Bermula dari balas dendam pada akhirnya Roro Ayu membiarkan dirinya , menjadi tawanan perang dari selir menjadi Ratu, kemudian mengetahui Bahwa Raja adalah jodohnya di masa depan,
" Bagiamana wanita bisa berbagi cinta atas nama Cinta, mudahnya mereka di rayu hanya dengan ketampanan tahta dan rayuan ?" kata Sang Paduka Raja yang terkenal Casanova pada zamannya .
"Aku terlahir sebagai Playboy." jadi di keliling wanita cantik adalah keharusan.
by .Raja Aditiya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Esther Qie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lirikan sang Raja.
Roro Ayu dengan Wahyu nekat menuju ke istana sang Raja, tentu saja mereka di cekal oleh pengawal kerja.
"Berhenti ! " kata salah satu pengawal yang berdiri di depan gerbang istana.
"Kami mau bertemu dengan paduka Raja ." kata Roro Ayu
"Apakah kamu mendapat panggilan dari paduka Raja untuk bertemu dengan nya ?" tanya pengawal kerjaan itu .
"Tidak ." jawab ayu lugas.
"Lalu kenapa kamu berani datang , tanpa di panggil ?" tanya pengawal lagi .
"Karena saya mendengar Ratu ,sedang sakit ,saya ingin mengobati Ratu sebelum penyakit itu menular pada paduka Raja." jawab Ayu .
"Apa kamu bisa melakukan nya ?" tanya sang pengawal memastikan.
"Tentu saja , apa kamu pikir aku cari mati menghadap paduka Raja tanpa di panggil beliau sama saja bunuh diri , saya tai peraturan pertama istana Timur menghadap Raja tanpa di panggil akan mendapatkan hukum penggal ." jawab Roro Ayu dengan yakin dan lantang.
"Tunggu di sini saya akan melaporkan kepada Raja ,jika Raja tidak berkenan maka matilah kalian berdua." kata Pegawal kerjaan dengan keras.
Wahyu mencengkram tangan Roro dengan kuat dan berbisik .
"Bagiamana kalau paduka Raja tidak berkenan matilah kita ." kata Wahyuni gemetar.
"Apa yang kau takutkan itu tidak akan terjadi ." jawab Roro Ayu.
"Bagiamana kamu bisa seyakin itu ." kata Wahyuni lagi.
"Sudah aku bilang aku tau jalan cerita nya sampai aku menjadi Ratu makan akan berubah cerita nya." jawab Roro.
"Tenang saja , kamu tidak akan mati hari ini karena kamu akan tetap di samping ku sebagai ketua Dayang kerjaan ." kata Roro lagi meyakinkan Wahyu.
"Benarkah ?" tanya Wahyu sedikit ragu .
"Tentu saja kalau kamu setia serta selalu menurut pada ku ,pasti aku akan mengakat engkau menjadi ketua para dayang di negeri , mengantikan Ketua dayang yang super galak dan sombong itu." kata Roro Ayu .
Tak lama kemudian datanglah pengawal kerjaan mendatangi mereka ,dengan bahwa sapu tangan berwarna kuning ke emasan, tanda bahwa sang Raja berkenan dsn mau bertemu dengan Roro Ayu .
"Baiklah Raja berkenan di temui silahkan masuk." kata Pegawal kerjaan itu .
Roro Ayu dan Wahyuni pun masuk ke dalam dan bertemu dengan paduka raja.
Raja memandang dari atas ke bawah Roro Ayu memandang dari atas ke bawah beberapa kali.
Dia seperti mengigat sesuatu, wajah wanita itu seperti tidak asing seperti pernah hidup bersama dengan nya .
"wajah mu seperti tidak asing bagi ku, apakah kita pernah bertemu ?" tanya Sang Raja.
"izin bicara paduka, kita memang belum pernah bertemu di kehidupan ini mungkin baru pertama kalinya namun mungkin di kehidupan sebelumnya." kata Roro Ayu yang menekuk lutut sedikit memberi penghormatan pada sang Raja .
"Ceh .. Kalau kamu menjadi suamiku tentu saja ,aku tak perlu seformal ini ." gerutu Roro Ayu dalam hati .
"Ha..ha..ha... ,Raja terkekeh-kekeh mendengar jawab Roro Ayu .
"Apa kamu percaya pada re-ingkar nasi karma baik dan buruk ? ." tanya paduka Raja.
"Tentu saja keparat kalau tidak ? Nyatanya aku ada disini untuk memperbaiki kelakuan dan masa depan kita ." rutuk Ayu dalam hati .
"Ya..paduka Raja." jawab Roro Ayu.
Roro segaja menjatuhkan sapu tangan berwarna kuning ke emasan pemberian paduka.
Lalu Roro Ayu berjongkok menyamping untuk mengambil sapu tangan itu, Jarit kain yang di pakai olehnya menyibak, memperlihatkan paha mulusnya.
Paduka Raja melirik dan menelan ludahnya sediri, ada sesuatu yang tiba-tiba bergejolak di dalam batinnya.
"Jatuh Cinta pada pandangan pertama , cehhh... tentu saja gombalan itu akan keluar dari mulutmu Aditiya." Roro Ayu membatin .
"Aku masih ingat di masa depan aku adalah wanita yang lemah yang teraniaya dan yang selalu kau sakiti namun bertahan atas nama cinta , namun tidak di masa ini, aku akan berkuasa atas mu dan kamu akan tunduk padaku." Roro terus saja mengomel dalam hati .
Rupanya luka yang ada di masa depan itu masih terbawa pada raganya yang bertransmigrasi ke masa silam dan kuno.
Roro Ayu bekerja sebagai seorang guru di sebuah taman kanak-kanak karena dia sudah lama menikah dengan Aditiya namun tidak juga mempunyai anak.
Roro Ayu suka sekali membaca buku termasuk karya fiksi dan cerita Rakyat, sesekali dia menjadi penulis online di sebuah situs .
"Siapa namamu ?" tanya paduka Raja.
"Hamba bernama Roro Ayu paduka Raja." jawab Roro.
"Apa benar apa yang di katakan oleh pengawal bahwa kamu bisa mengobati penyakit Ratu ?" tanya Raja.
"Saya harus melihat gejalanya ,paduka maka izinkan hamba bertemu dengan Ratu ." kata Roro Ayu .
"tentu saja ,mari kita ke kamar Ratu ." kata paduka Raja lalu turun dari singgah sananya.
Wahyu yang dari tadi hanya menuduk di tarik oleh Roro Ayu .
"Ayo ikut jangan bengong bisik Roro." pada Wahyu.
Roro mengikuti paduka Raja melewati kolam ikan dan taman bunga yang indah lalu di dalam istana itu di buat anak sungai yang jernih airnya , mereka terus berjalan melewati sungai itu dengan berjalan melalui jembatan yang cukup indah dengan ukiran -ukiran yang menarik.
Di sungai itu ada perahu -perahu kecil sebagai pemanis tempat itu.
"Wah sungguh luar biasa tempat ini, bisik Wahyu pada Roro yang hanya melihat lewat ekor matanya.
"kenapa kamu menuduk saja, apa kamu sudah melihat paduka Raja."bisik Roro Ayu yang terus berjalan mengikuti jalan paduka raja dan beberapa Pegawal kerajaan.
"Sudah tadi aku sempat meliriknya, sungguh tampan dan kulitnya bersih ." bisik Wahyu .
"Apa kamu ingin jadi gundiknya?." bisik Roro Ayu ,menguji Wahyu.
"Tidak aku rasa aku lebih memilih mejadi ketua Dayang dan mengabdi ke pada mu, lagian paduka raja jangankan melihat melirik aku pun tidak ." bisik Wahyu .
"Sudah sampai, ini tempat Ratu tidur." kata Paduka Raja.
"silahkan masuk ." kata paduka Raja.
Sang pengawal kerjaan sangat tanggap segera membuka pintu untuk paduka raja dan Roro Ayu.
Sang Ratu segera duduk dari tempat tidurnya , saat mendengar paduka Raja datang .
Roro sedikit kaget meski harusnya tak perlu terkejut siapa yang di temuinya, Wajahnya tentu tak asing baginya karena wajah itulah yang membuat dia menderita dan menangis.
Wanita yang membuat suaminya pulang malam bahkan jarang pulang ,sang pelakor yang tak tau diri yang berani marah pada istri sahnya.
yang berani memaki dan menjambaknya karena telah memajang screenshot percakapan mesra nya dnegan suaminya.
Itu membuat reputasi sang artis menurun dan mendapat hujatan dari netizen bahkan tak sedikit yang mints wanita ini di boikot dari acara TV dan acara lain yang di tonton atau di siarkan secara life .
"Elisabeth." Gumam Roro Ayu yang tau siapa wanita itu.
"Akan Roro Ayu menolong Elisabeth yang teryata wanita yang merusak rumah tangganya di masa depan itu ???
Nantikan di episode selanjutnya !!!
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Like👍 dan
komentar ✍️thanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
,Semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu ,
💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋