Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sehari sebelum pernikahan, Selena Anderson ditinggalkan tunangannya. Ethan Carter pergi ke luar negeri tanpa berpamitan hanya meninggalkan pesan bahwa ia belum siap menikah.

Ketika kepergian Ethan mengancam nama baik dua keluarga besar, Jason Carter, kakak Ethan datang dengan sebuah tawaran yang tak pernah Selena bayangkan. Ia bersedia menggantikan Ethan di altar.

Selena akhirnya menikah dengan pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.

Namun kehidupan bersama Jason perlahan mengubah segalanya. Di balik sikap dinginnya, Selena menemukan perhatian yang tidak pernah ia dapatkan dari Ethan.

Sampai Ethan kembali. Dan ingin mendapatkan Selena kembali. Sayangnya, perempuan yang dulu ia tinggalkan kini telah menjadi istri kakaknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

“Istri?” Ethan mengulanginya seolah tidak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya. Tatapannya berpindah dari Jason kepada Selena, lalu kembali kepada kakaknya. “Siapa yang istri siapa?” tanyanya lagi, masih berusaha memahami perkataan Jason.

Jason terdiam sejenak. Ia bisa melihat dengan jelas kebingungan yang tergambar di wajah Ethan. Namun, tidak ada alasan untuk menyembunyikannya lagi.

“Selena adalah istriku,” jawab Jason akhirnya.

“Apa?” Ethan kembali membelalakkan mata. Ia menatap Jason dengan ekspresi tidak percaya. “Jangan bercanda, Jason! Ini tidak lucu.”

Jason tidak menjawab. Wajahnya tetap tenang, seolah ucapan yang baru saja dilontarkannya bukan sesuatu yang mampu membuat Ethan kehilangan kata-kata.

Selena yang sejak tadi hanya diam akhirnya berjalan mendekat. Tanpa ragu, ia berdiri di sisi Jason dan merangkul lengannya.

“Kakakmu tidak sedang bercanda, Ethan. Aku memang istrinya,” kata Selena dengan tenang.

Ethan mendengus pelan. Ia masih sulit menerima kenyataan itu. Matanya kembali mengamati Selena dan Jason bergantian, seakan berharap salah satu dari mereka tiba-tiba tertawa dan mengatakan bahwa semua ini hanya lelucon.

Namun, tidak ada yang melakukannya. Wajah Ethan justru semakin menunjukkan kebingungan. Terlalu banyak hal yang ingin ditanyakannya, tetapi untuk beberapa detik, tidak satu pun kata berhasil keluar dari mulutnya.

"Sejak kapan?" Ethan akhirnya berhasil bersuara lagi, meski suaranya terdengar serak. "Sejak kapan kalian... aku baru pergi seminggu, Jason. Seminggu! Bagaimana bisa dalam waktu sesingkat itu kamu menikahi Selena?"

"Di hari yang sama," jawab Jason singkat, tanpa nada bersalah sedikit pun. "Hari yang seharusnya jadi hari pernikahanmu."

Ethan terdiam, butuh waktu beberapa detik untuk mencerna maksud kakaknya. "Kamu... kamu menggantikanku?"

"Seseorang harus bertanggung jawab atas kekacauan yang kamu timbulkan," kata Jason, "dan akulah orang nya, yang membereskan semuanya."

Ethan tertawa kencang, tawa yang tidak lucu sama sekali.

Ruangan itu hening sejenak. Untuk pertama kalinya sejak masuk, sesuatu di wajah Ethan retak, bukan lagi kepanikan atau bela diri, melainkan sesuatu yang lebih mendekati kesadaran menyakitkan bahwa kata kata Selena benar adanya.

Namun keheningan itu tidak bertahan lama. Sesuatu di mata Ethan berubah, dari penyesalan menjadi sesuatu yang jauh lebih dingin.

"Kamu selalu saja berperan sebagai pahlawan, Jason. Bahkan di situasi seperti ini pun kamu masih melakukannya." Ethan menatap kakaknya dengan nada dingin yang tidak pernah Selena dengar darinya sebelumnya. "Aku tidak akan tinggal diam. Selena milikku, dan akan selamanya hanya milikku."

"Sudah cukup, Ethan!" Selena akhirnya kehilangan kesabarannya, suaranya keras memenuhi ruangan. "Aku sudah menjadi istri kakakmu. Sekarang tidak ada hubungan apa pun lagi di antara kita."

"Tidak semudah itu, Selena." Ethan melangkah setengah maju, meski Jason langsung bergerak menghalangi jalannya. "Kamu masih kuanggap milikku sampai detik ini. Aku akan melakukan berbagai cara agar kalian bercerai."

Mendengar itu rahang Jason benar benar mengeras, matanya menatap adiknya dengan sesuatu yang jauh melampaui kekecewaan seorang kakak.

"Kau baru saja mengancam pernikahanku, Ethan." Suara Jason turun menjadi bisikan berbahaya, jenis ketenangan yang jauh lebih menakutkan daripada teriakan sekalipun. "Aku menyarankanmu untuk berpikir baik baik sebelum kau melangkah lebih jauh. Karena aku tidak akan berdiam diri kalau kau nekat mencoba."

Jason merangkul pinggang Selena, dengan sikap yang tanpa perlu diucapkan, menegaskan posisi mereka berdua di hadapan Ethan. "Kau sudah dengar sendiri dari Selena, diantara kau dan Selena tidak ada hubungan apapun lagi." katanya kepada adiknya. "Aku ingin kau keluar dari kamar ini sekarang. Kita bisa bicara nanti, sebagai kakak dan adik. Tapi tidak malam ini, dan tidak dengan cara seperti ini."

Ethan menatap kakaknya, lalu Selena, matanya berpindah pindah seolah mencari sesuatu, sebuah celah, sebuah alasan untuk tetap tinggal dan memperbaiki semuanya sekarang juga. Tapi tidak ada yang ia temukan selain dua pasang mata yang, meski dengan cara berbeda, sama sama meminta ia pergi.

"Baik," katanya akhirnya, suaranya nyaris berbisik. Ia melangkah menuju pintu, berhenti sejenak di ambangnya, menoleh sekali lagi ke arah Selena. "Aku ingatlah satu hal... Apa yang sudah menjadi milikku tidak akan semudah itu berpindah pada orang lain.."

Ia keluar tanpa menunggu jawaban, langkahnya berat menyusuri lorong yang, tujuh hari lalu, masih ia anggap sebagai rumahnya sendiri, namun kini terasa seperti tempat yang telah merampas segalanya darinya dalam waktu yang begitu singkat.

Di dalam kamar, Selena akhirnya membiarkan tubuhnya merosot duduk di tepi ranjang, tangannya masih gemetar. Jason berlutut di depannya, menatap wajahnya dengan kekhawatiran yang, untuk pertama kalinya, tidak lagi ia coba sembunyikan.

"Kau baik baik saja?" tanyanya, suaranya jauh lebih lembut dari yang pernah Selena dengar sepanjang mengenalnya.

Selena mengangguk pelan, meski matanya mulai berkaca kaca, entah karena syok, kemarahan, atau kelegaan karena akhirnya semua itu berakhir. "Aku baik baik saja," katanya, meski suaranya sendiri tidak sepenuhnya meyakinkan.

Jason meraih tangan Selena yang masih gemetar, menggenggamnya erat, tanpa buru buru melepaskannya seperti yang biasa ia lakukan di meja makan. Kali ini, ia membiarkan genggaman itu bertahan, seolah ingin memastikan Selena tahu bahwa ia tidak sendirian menghadapi semua ini.

"Aku mengerti, ini pasti berat untukmu... melihatnya kembali dengan bersikap seolah-olah tidak pernah ada yang terjadi."

1
Allea
selena bodoh🤭
Dessy C: iya kak 🤭 pemeran utama versi oon kak 🙈
total 1 replies
Allea
selena kurang tangguhlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!