Indonesia
NovelToon NovelToon
Angsa Cantikku

Angsa Cantikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Myz Pena

​"Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat orang yang kau cintai,
ragu memilihmu demi seseorang yang paling kau benci.
​Dan di antara amarah yang membakar serta air mata yang bengkak,
dua jiwa yang terluka dipaksa melangkah di jalan yang sama...
tanpa sadar, bahaya sebenarnya justru sedang mengintai dari jarak paling dekat"

​Bagi Lulu, menjadi sosok culun dan tak kasat mata di kantor adalah hal biasa. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, senyum hangat dan ketulusannya justru menjadi "racun" paling mematikan bagi dua pria kelas atas.

​Angga, manajer berdingin hati yang membenci kesalahan, mendadak kehilangan fokus tiap kali Lulu berada di dekatnya.

Sementara Riko, CEO angkuh yang awalnya
memandang Lulu sebelah mata, malah terjatuh paling dalam akibat sebuah insiden tak terduga. Ketika dua pria berkuasa ini saling berhadapan demi merebut satu perhatian...

siapakah yang akhirnya memenangkan hati Lulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myz Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 : SUARA DI BALIK BAYANG

​Aroma mint yang tajam dan sentuhan dingin di dahinya perlahan menarik kesadaran Lulu dari kegelapan pekat.

​Mata Lulu terbuka perlahan. Pandangannya kabur hanya menangkap siluet tegap seorang pria yang sedang berlutut di sampingnya. Bayangan perundungan masa SMA dan sosok misterius di gudang tadi kembali menjejali pikirannya.

​"J-jangan mendekat!" jerit Lulu histeris sambil memeluk dirinya sendiri, berusaha mundur ketakutan.

​"Tenang! Ini saya!"

​Sebuah suara berat dan tegas menahan bahu Lulu, mencegahnya menabrak sudut rak besi yang tajam. Saat penglihatannya kembali fokus, bayangan menakutkan itu sirna menguak sosok Angga yang menatapnya dengan raut wajah penuh kecemasan yang tak mampu ia sembunyikan.

​Lampu sorot darurat kecil dari ponsel Angga menyinari wajah Lulu yang pucat pasi dan basah oleh keringat dingin. Tubuh wanita itu masih gemetar hebat.

​"Pak... Angga?" suara Lulu tercekat, napasnya masih terengah-engah.

​"Kamu pingsan. Lampu gudang korsleting" kata Angga. Suaranya kembali diusahakan sedatar mungkin, tetapi cengkeraman tangannya di bahu Lulu terasa begitu erat dan protektif.

"Kenapa kamu berteriak ketakutan seperti itu? Kamu punya claustrophobia?"

​Lulu menggeleng pelan, enggan membeberkan trauma masa lalunya.

"T-tadi... saya mendengar suara langkah kaki mendekat, Pak. Saya pikir..."

​Angga memicingkan mata, melirik ke sekeliling lorong gudang yang sunyi dan remang.

"Langkah kaki? Itu langkah kaki saya. Saya kembali ke gudang karena berkas penting saya tertinggal di meja kamu, dan saya mendengar kamu berteriak"

​Seketika Lulu merasa bodoh sekaligus lega yang luar biasa. Jadi langkah cepat di tengah kegelapan tadi adalah Angga, bukan sosok pembunuh atau perundung dalam bayangannya.

​"Bisa berdiri?" tanya Angga singkat.

​Lulu mencoba bertumpu pada kakinya, tetapi lututnya yang lemas langsung menyerah. Ia hampir tersungkur jika saja lengan kekar Angga tidak dengan cepat menyergap pinggangnya.

​Tanpa mengucap sepatah kata pun dan tanpa memedulikan protes pelan dari Lulu, Angga menyusupkan tangan satunya di bawah lipatan lutut Lulu. Dalam satu gerakan mantap, Angga mengangkat tubuh wanita itu ke dalam gendongannya (bridal style).

​"P-pak! Saya bisa jalan sendiri"

​"Diam," potong Angga dingin, meski napas hangatnya yang berembus di pelipis Lulu membocorkan detak jantungnya yang berdebar tak beraturan.

"Kamu lemas. Jangan membantah kalau tidak mau saya jatuhkan"

​Lulu akhirnya membisu, menyandarkan kepalanya di dada bidang Angga. Di sana, di balik kemeja navy yang rapi, Lulu bisa mendengar detak jantung sang Manajer yang terasa cepat seolah pria dingin itu baru saja berlari ketakutan setengah mati.

​Angga membawa Lulu ke ruang kerjanya yang menyala terang oleh lampu darurat pribadi. Ia meletakkan Lulu dengan hati-hati di sofa empuk tempat biasanya ia menerima tamu VIP.

​Angga berlalu sejenak dan kembali membawa segelas air hangat serta secangkir teh manis. Ia menyodorkannya pada Lulu, lalu mengambil duduk di sofa seberang.

​"Minum," perintahnya singkat.

​Lulu menyesap teh manis itu perlahan. Rasa hangat menyapu kerongkongannya, perlahan meredakan gemetar di tangannya.

"Terima kasih, Pak... dan maaf saya malah merepotkan"

​Angga menatap Lulu dalam diam. Dari jarak sedekat ini tanpa tumpukan dokumen yang membatasi, Angga baru menyadari betapa ringkihnya wanita yang selama ini selalu pasang badan untuk kesalahan orang lain. Di balik kacamata tebalnya, mata Lulu memancarkan kepolosan dan ketulusan yang langka sesuatu yang sudah lama tidak Angga lihat sejak Anna pergi.

​Anna... Nama itu mendadak melintas di benak Angga, tetapi anehnya bayangan Anna kali ini samar dan tertutup oleh rasa khawatir yang asing terhadap wanita di hadapannya saat ini.

​"Kenapa kamu selalu mau menanggung kesalahan Indah?" tanya Angga tiba-tiba, memecah keheningan. Ton suaranya tidak lagi ketus, melainkan dipenuhi rasa ingin tahu yang dalam.

​Lulu menunduk, memainkan jemarinya di cangkir.

"Indah tidak jahat, Pak... dia hanya kurang paham. Lagipula, saya pengawasnya. Kalau dia gagal, berarti saya juga gagal membimbingnya"

​Angga tertawa kecil sebuah tawa samar dan tipis yang baru pertama kali Lulu dengar selama dua tahun bekerja di sana. Ketampanan Angga saat tersenyum begitu menyihir hingga membuat Lulu terpaku.

​"Kamu terlalu baik, Lulu. Di dunia kerja terutama di bawah pengawasan saya kebaikan tanpa batas cuma akan dijadikan keset oleh orang lain" ujar Angga pelan, namun matanya menatap Lulu dengan intensitas yang membuat napas Lulu tertahan.

​Angga berdiri, mengambil jasnya yang tersampir di kursi kerja.

​"Kerja malam ini selesai. Simpan semua berkas itu. Saya yang akan mengantar kamu pulang"

​Lulu mendongak kaget "Tapi, Pak, barang-barang di gudang belum selesai dicek"

​"Itu perintah, bukan penawaran" potong Angga tegas sembari meraih kunci mobilnya.

"Saya tidak mau bertanggung jawab kalau bawahan saya mati pingsan di gudang hanya karena terlalu keras kepala"

​Saat Angga berjalan mendahuluinya menuju pintu, Lulu terdiam di tempatnya. Di balik sosok atasan bertangan besi yang sangat ditakuti seluruh karyawan, malam ini Lulu melihat celah kecil dari perhatian yang disembunyikan Angga rapat-rapat.

​Namun, saat mereka melangkah keluar dari gedung kantor yang sepi menuju area parkir yang remang, dari kejauhan di balik bayang-bayang pohon tua di seberang jalan sepasang mata di balik topeng hitam polos terus mengawasi setiap pergerakan mereka dengan dingin.

1
Wawan
Iklan n mawar lagi buatmu Thor .... kembangkan story ini ....🔥🔥🔥✍️
Wawan
Salahmu Lu .... kurang agresif .... malah mewek 🤣🤭🔥
🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪
sarapan dulu Lulu biar gak lemes, klo dengar ocehan si angga 🤣
Xlyzy
biasa lah nama nya jugak dia anak bawang plus anak emas
Myz Pena: hooh bener 🤧
total 1 replies
Xlyzy
Takut banget ya kan si Angga malah ngamuk ngamuk gak jelas
Myz Pena: beban tugas banyak,,🤧
total 1 replies
Xlyzy
tercium bau bau mencurigakan dari si arya
Myz Pena: patut di selediki
total 1 replies
-Thiea-
walau sering dimarahin gak tega juga ya lu lihatnya..
Myz Pena: lulu masih takut di omelin lagi + di pecat🤧
total 1 replies
-Thiea-
mereka gak ketemu berapa lama. apa sejak orang tua mereka menikah?
Myz Pena: nggak juga,, ami di cerita ini berangkat ke luar negri bareng kedua orangtuanya dan hanya menetap disana kurang lebih 5 tahun lah ya... 🤭
total 1 replies
-Thiea-
sepertinya dia mau jadi pengkhianat. ada dendam apa kira-kira sama Riko.🤨
Myz Pena: penasaran ,,, di bab - bab berikutnya 🤭
total 1 replies
Wawan
Iklan dan mawar buatmu Thor .... gaaas ✍️
Myz Pena: thank you ,, berkah selalu 🥹❤️❤️
total 1 replies
Wawan
Dah pura pura semaput lagi Lu 🤭
Wawan: Nah tebersit ide liar kan ....🤣✍️
total 4 replies
Wawan
Naaaaah ...kena setrum
Wawan: ....🤭🤭🤭
total 2 replies
Wawan
Dasar bad boy 🤣
Myz Pena: tenang laki2 akan tetap laku dimata wanita yang tepat /Facepalm/🤭
total 3 replies
Wawan
Heroes ...🔥🔥🔥
Cimol krispy
Runtuh sudah pertahanan angga
Myz Pena: bener sudah runtuh, tapi masih gengsi 🤭
total 1 replies
Cimol krispy
wkwkwkwk nggak cuma Angga yg ngatain
Myz Pena: maklum lulu bukanlah gadis kota yang tahu fashion dia hanya gadis biasa berpenampilan sederhana 🤧
total 1 replies
Cimol krispy
Dih padahal kalo mau beliin tinggal beli aja
Myz Pena: bener jual mahan tingkat dewa Angga 🤧
total 1 replies
Cimol krispy
dia cuma mau nganterin kamu makan aja
Cimol krispy
udah jangan jual mahal kalo soal makan ya lulu🤣🤣
Miu.Nuha
saling deg2an nih yee, ciee~
Myz Pena: ddgdegan tapi gengsi 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!