"Cosmic Convergence: Chaos of Teleportation" adalah novel yang mengeksplorasi dunia yang dilanda bencana teleportasi dan pergabungan antar planet yang memicu kemunculan kekuatan sihir pada manusia. Cerita ini berpusat pada petualangan para individu yang harus belajar mengendalikan kekuatan sihir mereka sambil menghadapi konsekuensi dari peristiwa tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deximo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Invasi Cerates
[Pagi yang cerah]
Dari arah belakang, terdengar suara ibu memanggil, "Nakk, bangun! Kamu tidak berangkat ke sekolah? Nakk, dimana?"
Aku menoleh ke arah belakang dan menjawab, "Di depanmu, Bu."
Ibu dengan ekspresi takut: "Tolong, Nakk."
Aku, panik, menjawab, "Di depanmu, Bu."
Ibu dengan ekspresi sedih: "Nakk, dimana, Nak?"
(Ibu semakin menjauh dari pengelihatanku)
Aku pun mengejar ibu.
Ibu tersenyum dan berkata, "Belum saatnya, Nakk!"
Langkahku terhenti.
Akupun terbangun dari mimpiku dan terdiam tanpa sadar, ada Kestrel duduk menunggu di dalam tendaku.
Kestrel hanya diam tanpa ekspresi.
Aku bertanya kepada Kestrel, "Sejak kapan kamu disini?"
Kestrel menjawab, "Tidak lama."
Kestrel bertanya kepadaku, "Kau merindukan ibumu, Nak?"
Aku menjawab, "Entahlah." Aku sendiri bingung harus bagaimana.
Kestrel berkata, "Cepatlah, bergegas! Sebentar lagi kita rapat, ku tunggu di tenda Kreig."
Aku bertanya, "Rapat apa?"
Kestrel menjawab, "Kamu sekarang adalah tim pencari, apa kamu sudah lupa?"
Aku menjawab, "Aku tidak lupa, tapi aku tidak tahu harus berbuat apa."
Kestrel memberi nasihat, "Jadilah dirimu sendiri, aku menunggumu di tenda Kreig."
Aku menjawab, "Aku akan bersiap, nanti aku menyusulmu."
Kestrel pun meninggalkan tendaku, aku terdiam merenungkan mimpi semalam. Tanpa sadar, aku hampir lupa rapat dengan tim pencari, akupun bergegas untuk berangkat.
Saat keluar dari tenda, aku pun kaget karena Kestrel menunggu di samping tendaku.
Kestrel tersenyum lebar dan berkata, "Ku kira kamu tidak akan datang!"
Aku pun menjawab, "Aku hampir kelupaan."
Kestrel berkata, "Ayo berangkat."
[Perjalanan menuju tenda Kreig]
Kestrel dengan nada tenang berkata, "Jika kamu ingin mencari ibumu, boleh saja. Kami tidak melarangmu, tapi dengan kekuatanmu saat ini, kamu tidak akan sanggup."
Akupun teringat ucapan ibuku dalam mimpiku, secara tidak langsung aku berterimakasih kepada Kestrel telah menenangkanku.
Akupun menjawab, "Ibuku masih baik-baik saja."
Kestrel tersenyum, "Ini baru dirimu."
Tiba-tiba, dari beberapa sudut terdengar suara teriakan warga.
"TOLONG!!!!!!!!!!!!!"
"CERATESSSSS!!!! "
Kestrel dengan ekspresi serius berkata, "Kemungkinan lebih dari 3 titik Cerates menyerang. Aku akan menahan Cerates di area hibernasi. Kau beritahu yang lain."
Aku dan Kestrel pun berpencar.
Sesaat aku berlari, aku bertemu dengan Kreig dan anggota lain.
Kreig bertanya, "Dimana Kestrel?"
Aku menjawab, "Kestrel sedang menahan Cerates di area hibernasi."
Kreig memberi perintah, "Defri, Williem pergi ke arah Logistik, Yelena dan Mahmoud ke arah tenda penduduk, aku dan David akan membantu Kestrel."
Kami pun langsung bergegas.
[Alur berpindah di sudut Kestrel]
Kestrel menahan 2 Cerates agar tidak mendekati area hibernasi.
Di pertarungan, Kestrel tampak sedikit kesulitan. Cerates itu menyerang Kestrel secara bergantian. Cerates A mencoba memakan Kestrel, namun Kestrel berhasil menghindarinya dengan melompat. Cerates B menggunakan ekornya untuk menyerang Kestrel, Kestrel berhasil menahan dengan tombaknya, namun Kestrel terlempar.
Kestrel pun kembali menyerang dengan kecepatan tinggi menggunakan tombaknya. Kedua Cerates itu menggunakan ekornya untuk menyerang Kestrel, benturan serangan pun terjadi antara Kestrel dan kedua Cerates. Serangan pun berakhir seri.
Namun, Cerates B kembali menyerang Kestrel dengan kepala, dan Kestrel hanya bisa menahannya dengan tombaknya. Kestrel pun terlempar ke tebing.
Cerates A mengejar Kestrel bermaksud untuk memakan Kestrel. Seluruh tubuh Kestrel tak bisa bergerak saat itu, David memberi sihir penyembuhan dan kecepatan kepada Kestrel. Kestrel pun berhasil menghindari serangan Cerates A, Cerates A menabrak tebing.
Kreig melompat sembari mengeluarkan sihirnya membuat pedangnya diselimuti api. David pun memberi sihir kecepatan kepada Kreig. Kreig menggunakan teknik pedang api "Tebasan Setengah Bulan". Serangan Kreig tertuju di leher Cerates A, kepala Cerates pun terbelah dari serangan itu. Cerates A terbunuh.
Kestrel dengan nafas terengah-engah berkata, "Lama sekali kalian."
Kreig tersenyum lebar dan menjawab, "Kamu mulai melemah, kah? Melawan 2 Cerates, sudah kualahan?"
David tertawa dan mengatakan, "Telat sedikit, Cerates makan enak."
Merekapun berkumpul, Cerates B meneriaki mereka.
Kestrel berkata, "Aku akan menahan serangannya."
Kreig berkata, "Aku memotong lehernya."
David berkata, "Aku memotong ekornya."
Sekali lagi, dengan kecepatan tinggi, Kestrel menyerang dengan tombaknya. Cerates B dengan cepat bergerak menuju Kestrel. Benturan serangan antara Kestrel dan Cerates B kembali terjadi, serangan Kestrel berhasil menahan serangan kepala Cerates.
Kestrel berkata, "Jika untuk menahan seranganmu cukup hanya dengan tombak ini, Kreig, David, sekarang!"
Kreig kembali meloncat sembari melapisi kembali pedangnya dengan api, menggunakan teknik pedang api "Tebasan Setengah Bulan". Saat bersamaan, David berlari ke samping dan menarget untuk memotong ekor Cerates B. David menggunakan sihirnya membuat pedang cahaya, "Tusukan Cahaya".
Secara bersamaan, Cerates B terpotong menjadi 3 bagian. Tim Kreig, Kestrel, dan David berhasil mengalahkan Cerates dan berhasil menjaga area hibernasi.