Indonesia
NovelToon NovelToon
Penyesalan Terdalam Sang Suami

Penyesalan Terdalam Sang Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:92.5k
Nilai: 5
Nama Author: dona rachma

Kehidupan yang dijalani Acha tidak pernah benar baik baik saja . kekacauan hidupnya dimulai saat Acha melihat dan menyaksikan bapak dan ibunya terkapar bersimbah darah dijalanan akibat ulah penabrak mobil yang tidak bertanggung jawab .
Dewangga yang mencoba berpura pura mendekati Acha untuk tidak ketahuan bahwa dirinya lah yang menjadi penyebab kedua orang tua Acha tiada memberanikan diri untuk menikahinya , walau dengan sangat terpaksa .
Acha yang tidak sengaja mendengar percakapan antara Dewangga dan Sang Mertua , benar benar syok dan tidak menyangka. selama ini dia hidup dengan seorang pembunuh kedua orang tuanya .
Acha memutuskan untuk pergi dari kehidupan Dewangga setelah mengetahui itu semua , dan disaat itu pula , terciptala buah hati mereka di dalam rahim Acha .
tanpa Acha sadari , Dewangga telah jatuh pada pesonanya . Akankan Dewangga jujur mengenai dirinya yang telah memyebabkan kedua orang tua Acha meninggal ?
Bagaimanakah nasib pernikahan Dewangga dan Acha ? simak terus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dona rachma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Dewa yang saat ini sudah sampai di kantor pun hanya bisa tersenyum sinis saat mendapati pesan masuk dari Istrinya , Renata .

Apa katanya , pergi untuk pemotretan ke daerah Tangerang? Bahkan Dewa pun semalam menghubungi ART nya untuk menanyakan apakah Renata sudah sampai rumah atau belum . Tetapi kenyataannya , Renata malah tidak pulang ke rumah sama sekali . Lantas kemana perginya Renata semalam?

Dewa geram sekali dengan sifat Renata . Apa yang kurang darinya? Kaya? Hartanya bahkan tidak akan habis sampai tujuh turunan . Tetapi , kenapa semakin kesini sifatnya malah semakin liar . Semakin Dewa memberikan kebebasan , semakin menjadi pula Renata .

"Cari tau Renata di mana semalam berada Tam?." Iya , Dewa menghubungi Tama Asisten sekaligus sahabatnya .

Tama yang mendapat telfon seperti itu menjadi senang . "Akhirnya lo sadar juga Wa . Lihatlah wanita licik , akan gue bongkar kelakuan busuk lo satu persatu di depan Dewa . Tidak akan gue biarin lo menguasai harta keluarga Karta Wijaya."

"Selamat pagi Pak Dewa." Ucap Luvita yang saat ini sudah di depan Dewa . Luvita Anggraeni , orang ke dua kepercayaan Dewa yang mengurus masalah perusahaan selagi Dewa dan Tama tidak ada .

"Pagi Vita . Apa saja jadwal saya saat ini." ucap Dewa yang saat ini tengah masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya .

"Jadwal Bapak untuk saat ini di jam 10 nanti akan ada Meeting evaluasi bulanan dengan beberapa departemen Pak . Dan di jam 1 siang , kita kedatangan klien dari Bangkok untuk membahas kerja sama untuk pembangunan Hotel yang ada di Makasar Pak . Selebihnya Bapak free sampai malam." ucap Luvita dengan lugas .

"Ada berkas yang harus saya tanda tangani? " tanya Dewa yang saat ini sudah membuka laptopnya .

"Ada beberapa berkas yang membutuhkan tanda tangan Bapak . Saya taruh berkasnya di meja Pak . Kalau begitu saya pamit undur diri untuk melanjutkan pekerjaan saya , Pak." Ucap Luvita yang segera bergegas keluar dari dalam ruangan Dewa .

"Selamat selamat." ucap Luvita sambil mengusap dadanya pelan-pelan saat sudah berada di luar ruangan Dewa . Ya , saat berhadapan tadi muka Bosnya sudah tidak bersahabat .

Dewa memijit pelipisnya yang berdenyut sedari tadi . Dewa bahkan lupa untuk sekedar sarapan saat berangkat tadi . Dirinya terlalu kalut saat ini , fikirannya melayang kemana-mana . Apakah dia harus menikahi Acha? Padahal Dewa tidak mencintainya . Apakah dengan menikahi Acha sudah benar . Dewa takut jika nantinya akan berdampak pada mental Acha .

"Ya Tuhan harus bagaimana ini?." Ucap Dewa seraya menengadahkan kepalanya di kursi kebesarannya .

****

Acha yang saat ini berada di rumah lamanya sudah di sibukan dengan perkakas dapur . Dia tidak boleh berlarut dalam kesedihan . Walaupun saat ini hampa yang di rasakan Acha , tetapi Acha tidak boleh sedih . Bagaimana jika Bapak dan Ibunya melihat dari sana? Sedih? Pasti akan bertambah sedih . Sebisa mungkin Acha menguatkan dirinya untuk tegar menerima keadaan ini .

Dia teringan akan ucapan kelaurga Karta Wijaya . Lebih tepatnya Ravendra yang bilang bahwa Bapak dan dirinya adalah sahabat lama dari kampungnya dulu . Bagaimana bisa? Kenyataan yang Acha terima saat ini membuatnya pusing .

Sambil terus memasukan nasinya ke dalam mulut , walaupun tidak berselera . Tanpa terasa air mata Acha luruh lagi saat mengingat sosok Ibu dan Bapaknya . Mengapa harus tragis cara mereka berdua untuk meninggalkan Acha . Acha mengusap kembali pipinya , dan berusaha tersenyum . Bagaimana pun dia harus bisa menerima kenyataan pahit bahwa Ibu dan Bapaknya sudah tidak ada lagi di dunia ini .

Tok

Tok

Tok

Suara pintu berbunyi dari luar . Acha sempat berfikri siapa gerangan yang pagi ini yang datang untuk bertamu ke rumahnya? Dengan segera Acha berjalan menuju pintu depan untuk melihat siapa yang datang ke rumahnya pagi ini .

"Nyonya Shiren." Ucap Acha kaget saat melihat siapa yang datang sepagi ini .

Shiren mendengus saat Acha memanggilnya dengan sebutan Nyonya . "Mama , panggil saya Mama Acha . Susah sekali rasanya untuk Kamu memangil saya dengan sebutan Mama." Jawab Shiren .

Acha menghela nafasnya . "Ma.. Mama ada apa pagi-pagi ke sini? Mama tau darimana jika Acha tinggal di sini? Pasti Tuan , Eh Om ravendra ya Ma yang kasih tau Mama."

"Boleh Mama masuk Acha? kaki Mama pegel ini harus berdiri terus."

"Eh .. Silahkan masuk Ma . Tapi , kondisi rumah Acha seperti ini Ma . Mama mungkin tidak akan betah." Jawab Acha sambil mempersilahkan Shiren masuk .

"Kata siapa Mama tidak betah?." Jawab Shiren yang saat ini sudah duduk di kursi ruang tamu Acha .

"Acha pamit ke dapur untuk bikinkan Mama minum ya Ma."

"Jangan Acha , kamu di sini aja ya . Mama mau ngobrol sama Kamu boleh?."

Acha akhirnya duduk bersebelahan dengan Shiren saat ini . "Cha , tinggal di rumah Mama dan Papa ya." Ucap Shiren yang saat ini tengah memegang tangan Acha .

Acha tersentak saat mendengar bahwa dirinya harus tinggal bersama dengan keluarga Karta Wijaya .

"Maaf jika Mama mengatakan ini secara mendadak Acha . Tapi , Mama mohon dengan sangat sama Acha . Acha mau ya tinggal sama Mama . Mama kepikiran Acha terus." Shiren tidak menampik jika rasa bersalah terus menghantui dirinya saat ini . Walaupun Dewa yang menabrak tetapi sebagai seorang Ibu , Shiren merasakan rasa itu . Dia merasa di bayang-bayang rasa bersalah setiap malam .

Acha masih diam tidak menjawab apapun . Dia masih bingung , bagaimana mungkin dirinya harus tinggal di rumah besar milik Karta Wijaya .

"Mama mohon Acha , tinggal sama Mama dan Papa ya."

"Tapi Ma , Apa harus dengan tinggal bersama kalian? Acha tidak enak dengan Anak Mama." Jawab Acha kepada Shiren .

"Dewa tidak akan sering pulang ke rumah utama Cha . Dia sudah mempunyai Istri , pastiny dia selalu pulang ke rumahnya sendiri."

"Mas Dewa sudah punya Istri Ma?." Ucap Acha sambil menutup mulutnya dengan tangannya sendiri . "Maaf Ma , Acha lancang memanggil anak Mama dengan sebutan seperti itu."

"Tidak apa-apa sayang . Iya Acha , Dewa sudah menpunyai Istri . Tetapi Mama tidak suka , sampai detik ini pun nyatanya mereka berdua belum di karunia Anak . Mama kesepian di rumah Cha."

Acha merasa iba kepada Shiren saat mendengar ucapannya saat ini .

"Kasih Acha waktu ya Ma buat berfikir."

"Berifikir untuk apalagi Cha? Acha tidak mau tinggal bareng Mama dan Papa?."

"Bukan .. Bukan begitu Ma . Acha , Acha takut anak Mama marah . Acha takut Mas Dewa marah jika Acha tinggal sama Mama." Ucap Acha yang merasa di liputi rasa takut .

"Percaya sama Mama , Dewa tidak akan marah." Seraya menggenggam jemari Acha untuk meyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja jika Acha mau tinggal di rumahnya .

Acha menghela nafasnya , tidak akan mungkin bagi dirinya akan mendebat Shiren lagi pagi ini . "Oke Acha mau tinggal di rumah Mama dan Om "

"Papa Acha , panggil Papa . Jangan Om lagi bisa?." Shiren gemas dengan Acha saat ini .

"Acha siapin dulu keperluan apa yang akan Acha bawa ya Ma." Ucap Acha sambil berdiri dari duduknya .

"Tidak usah sayang , Mama sudah menyiapkan semuanya . Kamu cukup bawa diri saja untuk datang ke sana."

Acha kaget saat mendengar ucapan Shiren . Apa katanya? Menyiapkan semuanya? Bagaimana bisa?

"Tidak usah merasa kaget seperti itu."

"Kalau begitu , Acha bawa buku-buku kuliah Acha saja Ma . Sebentar ya Ma , Mama tunggu di sini dulu." Jawab Acha sambil meninggalkan Shiren sendirian di ruang tamu miliknya .

Shiren menggangguk saat Acah berbicara seperti itu . Sepeninggal Acha , Shiren berjalan menuju dinding yang terpajang sebuah foto keluarga amat bahagia .

"Maafkan Dewa Hadi , maafkan Dewa yang sudah membuat kekacauan seperti ini . Acha aku bawa ya , Di . Akan kurawat Acha seperti anakku sendiri . Maafkan Dewa sekali lagi , Di . Berkat ulah Dewa , Kamu dan Istrimu meninggal di tempat dan membuat Acha menderita . Akan kupastikan Acha tidak akan pernah menderita lagi kali ini , itu janjiku , Di ." Ucap Shiren dalam hati .

Bersambung . . .

1
Soraya
masih nyimak thor
Soraya
lanjut thor semangat
Soraya
lanjut thor
Sulistia Anggraini
kalau dpt upnya banyak thor
Jenong Nong
disini hnya neneknya yg berpikir waras yg lain edan kbeh ....❤❤🙏🙏
Hanisah Nisa
lanjut
Erisya Ris
iya setuju/Smile/
Hanisah Nisa
lanjut
Linda Yohana
Bagus novelnya
Jenong Nong
jgn sampai acha jatuh cinta terlebih dulu thor .....😁😁❤❤🙏🙏
Hanisah Nisa
lanjut
Jenong Nong
sampai lupa ..kirain g dilanjutin ..❤❤🙏🙏
Cahayax Gisel
jangan. lama update kak udah mulai lupa sama ceritanya 😅 semangat 💪 lanjut 🙏
Juliyanah Yanah
ko belum berlanjut2 sie crtanya .
Hasna
bagus
Jenong Nong
maaf ya thor klo bs jgn terlalu slow ..sebenarnya alurnya bgus cm terlalu lmbat konflik boleh memng itu pnting sebab klo ada konflik datar aja yg bca jg bosen tpi klo konfliknya mbulet2 kelamaan dewa yg tak kunjung sadar dgn bahwa dia bersalah renata yg tak kunjung ketahuan belangnya acha yg kyak orang bodoh terpaku pda kebaikan ravebdra dn keluarga pdahal mereka lah yg akan menancapkan luka yg menganga yg mungkin tak akan bisa tersembuhkan ravendra yg munafik sok2an mnyesal dn merasa bersalah dgn orang tua acha tpi mndudung aja kelakuan dewa tama dn mm shiren yg katanya tahu rahasia renata tpi merela diam tdk berbuat sesuatu utk mnyadarkan dn mmbuka mata dewa ..semua itu blom ada satupun yg terselesaikan thor padahal udah bab sekian takutnya kita jd jenuh dihadapkan konflik yg tak kunjung ada titik terang sedikit apalgi kn g setiap hari up jd rasanya lma sekali gtu lho utk mnuju titik terang ...maaf ya thor semoga kritikan sy bs sedikit jd masukan yg bermanfaat dri segi kta2 dn penulisan udah bgus bngt cm ya itu terlalu slow aja ...🙏🙏❤❤
Lilis Indriyani
cepetan d bongkar k blusukan istri tercinta'y dewa donk ka. biar makin semangat buat baca'y
Cahayax Gisel
sorry kak malass sudah mau tengok kak. terlalu banyak drama kak..gk seru 🙏
Iniidona: terimakasih komennya kaka
total 1 replies
Sri Darlina
lupa thor jalan ceritanya karena terlalu lama update nya
Iniidona: sory, karena bukan satu novel ini aja yg author tulis. terimakasih komennya ya . jangan bosen mampir
total 1 replies
Linda Yohana
lanjut thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!