Indonesia
NovelToon NovelToon
Ameera

Ameera

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Cerai / Tamat
Popularitas:266.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rizq

Ameera . . . . . .
Gadis mandiri, pekerja keras, cantik, dan cerdas. .
Ameera jatuh cinta dengan teman sekantornya dan mereka memiliki keluarga yang bahagia dengan kehadiran malaikat kecil bernama Naura

Bagas . . . . .
Suami dari Ameera yang masih belum selesai dengan masa lalunya sehingga menyebabkan masalah besar dirumah tangganya

Keenan . . . . .
Tampan, Dingin tapi berhati lembut, Keenan merupakan pemimpin perusahaan ditempat kerja Ameera yang baru

Bagaimana kehidupan Ameera dan Naura selanjutnya?? Akankah mereka kembali ke Bagas atau Kenan??
.
.
.

Terimakasih kepada pembaca yang sudah bersedia membaca karangan novel saya yang pertama..

Saya berharap cerita yang saya sajikan tidak membosankan pembaca, dan mohon dukungan dan komentar yang membangun..

Semoga saya bisa lebih baik lagi kedepannya 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berubah

Ameera menunggu suaminya pulang, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 wib, tetapi suaminya belum menampakkan batang hidungnya, seharian ia menunggu suaminya memberi kabar namun tak kunjung ia dapati.

Deru mobil sudah terdengar, Ameera berlari menuju pintu utama untuk menyambut kepulangan suaminya

"Mas sudah pulang, apa mas susah makan?" Ameera mencium tangan suaminya menyambutnya dengan riang

"Mas sudah makan Ameera, kenapa belum tidur?" Bagas hanya melihat Ameera sekilas, dipikiran Bagas sekarang hanyala tentang Sandra, Sandra dan Sandra, cintanya kepada Sandra seakan membuatnya buta terhadap hal lain, sekarang yang ia inginkan hanyalah memperjuangkan cintanya

"Apakah Mas mau mandi? Ameera siapkan air panas ya Mas?" Ameera berusaha mengambil hati suaminya, Ameera berpikir entah apa yang ia lakukan sehingga membuat Mas Bagas marah

"Tidak perlu Ameera, biasanya juga Mas mandi air biasa, sudahla kamu istirahat saja, jangan bawel, Mas capek Ameera" Bagas meninggalkan Ameera yang termenung melihat perubahan dirinya

"Kalau Mas capek Ameera pijitin mau? biar enakan badannya Mas" Ameera masih setia mengikuti Bagas

"Ameera!!" Bagas sedikit mengeraskan suaranya dan memutar tubuhnya berhadapan dengan Ameera "Ada apa denganmu Ameera?kenapa jadi cerewet sekali? Mas capek Ameera, mas capek!!"

Mendengar Bagas yang sedikit berteriak mata Ameera berkaca-kaca tetapi ia menahannya

"Mas yang kenapa? sudah 3 hari mas berubah menjadi Bagas yang pendiam, kalau aku salah, aku minta maaf Mas, mari kita selesaikan masalahnya, kalau Mas ada masalah dikantor sama aku, siapa tahu aku bisa membantu mas, jangan seperti ini, kita seperti orang asing, kamu berubah Mas " Ameera berbicara sedikit keras berusaha menahan air matanya, namun tetap tidak bisa, Ameera sesikit terisak

Bagas menghela nafas kasar

"Sudah lah tidak ada apa-apa, Mas hanya capek dan ingin beristirahat, selamat malam" Bagas pergi melenggang meninggalkan Ameera

"Mas kenapa mas? kenapa jadi seperti ini?Ameera salah apa?" ntah kenapa akhir-akhir ini ia menjadi sedikit cengeng

.

.

Sebulan sudah berlalu, sejak kejadian malam itu hubungan Ameera dan Bagas tidak seperti dulu, Bagas mendadak berubah menjadi dingin dan cuek, Ameera sudah lelah mempertanyakan kenapa Bagas berubah tetapi jawaban yang selalu Ameera dapat tetap sama "tidak ada yang berubah Ameera, Mas hanya capek dan banyak pikiran" jawaban itula yang selalu Ameera dengar.

Sejak sebulan yang lalu juga Bagas selalu pulang malam, ia menjadi lebih sering bertemu dengan Sandra, mereka memupuk kembali cinta lama mereka, Bagas lebih memprioritaskan Sandra dari pada istrinya sendiri, ia tidak memperdulikan istrinya dan sampai saat ini Ameera masih menganggap dirinya bersalah karena beberapa bulan yang lalu Ameera telat pulang kerumah.

Ameera melepaskan semua kegundahannya dan rasa sakitnya kepada sahabatnya Dinda, seperti sekarang akhir pekan, Bagas pagi-pagi sudah keluar dengan alasan rapat dan pergi melihat perkembangan proyek yang sedang ia kerjakan, Ameera pergi keapartemen sahabatnya Dinda untuk meluapkan semua rasa kesal dihatinya, Ameera menangis sejadi-jadinya

"Gue haris gimana Din, hiks..hiks.. sudah hampir sebulan lebih Mas Bagas berubah menjadi pria yang dingin, dia selalu pulang malam selalu sibuk dengan berbagai alasan, lo tau? sejak gue pulang malm beberapa bulan yang lalu, dia sudah mulai sedikit berubah, gue uda minta maaf Din uda seribu kali, hiks..hiks" Ameera tiba-tiba menghentikan tangisannya ia memikirkan sesuatu "Din apa mungkin Mas Bagas selingkuh dari gue?? hiks..hiks.."

"Hush lo tu kalau ngomong jangan ngelantur meer, inget ucapan adalah doa, berucapla yang baik-baik"

Ameera kembali menangis kencang

"Gue capek Din, capek diginiin terus menerus sama Mas Bagas, gue kayak g dianggap tau g lo, sakit Din sakiit banget, gue harus gimana Din bantu gue" Dinda memeluk Ameera erat sambil mengelus-elus punggung Ameera

Setelah beberapa saat, suara tangisan Ameera tak lagi terdengar, Dinda mengira Ameera lelah menangis dan tertidur, Dinda akan memindahkan tubuh Ameera untuk berbaring di sofa, seketika tangan Ameera terkulai lemas, Dinda kaget dan seketika panik

"Ameera.. Ameera..Ameera bangun Ameera" Dinda menepuk wajah Ameera pelan, Ameera sama sekali tidak merespon

Dinda yanh panik tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya Dinda meneldon Dimas kekasihnya

"Hallo Mas, Mas dimana?" suara Dinda bergetar

"Iya sayang ada ap? Mas lagi bersama Keenan, sayang kenapa suaramu seperti itu?apa ada masalah?" tanya Dimas khawatir

"Ameera Mas, Ameeea pingaan diapartemenku,.bisakah Mas kesini sebentar?aku bingung Mas, aku takut" Dinda mulai terisak

"Baikla sayang, halo sayang, Dinda dengarkan Mas, jangan panik ambil nafas hembuskan pelan, mas akan segera kesana bersama Keenan," Ayo keen jalan, Dimas sedang menuju keapartement Dinda tanpa menutup panggilan telefon Dinda

"Sayang, Dinda dengerin Mas, apa dirumah ada minyak kayu putih?"

"A..ada Mas?"

"Oke, sekarang Dinda ambil minyak kayu putih usapkan sedikit dihidung Ameera, ayo sayang lakukan, rilex sayang rilex, Ameera tidak kenapa-napa Dinda mungkin hanya kecapean"

Dinda pun menuruti apa yang dikatakan Dimas

Tidak berselang lama, Dimas dan Keenan sampak diapartemen Dinda, Dimas memeluk erat Dinda berusaha untuk menenangkan kekasihnya, lalu mereka melihat keadaan Ameera

"Aku akan memanggjl dokter keluargaku saja" Keenan berusaha membantu

Dimas dan Dinda mengangguk, Keenan segera menghubungi dr. Alvin, dokter pribadi kluarganya

"Sayang, sebenarnya apa yang terjadi?" Dimas bertanya dengan sangat lembut kepada kekasihnya ia tahu Dinda masih syok melihat keadaan sahabatnya yang pingsan

Dinda pun menceritakan semua yang terjadi antara Bagas dan Ameera, dan bagaimana tertekannya Ameera dengan keadaan yang dihadapinya, Dimas dan Keenan hanya mendengarkan dengan seksama tanpa menyela.

Keenan dan Dimas saling melirik, sebenarnya mereka curiga dengan kedekatan Bagas dan Sandra, Dimas pun menceritakan apa yang ia lihat dan pikirkan, mereka pun menduga-duga bahwa benar Bagas selingkuh dibelakang Ameera.

Bel pintu apartemen Dinda berbunyi, itu menandakan ada seseorang yang datang

Keenan bergegas membuka pintu

"Biar aku saja yang membuka pintu, mungkin itu dr. Alvin"

Dan ternyata benar, dr. Alvin langsung memeriksa keadaan Ameera, setelah memeriksanya dr. Alvin membicarakan hasil pemeriksaannya kepala Dimas, Dinda dan Keenan

"Apakah pasien sedang hamil?" tanya dr. Alvin

"Setau saya tidak dokter, dia tidak pernah bercerita kalau dia lagi hamil" Dinda menjawab pelan ia masih syok nelihat sahabatnya belum sadar sampai sekarang, Dimas terus menenangkan Dinda dengan mengelus bahu kekasihnya

"Ibu Ameera hanya kecapekan dan banyak pikiran, denyut nadinya bagus, tekanan darahnya sedikit naik, harus banyak istirahat dan jangan stress, sejauh ini semua baik-baik saja"

"Apa tidak apa-apa dibiarkan pingsan begitu lama dokter?" tanya keenan

"Sebaiknya dibawa segera kerumah sakit Pak Keenan, agar semuanya terpantau, apa lagi kalau Ibu Ameeea bener-bener hamil, nanti dirumah sakit akan dilakukan serangkaian check up, jadi kita memastikan Ibunya beneran hamil atau tidak"

"Baiklah dr. Alvin terimakasih atas bantuannya" Keenan dan yang lainnya menyalami dokter Alvin, dokter Alvin hanya mengangguk dan tersenyum, Keenan mengantar dokter Alvin kedepan.

"Apa sebaiknya kita bawa ke rumah sakit saja?" Dinda khawatir dinda belum juga sadarkan diri"

Keenan yang baru saja masuk kedalam rumah mengiyakan saran Dinda

"Iya sebaiknya kita membawanya kerumah sakit, apa lagi dia sedang hamil, oya Din coba kamu telfon suaminya"

Walaupun Dinda sedang kesal dengan Bagas, tetapi Dinda tetap menghubunginha, Dinda berharap dengan berita kehamilan Ameera, Bagas akan sadar.

"Tidak diangkat" Dinda melemparkan ponselnya kesal ke atas sofa, "Ya sudahlah kita bawa aja dulu Ameeea ke rumah sakit, setelahnya aku akan coba mengabari Bagas lagi"

Keen tolong lo gendong Ameera ya, Keenan hanya menatap Dimas lalu berpindah ke Ameera, Mau tidak mau Keenan harus menggendong Ameera.

"Cantik" Keenan terus saja memandang wajah Ameera dengan jarak yang sangay dekat

"Heh lo, liatin apaan, ayo buruan" teriakan Dimas menyadarkan Keenan

Keenan langsung mengangkat tubuh Ameera dalam gendongannya untuk dibawa kerumah sakit

" Astagfirullah Keenan, sadar lo, istri orang itu" Keenan mengingatkan dirinya sendiri

.

.

Di rumah sakit

Ameera sedang diperiksa oleh dokter IGD, sementara itu, Bagas tetap saja tidak bisa dihubungi, Dinda tidak kehabisan akal, ia mencari nama Mama Nindy di ponsel Ameera

"Maaf Ameera hanya ini satu-satunya cara, agar Bagas kembali melihatmu, gue harus nelfon tante Nindy, iya harus" Dinda masih meragukan tindakannya, ia melirik Dimas dan mendekatinya

"Mas gimana ini? haruskah aku menghubungi Mama Nindy atau Ibu Nur? aku takut Ameera akan memarahi ku jika aku memberi kabar ini kepada Ibunya" Dinda dibikin pusing dengan perkara sahabatnya.

Dinda sangat mengenal Ameera, Ameera sangat tidak mau merepotkan Ibunya apa lagi menyakiti hati Ibu dan Ayahnya, Ameera berbagi cerita hanya kepada Dinda, Ameera hanya ingin Ibu dan Ayahnya bahagia, menurut Ameera orang tuanya tidak perlu melihat anaknya bersedih karena mereka akan lebih terluka.

.

.

Dokter keluar untuk memberi kabar

"Alhamdulillah ibu Ameera baik-baik saja, sebaiknya Ibu Ameera harus banyak beristirahat, jangan banyak pikiran, tidak baik buat ibu dan bayinya"

Dimas mengusap bahu Dinda, sedangkan Keenan hanya mendengarkan, mereka bersyukur Ameera baik-baik saja

"Ibu Ameera bisa beristirahat dirumah ya pak" Dokter melihat kearah Keenan, Keenan hanya mengangguk

"Sekarang ibu Ameera sudah sadar, silah kan mengurus administrasinya agar ibu Ameera bisa segera dibawa pulang"

"Baik dok, terimakasih" Dinda segera masuk ke ruangan untuk melihat keadaan Ameera

.

.

.

Bersambung. . . .

1
falea sezi
karma bagas ma pelakor mana
Neneng Zakiyah
thor kenapa ameera kecelakaan terus...
Neneng Zakiyah
sy suka cerita nya thor...semangat..lanjuuut 🥰🥰🥰
paty
anak di bawah umur klu ortu bercerai hak asuhnya berada pd ibunya apalagi klu bapaknya tdk peduli dan stlh 4 th baru peduli
Ambo Nai
wanita lebay,apa yg terjadidi rumah tangga di ceritain sama org lain.
Defi Andriani
💋💕💕
Defi Andriani
kasihan ameera
Lala Al Fadholi
lagian jadi istri ngeyel bgt ini namanya manusia berotak keledai jatuh berkali2 d lubang yg sama ga ambil pelajaran...lagian istri ceo ga pakai supir apalg udah berkali2 celeka masa iya ga ada kapoknya...bebal
Ambo Nai: wanita goblok
total 1 replies
kavena ayunda
katma pelakor mana nih enak Bgt sandra
Dela
aku ambil pelajaran d ceritamu ini thor... secara tak sadar kau sudah memberikan contoh mengenai istri yang ingkar pada suami.. padahal berkali2 balak menimpanya dikarenakan ketidak patuhannya atas larangan suaminya.. masih aja d ulang terus.. istri kek gini kenapa d pertahanin sih.. lw aku bilang ini udah masuk kategori istri yg nusyus nih.. merasa paling bisa dan membenarkan ketidak patuhanya pada suami.. maka celaka adalah nikmat bagi si meera ini...kok aku jadi ilfeel ma karakter meera yg kau ciptain thor... walaupun memang ada yg berniat nyelakain.. tapi coba nurut pa kata misua pasti gak kejadian... sekali lagi maaf ya thor bukan bermaksud menggurui..cuma gedek aja liat si meera bengalnya gak ketulungan..
Yeyen: Alhamdulillah kalai bisa diambil pelajarannya mbak..g apa2 mbak..makasii ya mbak uda mampir 🥰😍
total 1 replies
Bazah Yuniasih
alhamdulillah selesai juga,bikin cerita lagi thor,ak udah baca karyamu semua thor,bagus alur ceritax,ttp semangat nulisx thor💪💪💪
Yeyen: Alhamdulillah makasi kaka..seneng dengarnya
total 1 replies
Nispu Wati
Benci sekali sama Bagas,waktu hamil
Gak perduli,malah diceraikan,giliran,gak
Bisa punya anak baru ingat
Winka
apa
Winka
menjadikan
Winka
setelahnya
Winka
kenapa
Winka
akan
Winka
mama
Winka
minta
Winka
menginap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!