Jebakan dari ayah tirinya perdana mentri Li Hong Zhuang yang merencanakan perjodohan pernikahan putri tirinya yang terkenal bodoh Li Hong Lien dengan pangeran ke 5 yang buruk rupa dan merupakan Jendral kerajaan yang dingin dan arogan dengan maksud meminjam tangan agar sang putri celaka ditangan pangeran.
Asli Karya perdana dan imajinasi sendiri, mohon maaf jika masih banyak terdapat kekurangan. Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesario, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa lalu Ming Chen 1
Beberapa saat setelah ketiganya melepas rindu dan pelukan untuk menguatkan hati masing masing. Lien segera teringat sesuatu yang selama ini selalu menjadi beban di benaknya dan ingin menanyakan langsung ke ibundanya.
"Bu.. Maaf jika Lien lancang ingin menanyakan sesuatu kepada ibu" Tanya Lien dengan sopan kepada ibunya.
Ni Hwa yang seperti mengerti jika nonanya ingin berbicara empat mata dengan ibunya, bersiap segera meninggalkan mereka berdua, namun sebelum dia ijin pamit keluar meninggalkan mereka, nonanya berkata "Ni Hwa jangan keluar, tetaplah disini temani aku dan ibu dan tolong lihat disekitar supaya tidak ada orang yang mendengar pembicaraan ini"
Ni Hwa menurut dan mengangguk
"Katakan putriku, ada hal apa yang ingin kau tanyakan"
"Ini.. mengenai bakat ku bu.. apa ibu tahu kalau ada seseorang yang sengaja menyegel bakatku waktu diriku masih ada dikandungan ibunda..? tanya Lien dengan hati hati
Ibu Lien menautkan kedua alisnya, Dia tak percaya anaknya sudah tahu mengenai hal ini, namun ibu Lien tidak langsung menjawab dan malah menanyakan kembali.
"Apa maksudmu Lien er, ibu tidak mengerti"
Lalu Lien menceritakan pengalamannya ketika dihutan, mengenai segel penghalang dan bakat yang dimilikinya. dan mengenai seseorang yang membantu membuka segelnya tetapi tidak menyebutkan namanya
Lien sengaja menceritakan hal ini kepada ibunya, dia ingin melihat respon ibunya dan dari dugaan Lien yang melihat ibunya, dia menduga ibunya sudah tahu tentang segel ini, tapi juga terkejut mengetahui bahwa anaknya memiliki bakat khusus yang benar benar langka hingga menguasai empat elemen, bukan hanya ibunya, Ni Hwa juga dibuat kaget tak percaya dengan apa yang didengarnya saat ini.
Apa benar segelnya telah terlepas. bagaimana bisa sedangkan aku sendiri tidak merasakan tingkat kultivasinya. batin ibunda Lien.
"Ibu tidak paham, bagaimana bisa kamu mengatakan jika bakatmu telah disegel dari sejak kandungan dan sekarang sudah terlepas sedangkan ibu sendiri saat ini tidak merasakan kemampuan kultivasimu putriku"
"Jika memang benar yang kamu katakan itu, seharusnya ibu bisa merasakan kemampuan kultivasimu.. "
Lien menunjukan tangan kirinya kepada ibundanya. "Bu, lihatlah ini.. gelang ini membantu memanipulasi kemampuan kultivasiku, sehingga tidak ada seorangpun yang tahu batas kultivasiku. tapi disamping itu juga memiliki kelemahan, jika aku tetap memakainya, maka kemampuanku seperti benar benar hilang" ujar Lien menjelaskan
Nyonya Besar Chen kembali membelalakkan matanya melihat gelang itu. "darimana kamu dapatkan gelang ini Lien?"
Lien terdiam melihat ibunya terkejut seperti itu.
menyadari bahwa apa yang diucapkan oleh dirinya membuat Lien terdiam dan tidak menjawab pertanyaan nya, Nyonya Besar Chen kembali bersuara dan kali ini dia yang menceritakan kisah yang dulu tertutup rapat ini...
…
17 tahun yang lalu..
"Chen er kemarilah sayang, lihat apa yang aku bawa untukmu.." ujar Li Hong Zhuang kepada Ming Chen kekasihnya saat itu
"Apa yang ingin kau tunjukan Zhuang er sayang" Ming Chen memanggil mesra kekasihnya itu dan disambut dengan senyuman dari Zhuang.
"Ini lihatlah aku mendapatkan ini dari kakak Xin, dia bilang bahwa ini adalah obat penguat kandungan dan bagus untuk janin supaya kita bisa cepat punya anak jika menikah nanti " ujar Zhuang yang menggoda Chen
melihat hal itu,rona merah menjalar ke pipi Chen dan mencubit perut Zhuang kekasihnya itu sehingga membuat Zhuang semakin ingin menggodanya.
Tak lama setelah itu kakak dari Li Hong Zhuang yaitu Li Hong Xin bermaksud segera bertemu dengan keluarga Ming Chen dengan maksud melamar Ming Chen untuk menjadi istri adiknya, karena kedua orang tua mereka sudah lama meninggal sehingga dia. menjadi wali untuk adiknya.
Li Hong Xin yang saat itu sudah menjabat sebagai perdana mentri termuda di kekaisaran Huang, selain dikenal dengan parasnya yang tampan, otak pintar juga kecakapannya dalam berpolitik yang menakjubkan dan membuat banyak lawan jenis berusaha menarik perhatian nya.
Keluarga Ming Chen juga dari latar belakang keluarga bangsawan atas, ayah Ming Chen adalah sepupu kaisar yang sekarang ini memiliki pengaruh besar di daerah selatan dan Ming Chen adalah putri tunggal sekaligus anak satu satunya mereka.
Ketika pertama kali ke kediaman keluarga Ming Chen, Xin yang saat itu kesana sebagai perwakilan dari adiknya langsung terpesona oleh kecantikan dan kecerdasan Ming Chen, dia hanya tahu dari cerita adiknya bahwa Ming Chen begitu lembut, cantik dan berbakat.
Xin yang selama ini tak pernah menggubris mengenai wanita disekelilingnya
Saat itu timbul rasa ingin memiliki Ming Chen untuk dirinya sendiri, dan dia dengan nekad berani melamar Ming Chen di depan keluarganya tanpa sepengetahuan adiknya.
Saat diketahui bahwa kakaknya telah melamar Ming Chen untuk dirinya sendiri, Hati Zhuang menjadi hancur. kakak yang harusnya dia percayai malah menusuk dari belakang.
Mengetahui hal ini pula, hati Ming Chen hancur, mengapa kedua orang tuanya menerima pinangan kakak Xin tanpa sepengetahuannya.
Ayah Ming Chen berkata jika kakak Zhuang lebih baik daripada adiknya yang masih belum punya kekuasaan apa apa saat ini. Mereka tidak mau jika Chen menikah dengan orang yang belum mampu melindunginya jika belum punya kuasa seperti Xin saat ini.
Chen yang mengetahui hal ini kecewa dan sedih dengan keputusan kedua orang tuanya dan diam diam meminta Zhuang untuk bertemu
Hari itu ketika Zhuang memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Ming Chen, Ming Chen yang saat itu teringat akan pemberian pil kakak Xin, langsung meminum pil itu sebelum. bertemu dengan Zhuang, berharap rencana dia hari ini bisa berjalan
"Chen er, aku tidak percaya kakakku melakukan hal ini untuk merebut kamu dari sisiku" isak Zhuang saat itu.
"Apa yang harus aku lakukan Zhuang er, aku juga tidak mau seperti ini"
Ming Chen yang saat itu sudah minum pil tersebut perlahan merasakan panas disekujur tubuhnya.
"Zhuang..badanku terasa panas..." ujar Ming Chen merintih pelan..
Zhuang yang melihat ini menjadi khawatir, "Apa yang terjadi Chen er, wajahmu menjadi merah begini"
Tangan Zhuang langsung menyentuh wajah Chen untuk memastikan suhu tubuhnya, tangan itu langsung ditarik oleh Chen dan kemudian mencium bibir Zhuang dengan cepat..
Hal ini membuat Zhuang terkejut, lalu. menarik dirinya. "apa yang terjadi Chen er kenapa tiba tiba.. "
"Zhuang.. aku rasa.. pil itu..." putus Chen
"Tolong aku Zhuang.. " seluruh tubuh Chen sudah tak kuasa menahan hasrat yang akan meledak, apalagi didepan dia ada Zhuang yang dicintainya..
perlahan Chen membuka hanfunya dihadapan Zhuang.
"Chen er jangan lakukan hal ini.." Zhuang terlihat menahan dirinya sekuat tenaga.
" kumohon.. " Chen menarik tangan Zhuang dan kembali mencium bibirnya, dibalas oleh Zhuang yang mengulum bibir Chen, setelah beberapa lamanya saling membalas ciuman, Zhuang melepaskan Chen, akal sehatnya berontak memaksa dia meskipun hatinya menolak
"Chen er. katakanlah kepadaku supaya berhenti sekarang, aku tidak mau dirimu menyesal"
Chen yang mendengar hal itu seketika langsung menarik tengkuk Zhuang dan membisikan kata.. "Aku menginginkan dirimu"
Gairah Zhuang sudah tidak dapat ditahan lagi mendengar hal itu., akal sehatnya sudah hilang dan merekapun saling melepas hasrat.
"kau milikku sekarang"..