Indonesia
NovelToon NovelToon
Arranged Marriage

Arranged Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Margaret R

Major Liutenant Amanda Neville M.D seorang dokter bedah jantung militer sekaligus sebuah anggota keluarga terpandang di Inggris yang kariernya melesat cepat tapi merasa perkerjaannya sangat menyebalkan karena dia harus terjebak Howard Highsmith. Dokter bedah jantung senior rekan kerjanya yang juga adalah ex boyfriendnya yang meyelingkuhinya dengan perawat sexy.


DAN KETIKA kemudian Adrian Hudson seorang laki-laki CEO Euroxp, perusahaan sukses di bidang online tour dan ticketing di Eropa Union. Laki -laki berumur 36 tahun itu sudah terlalu bosan berganti-ganti wanita sepanjang hidupnya. Mereka yang dengan sukarela melemparkan dirinya kepada Adrian karena kekayaannya. Ia tidak pernah berpikir baik tentang wanita.

Bagaimana Adrian melihat Amanda ketika tiba-tiba mereka dijodohkan?
Ikuti kisah romantis mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7. How Stupid You Are

"Kau takut aku bermain dengan wanita lain karena statusku Amanda, dan meninggalkanmu. Kau masih trauma dengan Howard. Benarkah begitu." akhirnya dia bicara begitu kami hampir sampai didekat rumah setelah dia diam begitu lama. Dia mengerti. Well, baguslah. Berarti dia tahu aku tidak akan mengambil resiko dengannya.

 

"Maybe ... " aku mengangkat bahu sambil tersenyum."Kau tak perlu bersusah payah Adrian. Lihat dirimu. Kau bisa mendapatkan siapapun yang kau mau. Aku hanya gadis sederhana yang terlalu lurus seperti yang kau bilang." Aku mengutarakan pikiranku. Dia diam.

 

"Kau sudah merencanakan sesuatu untuk menghindariku, benar kan?" Aku tertawa, ternyata dia membaca apa yang kurencanakan.

 

"Untuk apa aku menghindarimu. Kau akan melupakan perkataanmu sebentar lagi Adrian. Kau hanya menyusahkan dirimu sendiri hahaha." Aku tertawa. Pembicaraan aneh ini membuatku yakin pada diriku sendiri. Aku akan langsung menghindarinya setelah aku keluar dari mobil ini.

 

Kami berhenti di depan rumah. Aku bersiap keluar.

 

"Adrian, terima kasih untuk malam. Berhati-hatilah mengemudi pulang." Aku memasang senyum tulus sekarang.

 

"Tunggu dulu Amanda!" dia mengunci pintu mobil.

 

"Apa?" aku menoleh sepenuhnya ke arahnya.

 

"Apa kau pikir aku Howard? Apa kau pikir semua pria sama?" Dia mengungkit nama itu. Howard bahkan sudah bertunangan dengan Florence, dan aku masih terperangkap bayangan masa laluku.

 

"Kau ingin aku jujur? Kau lebih buruk darinya. Howard yang kupikir biasa itu lebih memilih blonde itu, kenapa kau yang punya segalanya bilang kau menyukaiku. Kau punya banyak pilihan. Apa aku salah? Jadi kenapa aku harus membuka hatiku untukmu, aku tak percaya kata-katamu Adrian. Dan aku tak mau menanggung sakit yang sama sekali lagi."

 

"Apa kau masih mengharapkannya kembali padamu. Apa kau masih mencintai Howard?" dia bertanya hal yang menyakitkan bagiku. Rasanya pertanyaannya adalah sebuah pukulan baru bagi kesadaranku, karena selama setahun lebih ini aku sama sekali belum berhasil beralih dari lukaku.

 

"Mengharapkannya kembali. Dia sudah bertunangan dengan perawat itu. Kau pikir aku bodoh mengharapkan dia kembali. Dia membuang hubungan kami selama tiga tahun dan dalam kurang dari setahun dia sudah bertunangan." mataku memanas. Aku tak pernah menyadari ini. Aku masih terluka dan mengetahui Howard bertunangan rasanya lebih buruk lagi. Tanpa aku sadari airmataku lolos. Aku terisak. Kata-kata Adrian menghajarku dengan telak. Akhirnya aku sadar, didasar hatiku, aku masih berharap Howard akan kembali padaku.

 

"Amanda ... "

 

"Aku menang bodoh ...." isakanku tertahan.

 

"Iya kau bodoh, mengorbankan perasaanmu demi bedebah itu. Berhentilah menangis." Adrian mengusap punggungku beberapa saat untuk membantuku menenangkan diri. Aku berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan isakanku.

 

"Kau ingin pelukanku ..." tawarannya membuat aku tertawa kecil sambil mengusap mataku.

 

"Adrian, aku tak akan bisa menerimamu saat ini. Jangan mengharapkan aku." Aku berkata-kata terus terang sekarang.

 

"Princess, kau menghindariku karena Howard bedebah itu, dia tidak pantas kau tangisi seperti itu. Kau akan belajar sesuatu didepan. Kau akan tahu siapa aku, kau hanya perlu waktu. Buang rencanamu untuk menghindariku karena itu tak akan berhasil." Tangannya bergerak merapikan rambut didepan wajahku. Tubuhku meremang mendengar kata-katanya, tampaknya dia begitu bertekad, kenapa dia begitu teguh pada keyakinannya.

 

Sebuah cahaya tampak dibelakang, mungkin itu mobil Paman dan Bibi tampaknya mereka baru kembali dari sebuah acara.

 

"Itu Tuan dan Nyonya Neville Pamanmu, aku akan menyapa mereka. Ayo kita turun"

 

" Apa! Tunggu dulu." Tapi dia tidak menungguku. Dia keluar mobil, memutar dan langsung membuka pintu untukku. Paman dan bibi yang sudah turun dari mobil tampaknya penasaran mobil siapa yang berada di halaman mereka.

 

"Amanda, ayo... " dia mengulurkan tangan. Aku terjebak. Aku turun sambil memegang tangannya. Sementara jasnya masih menempel di pundakku.

 

"Amanda, Adrian rupanya kalian. Senang melihat kalian berdua." Bibi langsung menyapa pada kesempatan pertama. Dia pendukung Adrian tentu saja, perkenalan kami adalah inisiatif darinya.

 

"Nyonya Neville, Tuan Neville, selamat malam, senang bertemu kalian. Aku mengajak Amanda makan malam dan berjalan-jalan malam ini." Pamanku mengganguk dan tersenyum membalas salam sopan Adrian.

 

"Kalian berkencan .... sungguh manis. Aku gembira mendengarnya." Tentu saja Bibi akan mensalahartikan ini.

 

"Bibi...kami tidak ..."

 

"Iya, kami berkencan. Aku gembira bisa mengenal Amanda lebih dalam, dia wanita luar biasa ... " aku membelalak menatap Adrian. Dia tersenyum padaku dengan manis. Dia benar-benar melakukannya.

 

"Tentu saja dia luar biasa. Adrian, Jumat depan datanglah ke sini. Kita makan malam bersama. Kita perlu merayakan ini. Amanda selalu berkata kalian cuma berteman, aku tak tahu dia menyembunyikan ini dariku." Bibi dengan cepat mengambil inisiatif mengundangnya kerumah. My God, dia tidak membuang waktu menjodohkanku dengan pria pilihannya.

 

"Tentu saja, aku akan meluangkan waktuku Jumat malam Nyonya."

 

"Sayang, ayo kita masuk, kita menggangu pasangan baru berpamitan satu sama lain." Paman menambahkan dengan seringai dibibirnya.

 

"Kau benar, kami akan masuk. Hahaha... " Paman dan Bibi berlalu, ditambah bibi mengedipkan matanya dengan genit padaku. Rencananya sukses, Andrian tersenyum menang. Aku melihatnya dengan jengkel. Dia benar-benar memanfaatkan situasi untuk menjebakku.

 

"Kenapa ...." dia menyeringai.

 

"Kau benar-benar membuat masalah."

 

"Aku memang sumber masalah. Sudah kubilang rencanamu untuk menghindariku tak akan berhasil." dia berdiri dekat sekali denganku.

 

"Kau yakin sekali ..."

 

"Amanda, kau akan lihat seberapa besar keyakinanku."

 

"Kau membuang-buang waktumu Adrian ..."

 

"Benarkah, bukannya kau yang membuang waktumu memikirkan orang yang mengkhianatimu Amanda. Tell me now, how stupid is that ?" sekarang dia mengurungku dengan lengannya di pintu mobil.  Aku membeku mendengar kata-katanya.

 

"Ini hidupku. Kau tak berhak ... "

 

"Dan aku berhak mengusahakan kebahagiaan orang yang kusukai. Lihat aku Amanda, ... aku bahkan berani menghadapi keluargamu dari awal, pamanmu adalah kolega bisnisku. Apa kau pikir aku main-main denganmu. Atau aku berniat menjadikanmu cinta satu malamku. Jika itu tujuanku, aku sudah melakukannya dari dulu. Tidak perlu membuang waktu mendekatimu seperti ini."

 

"Kau ..." aku ingin mengatakan dia terlalu memaksa.

 

"Aku terlalu memaksa dan terburu-buru malam ini. Baiklah. Iya, karena kurasa aku sudah bersabar terlalu lama dengan diriku sendiri. Dan aku yakin  kau satu-satunya yang kuinginkan sekarang. Dan kau bahkan sudah menyusun rencana menghindariku membuatku tak bisa bersabar." Kenapa pria ini memaksaku sedemikian rupa. Apa dia menganggapku sesuatu yang bisa dia kendalikan. Aku bukan bawahannya.

 

"Satu hal Adrian, aku perlu waktu ... Jadi tolong jangan melewati batasmu. Malam Adrian, thank you for tonight." dengan kata-kata itu aku meninggalkannya. Dia tidak mencegah kepergianku. Dan aku tidak menoleh lagi kebelakang. Aku perlu segera pergi dari London.

1
𝒞𝒶𝓃𝒹𝒶 ꃄꇘ
dear Mak othor tersayang... biarin aja Amanda sama gerald. adriannya buat aku 🤭😍
lily
😍
lily
pernh bkin SOP RS rasanyaaa ,,, semua rasa jadi satu , puyengnya 😌
lily
bner2 hrus hilng sepenuhnya si Howard dlm duniamu manda
lily
udh pernh tersakiti jdi emng ketakutan itu pasti ada
lily
Hudson semngt cari cewe baik
lily
Amanda , kamu harus minum vitamin, biar ttep fit, jam kerjamu gak tentu juga walaupun sudah pasti terjadwal 😌
Lenni Namora
Luar biasa
Lenni Namora
Biasa
Risna Bahri49
Luar biasa
justFlio
1kata Thor... KEREN
haniaz
kenapa baca 1 bab novelku berasa singkat banget sih kak
nagiiiihhhhh
blue rainbow
Luar biasa
Murdiyanti Soemarno
❤❤❤❤❤❤
palupi
gila.. ikutan tegang... gemeteran. sumpah ini bener bener ngikut semua emosiku. adegan yg berat.
top author 👍👍
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
iya nih... author... buat bingung aja ... aduh amanda... sama2 punya friend w benefit.. tp juga cemburu sama ardian.. ah jd ikutan pusing.. hayo.. mau sm siapa kamu amanda
Theresia
duh bagus2 Thor cerita mu.. yg paling berkesan c Devil.. cuman ini juga Good. recommended
Misni Adun
karya mu luar biasa keren nya thor,,, ceritanya gk jelimet lgsg ke poin nya,, setiap part nya berasa bgttt,,, ngena pokoknya,, sukses truss ya thor
bulan ungu
maaf kakak, sy kok gak nemu cerita2 ini ya..
bulan ungu: ealah 😄
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!