Indonesia
NovelToon NovelToon
Hopefully We Will Meet Again

Hopefully We Will Meet Again

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Isekai / Tamat
Popularitas:31.5k
Nilai: 5
Nama Author: M. Novri Al-zanni

Aku dilahirkan ke dunia ini pada awal tahun baru 2005. Namun ada yang aneh dengan diriku, kalau aku memiliki otak yang berbeda dari bayi pada umumnya. Aku bisa berpikir, dan mengetahui yang seharusnya tak di ketahui kepada orang yang baru lahir.

Namun aku berbeda, aku bisa mengetahui semuanya, padahal aku baru saja di lahirkan. Bukannya aku bereinkarnasi, tapi sepertinya aku mempunyai kekuatan yang lain, dari yang lainnya. Namun... aku bertemu dengan Lisa, dia adalah teman baikku.

Pertama aku bertemu dengannya adalah waktu di ruangan bayi. Di saat itu, dia terus menatapku, sampai suatu hari ada yang memisahkan kami. Entah apa itu, aku tidak tahu, rasanya seperti aku kehilangan akal, dan pikiran ku saat kehilangan dia.

Aku berharap, suatu hari nanti, kami akan di pertemukan kembali. Baik dalam keadaan susah, maupun, senang. Tapi ada satu hal yang membuatku takut, yaitu. Bagaimana jika nanti kita tak akan pernah bertemu lagi, sampai akhir hayat ku?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M. Novri Al-zanni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Eh? dia langsung pergi begitu saja, ngomong-ngomong bagaimana caranya dia pulang. Dia kan dateng kesini tidak naik apa-apa, bagaimana caranya dia pulang. Ah mungkin dia akan memesan taksi online, atau semacamnya.

Tapi kenapa harus kupikirkan dia, untuk aku aku memikirkannya. Tapi kenapa aku terus memikirkannya, ah sudahlah lebih baik aku tidur saja. Karena besok aku harus pergi sekolah lagi.

Ah dasar wanita itu, gara-gara dia aku jadi kepikiran. aku balik lagi keluar, untuk mengecek Lisa, apakah dia masih berada di sini. Ternyata dia masih menunggu di luar pagar rumah, saat aku melihatnya dari jendela.

"Hei Jay, kau masih belum tidur? apa tidurmu tidak nyenyak. Astaga! kau sudah bisa berjalan?" tanya Juna bertubi-tubi.

"Pikiranku terganggu karena wanita itu, jadi aku tidak bisa tidur. Kalau soal berjalan, sepertinya rasa nyerinya sudah mulai menghilang, hanya lukanya saja yang masih ada" kataku.

"Wanita itu? apa wanita yang kamu maksud itu adalah Lisa? apa dia belum pulang?" kata Juna.

"Ya, dia yang ku maksud, lihat saja kesini, dia belum pulang" kataku menyuruh Juna melihat dari jendela.

"Ah iya, dia belum pulang. Kenapa dia terus menunggu disini, apa aku antar pulang saja ya" kata Juna yang tiba-tiba pergi.

"Ah! tunggu Juna!" teriakku menarik tangannya Juna.

"Hmm? ada apa Jay!" kata Juna tidak terlalu terkejut.

"Biar aku saja yang mengantarkannya pulang ke rumah" kataku.

"Apa? kau sungguh ingin mengantarkan dia pulang dengan keadaan seperti itu?" tanya Juna.

"Iya, aku ingin mengantarkannya pulang, lebih baik kau kembali ke kamar, dan tidur sana" kataku.

"Haha, aku mengerti... sepertinya kau menyukai Lisa ya" kata Juna dengan tersenyum.

"Bicara apa kamu? sudahlah aku mau pergi mengantarkannya" kataku pergi bersiap-siap.

"Kalau ada apa-apa bilang padaku ya Jay, agar hubungan mu romantis!" teriak Juna.

Dasar Juna, dia itu agak ngeselin, tapi dia sebenarnya anak yang baik juga. Tapi... apa benar ya, aku suka pada Lisa... Ah apa yang kau pikirkan Jay. Sadarlah, untuk apa kau berpikiran hal yang seperti itu.

Lalu aku pergi keluar, dan mengeluarkan motor Juna dengan perlahan karena keadaanku yang masih tak baik. Lalu aku membuka pagar, dan Lisa langsung terkejut, aku langsung menawarkannya untuk pulang.

"Ah! kau buat aku kaget saja! Juna kemana kamu mau pergi malam-malam begini?" tanya Lisa.

"Aku bukan Juna, aku Jay" kataku dengan kesal melepas helm ku.

"Eh!? kenapa kau pergi keluar malam-malam seperti ini Jay. Bagaimana dengan kakimu, kau masih terluka" kata Lisa panik.

"Sudahlah kau tak perlu mengkhawatirkan ku, ayo naik" kataku yang membuat Lisa bengong.

"Eh? apa maksudmu?" tanya Lisa.

"Aku akan mengantarkan mu pulang sampai ke rumah, ayo naik. Apa aku masih belum mengatakannya dengan jelas?" kataku.

"Ta-tapi... apa kau bisa berkendara dengan keadaan seperti ini. Aku takut nanti akan ada apa-apa di perjalanan" kata Lisa.

"Sudahlah tak akan ada yang terjadi, cepat naik. Jangan membuatku kesal dulu, baru kau naik!" kataku dengan kesal.

"Hmm baiklah aku naik, hanya seperti itu saja sudah kesal" cemberut Lisa, sambil naik motor.

"Kau sudah siap?" tanyaku.

"Ya, aku sudah siap, cepat jalan" kata Lisa.

"Sebentar... nah kalau seperti ini baru siap namanya" kataku memasangkan helm pada Lisa.

"Ah!? hmm... ka-kalau begitu ayo kita jalan" kata Lisa.

Lalu kami berangkat untuk pergi ke rumah Lisa, di sepanjang perjalanan Lisa menunjukkan arah ke rumahnya. Ternyata rumahnya cukup jauh, dari panti asuhan, begitu juga dengan sekolah.

Lalu akhirnya aku sampai di depan rumah Lisa, saat Lisa turun dari motor. Lisa tersandung batu yang dia injak, aku langsung melepaskan motornya, dan langsung menangkap Lisa agar dia tak jatuh.

Sedangkan motornya jatuh, dan sepertinya lecet, "Apa kau tidak apa-apa?" tanyaku sambil memeganginya.

"Ya... aku tidak apa-apa kok" kata lisa melepaskan tangannya, dan langsung membelakangi ku.

"Eh!? apa yang terjadi padanya, apa dia kesal padaku?" kataku dalam hati.

Lalu tak lama setelah kami di luar dengan perasaan canggung. Orang tuanya Lisa keluar, dengan senang karena Lisa kembali. Namun setelah itu, Lisa, dan aku di paksa untuk masuk ke rumah oleh kedua orang tuanya.

Aku tak sempat memberdirikan motor milik Juna yang terjatuh karena tiba-tiba di tarik oleh kedua orang tuanya masuk. Aku di perlakukan dengan baik di dalam rumah, oleh kedua orang tuanya.

Dan langsung di tanyakan hal yang aneh kepada orang tuanya Lisa, "Jadi... kamu pacarnya Lisa ya" kata ibunya Lisa.

Lantas aku langsung menyemburkan teh yang sedang ku minum kepada ibunya Lisa, "Ah!? ma-maaf bu! aku tak sengaja, hanya saja karena ibu berkata seperti itu" kataku panik.

"Haha tidak apa-apa kok, jadi benar tidak kalau kau ini pacarnya Lisa. Karena kalian terlihat sangat serasih" kata ibunya Lisa, sambil membersihkan teh yang berceceran di mukanya.

Kenapa Lisa malah diam saja sih, apa dia tak mau membantuku dalam masalah ini. Setiap aku ada masalah, pasti Lisa masuk ke dalam masalahku. Tapi kenapa dengan tatapan wajahnya yang terlihat murung itu.

"Hmm anu bu, sepertinya ibu salah paham. Aku hanya temannya saja, tidak lebih, benarkan Lisa" kataku.

Lisa langsung menengokku dengan terkejut, "Ah!? i-iya itu benar" kata Lisa yang sepertinya terlihat sedih.

Apa!? kenapa dia melihatkan ekspresi sedih itu padaku. Sebenarnya apa yang terjadi padanya, semenjak aku menarik dia saat dia tersandung. Dia menjadi aneh sikapnya, aku tak tahu apa yang dia pikirkan.

"Oh jadi begitu... maaf sudah lancang padamu, oh ya ngomong-ngomong siapa namamu nak?" tanya ibunya.

"Hmm namaku Jay bu, tidak apa, karena ini hanya sebuah kesalahpahaman" kataku dengan tersenyum pada ibunya.

Namun saat aku melihat wajah Lisa lagi, yang duduk di sampingku. Dia sepertinya terlihat semakin sedih, sebenarnya dia kenapa?. Apa dia sakit di saat perjalanan, mungkin saja dia masuk angin saat itu.

"Tapi tidak apalah kalau kau tak berpacaran dengan anak ibu. Tapi ibu yakin kalau kalian akan menjalin hubungan suatu hari nanti" kata ibunya Lisa.

Lagi-lagi dia berbicara seperti itu di saat aku sedang meminum teh. Aku jadi menyemburkan tehnya untuk yang kedua kalinya pada ibunya Lisa. Aku menjadi merasa tidak enak, sebenarnya aku tak sengaja melakukannya.

"Ma-maaf bu, aku tak sengaja" kataku.

"Ya tidak apa-apa kok nak Jay, tapi ibu serius kok pada perkataan ibu tadi. Kalau kamu akan menjalin hubungan dengan anak saya suatu hari nanti" kata ibunya tersenyum padaku.

"Hmm? kenapa ibu bisa yakin tentang hal itu" kataku meragukannya.

"Karena ibu bisa meramal masa depan seseorang, ibu bisa melihat masa depanmu bersama dengan anakku hidup dengan bahagia.

Namun ada sesuatu yang aneh, dan di luar nalar yang membuatmu terpisah dengan anak ibu. Ibu tak yakin sesuatu apa yang membuat kalian terpisahkan saat itu" kata ibu Lisa berbicara dengan serius.

Karena perkataan ibunya Lisa aku jadi terbengong, dan memikirkan perkataannya. Apa benar suatu saat nanti, aku, dan Lisa akan menjalin hubungan. Tapi rasanya tak mungkin, tapi apa yang dimaksud sesuatu yang di luar nalar yang akan memisahkan kami?.

Apa maksudnya Lisa akan tersedot ke suatu tempat, haha mikir apa sih aku. Mana ada di dunia ini yang seperti ini, dunia ini adalah realitas, dan akan tetap menjadi dunia yang realitas. Tak akan mungkin dunia yang seperti ini, akan menjadi dunia yang fantasi kan?.

Bersambung...

1
Whiteyellow
Izin perkenalkan karyaku juga ya..jangan lupa feedback jika berkenan..Salam saling dukung.

CINTAI AKU SAHABAT KECILKU
& I NEED YOU
Jackle
lanjut
Rey zal
semangat thor
Keqing...
semoga lekas sembuh Wed
Rey zal
hampir putus tangannya...
Wasap
nest kak
Anita Jenius
Lanjut terus ya kak
Novi Az-Zahra: terima kasih kak
total 1 replies
Jackle
ngakak akhir-akhir nya nih
Rey zal
wkwkk akhir-akhir nya ikut juga wed, sama Vin
Jackle
padahal seru banget loh, tapi kok sedikit yang baca ya
Keqing...
Jadi ikut ngerasa sedih juga, gara-gara Jay mau pergi ninggalin desa
Rey zal
Alhamdulillah author nya mulai rajin upnya, hehe nadi seneng
Wasap
like buat kaakk, semangat terus ya
Wasap
lanjut kak
Wasap
semangat selalu buat kakk
Anita Jenius
3 like buatmu.
lanjut
Novi Az-Zahra: terima kasih kak
total 1 replies
Bang Regar
like 👍 next kak
Novi Az-Zahra: terima kasih
total 1 replies
Laura hussein
selalu like karya terbaik mu kak 👍 favorit 👌 semangat...
lanjut 👏
Laura hussein
selalu like karya terbaik mu kak 👍 favorit 👌 semangat...
lanjut
Laura hussein
selalu like karya terbaik mu kak 👍 favorit 👌 semangat...
lanjut 👏
Novi Az-Zahra: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!