masa remaja itu masa paling indah kata nya.tapi tetap lah berjalan dan berlari di batasanmu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikha Nurin Bilhaq Muhlisin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kelucuan Yang Tidak Di sengaja.
Pov Alya.
Banyak tamu yang meninggalkan pesta. Aku juga bisa melihat teman-teman mbak Lily naik ke panggung dan menyalami mbak Anggrek. Aku jadi heran, teman mbak Lily berpasang-pasangan, kok kayaknya mbak Lily aja yang nggak ada gandengan. Masa sih cewek secantik mbak Lily jomblo kayak aku? Nggak deh rasanya, seketika jiwa kepo ku meronta-ronta.
Tak lama kemudian, teman-teman mbak Lily berpamitan pulang dengan Pakdhe dan Budhe. Kemudian mereka lewat di depan tempatku duduk bersama kedua bestie ku. Farrel tampak mencuri pandang ke arahku saat berjalan. Aurel yang mengetahui langsung mencubit lengan Farrel.
''Auwww...apasih beb?" Tanyanya kaget
''Mata tuh di jaga. Ada aku lho ini!" Bentaknya.
"Iya, tapi jangan pakai nyubit dong. Sakit," Gerutu Farrel.
Aku cuma memperhatikan mereka. Tak disangka Aurel mendekati ku.
" Eh, ngak usah tebar pesona ya!" Bentaknya, jarinya menunjuk ke arahku.
Untung saja musik masih berkumandang, jadi orang-orang tak begitu tahu kegaduhan ini.
" Siapa, dari tadi kita disini duduk aja kok. Nggak ada yang nebar-nebar apapun,'' Jawab Sari.
Aku sontak menoleh ke arah Sari. kenapa sih aku bisa lupa kalau disampingku ada Sari.
''Aku nggak ngomong sama kamu!" Bentak Aurel menggebrak meja sehingga membuat aku, Sari dan Steven terlonjak kaget. Sari bangkit dari duduknya dan berkacak pinggang.
" Eh tadi kamu nunjuk-nunjuk ke arah sini tanpa nyebutin nama kan. Jadi itu berlaku buat kita bertiga yang lagi duduk disini !" Jawab sari sengit.
Eiihhh..sejak kapan Sari pinter. jawabannya tumben pas banget.
'' Udah beb, jangan bikin keributan malu banyak orang," Bujuk si Farrel dengan muka yang menahan malu.
'' Eh kok beb sih, Emang dia kenal ya Al sama si 'bebeb' motor butut kesayanganmu?" Celetuk Sari membuatku dan Steven menahan tawa.
Aku juga melihat mbak Lily menahan tawa saat mendengar perkataan Sari barusan. Farrel mendelik ke arah Sari. Tapi Sari justru membalas dengan mengedipkan satu matanya dengan genit, Aurel tampak begitu semakin marah.
''Oeeeee..!!!" Teriaknya yang pada saat itu juga alunan musik berhenti.
Semua mata orang yang berada di acara hajatan memandang ke arah kami. Aurel mulai salah tingkah dengan menurunkan tangannya yang tadi masih menunjuk ke arah Sari. Dia berpura-pura membenahi rambutnya yang tak berantakan.
" Udah ya Rel, maafin mereka ya. Ini yang jadi pager ayu, dia ini adik aku. Alya namanya. Dan mereka ini teman Alya, Sari dan Steven," Ucap mbak Lily mencairkan suasana. Aku jadi tak enak hati sama Mbak Lily.
Terdengar tawa cekikikan dari keempat teman mbak Lily yang berada dibelakang Aurel dan Farrel saat mbak Lily menyebut nama Steven.
Mungkin mereka merasa lucu karena ada orang kampung bernama Steven. Di tambah Steven berkulit gelap.
'' Iya beb, lupain aja. kita pulang aja, yuk!'' Rayu Farrel
''Haaa... jadi dia namanya bebeb ya? Jangan-jangan tadi dia marah-marah karena nama motor butut kamu sama kayak nama dia Al.
Kamu harus ganti Al, jangan disamain kayak nama dia. Cantik-cantik kok emosian," celetuk Sari.
Sontak saja terdengar gemuruh tawa disemua penjuru. Karena mendengar ucapan Sari, yang kebetulan musik benar-benar berhenti. Mungkin sedang istirahat.
Wajah cantik Aurel muram durja. Dia menghentakkan kaki nya dan berjalan menjauh meninggalkan pesta yang masih meriah karena gemuruh tawa.
Aku memandangi Aurel yang sedang berjalan ke arah motor di ikuti Farrel dan temannya.
'Plekkkk!!' Ada benda lembek jatuh tepat di atas kepala Aurel.
Aurel menyentuh rambutnya. Kemudian memperhatikan telapak tangannya dan menciumnya.
''Wleeeek....!!'' Dia tampak ingin muntah.
Aku penasaran lalu mendongakan kepalaku ke atas. Tampak banyak burung Walet berterbangan di atas sana. Astaga naga, jadi... itu telek burung dong yang jatuh di atas kepala Aurel?
"Ahahahahhahahahahahaa...!" Bertambah riuh suara tawa terdengar. Ternyata masih banyak orang yang memperhatikan Aurel. Aku juga bisa melihat Mbak Lily dan keempat temannya menahan tawa. Begitupun Farrel.
Sari dan Steven tertawa ngakak. Aku sampai mengeluarkan air mata karena menahan tawa ku ini.
Karena sangat malu Aurel bergegas lari menjauh di ikuti Farrel. Malangnya, dia keseleo dan terjerembam ke rumput hijau tempat dimana mereka memparkir motor mereka. Dia mengibas-ibaskan tangannya yang sepertinya terkena sesuatu.
''Ih...apa ini?Wleeedk iiii uuuuu!" Teriaknya histeris.
'' Ya ampun itu t*i kucing Rel!" Jawab mbak Lily.
Aku dan kedua bestie ku semakin tak dapat mebahan tawa. Kami bertiga sampai memukuli meja sangking gemewsnya.
Mungkin itu lah sebabnya. Kita jangan cepat terpancing emosi. Marah-marah yang belum jelas permasalahannya.
Bersambung.....
satu iklan mendarat untukmu...
semangat terus kak 💪🏻💪🏻💪🏻
mampir lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
nyicil lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻