...

Ckiiit...(maaf saya tidak tau bagaimana bunyi ban mobil ketika berhenti secara mendadak hehehe).

Mobil yang dihadang oleh sang perawat pun langsung mengerem mendadak dan untuk saja tepat waktu sehingga perawat itu tidak tertabrak lalu seorang pria yang masih berumur sekitar 30 an keluar dan langsung marah-marah.

"Hei kalau mau mati jangan berlari kearah jalan tapi ke sungai saja sana dasar merepotkan orang saja,"ujar nya yang terlihat sangat marah.

"Ma...maaf kan saya hanya saja saya terburu-buru adik saya sedang terluka saat ini da..dan tadi tidak ada yang mau mengantarkan ka..kami kekota terdekat, untuk itu saya nekat menghentikan mobil anda tolong saya benar-benar butuh tumpangan kalau tidak segera ditangani saya takutnya wajah adik saya akan jelek dan tidak akan ada laki-laki yang akan menikahinya,"ujar perawat itu yang terlihat sedih sambil menunjuk Pelangi yang hanya menundukkan kepalanya sambil memegang kain yang tadi diberikan oleh perawat itu untuk menutup lukanya.

"Maaf saya tidak akan memberi tumpangan kepada kalian berdua jadi segera minggir lah dari jalan karena saya sedang terburu-buru,"ujar orang itu sinis kemudian dia berjalan kembali untuk masuk kedalam mobilnya.

Dan perawat itu tidak pantang menyerah dia kemudian menggedor kaca mobil tersebut dan terus berteriak, hingga kaca mobil itu terbuka dan menampilkan seorang laki-laki dengan wajah yang tampan dengan suara tegas nya.

"Masuklah cepat, maafkan atas kelakuan asistenku yang sudah sedikit keterlaluan segera bawa adik mu masuk kedalam mobil karena aku melihat dia sudah seperti mayat hidup saja kelihatan sangat pucat,"ujar laki-laki itu berkata dengan tegas.

1
Eemlaspanohan Ohan
bener tuh pirasat pelangi harus nya arga hati hati
Nurjannah Jannah
author visual nya Arga pas banget sihhh .. itu kan idola Korea aku 🥰
Nurjannah Jannah
tanggung jawab gak Thor aku sampai nangis sesenggukan lhoo 😭😭🤣
Nurjannah Jannah
semangat menulis nya thorr . aku suka alur cerita nya ❤️
Eemlaspanohan Ohan
kok gak ada yg curiga dama gea ya
Yenie Gitoe Lhoo
jgn lama2 thor up nya
bacanya jdi nanggung
kaylla salsabella
wah Arsen kamu cari mati aja berurusan dengan arga
Lusia Noviana
terimakasih masukan nya maaf ya kalau ceritanya nggak masuk akal soalnya lagi kehabisan ide
Yuniarti Yuniarti
endingnya gak jelas. l
kaylla salsabella
wah ternyata gea penghianat ....aduh Arsen udah jangan cari masalah dengan arga
kaylla salsabella
lakukan pelan " Arga biar trauma nya pelangi hilang
kaylla salsabella
wah jangan sampai Arga memaksa pelangi lagi
kaylla salsabella
syukur in kamu Melanie ....udah untung tadi di kasih kesempatan sama Arga malah menjadi 🤣🤣🤣
devi aryana
Luar biasa
kaylla salsabella
lanjut thor semangat berkarya thor 🥰❤️❤️
kaylla salsabella
syukur in kamu arga
kaylla salsabella
syukur in kamu Arga kena tamparan ibu kamu kan
Fahzar Soemantry
jangn lama" upnya kaka othorr,,, di tunggu kelanjutannya,,,
Eemlaspanohan Ohan
kukira zain benar benar sayang nyatanya begitu kasian pelangi
Eemlaspanohan Ohan
setuju sipat tegas. Adam Dan hana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!