Indonesia
NovelToon NovelToon
My Ex

My Ex

Status: tamat
Genre:CEO / Cerai / Romansa / Tamat
Popularitas:147.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: teh ijo

Asha terpaksa menerima tawaran Kania untuk membantu Kaisar menjadi sekretaris bosnya. Namun, siapa yang menyangka jika bosnya adalah mantan suaminya sendiri.

Kebencian yang dimiliki Askara kian menumpuk ketika harus bertemu dengan Asha setiap hari, terlebih bayangan-bayang masa lalu terus menghantuinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diculik

Asha sudah terbiasa menghadapi kejamnya dunia seorang diri. Jadi saat ini dia tidak terkejut lagi untuk menghadapi masalah karena kehadiran tidak bisa diterima baik oleh orang sekelilingnya. Tiga tahun Asha bisa membuktikan bahwa dirinya kuat. Tidak ada bahu tempatnya bersandar untuk mengeluarkan keluh kesahnya, tetapi dia bisa melewati masa-masa sulit itu seorang diri.

Malam ini Asha terpaksa harus lembur karena tugas yang diberikan Askara belum juga selesai. Meskipun matanya terasa tidak sanggup lagi untuk diajak bekerja, Asha tetap memaksakan diri. Untuk mengusir rasa kantuknya, Asha memutuskan untuk membuat kopi agar matanya bisa diajak bekerja lagi.

Suasana kantor sudah terasa sunyi. Karyawan sudah pulang semenjak pukul lima sore tadi, sementara sekarang sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Bahkan beberapa lampu juga sudah dimatikan.

Asha melangkah pelan menuju ke pantry. Asha sudah bisa berjalan seorang diri, tetapi malam ini Asha merasa lebih was-was. Dia merasa ada yang sedang mengintainya.

"Semoga saja ini hanya perasaanku," ucap Asha yang mempercepat langkahnya agar segera sampai di pantry. Suasana gelap nan sunyi membuat bulu kuduk Asha merinding. Dia berusaha mempercepat menyeduh kopinya karena merasa takut. Baru saja ingin berbalik, Asha terbelalak dengan lebar bahkan gelas yang di tangannya terjatuh ke lantai.

Askara yang masih memantau Asha dari layar komputernya merasa heran karena hampir 30 menit Asha tidak kunjung masuk lagi ke dalam ruang kerjanya. Entah kemana Asha pergi, tetapi Askara yakin jika Asha belum pulang karena tas Asha masih berada di atas meja.

"Asha pergi kemana, sih? Apakah dia nyasar?"

Pikiran Askara sudah tidak tenang. Dia pun memutuskan untuk segera mencari keberadaan Asha. Askara takut terjadi sesuatu kepada Asha.

Semua tempat sudah Askara jelajahi, tetapi dia tidak menemukan keberadaan Asha. Dan terakhir Askara menuju ke pantry. Tangannya mencari sakral untuk menghidupkan lampu. Namun, saat suasana sudah terang dia tak mendapati keberadaan Asha disana. Karena tidak ada, Askara berusaha untuk mematikan kembali lampunya.

Namun, tiba-tiba matanya menangkap sebuah ponsel yang tergeletak di lantai. Karena penasaran Askara mengambil untuk memastikan ponsel siapa yang terjatuh. Saat tubuhnya membungkuk, matanya juga melihat pecahan gelas di lantai.

"Ada apa ini?" Askara kian penasaran apa yang telah terjadi. Di pun segera mengambil ponsel di lantai dan segera memastikan ponsel milik siapa. Namun, lagi-lagi Askara harus terbelalak ketika melihat wallpaper di ponsel itu. Sebuah foto yang begitu familiar untuknya, bahkan tidak bisa dilupakan begitu saja.

"Asha." Satu kata yang keluar dari bibir Askara. Tanpa pikir panjang Askara langsung berlari keluar. Dia semakin yakin jika sedang terjadi sesuatu kepada Asha.

"Asha!" teriak Askara dengan kuat.

Saat ini semua penjaga keamanan telah diperintahkan untuk mencari keberadaan Asha. Bahkan Askara meminta pintu utama untuk ditutup. Tidak hanya itu saja, Askara juga langsung memeriksa CCTV yang berada di pantry. Namun, di luar dugaan karena CCTV yang berada di sana ternyata mati.

"Bos, apa yang terjadi?" tanya Kai yang baru saja tiba kembali di kantor.

"Ada yang menculik Asha," ucap Aksara lemah.

"Apa?!" Kaisar tersentak. "Kok bisa? Siapa yang nyulik Asha, Bos?"

"Tidak tahu siapa yang berani melakukan penculikan di kantor. Tapi sepertinya semua ini sudah disetting, karena CCTV yang ada di pantry mati."

"Astaga Asha ... apa yang akan aku katakan pada Kania jika kamu bener-bener sampai diculik. Bisa-bisa Kania marah besar. Sha, kamu ke mana sih!" Kai terlihat sangat frustasi karena Asha adalah tanggung jawabnya selama di kantor.

"Daripada kamu berisik, mending kamu cari Asha sampai ketemu. Aku tidak mau tahu, bagaimana caranya malam ini Asha harus bisa segera ditemukan. Dan aku juga tidak mau berita ini sampai keluar. Aku yakin jika di kantor ini kita telah memelihara seorang penyusup," ucap Askara.

"Anda tenang saja, Bos. Saya akan pastikan malam ini Asha akan ditemukan!"

🌼🌼

Didalam sebuah ruangan gelap, Asha berusaha untuk memberontak karena tangan dan kakinya telah diikat.

"Kamu siapa? Apa yang kamu lakukan kepadaku?" tanya Asha pada seseorang yang berada di depannya. Namun karena keadaan gelap Asha tidak bisa melihat siapa sosok tersebut.

"Kenapa, kamu takut? Tenang saja karena malam ini kita akan bersenang-senang. Aku akan melakukan dengan sangat pelan. Aku tahu kamu pasti akan menyukainya," bisik seorang pria yang tetap dibelakang telinga Asha.

"Kamu jangan kurang aja, ya! Lepaskan aku!" teriak Asha dengan kuat.

Pria misterius itu malah tertawa pelan sambil mengeccup tengkuk Asha dengan lembut. "Sudahlah tidak usah jual mahal. Aku tahu apa yang kamu inginkan. Daripada kamu mengincar bos yang sama sekali tidak akan melirikmu, mending kamu bermain denganku. Aku pastikan kamu akan merasa puas." Lagi-lagi pria misterius itu berkata tepat di belakang telinga Asha hingga menimbulkan sensasi seperti sengatan arus listrik yang sedang menjalar ke seluruh tubuh Asha.

"Lepas! Aku tidak mau!" teriak Asha saat tangan pria itu berusaha untuk membuka kancing bajunya.

"Percuma saja kamu berteriak karena tidak akan ada yang bisa mendengar teriak kamu. Sudahlah ikuti saja permainan ini. Aku akan bermain lembut asalkan kamu nurut. Tapi kalau kamu terus memberontak seperti ini, aku akan menggunakan caraku sendiri."

"Jangan macam-macam kamu ya! Jangan sentuh aku!" Lagi-lagi Asha hanya bisa berteriak karena dia tidak bisa berbuat apa-apa. Air matanya menetes begitu saja pria misterius itu telah berhasil merobek bajunya. Bahkan tangannya dengan leluasa menjelajahi setiap inci tubuh Asha dalam kegelapan. Bahkan tangannya juga memainkan dua aset berharga milik Asha.

"Nah, tenang begini lebih enak kan?" bisik pria itu dengan penuh bergairaah.

Sungguh Asha tidak bisa berbuat apa-apa. Dia tidak rela jika harus di jamah pria bang-jingan seperti ini.

BRRAAKK!

Suara pintu didobrak oleh seorang. Bahkan terdengar banyak kaki yang berjalan mendekat kearah keduanya.

Cahaya senter kini menyilaukan mata. Asha yang sudah tidak punya nyali hanya memejamkan matanya karena keadaannya saat ini.

"Matikan senter dan serentak pria baji-ngan ini!" perintah Askara dengan gigi yang telah mengeretak.

"Asha kamu gak papa?" tanya Kaisar yang sangat mengkhawatirkan keadaan Asha.

"Kamu juga pergi Kai!" Askara mengusir Kai dari dalam gudang.

"Tapi Bos —"

"Aku yang akan menanganinya."

"Baiklah, aku pergi. Tapi jangan apa-apakan Asha, Bos!"

Setelah semua orang telah meninggalkan gudang yang telah terbengkalai, Askara melangkah pelan untuk menghampiri Asha. Dia segera membuka jas untuk pakaian kepada Asha. "Maaf, aku datang terlambat." Askara pun langsung mengangkat tubuh Asha ala bridal style.

Asha hanya terdiam tanpa kata. Dia masih shock dengan apa yang baru saja dialaminya. Hampir saja malam ini dia ternoda. Bahkan tubuh Asha masih bergemetar.

"Tidak usah takut. Kamu sudah aman."

...🌼🌼...

1
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Annie Soe..
Thanks thor, cerita yg menarik.
Fi Fin
nyesel gue bacanya masak ending nya yg jahat yg menang
Aghitsna Agis
thor ini namamya tania apa asha jd bingung
Surati
bagus🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Tsalis Fuadah
tiba tiba gnyambung
SicantikKinyisKinyis
Semangat Kak, jangan lupa mampir juga di karya aku yang berjudul Takdir Cinta Twins D
zee
membayangkan
zee
kania atau asha??
Windarti08
sebenarnya yang difitnah mengambil uang itu Asha atau Kania Thor?
Mawarni Pipit
Luar biasa
Elen Gunarti
masih belum puas Thor
👑🇷‌🇦‌🇹‌🇺‌ ᵗʸᵖᵒ: baca kelanjutannya di novel Kisah kita Belum Usai, kak
total 1 replies
Sur Tini
bagus ceritanya
Sur Tini
lanjut thor,lagi seru ni
Maulana ya_Rohman
pergi untuk menghindar dari teror yang menggebu²...🤧
Maulana ya_Rohman
kapalnya di hantam badai yang blm usai🤧
Maulana ya_Rohman
demi ambisi.... semua di singkirkan😢 ... bener² gak waras😤
Maulana ya_Rohman
dah sakit juwa tu orang.... krn ter "obsesi" yang berlebihan....... bawa ke dokter spedialis🧐🧐🧐🧐
Maulana ya_Rohman
kesandung lagi....🤦..... kapan bahagianya thor😭😭😭😭😭😭
baru merasakan sedikit kebahagiaan ada aja gangguannya🤧
Maulana ya_Rohman
asisten durjakim....😂😂😂😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!