Indonesia
NovelToon NovelToon
Sunshine For December

Sunshine For December

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: checangel_

Dua belas bulan dalam satu tahun, pasti memiliki kisah tersendiri secara beruntun. Kisah yang selalu memiliki banyak memori, di balik ribuan ingatan yang tak mudah untuk pergi. Begitu juga dengan apa yang dialami oleh Desember. Bukan sebuah bulan biasa, melainkan sebuah nama indah yang sudah melekat dan menyimpan makna tersembunyi disebaliknya. Desember harus melewati setiap harinya dengan penuh persembunyian, bersembunyi dari jutaan perasaan yang selalu berada dalam dekapan. Hingga sosok cahaya hadir menerangi langkahnya itu dalam kegelapan. Satu cahaya terbesar yang menjadi panutan dalam setiap banyaknya drama kehidupan. Siapakah sosok cahaya itu? Dan bagaimanakah perjalanan unik yang akan dilewati oleh Desember? Apakah pilihannya terhadap salah satu cahaya itu adalah jalan terbaik pilihan-Nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon checangel_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Last December

Last December: The First Trace of Your Heart

Salah satu jejak yang tak pernah lepas dari sebuah ingatan. Apalagi jejak itu berupa perasaan semu yang mungkin akan menjadi satu kenangan atau kisah indah dengan kepastian. Jejak pertama bagi Novalino menemukan ruang dalam kesunyian. Ruangan yang sempat hilang jauh dari kebisingan. Namun, kini riuh itu kembali. Bukan riuh yang membuatnya ingin lari, tetapi riuh yang berusaha tetap tinggal untuk mendekapnya dalam sepi. Sosok Celina hadir tepat dalam redup langkahnya yang sempat tak memiliki arti.

Beberapa hari dalam bulan itu 'Desember', Celina lewati dengan penuh pelajaran. Mulai dari mengenal berbagai macam karakter setiap klien Novalino, hingga hampir menemukan jejak yang tersembunyikan. Sebuah catatan yang tak sengaja tertinggal di atas meja kerja, tepat Celina akan meletakkan berkas terakhirnya. Namun, tatapannya tiba-tiba tercekat ke arah Novalino sudah berdiri di sana—pintu ruangan yang sudah terbuka.

"Kenapa belum pulang?"

Celina segera merapikan berkas itu dan melangkah pergi. Akan tetapi, langkahnya kembali terhenti dengan gema berbeda yang seakan menusuk hati.

"Apakah kamu sudah menemukannya? Lelaki yang saat itu membawa lari Ibumu."

"Bagaimana kamu mengetahuinya? Aku belum menceritakan apa pun padamu tentang Ibuku."

"Aku juga melihatnya, Celina. Sorot matamu fokus ke satu lorong itu. Aku tahu bahwa lelaki itu bukan Ayahmu."

Ruangan itu kembali senyap. Seketika ada dentuman lain yang mendarat tepat ke dalam hatinya. Celina yang berusaha untuk bungkam dari apa yang dilihatnya, termasuk dari keluarganya, kini satu orang asing menyelinap ke dalam pintunya. Pintu yang sudah terkunci rapat, bahkan siapa pun tak dapat membukanya.

"Aku akan membantumu, menemukan kepingan itu."

"Tidak perlu. Untuk apa kamu membantuku? Fokus saja pada pekerjaan dan kehidupanmu."

"Baiklah. Besok kita akan ke luar kota. Pekerjaan baruku akan dimulai di sana."

"Kita?"

"Iya."

"Apakah tugasmu dipindahkan?"

"Lebih tepatnya, mencoba mengikuti perasaan."

"Maksudmu?"

Tak ada balasan lagi dari Novalino. Hanya tersisa jarak sunyi yang kian memudar dari tatapannya. Namun, langkahnya itu tak hanya membeku di sana. Sosok wanita sudah berdiri tepat di halaman depan klinik milik Novalino.

"Aku baru bisa menemuimu, Noval. Sekali lagi aku minta maaf padamu."

"Sebaiknya, kamu fokus saja pada kehidupan barumu. Jangan muncul lagi di hadapanku. Aku sudah memaafkanmu."

Belum sempat langkah Noval menapak ke dalam mobilnya. Sosok wanita itu berlari dan mendekapnya dari belakang. Seketika sedang berada di balik panggung berjalan, Celina pun mempercepat hentakkannya dari layar percintaan. Namun, gema Novalino kembali terabadikan.

"Tunggu Celina! Aku akan mengantarmu pulang."

Juwita yang sekilas terkejut mendengarnya pun beralih ke arah Celina yang sudah berdiri tepat di antara panggung dan realitas. Langkahnya yang anggun dengan nada sumbang menyelinap tanpa batas, membuat satu dentumannya tak berbalas.

"Apakah kamu pacar Novalino? Atau asisten barunya?"

"Setahuku, Noval tidak pernah dekat dengan wanita mana pun selain aku dan dia juga selalu seleksi, jika memilih asisten untuk pekerjaannya."

Tatapannya yang semakin menusuk, membuat langkah Celina benar-benar membeku dalam detak yang tak kunjung usai itu. Namun, genggaman hangat tangan Novalino tiba-tiba saja sudah mendarat tepat dalam detaknya yang masih berseru, membawanya menjauh dari riuh.

Sepanjang perjalanan, tak ada gema lagi. Hanya ada jarak sunyi yang mendekap kembali, bahkan kedua sorotnya yang fokus melaju membuat tanya bisu dalam hati. Hingga satu nada terbuka dengan emosi yang terkendali.

"Maaf, sudah menggenggam tanganmu tanpa izin dan membuatmu terlibat dalam masalahku."

"Apakah wanita tadi kekasihmu?"

"Bukan. Dia hanyalah berkas yang sudah berlalu. Aku tidak ingin mengingatnya lagi."

"Maaf, sudah bertanya padamu."

"Sebenarnya tujuanku pindah dari kota ini. Karena aku tidak ingin terlibat lagi dalam kepentingan yang bukan menjadi tanggung jawabku."

"Apakah dia salah satu penyebabnya?"

"Dia baru saja kembali. Pastinya akan menetap lama di kota ini. Karena suaminya adalah Kakakku. Aku hanya ingin menjauh dari riuh itu."

"Kalau begitu, kenapa kamu menyuruhku untuk ikut bersamamu?"

"Karena kota itu adalah tempat Ibu dan Adikmu tinggal sekarang."

"Bagaimana kamu bisa mengetahui tempat tinggal mereka?"

"Tidak penting aku jelaskan, Celina. Karena yang terpenting kamu bisa keluar dari rumah itu bukan? Rumah yang membuatmu seakan terkurung."

Celina hanya menunduk tanpa sepatah kata lagi, bersama sesak yang tiba-tiba mencekiknya tanpa henti. Bayangan sang Ayah yang terbesit, membuatnya tak berani untuk memilih. Karena satu dentumannya bisa membuat pecah seisi rumah. Hingga detak lain dalam ponselnya bergema, sebuah notifikasi menyelinap ke dalam lamunannya.

..."Ayahmu sudah kembali. Jadi, pulanglah cepat."...

Tepat di depan gerbang rumah yang seakan mewah itu. Celina masih bergeming dalam ingatannya. Di mana tak ada jalan lagi untuk dirinya lari dari satu luapan yang akan mendekapnya.

"Aku akan menjelaskan pada Ayahmu."

Tanpa aba, dengan langkah sigap. Novalino membuka pintu gerbang itu. Seketika gerbang perbatasan antara luka dan air matanya runtuh dalam sekejap. Ruangan yang dingin dan hanya ada satu pelita dalam gelap. Kini, perlahan mulai berpendar dengan kehangatan.

"Ayah mengizinkanmu tinggal dengan Ibumu. Asalkan kamu tidak akan melupakan rumah ini."

"Ayah tidak marah?"

"Ayah sangat marah. Karena ada orang asing masuk ke dalam masalah keluarga kita tanpa izin. Apalagi dia seorang lelaki."

Tatapan tajam sang Ayah, kini beralih ke arah Novalino. Seketika menjadi pengingat untuknya bahwa putri satu-satunya sangatlah berharga. Hingga sebuah kunci, sudah mendarat tepat di salah satu genggaman Celina.

"Ayah ingin kamu dan Ceram mengungkap satu rahasia."

"Maksud Ayah?"

"Sebelum surat pengadilan dari Ibumu tiba. Ayah butuh alasan bukti yang kuat darinya."

Tiba-tiba saja sesak itu kembali meluap dalam air matanya yang tercekat. Perpisahan yang tak ingin dirinya dengar, kini terlontar nyata dari sang Ayah. Selama bertahun-tahun itu, dirinya selalu menatap layar yang sama berulang kali. Di mana dalam panggung itu, kedua orang tuanya selalu bertengkar, berselisih, bahkan saling menggoreskan luka semu berbalut tawa. Celina hanya bisa bergumam "Apa lagi bukti yang ingin diketahui Ayah? Sementara bukti nyata itu ada di hadapannya sekarang?"

Tanpa aba lagi, Novalino menyelinap ke dalam drama Ayah dan seorang putrinya itu dengan penuh percaya bahwa kehadirannya akan mengubah semuanya.

"Tenang saja Om. Noval akan selalu membantu Celina, jika dia dalam kesulitan dan menemukan kembali kepingan yang hilang itu."

"Terima kasih, tapi Om tetap tidak suka dengan sikapmu yang sok akrab dengan Celina. Jaga batasanmu!"

"Noval paham Om. Noval akan menjaga batasan itu."

"Jika terjadi sesuatu pada Celina di sana. Orang pertama yang Om cari, itu kamu."

"Siap Om."

"Karena hanya Celina dan Ceram yang Om punya sekarang. Apalagi mereka berdua jauh dari Om."

"In syaa Allah, Om. Noval akan menjaga amanah Om."

...----------------...

31 Desember

Perjalanan itu dimulai. Bukan perjalanan sebenarnya yang berbalut sebuah pernikahan. Akan tetapi, perjalanan sebenarnya mengungkap setiap permasalahan yang terhubung dengan kota bagian dari masa lalu Celina yang penuh arti. Langkahnya yang kembali, bukan untuk mengejar mimpi, melainkan menjadi diri sendiri di tengah keramaian yang masih penuh dengan teka-teki. Begitu juga untuk Novalino sendiri, menjauh untuk pergi dari masa lalu yang kembali.

Tepat di halaman rumah itu, rumah yang pernah menjadi saksi bisu dalam beberapa tahun terakhir masa kecil Celina. Di mana satu kenangan mencekam pernah terlukis di sana. Ruangan yang pengap, gelap, tak ada jendela, bahkan kedap suara. Celina hanya bergeming menatap bangunan sederhana itu.

...~~~...

1
Syahraman [Hiatus]
seru sih, tapi sayangnya lamarannya ditolak
Syahraman [Hiatus]
wih, lngsung lamaran nih yeh🤣
Syahraman [Hiatus]
sedikit tambahan, cinta masa sekolah itu adalah dorongan hormon yang tanpa logika... padahal udah tau si cowonya uangnya juga minta sama orang tua🤣
checangel_: 🤭 sepertinya ... /Blush/
total 1 replies
Syahraman [Hiatus]
bis dibilang tidak beruntung sih Celina ini... namun untungya dia adalah gadis yang baik
checangel_: Terima kasih, Kak ... pujiannya untuk Celina ☺️🙏
total 1 replies
Syahraman [Hiatus]
Nama Celina adalah nama yang pas untuk novel bergenre Romance dan Drama
GANSHA
WHATSAPP MEN
checangel_: Terima kasih Kak, ... aku cewek, Kak 🤦🏻‍♀️
total 1 replies
Syahraman [Hiatus]
seru, baru kali ini aku baca crita bertema dunia nyata, tapi itu asyik gitu. 🤣🤭
checangel_: Ikutan deh 🤭, karena fiksi adalah kenyataan dalam hati 🤭
total 1 replies
Syahraman [Hiatus]
sepandai pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga😄
Syahraman [Hiatus]
keluarga Arab, sultan nih berarti
checangel_: Aamiin🤲
total 1 replies
सीता
che, kamu ga TTD ngontrak sama platform kah? sayang nich banyak yang baca
सीता
GAK KUAD. Mbak December Mas November 😭 kepikiran aja orang manggilnya ih
सीता
🥹
सीता
a-adu
सीता
wah narasinyaaa ... ini semacam adegan bakalan ditanyain wartawan gitu kan?
checangel_: /Hey/
total 1 replies
सीता
bener lagi, hiks ... 🥹
सीता
🥹
सीता
namanya ... bagus. barat tapi ga norak. jujurly skrng banyak bet tokoh yang namanya susah disebut tapi ya gitu no-norak. aduhh bukan gimana-gimana
checangel_: Iya Kak 🤭, santai aja ... apa pun komennya aku terima dengan bahagia /Joyful/ yuk senyum 🤭
total 3 replies
Syahraman [Hiatus]
ya elah, kawin aja paksaan🤣
checangel_: 🤭/Hey/
total 1 replies
Syahraman [Hiatus]
iya, kayak drama banget, betul biss
Syahraman [Hiatus]
akhir bab ini agak menyedihkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!